The Old Tree ~ Pohon Tua


Indeed, with a difficulty, there is a convenience.

One upon a time, at the field, there is a shady tree. Its branch has dense foliage. High-rise stem. Its Root appears prominent out, to penetrate in the soil. That tree, looks stout than other trees in the surrounding areas.

That tree, be a place for some birds living there. They make a nest, and their life dependent on its stem-stem. The birds make a hole, and They egg-brood their eggs in trees that greatness. The Tree feels in happiness, Its get it friends, day-time fill the day long. People are also grateful to the existence of the tree is up. They often stop by, and take shelter in the tree leafy. The people often sit, eat and open their stock, under the auspices of limb-limb. "This Tree is very useful," said them, while each other finished their haven. Again, the tree is also proud to hear the words of yesteryear.

However, the running time, The tree was started ill-weakly. Its Leaf-leaf deciduous, the branches began to fall also. Its Body, starting now lean and pale. No more bravery that its has before. The birds are reluctant to start a nest there. People through, no longer want to stop by and drop haven.

The tree was heavy, "My Lord, why so many tests that You give to me? I need a friend. There is no longer living creatures closing to me. Why You take all the glory that I have?" the wail of the tree, to be to the entire forest. "Why do not You cut me down to my body, so I do not need to feel this punishment? The tree continues to cry, over the body dry.

Season has changed, but the situation would not change. The tree remains in a its lonely. Appear to stem more dry. Continue to weep and wail sounded every night, filling the night-silent night long. Up to at the time of the morning.

"Cittt ... cericirit ... cittt" Ah, what's that sound? In fact,. Cheever have a new hatch. The tree has weke in its subside. "Cittt ... cericirit ... cittt, the sound is loud scream. There is a new birds child birth. And than, a crowds at tree above the birth of new birds. One ... two ... three ... and four children born to the bird world. "Ah, My pray on Him get rights," has been an exclamation of the tree.

The next day, many birds fly to the tree is. They will make a new nest-nest. In fact, a stick of dry, invite the certain types of birds attracted to a nest like there. Birds that feel warm in the dry stem, rather than before. The amount is also more and more diverse. "Ah, now my day will be increasingly bright with these birds," said the tree with brightly.

The tree was again rejoice. And when It see to down, his heart again upset. There is a new shoots that appear near the root. The bud looks smiley. Ah, it seems, its tears, the old tree, produce new seeds that will continue its service in nature.

***
Friend, so. Is there a wisdom that we can quotation there? God is always have secret plans for us. God, with the power of the Most High and Most Kind, will always provide the answers for us. Although sometimes its not always easy in guest it, however, believe, know that Allah is the best for us.

When His trial give for us, then at the others, given us the gift of His abundant. His examination is not a fixed price. Not a matter that can not be seen. When God gives a trial on the tree, then, Allah, is being delay to give Him the glory. God does not choose to cut its out, because, save him some secret.

God, is testing the patience. Friends, believe, that any trial we face, is part of the series of the glory that is being prepared him for us. Do not despair, do not tame. God, always with the patient.

Thank you for reading.

Ind:
*Sesungguhnya bersama suatu kesulitan itu terdapat suatu kemudahan.

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.

Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang. Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.

"Cittt...cericirit...cittt" Ah suara apa itu? Ternyata, .ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. "Cittt...cericirit...cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu...dua...tiga...dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

***
Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun, yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita. Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.

Terima kasih telah membaca.
upon a time, have a someone that young and rich. He recently purchased luxury cars, a shiny Jaguar. Now, the entrepreneur is enjoying the journey with the new car. With full speed, the vehicle runs corral around the street neighborhoods.

At the roadside, it appears that children is playing while throw a thing. However, due to running too fast, they are not getting his pay attention. Suddenly, he saw something drift from the car parking lot on the road. But, not the children who appear to drift. Aah ..., Oh my goodness, its have a stone that overrides the Jaguar. The car door ripped, graze the stone thrown by someone.

Cittt ....he push a brake of the car tight. With passionate, he drive his car pull it back to the direction toward where the rock was thrown. The graze Jaguar, is not a trivial matter.Moreover, the accident was done by other people, so its a think of the entrepreneur in his heart. His anger is climbing on top. He get out his car in a hurry. He pull a child in front of near him, and push a child to the corner of his parking car.

"What have you done! Look what you have done to my lovely car. "See that scar," he shout while pointing at the scratches door. "You understand of course, such a new car, it will take a lot of costs put in the garage when its scratches. "he said with passionate, and its appear he wants to beat a child.

The child look terrified, and try to apologize. "Sorry Sir, Sorry. I really apologize. Because, I do not know what more should do. "He get a hideous face, and hands beg forgiveness. "Sorry Sir, I threw the rock, because no one who want to stop .... "

His tears began to fall at the cheek and neck, the child points to an earlier direction, near the car park there. "Look there, there my big brother laied down. He slipped, fell from the wheelchair. I am not strong enough to lift him, he was too heavy. His Body can not be afford to lift by me, and now that he was in pain .. "Now, he is crying. He look at the entrepreneur. His eyes hope to the entrepreneur face that pensively starting. "Will you help me lifting him to the wheelchair? Please, My brother injured, but he was too heavy for me. "

He is not able to say words again, a young businessman is silent. His throat is sucked. He just only able to swallow his saliva. Soon, he lift on that child with disabilities to his wheel chair. Then, he take a his own expensive sniffer, to aids the child injury knee. Bruise and graze, the same as his lovely side-door Jaguar.

A few time after, then, those both child is grateful,and said that they will be OK. "Thank you and we hope that God will give as good as you gets doings. "Both walk side by side, leave the young businessman. His eyes is watching to the children steps that push the wheelchair, across the road to their homes.

The young business turn, walking very slowly toward his own Jaguar. He drive throw the road slowly, and ponder the events just happens. His damage car that happens can be not a trivial matter. However, he did not choose to remove that scratch. He chose to let that scratches at there,in order to remain on this wisdom. He wanted to be the message was still visible real.

"Do not go too fast in life, because, someone will throw a stone to attract your attentio."

My Friends, as well as vehicles, our lives will always be rotate, and drive to keep running. On each side, it will also the life, across a wide range of things and reality. However, do we stimulate our lives and quickly, so we never have any time for us to accelarate it to see around? God, will always speak in our heart, and said through our mind. Sometimes, we are not have the time to listen, scrutinize, and recognize each His teachings.

We are sometimes too busy with a variety of matters, full life stimulate the appetite, oblivious to the many the drift.My Friends, sometimes the truth, some one, there, will be a "stone" thrower for us, in order to, we can and we want to stop a moment. Overall, it is up to us. Hear the whisper-whisper and words of his, or wait some one throw stones for us....

ind:
Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah..., ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

Cittt.... ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu dilemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

"Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku! !" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores." Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. "Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. "Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti.... "

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.." Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.

"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku." Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, diangkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian,diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. "Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatanmu. " Keduanya berjalan beriringan meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat.

"Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu. "

Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar? Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ajaran-Nya.

Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas. Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

>>

Wall Clock in heaven











There are a lot of people who are waiting in the entrance door of heaven. They are called one by one entry by officials who duty there.

On the wall behind tens of minutes depending on the wall as the withdrawal is seen in the airport only. But there hours the difference with those in this world. If the hours in the world indicates the position of the different cities for different purposes, hours in the wall of heaven is also different speed of its rotation.

One of which is rather confused to ask their angels in there why it happened.

"Oh, the hours depending on there that shows the level honesty of government officials have in the world while you are alive. "

The angel explained, "The more corrupt the government of your country, hours of your country here more slowly. Conversely the more corrupt government officials of your country, the more quickly the road. "

"Try to see," said a man who is being queued to the other, "hour rotating Philippine fast. That means that the correct, Marcos is too much corruption. "

"That again, again," exciting the other, "Clock Congo, the country Mobutu Seseseko not rotate less quickly from the Philippines. "

They all appear to enjoy that new knowledge. But they search, where on earth day Indonesia. One of them presume to ask the angel before.

"Oh, hours, Indonesia ..... We put the kitchen behind. Suitable be the fan. "answered the angel


Using Firebird with Borland Delphi

This article will show you the first steps to connect to a Firebird 1.5 database using Delphi 6/7.

There are several client libraries that can be used to access a Firebird database:
  1. IBX. You can find these components on the "InterBase" tab of the Delphi toolbar
  2. dbExpress
  3. IbObjects (IBO). This is a package of very solid access components. The source is www.ibobjects.com and yes, you must pay for them but they are worth it.

As IBO is the best way to access a Firebird (or also InterBase) database, that's what I will use for this article. IBO is native Delphi VCL so there is no DLL or COM/OCX components that you have to deliver together with your application.

Step 1: Choosing a database
There is a database employee.fdb that comes together with Firebird, which we can use for our tests.

When you have the full Firebird server installed, the employee database resides in the {firebird}\examples folder.

You can of course use another database if you wish.

Step 2: Determining the connection string for the database
This is important so I will dig into this topic a little deeper. A good understanding will save you a lot of headaches. The connection string for a database is assembled of these parts:

[{Database Server Name} [/{Port Number or Service Name}] ":"] {Database Filename}

Database Server Name

This is the (DNS) name of the database server or its IP address. For the local computer, the server name is always "localhost".

You can leave the server name out of the string to access a local file using the local protocol.

Port Number or Service Name

This is optional and we will not discuss this further here

A Colon

Yes, a colon character. This is important because it tells Firebird to use TCP/IP as the access protocol. You can also use NetBEUI which has a different syntax then. But because TCP/IP is the norm today, we won't dig any further into NetBEUI here.

Database Filename

This is the name of the database file. A Firebird database usually consists of exactly one file with a ".fdb" extension. The Database Name is the fully qualified path and filename of this file.

NOTE: A Firebird server will only access files on its local filesystem. So you cannot access a file that's on a remote network drive.

IMPORTANT: The database name is the path and filename of the .fdb file from the perspective of the Firebird server machine. So even if your database file resides in a directory, which is shared on the network (which is a bad idea, BTW), what the server needs is the pathname as viewed from its own machine.

Aliases: In the aliases.conf file of your Firebird folder, you can define aliases so you don't need to specify the full path and filename any more. This is convenient and more secure because the folder structure of the server is not exposed to clients.

Examples

1) Database is C:\DB\Employee.fdb on the local machine. Server string:

localhost:c:\db\employee.fdb
Connection string for local protocol: c:\db\employee.fdb

2) Database is C:\DB\Employee.fdb on server Elvis. Elvis has a file share named DB on its C:\DB folder, and this share is mounted as network K: on every client machine so everyone can access the database file as K:\Employee.fdb. This doesn't matter as we want to access the file using the Firebird server. So the connection string is: elvis:c:\db\employee.fdb

3) Database is on /db/firebird/employee.fdb on Linux server Presley. Client machine is a Windows machine. This doesn't matter because the database name is always given from the server's perspective. So the connection string is: presley:/db/firebird/employee.fdb

4) There is an alias defined on Elvis from example 2. The alias is named employee. So the connection string is: elvis:employee

Step 3: User name and password
We need a valid user name and password to access a database. Firebird has its own user handling, so we can't use a normal login username/password.

A newly installed Firebird server has exactly one user set up: the system database administrator, named SYSDBA. The install-time SYSDBA password is masterkey. So for our first tests we can use SYSDBA as the user name and masterkey as the password.

NOTE: On a newly installed Firebird server on Linux, the SYSDBA password is not masterkey, but an arbitrary string. You can look it up in {firebird}/SYSDBA.password and change it using the script on {firebird}/bin/changeDBAPassword.sh

NOTE: In order to change the SYSDBA password or to create new users, you can use Firebird's GSEC tool.

Step 4: Testing the connection

Before we go to Delphi, we try to connect the database from Firebird's own ISQL tool (http://www.destructor.de/firebird/gsec.htm). ISQL resides in the bin sub-folder of your Firebird folder. It is a command-line tool. When it starts, you can enter the CONNECT command:

CONNECT {Database Name} USER {User Name} PASSWORD {Password} ;

Don't forget the semi-colon at the end!

When the connection is successful, you get a message like in the above screen shot. If not, try another database name, user name or password.

You can leave ISQL by issuing QUIT; or EXIT; (don't forget the semi-colon :-)

In the upper example, I have used the local protocol for access to the database. The same will work when you add "localhost:" before the database name:

Step 5: Entering Delphi

Now let's go to Delphi and see if we can access the database. Create a new Windows VCL application and save it.

From the "iboCore" group, select a TIB_Connection and a TIB_Transaction component and place them on the main window. From the "iboTDataset" group, select a TIBOQuery component and place it on the main window

Try it & Good luck... ;)



Eskalasi bisa membuat kita awet muda

Bertahan Lama di Perusahaan? Mengapa Tidak!
Pada dasarnya setiap karyawan ingin bertahan lama bekerja di suatu perusahaan, kalau perlu bahkan sampai waktu pensiun. Tetapi, kadang anda dihadapkan pada situasi sulit yang tidak bisa anda hindari dimana anda harus hengkang dari tempat anda bekerja. Entah itu karena PHK, tidak cocok dengan budaya perusahaan, karir mandeg, atau gaji yang terlalu kecil. Kondisi ini mau nggak mau membuat anda tidak bertahan lama di suatu perusahaan. Memang, untuk bisa bertahan lama di suatu perusahaan tidaklah mudah. Tetapi bukan tidak mungkin diupayakan. Kalau anda ingin bekerja dalam jangka waktu lama di suatu perusahaan, ini dia kiatnya:

Mencintai pekerjaan
Mencintai pekerjaan merupakan modal dasar yang membuat anda bertahan. Karena, dengan mencintai pekerjaan berarti anda memiliki kesiapan untuk menerima pekerjaan apa adanya, tanpa merasa keberatan sedikitpun. Untuk dapat mencintai pekerjaan, anda harus menguasai pekerjaan anda. Sehingga apapun kendala yang anda hadapi, anda sudah tahu cara mengatasinya. Satu lagi, anggaplah pekerjaan sebagai hobi! Jika anda menganggap pekerjaan sebagai hobi, anda dapat bekerja dengan riang gembira.

Kenali budaya perusahaan
Bagaimana cara mengenali budaya perusahaan? Anda harus mengenali aturan-aturan atau norma-norma dan etika yang berlaku di perusahaan tersebut. Sehingga sikap dan perilaku anda dapat disesuaikan. Ingat, pada dasarnya anda sebagai karyawan adalah tamu sekaligus tuan rumah. Sehingga mau tidak mau anda harus mengikuti peraturan yang berlaku di dalamnya. Dengan demikian, anda akan lebih tenang dan nyaman dalam bekerja, karena apa yang anda kerjakan tidak bertentangan dengan budaya perusahaan tersebut.

Hayati visi dan misi perusahaan
Apa yang anda kerjakan hendaknya sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Untuk itu anda perlu mengetahui dan memahami visi dan misi perusahaan, sehingga dalam bertindak, anda tidak akan melenceng dari koridor perusahaan. Jangan lupa, visi dan misi perusahaan merupakan panduan bagi karyawan untuk bekerja sesuai harapan perusahaan.

Kenalilah atasan
Bagaimanapun hebatnya anda, peran dan pengaruh atasan sangat menentukan karir anda. Walaupun anda pandai, jika bos merasa tidak cocok, jangan harap karir anda akan mulus. Maka kenalilah bos anda, baik sifat, watak, karakter maupun kebiasaan-kebiasaannya. Dengan mengenalinya, anda akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan atasan. dan hal ini merupakan salah satu modal untuk memuluskan jalannya kerjasama anda dan bos.

Pelihara hubungan sosial
Dalam perusahaan, anda bukanlah satu-satunya karyawan. Dalam bekerja anda tidak bisa sendirian. Anda dituntut untuk saling bekerjasama dengan karyawan lain, terutama karyawan satu divisi dengan anda. Sehingga mau nggak mau anda harus menjalin hubungan sosial dengan mereka. Tetapi hubungan sosial yang anda jalani tidak terbatas pada rekan satu divisi, melainkan juga termasuk karyawan-karyawan dari bagian lain. Selain itu hubungan sosial juga tidak terbatas pada jabatan dan posisi yang sama. Jika anda mampu menjalin hubungan sosial yang baik dengan siapapun di lingkungan kantor anda, anda dapat diterima dengan baik pula oleh mereka. Dan hal ini pulalah yang menyebabkan anda sulit meninggalkan kantor anda!

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak masalah yang membuat kita pening tujuh keliling. Sebagai manusia yang dikaruniai otak, kita harus berusaha untuk memecahkan semua masalah yang kita temui. Namun ada kalanya tangan kita tak cukup kuat untuk memecahkan masalah yang datang. Kalau sudah begitu, biasanya kita tergoda untuk menghalalkan segala cara, asal masalah itu terpecahkan. Padahal, kita tidak perlu memaksakan diri ketika belum ada solusi yang baik untuk kita ambil agar masalah terselesaikan. Mestinya, kita mengambil jeda sebentar, tarik nafas panjang, dan eskalasikan kepada pemilik hidup ini. Ya, eskalasikan masalah kepada Tuhan kita. Insya Allah, masalah yang tadinya berat, terasa ringan, dan dari situ muncul ide untuk pemecahan masalah. Tanpa eskalasi, masalah ditumpuk sendiri, dirasakan sendiri, dan menghimpit dada hingga terasa sesak. Zat kimia yang identik dengan stress mulai mengalir dan meracuni tubuh kita sehingga kita rentan penyakit. Banyak orang yang mudah jatuh sakit karena kekurangmampuan melakukan problem solving. Kapan harus berikhtiar dan kapan harus mengeskalasikan kepada Tuhan, sudah seharusnya kita kuasai betul. Jika sudah terbiasa, hidup ini akan terasa ringan. Seperti yang 17 kali diucapkan oleh umat muslim setiap harinya:
Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

Eskalasi bukan lari dari persoalan. Namun menyadari keterbatasan diri, dan mengakui adanya kekuatan yang lebih tinggi dari kita. Dan Tuhan adalah sebaik-baik tempat eskalasi.

Maka dari itu, saya yakin bahwa eskalasi bisa membuat kita awet muda, karena dengan eskalasi kita jarang untuk stress, sehingga tidak rentan terkena penyakit, yang ujung-ujungnya menggerogoti usia kita...

Keamanan Facebook

Tulisan keamanan bermain Facebook ini membahas tentang penggunaan fitur facebook untuk menjaga keamanan account dan privacy. Facebook dengan dampak positif dan negatifnya, beberapa kontroversi, kepopuleran memang menarik untuk disimak. Pengguna facebook banyak yang tidak peduli dan tidak tahu dengan keamanan accountnya. Hal ini sangat berbahaya karena serangan yang menimpa sebuah account dapat menular ke account lain yang menjadi temannya.

Kelengahan pengguna facebook dapat kita tengarai dari masih banyak pengguna yang masih belum tahu terhadap fitur yang ada di Facebook. facebook menyediakan setting privacy yang cukup baik. Banyak yang tidak mengetahui secara detail privasi setting dari account tersebut. Setting Privacy dapat digunakan untuk meeninkatkan keamanan bermain facebook.

Pada Setting basic profile, kita dapat mengatur siapa yang diijinkan melihat profil,info,education, gambar, video, wall dan lainnya. Settingya sangat fleksibel. Kita dapat membuat info-info tersebut terbuka dapat diakses oleh semua orang sampai tertutup tidak ada orang yang dapat melihat. Secara spesifik kita juga dapat menentukan siapa saja yang dapat melihat info tersebut. Sebagai contoh kita dapat mengatur si “A” sama sekali tidak dapat melihat foto dan wall kita.

Pada setting contact information juga dapat diatur bagian apa saja yang dapat dilihat dan siapa yang dapat melihat info tersebut. Hal yang perlu diingatkan disini adalah hati-hatilah menampilkan email jika list friend kita terdapart orang yang tidak kita kenal. Memang banyak orang yang suka menambahkan sebagai teman walaupun tidak kenal. Hati-hati terhadap tipe pengguna seperti ini. Amati list friend dan info mereka sebelum approve sebagai teman. Data-data pribadi juga jangan diumbar pada account information. Data seperti tanggal lahir dan alamat juga riskan untuk ditampilkan di media seperti ini. Jika ada orang yang iseng, data2 ini dapat dipergunakan untuk keperluaan penyalahgunaan semisal untuk memblog kartu kredit.

Search setting juga dapat kita atur untuk melindungi account kita. Apabila account kita dapat dicari oleh semua orang juga akan membuat keamanan account menjadi lebih rentan. Disarankan untuk mengatur siapa saja yang dapat mencari account kita misalkan friend of friend dan college friend. Tentu paling aman adalah mensetting only friend.

Setting pada news feed and wall pun bisa diatur untuk kenyamanan pengguna. Info-info yang sekiranya tidak penting dapat diatur untuk tidak masuk dalam wall. Temanpun bisa dibuat dalam berbagai kategori sehingga memudahkan untuk penggunaannya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah setting pada application. Foto yang dipublish dapat diatur menurut album dan siapa yang dapat melihat album tersebut. Kelemahan dari aplikasi photo di facebook adalah tidak ada setting khusus untuk mematikan fasilitas copy foto atau download foto. Untuk itu berhati-hatilah dalam mempublikasikan foto.

