Persiapan membuat aplikasi web: PHP (bag. 2)

Menyiapkan PHP

Installasi PHP mungkin agak sedikit aneh karena tidak menggunakan paket installasi, yang kita butuhkan adalah paket installasi ZIP dan paket installer-nya, karena installer tersebut tidak berisi paket PHP secara penuh, namun masih berguna untuk membuat file php.ini agar dapat bekerja dengan mudah. Dan, bagian dari installer PHP untuk proses konfigurasi Apache belum selesai untuk versi 4.x, jadi kita harus menambahkan beberapa baris untuk httpd.conf nantinya.

Pertama kali, kita harus membingkai isi dari file ZIP ke dalam folder di mana kita ingin menginstall PHP. Perhatikan bahwa paket ZIP sudah mengandung suatu folder bernama "php-4.4.x-Win32", jadi jika kita membongkar file tersebut di "C:\ Program Files\PHP\", file PHP akan disimpan di "C:\Program Files\PHP\". Jangan menggunakan pilihan untuk tidak mengeluarkannya dari folder/pathnames atau PHP tidak akan bekerja.

Kemudian jalankan installer tersebut dan pilih installasi standar. Pada panel selanjutnya pilih folder di mana kita akan membongkar paket PHP, yaitu folder yang berisi file php.exe. Biarkan tanpa ada perubahan untuk panel konfigurasi SMTP, SMTP tidak akan berjalan pada Windows kecuali jika kita menginstall server SMTP, dan di panel selanjutnya pilih Apache dari daftar server.

Gambar 15: File Installer PHP

Gambar 16: Tampilan awal saat menjalankan file installer PHP

Gambar 17: Kesepahaman installasi dari vendor PHP

Gambar 18: Letak file installasi PHP default

Gambar 19: Mengkonfirmasikan jenis web server yang sudah diinstall: apache

Gambar 20: Mengkonfirmasikan letak file web server: apache

Gambar 21: Menandai file yang akan diinstall

Gambar 22: Siap dilakukan installasi

Terakhir, tekan tombol Next untuk memulai instalasi. Jika semua berjalan baik-baik saja, installer akan membuat file php.ini dalam folder Windows dengan konfigurasi PHP, dan beberapa direktori di folder PHP.

Gambar 23: Installasi sedang dijalankan

Gambar 24: Installasi telah selesai dan sukses

1.10. Melakukan Perubahan Konfigurasi pada Apache

Setelah proses installasi selesai dan sukses, maka kita perlu melakukan Restart pada web server: Apache sehingga nantinya pada saat kita menjalankan browser http://localhost/ tidak mengalami masalah.

Untuk itu, kita perlu melakukan cek pada beberapa hal, yang kiranya diperlukan, yaitu sebelum mengaktifkan modul Apache untuk PHP, kita perlu menyalin file php4ts.dll atau php5apache2_2.dll yang terletak di folder instalasi PHP ke folder sistem, biasanya ada di "C:\Windows\System" untuk Windows 98/Me, "C:\Winnt\System32" untuk Win2000 dan "C:\Windows\System32" untuk WinXP.

Kemudian kita perlu mengaktifkan PHP dalam server Apache. Misalkan kita install PHP di "C:\Program file\PHP", kita perlu menambahkan baris berikut di akhir bagian modul httpd.conf:

LoadModule php4_module "c:/Program files/PHP/sapi/php4apache2.dll"

AddType application/x-httpd-php.php

Atau:

#BEGIN PHP INSTALLER EDITS - REMOVE ONLY ON UNINSTALL

PHPIniDir "C:/Program Files/PHP/"

LoadModule php5_module "C:/Program Files/PHP/php5apache2_2.dll"

#END PHP INSTALLER EDITS - REMOVE ONLY ON UNINSTALL

Kemudian, cari lokasi ditempatkannya DirectoryIndex dan tambahkan "index.php" pada akhir baris itu. Baris yang dihasilkan seharusnya:

DirectoryIndex index.html index.html.var index.php

Jangan lupa untuk menggandakan file php-cgi.exe (bila ada) yang ada di dalam lokasi folder PHP ke dalam folder web server apache:

C:\Program Files\Apache Software Foundation\Apache2.2\cgi-bin

Setelah melakukan restart server Apache, kita akan mendapatkan bahwa indeks server root sekarang menunjukkan "Apache/2.0.xx (Win32) PHP/4.4.x" di bagian bawah halaman. Jika kita ingin menguji konfigurasi baru, kita dapat melakukannya dengan membuat sebuah file, dari aplikasi file teks, misalnya notepad, dan diberi nama "index.php" pada folder root server serta tuliskan baris berikut di dalamnya:

phpinfo();

?>

Setelah menyimpan file tersebut, jika kita membuka "http://localhost/" di browser maka kita akan mendapatkan informasi seperti ini:

Gambar 25: Installasi PHP sudah dapat dieksekusi: index.php menampilkan informasinya

1.11. Mengaktifkan ekstensi PHP yang penting

Seperti halnya Apache, PHP juga menggunakan ekstensi untuk memperluas kemampuannya. Secara default, semua ekstensi dari PHP dinonaktifkan. Jika kita perlu mengaktifkan ekstensi tersebut, kita dapat mencari bagian ekstensi dari file php.ini, dimulai dari ekstensi Windows. Kemudian cari baris dengan modul yang kita inginkan untuk mengaktifkan dan menghapus komentarnya, yaitu karakter “;”, yang berada pada awal baris.

Beberapa ekstensi membutuhkan file DLL tambahan agar dapat bekerja. File DLL tersebut berada di dll "subfolder" di dalam folder PHP dan harus disalin kembali ke folder system kita sebelum mengaktifkan ekstensi tersebut. Di dalam tabel di bawah ini, kita dapat melihat daftar ekstensi yang paling umum dan memerlukan tambahan file DLL, yaitu:

Extension Membutuhkan

php_curl.dll libeay32.dll, ssleay32.dll

php_domxml.dll iconv.dll

php_iconv.dll iconv.dll

php_ldap.dll libeay32.dll, ssleay32.dll

php_msql.dll msql.dll

php_mssql.dll ntwdblib.dll

php_openssl.dll libeay32.dll

php_xslt.dll sablot.dll, expat.dll, iconv.dll

Sebagai contoh, jika kita ingin mengaktifkan ekstensi "php_domxml.dll", untuk XML fungsi DOM, dan "php_gd2.dll", untuk fungsi gambar, maka kita perlu menghapus tanda komentar pada baris berikut:

extension=php_domxml.dll

extension=php_gd2.dll

Dan karena "php_domxml.dll" memerlukan "iconv.dll", kita harus menyalin file tersebut ke folder Sistem.

"Hei, Lho koq kode PHP lama saya tidak bekerja!"

Jika setelah mengkonfigurasi ulang (tadi) server lokal, kita menemukan bahwa beberapa kode kita tidak bekerja pada saat ini, adalah sangat besar kemungkinannya bahwa kita masih mengandalkan pada penggunaan register_globals yang telah usang dari file php.ini. Pilihan ini telah dinonaktifkan secara default di PHP selama lebih dari tiga tahun karena masalah keamanan, dan hanya sedikit penyedia hosting yang mengerti akibatnya saja masih menggunakannya saat ini.

Selain itu, beberapa administrator masih memungkinkan menggunakannya dalam rangka mendukung legalitas penggunaan kode tertentu, yang akan menjadikan undangan pada hacker pada situs kita jika host kode PHP tersebut tidak memiliki keamanan yang tepat.

Contoh khas kode yang mengandalkan register_globals adalah pada saat kita menggunakan data untuk diposting dalam bentuk cara seperti ini:

File pertama: source.php

<form
action="destination.php" method="post"> Enter your text
here: <input type="Text" name="some_text"> <input
type="submit"> </form>




File kedua: destination.php

echo $some_text

?> // bad! relying on register_globals!

Cara yang tepat dalam menggunakan variable form di dalam destination.php dengan menggunakan PHP adalah melalui superglobals server, yaitu:

echo $_POST['some_text']

?>

Atau jika kita menggunakan GET bukan POST:

echo $_GET['some_text']

?>

Dengan cara yang sama, jika kita perlu untuk mendapatkan root dokumen, kita harus menggunakan $_SERVER['DOCUMENT_ROOT'] bukan $DOCUMENT_ROOT. Untuk informasi lebih lengkapnya, kita dapat melihat halaman-halaman dalam panduan PHP