Apakah Kita pernah merasa dikecewakan oleh orang lain?

Apakah Kita pernah merasa dikecewakan oleh orang lain?
Pasti tidak enak ya, apalagi jika yang mengecewakan itu adalah orang yang kita percayai.
Lalu Menjaga Perasaan Tidak Kecewakan Karena Orang Lain ....?


Orang yang dikira baik ternyata dibelakang tidak seperti yang kita kira.
Pertanyaannya sekarang adalah; apakah kita benar-benar ‘dikecewakan’ ataukah kita hanya ‘merasa’ dikecewakan oleh orang itu?
Jangan-jangan sebenarnya mereka tidak mengecewakan kita, tetapi kitalah yang merespon apa yang mereka lakukan itu sebagai suatu kekecewaan, lho.
Jika Kita pernah kecewa, tentu Kita tahu betapa melelahkannya perasaan itu.
Kebahagiaan kita terrenggut, waktu tidur kita berkurang, air mata kita terkuras.
Perasaan hati kita juga menjadi gundah dan gelisah.

Maka dari itu, jangan terlalu lama membiarkan kekecewaan menguasai diri kita.

Untuk itu, saya ingin mengajak Kita semua untuk sama-sama menyimak 5 hal yang bisa membantu memerdekakan jiwa kita dari kekecewaan. Berikut ini uraiannya:


1. Mengakui bahwa diri kita tidak sempurna.
Apabila orang lain berkomentar negatif tentang diri Kita, atau menggunjingkan kekurangan-kekurangan diri Kita, maka Kitatidak perlu kecewa. Terima saja, meskipun belum tentu yang mereka gunjingkan itu benar. Bersyukurlah jika ada orang yang bersedia menunjukkan ketidaksempurnaan Kita. Jika mereka salah, maka itu akan menjadi tambahan pahala bagi Kita. Tapi jika mereka benar, maka itu merupakan proses penyadaran untuk memperbaiki ketidaksempurnaan yang ada pada diri Kita. Semoga dengan begitu kita bisa terus memperbaiki diri. Meski tidak mudah, Insya Allah ada jalan untuk perbaikan selama kita berusaha.


2. Menyadari bahwa orang lain juga tidak sempurna.
Rasa kecewa sering kali disebabkan oleh penilaian yang terlalu tinggi kepada seseorang. “Kalau orang lain yang melakukannya aku masih bisa ngerti. Tapi, kok bisa-bisanya sih dia melakukan itu?” Begitu kan kita sering berkata saat kecewa? Siapapun dia hanyalah manusia biasa yang bisa berbuat salah atau dosa. Jika kita tidak sempurna, dia juga sama. Jadi sudah, relakan saja. Dia hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna. Wajar jika dia melakukan sesuatu yang mengecewakan. Tidak usah diperpanjang karena kita sudah tahu betapa tidak sempurnanya dia.


3. Menerima kenyataan bahwa lidah tidak selalu sejalan dengan hati.
Banyak orang yang kecewa kepada orang lain karena dia mengira bahwa apa yang dikatakan orang itu pastinya sama dengan apa yang ada dalam hatinya. Padahal, tidak semua orang mengucapkan kata-kata yang sejalan dengan isi hatinya. Jika Kita sudah menyadari hal itu, maka Kita tidak akan terlalu kecewa saat mendapati perilaku seseorang yang bertolak belakang dengan ucapannya. Kita juga tidak akan terlalu kecewa kalau ada yang memuji Kita didepan, tetapi menjelek-jelekkan Kita dibelakang. Jika ada yang menjanjikan sesuatu kepada Kita tapi tidak kunjung diwujudkan; Kita juga tidak akan kecewa. Mengapa? Karena Kita sudah tahu bahwa lidah tidak selalu sejalan dengan hati. Jadi, tidak perlu heran. Enjoy aja….


4. Ingatlah bahwa Kita adalah pengendali diri Kita sendiri.
Jika orang lain berusaha mengecewakan Kita, tetapi Kita sendiri tidak merasa kecewa; kira-kira dia berhasil membuat Kita kecewa atau tidak? Jelas sekali ya, bahwa yang menentukan apakah kita kecewa atau tidak itu bukan perlakuan orang lain kepada kita. Melainkan sikap yang kita ambil sendiri. Jika ada orang yang berusaha mengecewakan kita, biarkan saja. Sebab selama kita memilih tidak kecewa, maka kita akan baik-baik saja. Bersyukurlah karena Tuhan telah memberi kita kekuatan untuk mengambil kendali kepada diri kita sendiri. Selama Kita memegang kendali itu, tidak seorang pun bisa menjatuhkan jiwa Kita.



5. Meyakini bahwa segala sesuatunya tertera dalam catatan Tuhan.
Selama Kita masih punya keyakinan kepada Tuhan, percaya deh semuanya akan baik-baik saja. Perkataan orang yang menjatuhkan Kita. Perbuatan orang yang merugikan Kita. Fitnahan, gunjingan, dan berita yang mengada-ada tercatat lengkap dalam buku yang dipegang terus oleh malaikat di kiri dan kanan. Kita tidak perlu ambil pusing soal semua itu, apalagi harus membalas dendam. Percayalah, bahwa Gusti Allah ora sare. Tuhan tidak pernah lengah.


Sudahlah, tidak usah kecewa lagi.
Sayang energy kita terbuang percuma.
Mendingan berserah diri saja kepada yang Maha Kuasa dengan keikhlasan dalam menerimanya.
Siapa tahu dengan begitu kita semakin disayang oleh Tuhan.


Jangan terlalu terpukau oleh tulisan dan perkataan saya.
Jika Kita tahu siapa kita yang sebenarnya, mungkin Kita pun akan merasa kecewa juga.


Good Bless Us....;)

1 comments: