Betapa Sakitnya Ditolak...... :((


Beri tahu saya jika di dunia ini ada orang yang tidak pernah mendapatkan penolakan. Saya yakin jika setiap orang pernah ditolak.
Ketika menyatakan cinta.
Saat melamar pekerjaan.
Atau mungkin sewaktu mengajukan proposal penjualan.


Dalam menyampaikan penolakan, perilaku orang juga bermacam-macam.
Ada yang menolak dengan lembut, ada juga yang melakukannya secara kasar.
Ada yang berbicara sopan, ada pula yang menghardik bahkan mengumpat-umpat.
Ada yang sambil tetap menjaga perasaan, dan tentunya ada juga yang sekalian menyakiti hati.

Kita tidak bisa menuntut orang lain untuk menolak dengan cara yang kita sukai. Tetapi kita bisa melatih diri untuk menyikapi penolakan yang kita alami secara positif.
Seseorang yang menyikapi penolakan secara negatif pasti hatinya terasa sakit.
Dia bisa tenggelam dalam kekecewaan berkepanjangan sehingga seluruh sisa hidupnya ikut terpengaruh.
Sedangkan orang yang mampu menyikapi penolakan secara positif akan bisa mendamaikan suasana hatinya, menentramkan perasaannya, terus tersenyum, dan yang terlebih penting lagi; sanggup menjalani sisa hidupnya dengan tidak kurang indahnya.

Belajar menyikapi penolakan secara positif, saya ajak kita untuk memulainya dari sekarang dengan menerapkan hal-hal berikut ini:



1. Fahamilah bahwa penolakan tidak berarti KITA buruk.
Setiap penolakan selalu menghasilkan ganjalan di dalam hati.
Tetapi jika orang lain menolak kita, boleh jadi hal itu karena mereka mengira kita terlalu baik untuk diterima.

Jika kualifikasi kita terlalu tinggi untuk suatu posisi yang ditawarkan misalnya, kita pun tidak akan mendapatkan jabatan itu.
Dengan pengalaman dan kemampuan yang sangat banyak serta salary history terakhirnya, seseorang pernah ditolak langsung saat melamar pekerjaan, dengan alasan "maaf, gaji anda sudah level manager, kami tidak membutuhkan anda". Padahal kita sudah menunggu berhari-hari dan interview berjam-jam untuk ditolak.
Seseorang juga bisa menolak cinta kita hanya karena dia menilai kita terlalu baik bagi dirinya.
Dia menginginkan kita mendapatkan pasangan hidup yang lebih baik. Penolakan juga bisa terjadi karena orang lain menilai kita ‘belum’ saatnya diterima. Akan ada ‘saat yang tepat’ baginya untuk menerima kehadiran kita.

Setelah berjuang melawan pesaing kanan dan kiri, mati-matian dibelain, bahkan tenaga, fikiran serta modal uang juga tercurahkan buatnya selama berbulan-bulan, terakhir, kita hanya mendapat kata, "Sorry, You Are Not My Type....."


Jika kita ditolak, janganlah terlalu bersedih hati, karena penolakan tidak selalu berarti kita buruk.



2. Ingatlah selalu bahwa bumi ini sangatlah luas.
Kita sering terlalu lama membenamkan diri dalam rasa kecewa terhadap penolakan yang baru saja dialami.
Harapan seolah sirna begitu saja karena penolakan itu.
Padahal, di luar sana ada begitu banyak kesempatan.
Jika ditolak saat melamar pekerjaan, bukankah didunia ini begitu banyak perusahaan hebat yang memberikan peluang karir yang juga tidak kalah menggiurkannya?

Jika yang menolak itu pujaan hati kita; kenyataannya banyak sekali wanita yang lebih cantik dan lebih memahami kita.
Atau lelaki yang lebih sabar dan lebih pengertian dari orang yang menolak kita.

Sungguh, dunia ini sangatlah luas.
Mengingat betapa banyaknya kesempatan yang ditawarkan oleh dunia, membuat hati kita yakin bahwa selalu ada harapan untuk mendapatkan yang lebih baik dari orang-orang yang telah menolak kita.



3. Introspeksilah terhadap kemungkinan perlunya memperbaiki diri.
Tetap berbesar hati memang sangat penting. Namun, mawas diri juga tidak kalah pentingnya. Penolakan yang kita terima bisa jadi merupakan isyarat agar kita melakukan introspeksi diri.

Jujur kepada diri sendiri, sangat menentukan keberhasilan proses perenungan kita. Dengan kejujuran itu, kita akan menemukan apa saja yang harus diperbaiki, dan apa saja yang layak dipertahankan. Ketika kita berhasil memperbaiki kekurangan diri, maka kita akan tampil sebagai pribadi yang mumpuni.

Orang yang dulu menolak kita, mungkin akan bertemu lagi dengan kita beberapa tahun kemudian. Saat pertemuan itu terjadi, dalam hati dia berkata;”Orang ini sudah berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya !!! ”



4. Berlatihlah untuk meningkatkan kemampuan adaptasi kita.
Keterampilan teknis atau kemampuan kita dalam melakukan sesuatu bisa jadi bukanlah alasan terjadinya penolakan.
Mungkin sikap kaku kita.
Mungkin juga karena kita belum berhasil memperlihatkan kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya, gaya, dan pola mereka.

Memang tidak adil jika mereka menilai kita tanpa memberi cukup waktu untuk menunjukkan kemampuan adaptasi kita.

Namun, begitulah kenyataan hidup yang harus kita hadapi. Mereka menilai kita, sedangkan kita tidak memiliki kesempatan untuk melakukan pembelaan. Itu berlaku nyaris dimana saja, sehingga berlatih untuk menyesuaikan diri dan adaptasi kita bisa menjadi cara yang efektif. Kecuali jika kita sudah tidak lagi menginginkannya; beradaptasi dengan gaya mereka bukanlah gagasan yang buruk untuk dicoba.



5. Yakinlah Tuhan memiliki rencana lain yang lebih baik untuk kita.
Setelah berjuang secara maksimal dan bersungguh-sungguh, namun kita masih ditolak juga; mengapa harus bersedih hati?
Memang, penolakan itu bisa menjatuhkan mental kita.
Penolakan juga menghempaskan harapan-harapan kita.
Tapi, bukankah kita tidak tahu persis mana yang ‘benar-benar’ baik dan mana yang ‘kelihatannya’ saja baik untuk kita?
Tidak ada yang mengetahui segala sesuatu melebihi yang Tuhan ketahui tentangnya.
Ketika kita mengkombinasikan usaha maksimal dengan kepasrahan kepada Tuhan, maka Dia akan menunjukkan hal terbaik bagi kita.
Tuhan tidak akan membiarkan kita diterima untuk sesuatu yang bukan hal terbaik bagi kita.
Dia akan membiarkan kita ditolak, lalu mengarahkan kita kepada hal lain yang lebih baik dimataNya.



Penolakan dan penerimaan itu seperti sebuah kesetimbangan.
Ketika penolakan datang, maka penerimaan mengiringinya dari arah yang lain.
Kita hanya perlu menemukan letaknya penerimaan itu saja.
Dan tugas itu akan jauh lebih mudah lagi jika kita sering berkonsultasi dengan Sang Maha Mengetahui.


Beruntunglah orang yang bisa berdamai dengan penolakan. Hatinya tetap tenteram meski didera oleh penolakan yang menyakitkan.


Good Bless U....;)




0 comments:

Post a Comment