Facebook seperti situs-situs jaringan social lainnya rentan terhadap scam, virus, spam dan lain-lain yang serba merugikan. Untuk sedikit mengamankan account bisa dibaca pada link berikut:
http://www.facebook.com/security

Pada link tersebut dibahas mengenai isu keamanan di Facebook. Beberapa hal yang disampaikan antara lain:

  1. Waspadai pesan yang mencurigakan seperti pesan untuk melihat suatu video, gambar atau lainnya yang dihubungkan ke situs lain.
  2. Account yang terkena spam bisa mengirimkan ke jaringan temannya, apabila ini terjadi jangan di klik pada pesan tau link tersebut, beritahukan si pengirim dan beri tau jaringan teman.
  3. Menscan komputer pengguna sangat bermanfaat untuk mengantisipasi serangan, di link tersebut terdapat beberapa sumber virus scan dari web antivirus ataupun dari OS.
  4. Kebiasaan pengguna untuk selalu waspada dan melaporkan setiap email yang mencurigakan akan sangat membantu untuk menjaga keamanan jaringan social ini. Penggunaan password dengan kombinasi huruf angka dan special karakter akan membantu memperkuat keamanan account.
  5. Jangan pernah tampilkan tanggal lahir anda dan email anda di situs jaringan sosial semacam ini. Account kita bisa diambil oleh orang yang tidak bertanggung-jawab dengan sangat mudah.
  6. Manfaatkan fitur keamanan yang ada di facebook semaksimal mungkin. Pelajari setting account anda dengan teliti
  7. Gunakan password yang berbeda untuk setiap account yang kita miliki. Untuk meningkatkan keamanan sebaiknya password merupakan kombinasi huruf, angka dan spesial karakter.
  8. Jangan pernah gunakan kartu kredit anda dalam jaringan seperti ini semisal membeli gift atau lainnya.
  9. Cara yang paling aman untuk bermain facebook adalah dengan membuat semua private dulu baru dibuka satu-satu sesuai kebutuhan.

BEBASKAN IBU PRITA...



Tuntutan:
1. BEBASKAN IBU PRITA...
2. SERET DOKTER HENGKY KE PENJARA.....
3. TUNTUT RUMAH SAKIT OMNI... BOIKOT DAN TUTUP RS OMNI
4. Sebarkan ke teman2 yang lain semoga lebih hati2 dalam berobat...

Tujuan:
Maaf mungkin Rekan2, terutama dokter, bisa memberikan opini atas kasus ini.

Tinjauan:

Tangisan Ananta untuk Bunda Prita Sudah tak terbilang berapa kali Khairan Ananta Nugroho dan adiknya, Ranarya Puandida Nugroho, menanyakan keberadaan ibu mereka. Setiap menjelang tidur dan bangun dari peraduan, keduanya mencari sang ibu sambil menangis. "Bunda mana? Bundaaaaa," jerit Ananta, 3 tahun, kala terjaga.

"Saya jawab, 'Ibu sedang dirawat di rumah sakit,'" tutur Andri Nugroho, 30 tahun, ayah Ananta dan Ranarya, dengan wajah sedih kemarin di rumahnya, Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan. Lantaran istrinya tak kunjung pulang, Andri terpaksa mengganti asupan ASI untuk anak bungsunya dengan susu formula. Ranarya, 1 tahun 3 bulan, diasuh bergantian oleh Andri dan pembantu rumah tangganya.

Pegawai perusahaan swasta di Senen, Jakarta Pusat, ini terpaksa berbohong karena anaknya masih terlalu kecil untuk memahami persoalan yang mendera Prita Mulyasari, 32 tahun, ibu mereka. "Ini untuk kebaikan dan perkembangan psikologi mereka."

Prita karyawati di bagian call center sebuah bank swasta. Perempuan kelahiran 1977 di Solo, Jawa Tengah, itu mendekam di Penjara Wanita Tangerang sejak 13 Mei lalu. Ia dituduh mencemarkan nama baik Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Tangerang Selatan, lewat Internet. Ancaman hukuman pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik itu maksimal 6 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.

Semua bermula dari keluhan Prita atas pelayanan rumah sakit ketika dia dirawat pada awal Agustus 2008 lewat surat elektronik. Semula ia divonis terjangkit demam berdarah sehingga mesti rawat inap. Belakangan dokter menyatakan Prita terkena virus udara.

Merasa keluhannya tak ditanggapi, Prita menuliskan pengalamannya via e-mail pada 15 Agustus 2008. Pihak rumah sakit menjawab keluhan lewat mailing list dan dua koran nasional. Ia akan disidang pada 4 Juni nanti di Pengadilan Negeri Tangerang. Sebelumnya, sidang perdata memutuskan Prita melanggar hukum. Tapi kedua belah pihak menyatakan banding. Joniansyah

Sumber :
http://korantempo. com/korantempo/ koran/2009/ 06/01/headline/ krn.20090601. 166823.id. html
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif Prita Mulyasari - suaraPembaca
Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

(msh/msh)
sumber : detikcom.

Kamis, 4 Juni 2009 | 03:35 WIB
Kartono Mohamad

Secara formal, pada umumnya penyedia layanan medis mengakui bahwa pasien mempunyai hak. Tetapi, dalam praktik, tidak banyak penyedia layanan medis yang memerhatikan atau bahkan memahami hal ini. Yang lebih sering diperhatikan hanyalah kewajiban pasien, terutama kewajiban untuk membayar.

Hal ini terutama akibat pola hubungan tidak seimbang antara pasien dan dokter, dengan dokter pada posisi yang lebih kuat dan dominan. Seolah sudah menjadi paradigma bagi para dokter bahwa pasien harus tunduk, menurut kata dokter, dan tidak boleh mengajukan banyak pertanyaan. Pemahaman bahwa pasien mempunyai hak tidak diperoleh ketika dalam pendidikan sehingga mereka akan merasa aneh jika dalam praktik ada pasien yang menanyakan banyak hal.

Namun, kini ketentuan bahwa pasien punya hak sudah dikukuhkan dalam undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Dalam Pasal 52 disebutkan ada lima hak pasien, yaitu mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis, meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain, mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis, menolak tindakan medis, dan mendapatkan isi rekam medis.

Banyak versi mengenai hak pasien ini, baik dari yang sudah menjadi UU maupun yang berupa pernyataan atau kesepakatan perkumpulan. World Medical Association mengeluarkan Deklarasi Hak Pasien dan American Hospital Association mempunyai A Patient’s Bill of Rights.

Semua pernyataan dan UU itu menyatakan, pasien mempunyai hak yang harus dihormati ketika ia berhadapan dengan penyedia layanan medis. Ada hal-hal yang disebut dalam UU atau deklarasi di negara lain yang belum secara eksplisit diutarakan oleh UU Praktik Kedokteran kita, yaitu hak pasien untuk memperoleh pelayanan yang tidak diskriminatif, hak untuk dihormati dan dilindungi privacy-nya, dan hak untuk secepat mungkin mendapatkan solusi atas komplain yang diajukan terhadap penyedia layanan.

Tujuan

Di Amerika Serikat, UU tentang hak pasien dihasilkan oleh US Advisory Commission on Consumer Protection and Quality in the Health Care Industry pada tahun 1998. Disebutkan, pada intinya tujuan Patient’s Bill of Rights adalah, pertama, membuat pasien merasa lebih percaya terhadap layanan kesehatan. Kedua, menjamin bahwa penyedia layanan kesehatan akan bersikap adil (fair). Ketiga, penyedia layanan akan berusaha memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan pasien (works to meet patient’s needs). Keempat, membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien.

Betapapun, keberhasilan upaya penyembuhan pasien amat bergantung pada rasa percaya yang imbal balik antara pasien dan dokter. Kepercayaan inilah yang harus selalu dijaga oleh penyedia layanan medis. Tanpa ada rasa percaya dari pasien, tidak mungkin upaya penyembuhan akan berhasil. Kecuali jika tujuan penyediaan layanan bukan untuk membantu kesembuhan pasien, tetapi semata-mata untuk mencari keuntungan sebanyak dan secepat mungkin dengan memanfaatkan ketidaktahuan pasien.

Dalam mencoba memberikan layanan terbaik, penyedia layanan harus juga siap menghadapi konflik yang dapat terjadi. Konflik dapat terjadi antara perbedaan persepsi dokter dan pasien mengenai penyakit, adanya ekspektasi yang berlebihan dari pasien terhadap dokter, adanya perbedaan ”bahasa” dokter dengan pasien, dan ketidaksiapan dokter untuk menjalin komunikasi yang empatik. Perasaan sebagai kasta tersendiri yang berada di atas kasta pasien dapat berperanan terjadinya komunikasi yang tidak empatik tersebut.

Prita dan Omni

Kasus Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit Omni adalah contoh telah hilangnya komunikasi yang empatik itu, yang kemudian merusak rasa saling percaya yang seharusnya dibina. Maka, jika tujuan pelayanan kepada Prita adalah untuk membantu menyembuhkannya dari penyakit, tujuan itu telah gagal. Jika ditanyakan siapa yang bersalah dalam hal ini, kedua pihak akan mengklaim sebagai yang benar. Prita mempersoalkan mengapa hasil laboratorium yang menyatakan bahwa trombositnya 27.000 tidak boleh dilihat. Pihak RS Omni menyatakan, hal itu belum divalidasi, jadi masih rahasia. Menjadi pertanyaan, jika masih rahasia, mengapa Prita sudah mengetahuinya? Bukankah saat ia dianjurkan untuk dirawat, ada dokter yang menjelaskan trombositnya 27.000?

Rasa percaya Prita sebagai pasien menjadi lebih menurun lagi saat pertanyaannya tentang obat suntik yang diberikan tidak mendapat jawaban yang jelas. Mungkin pertanyaan Prita yang bertubi-tubi membuat pihak RS Omni tidak berkenan. Maka, rusaklah hubungan saling percaya antara penyedia layanan dan yang dilayani. Masalah melebar menjadi pengungkapan kekesalan melalui e-mail dan perasaan tersinggung dari pihak RS Omni yang merasa dicemarkan nama baiknya.

Persoalan yang bermula dari pertanyaan sederhana dari seorang pasien yang ingin tahu dan merasa meminta haknya berkembang menjadi masalah yang ruwet karena pihak RS Omni membalas e-mail Prita dengan iklan besar-besar di koran.

Kesan orang awam, dan mereka yang tidak tahu masalahnya karena tidak membaca e-mail, telah terjadi unjuk kekuatan yang tentu saja tidak imbang. Hal itu diperburuk dengan ditahannya Prita di penjara Tangerang. Seandainya saja saat itu RS Omni bertindak simpatik dan meminta agar Prita jangan ditahan karena mempunyai anak yang masih kecil, keadaan mungkin justru akan berbalik.

Pelajaran

Yang telah terjadi di Tangerang itu membuktikan bahwa pada umumnya penyedia layanan medis di negeri ini belum berorientasi pada kepentingan atau kepuasan pasien. Orientasi pada mutu layanan juga belum menjadi acuan.

Kalau menurut Charles B Inlander dalam buku Medicine on Trial, masih banyak medical ineptitude and arrogance yang membayangi penyedia layanan medis. Perbaikan pertama-tama harus datang dari pihak kalangan kedokteran sendiri, kemudian asosiasi rumah sakit, dan pemerintah.

Kartono Mohamad Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia


======================
DILIHAT DARI SURAT BELIAU,,,JELAS IA BERADA DIPIHAK YANG TERANIAYA,,, TETAPI PENGADILAN MEMUTUSKAN IA BERSALAH DENGAN MENUDUH MENEBAR BERITA UNTUK MENCEMARKAN NAMA BAIK..... JGN BIARKAN KETIDAK ADILAN MERAJALELA.. .BERIKAN TERUS DUKUNGAN KEPADA IBU PRITA..
============ ========= =

PESAN INI TELAH TERSEBAR KE BANYAK BLOGGER

1. http://korantempo. com/korantempo/ koran/2009/ 06/01/headline/ krn.20090601. 166823.id. html
2. http://ndorokakung. com/2009/ 06/01/seruan- pecas-ndahe/
3. http://tikabanget. com/2009/ 06/01/satu- lagi-korban- uu-ite-ituh/
4. http://kusukamia. wordpress. com/2009/ 06/01/ayo- dukung-prita/
5. http://restlessange l.wordpress. com/2009/ 06/01/ibu- prita-omni- internasional- dan-kesadaran- konsumen/
6. http://blog. victor.web. id/episode- rs-omni-internat ional-dengan- pasiennya. ys
7. http://dsusetyo. wordpress. com/2009/ 06/02/saatnya- bertindak- kasus-prita- mulyasari- vs-rs-omni/
8. http://mahasiswasta n.wordpress. com/2009/ 06/02/mahasiswa- stan-dukung- bu-prita/
9. http://ksatriaberku da.multiply. com/journal/ item/97/Tentang_ UU_ITE_dan_ Kebebasan_ Itu



PT. Rel-ion Sterilization Services
Zona Industri Ganda Mekar, Kec. Cibitung, Bekasi 17520, Indonesia.
Telp: (021) 8836 3728 | Ext: 129 | Fax: (021) 8836 3729
Email: elvira@rel-ion. com
Website: http://www.rel- ion.com

[This content is confidential and may also be privileged. If you are not the intended recipient, please ignore it and notify us immediately; you should not copy or use it for any purpose, nor disclose its contents to any other person. Thank you.] The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential or legally privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. Ernst & Young is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt.