SPAM/VIRUS YM

Anda suka chatting di Yahoo Messeger (YM)? Dan anda pernah mengalami kejadian ketika sedang asik asiknya chatting mendapat Private Messege atau Instant Messege (PM / IM ) yang bertubi tubi dan banyak sekali sehingga membuat anda terganggu dan lebih parah lagi YM anda menjadi disconect atau dc. Kalau anda pernah mengalami kejadian seperti itu, berarti anda sedang diserang oleh para Lamer ataupun sering disebut sebagai Booter dengan berbagai senjata boot mereka, disini saya akan memberikan sedikit tips untuk mencegah-a.

Variasi dari boot banyak macamnya. Mulai dari mengirim paket file untuk membuat chat user lain dc, mengirim undangan (invite room) secara terus menerus, mengirim undangan view webcam atau join converence yang banyak, mengirim game, mengirimkan lag atau bom, atau bahkan membuat chat user disconect secara tidak sadar (silent dc).

Nah untuk menangkal boot ada beberapa tool variasi lain dari Yahoo Messeger. Beberapa software terkenal dari variasi YM (biasa disebut YM chat client atau bisa juga Yahoo Anti Boot) adalah Y Tunnel, Ymlite, YahElite, Yazak, Super Spy dan beberapa jenis chat client lainnya. Ini merupakan software yang dikembangkan untuk menangkal serangan boot (Yahoo Anti Boot.

Tapi gimanapun kalo kita uda terbiasa dengan menggunakan YM biasa apalagi YM 9, kalo belum mempunyai YM 9 bisa di download DISINI (http://www.d60pc.com/2008/02/10/download-yahoo-messenger-9/) yg tampilannya dan fitur-a yang asik dan indah, pasti sangat tidak nyaman kalo kita chat dengan menggunakan Variasi lain Yahoo Messenger ( Yahoo Messenger Chat Client ).


Disini saya akan memberikan sedikit Tips ad Tricks Bagaimana Membuat YM biasa kita juga dapat berperan sebagai ANTI BOOT untuk menahan serangan2 Lammer Ataupun Booter :

  • PERTAMA ANDA DOWNLOAD TERLEBIH DULU FILTER 1 ANTI BOOT DISINI (http://www.d60pc.com/download/filter1anti%20boot.txt). Guna file ini adalah untuk menahan dan mem filter jenis serangan2 / senapan dari booter
  • Setelah download file anti boot, sekarang buka yg kamu download tadi dengan menggunakan NOTEPAD, kemudian kamu copy semua-a isi dari file Filter Anti Boot itu
  • Kemudian buka My Computer trus masuk ke C: Program Files > Yahoo! > Messenger. Disana kamu akan melihat sebuah file dengan Nama : filter1.enc
  • Buka File tersebut ( filter1.enc ) dengan notepad kamu. Kemudian kamu tambahkan kedalam file yg uda kamu buka dengan notepad itu, dengan FILTER 1 ANTI BOOT yg sebelumnya sudah kamu Copy Isi-a.
  • Kemudian kamu save. Langkah pertama selesai.
  • Sekarang buka YM kamu
  • Kemudian pilih menu Messenger > Preferences > Chat. Dan tandai pada word Filter-a dengan pilihan WEAK saja di YM kamu seperti dibawah ini
  • Kemudian arahkan pada piihan MESSAGES, dan tandai settingan2 pilihan-a seperti dibawah ini :


sekarang uda selesai. Sekarang kamu uda bisa chat dengan lebih santai dan tenang akan gangguan2. Tapi ingat, YM BOOT juga pasti selalu berkembang kekuatan tool2 dan jenis serangan. Jadi selalu cari tahu bagaimana tips dan tricks untuk mencegah.

Kill The Boss with Ur Heart ...




Nancy Halpern:
Silakan pilih salah satu dari tipe-tipe bos anda berikut ini:
a--Monster
b--Penjajah
c--Hitler
d--Semuanya

Apakah hal ini terdengar akrab di telinga anda? Apakah anda menghadapinya setiap hari? Apakah anda menganggap ada yang keliru dalam hidup anda sehingga harus keluar dari kemelut ini? Jangan putus asa. Sekarang atau kelak kita semua pasti pernah berhadapan dengan tipe-tipe bos seperti ini.

Terlalu banyak orang tidak menyadari bahwa "memanajemi bos" tidaklah sama dengan "menjilat bos". Memanajemeni bos adalah bagian dari tugas anda dan merupakan kunci indikator keberhasilan. Dalam memanajemeni bos, anda belajar untuk menguasai banyak hal, misal, manajemen itu sendiri, perilaku manusia, dan kemampuan menghindari situasi penuh tekanan. Ketrampilan-ketrampilan ini dapat anda gunakan sebagai strategi untuk bertahan, bahkan sukses.


BAGAIMANA ORANG SEBAIK ANDA BISA TERJERUMUS DALAM SITUASI BURUK INI?

Bagaimana anda bisa terjerumus dalam situasi ini? Mungkin anda diterima bekerja pada sebuah perusahaan, dan bos anda tampaknya sangat, sangat baik.

Namun ketika deadline pertama tiba, ia berubah menjadi monster yang berteriak-teriak menakutkan. Atau, mungkin bos anda yang lama keluar dan manajemen memutuskan untuk menggantikannya dengan bos baru yang mengerikan.

Atau, mungkin juga anda mendapat kenaikan pangkat, dipindah ke bagian lain dan bertemu dengan bos yang sulit. Atau, hubungan anda dengan bos sebenarnya baik-baik, namun tiba-tiba menjadi pahit dan semakin buruk sehingga sulit bagi anda untuk memperbaikinya. Kebanyakan orang tak mau bekerja untuk bos-bos bertipe sulit. Mereka lebih suka menghindarinya jauh-jauh. Hanya sedikit sekali orang yang mampu melihatnya sebagai sebuah tantangan untuk maju.


PILIHLAH SEORANG BOS, SEMBARANG BOS

Mari kita lihat apakah kita bisa keluar dari situasi horor ini. Coba anda
pelajari bagaimana tipe bos anda sebenarnya. Berikut ini ada beberapa tipe
bos yang dibenci. Apakah anda menemukan bos anda termasuk dalam daftar ini?

1--Arogan.

Bos tipe ini percaya bahwa memotivasi karyawan hanya dapat dilakukan dengan cara intimidasi, kekerasan dan menebarkan ketakutan. Mereka senang sekali melihat bawahannya merunduk-runduk dan menyembah-nyembah padanya. Bos ini mustahil mau bersikap manis pada bawahannya.

2--Idiot.

Bos ini benar-benar bodoh. Tak peduli berapa kali anda berusaha menjelaskannya pada mereka, tapi mereka tetap saja membuat anda menggeleng-gelengkan kepala. Ajukan pada mereka sebuah strategi konyol, mereka pasti akan menyetujuinya. Anda tentu heran bagaimana mereka bisa sampai pada kedudukan ini, bahkan terus mendapatkan promosi. Mengapa? Karena mereka selalu berusaha menyenangkan atasan mereka.

3--Politisi.

Bos tipe ini berusaha memanipulasi orang lain sedemikian rupa sehingga setiap orang akan mengatakan apa yang ingin mereka dengar. Selama berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bertahun-tahun, mereka terus menyebarkan kebohongan. Sebenarnya mereka ini adalah orang yang lihai memutarbalikkan kenyataan sesuai kemauan mereka. Perhatian mereka tak pernah tertuju pada apa yang baik bagi perusahaan, namun apa yang baik bagi diri mereka sendiri.

4--Ular.

Bos tipe ini suka sekali berkata, "Saya benar-benar mengusahakannya untuk anda." sambil tersenyum manis padahal mereka sama sekali tidak tulus. Mereka pandai sekali memadukan kelicikan seekor ular dengan kemampuan akting aktor peraih Oscar. Ucapan mereka tak bisa dipercaya.

5--Workaholic.

Bos tipe ini tidak mempunyai kehidupan. Mereka hidup untuk bekerja. Bahkan bekerja adalah hidup itu sendiri. Bagi mereka, foto keluarga di meja kerja sudah cukup untuk menunjukkan perhatian pada anak-anak dan keluarganya. Mereka suka menentukan deadline yang tidak realitis, menelepon anda di rumah, mengadakan perjalanan dinas di akhir pekan. Memang itulah teknik-teknik mereka. Sebagian besar bawahan bekerja melebihi jam kerja normal hingga larut malam tanpa adanya pengakuan atau imbalan yang memadai.

Kenyataannya semakin banyak pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka, semakin banyak imbalan yang diberikan pada mereka, namun tak sepeser atau sedikitpun penghargaan diberikan pada bawahannya.


BERHARAP SAKIT HATI

Kita semua tahu, tak mudah hidup bersama bos sulit. Anda mungkin telah berusaha berbagai macam cara dan tidak juga berhasil. Lalu apakah anda akan keluar begitu saja? Apakah anda menerima kjeadaan sebagai sebuah hukuman atas karma anda? Tenang saja, berikut ada beberapa tips untuk menghadapi bos sulit. Jika tidak berhasil, setidaknya membuat hidup anda lebih nyaman.

Cobalah beberapa ide berikut ini.

1--Jangan membangkitkan singa yang sedang tidur.

Ketahui apa yang membuat mereka jengkel, marah-marah, dan tertekan? Catat semuanya. Lalu tuliskan pada lembar yang sama apa-apa yang menjadi kebalikan hal tersebut. Tempelkan daftar ini agar mudah anda baca setiap waktu. Jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal kecil. Hal-hal kecil ini sama pentingnya dengan yang besar-besar. Misal: anda mungkin tak mempersoalkan bila anda lima menit terlambat datang dalam rapat. Namun, bila hal ini seringkali anda lakukan, bos akan menganggap anda malas, tak pandai mengatur waktu dan tidak menghargainya. Ingat, yang perlu anda perlu ketahui adalah titik-titik sensitivitas bos anda, bukan anda.

2--Kenali metode komunikasi yang disukai bos.

Apakah bos lebih menyukai komunikasi melalui email, telepon atau memo tertulis? Apakah mereka hanya menggunakan satu cara untuk mereka sendiri dan cara lain untuk bawahannya? Kenali dan terapkan! Ini akan membuat mereka lebih nyaman berkomunikasi dengan anda. Bahkan mereka mungkin percaya bahwa anda sama seperti mereka. Karenanya anda harus sangat, sangat cerdik.

3--Kenali gaya komunikasi mereka.

Apakah gaya komunikasi mereka formal atau informal? Anda tak harus benar-benar menyamai mereka; namun gunakan sebagai panduan umum dalam berkomunikasi. Misal, jika bos sering menggunakan kata-kata vulgar, bukan berarti anda juga harus meniru mereka. Bersikap terkejut karena kekasaran mereka tidak akan menolong anda. Anggap saja bahwa ini adalah suatu bentuk informalitas, atau taktik untuk membuat anda jengkel, jadi jangan berreaksi apa-apa. Hal yang sama berlaku pada bagaimana gaya mereka berpakaian. Jangan meniru begitu saja, namun gunakan untuk mengetahui siapa dan bagaimana mereka sesungguhnya.

4--Anggap ini sebagai bagian dari kesuksesan anda.

Saya tahu ini sulit dan menyakitkan, namun lakukan! Pelajari orang-orang yang berhasil mengatasi bos macam begini. Lihat siapa yang berhasil mendapatkan promosi? Perilaku dan perlakuan apa yang mereka gunakan untuk menghadapi bos mereka? Lupakan sifat-sifat anda sendiri, cobalah untuk bersikap obyektif. Ini bukan berarti anda harus meniru mereka begitu saja, namun anggap saja ini sebagai petunjuk untuk mengetahui apa-apa yang disukai oleh bos anda. Anda bisa memutuskan kemudian, apakah anda perlu menyamai kolega anda yang berhasil tadi atau tidak, namun untuk kali ini anda perlu mengumpulkan data sebanyak-banyaknya.

5--Simpan semua ini untuk anda sendiri.

Katupkan bibir anda rapat-rapat. Jangan mengeluhkan bos anda di dalam kantor. Sudah terlalu banyak orang menyebarkan cerita-cerita buruk tentang bos mereka. Ingat, dinding-dinding kantor anda mempunyai telinga, bahkan mereka akan meneruskan keluhan anda kemana-mana, termasuk bos anda. Mungkin orang yang pertama kali anda ajak bicara tidak akan menyampaikannya pada bos anda, namun orang kedua atau ketiga yang akan melakukannya.

6--Lupakan bagian Human Resource

Ingat, divisi HR dibentuk untuk memenuhi kebutuhan perusahaan bukan kebutuhan anda pribadi. Kalau anda mengeluh tentang bos anda pada mereka, tak peduli seberapa pun benarnya, mereka akan langsung menyampaikannya pada bos anda. Dan ini kelak akan menyakitkan anda. Percayalah, tak peduli seberapa "bersahabatnya" sikap yang ditunjukkan oleh bagian HR, mereka bukanlah sahabat yang sejati.

7--Catat, catat, sekali lagi: catatlah.

Simpanlah setiap memo, catatlah setiap pernyataan yang menyakitkan, setiap janji yang tak ditepati, dan setiap perilaku yang di luar batas. Jangan lupa untuk mencatat juga tanggal, saksi-saksi, dan detil-detil yang bisa dipercaya. Simpan ini baik-baik. Siapa tahu anda kelak akan membutuhkannya... siapa tahu?

8--Susun strategi keluar dari kemelut.

Susun curriculum vitae tentang diri anda. Buat daftar headhunters yang bisa anda hubungi dan tiga atau empat nama orang yang bisa memberi anda referensi positif. Bila anda memutuskan untuk keluar, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuka dokumen ini. Anda akan benar-benar merasa tertolong.

9--Manajemeni bos anda.

Jadikan ini sebagai pekerjaan anda. Sadari bahwa anda perlu mempunyai strategi untuk memanajemeni bos anda. Bersikaplah penuh tanggung jawab pada mereka. Kenali apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan bos anda. Kenali pula gaya kerja anda, dan rencanakan bagaimana anda bisa menyeimbangkan perbedaan di antara anda.

Cara Hadapi Bos yang Suka Mengancam

MENJALANI karir sebagai seorang karyawan tak bisa seenak hati layaknya menjalankan usaha sendiri. Sebab, setiap gerak langkah kita diikat aturan serta atasan sebagai pemimpin dan pengendali proses kerja untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam sebuah lingkungan kerja dengan beragam karakter orang, tak jarang orang yang menjadi atasan kita adalah pribadi yang unik. Salah satunya adalah tipe arogan dan tempramen yang gemar mengancam atau mengintimidasi bawahan bila tak mau menurut.

Berbekal "kekuasaan" yang dimilikinya, tak jarang dia akan menjadi "penguasa" kecil dalam lingkungan kerja. Sebagai bawahan tentu tak bisa memilih karakter orang yang menjadi atasan kita. Dan bila atasan kita adalah pribadi yang suka mengancam atau pemarah, yang kita butuhkan adalah bersabar."Mendapatkan atasan yang suka mengancam atau bahkan pemarah adalah sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan. Sehingga, untuk menghadapinya kita harus menerima dengan ikhlas,"terang S Susilowati, Senior HRD PT Batamindo Investment Cakrawala Batam.

Keiklasan merupakan kunci untuk bisa menikmati pekerjaan. Sebab, bila kita tidak ikhlas yang terjadi adalah siksaan psikologis. Setiap hari akan menjadi hari yang tidak menyenangkan, dan kerjasama tidak akan terjalin dengan baik. Akibatnya kinerja kita sendiri akan menjadi tidak optimal. Apa yang kita harapkan bila tidak menikmati sesuatu yang dikerjakan akibat tak bisa menerima atasan kita? "Menerima disini bukan berarti menerima perlakuannya. Ini berbeda. Apalagi kalau perlakuan atasan adalah perlakuan yang tidak menyenangkan. Misalnya mengancam atau mengintimidasi, menghina, dan sebagainya. Maka tindakan yang diambil bisa berhubungan dengan tindakan hukum,"terangnya.

Selain tindakan hukum, melaporkan kelakuan atasan pada atasan yang lebih tinggi juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan pada kita. Pelaporan itu sendiri baik secara hukum maupun pada atasan tentu saja harus disertai bukti yang jelas. (*)

Jangan Membesar-besarkan Kekurangan Atasan
SIKAP arogan yang ditunjukkan seorang atasan pada bawahan bisa muncul sebagai sebuah sifat atau karakter. Jika sikap arogan tersebut adalah sebuah sifat, masih ada peluang untuk berubah. Berbeda bila sikap arogan tersebut muncul sebagai sebuah karakter. Karakter lebih susah diubah karena dibentuk sejak kecil.

"Sikap terbaik menghadapi atasan arogan adalah fokus pada bidang pekerjaan, bukan pada sifat atau pribadi orangnya. Sebab, orang arogan, belum tentu tidak bekerja dengan baik,"jelas S Susilowati. Sikap profesional serta tetap fokus pada pekerjaan dan memandang sisi baik atasan bisa dijadikan dasar menjalani pekerjaan. Sebab, setiap orang pasti ingin menikmati pekerjaan tanpa harus terganggu pikiran negatif.

"Jika kita ingin menikmati pekerjaan, maka kita harus fokus pada pekerjaan dan jangan membesar-besarkan kekurangan atasan. Bahkan, bila memungkinkan bantulah atasan dengan masukan-masukan agar atasan bisa berubah,"katanya. Selain fokus pada pekerjaannya, seorang pekerja hendaknya membekali dirinya dengan pengetahuan tentang aturan ketenagakerjaan. Baik saat bekerja tanpa masalah maupun ketika menghadapi atasan arogan. Sebab, dengan belajar undang-undang ketenagakerjaan, seorang pekerja dapat memahami dengan baik hak dan kewajibannya dan pengusaha. Pemahaman ini akan sangat membantu jika suatu saat mendapat masalah di tempat kerja.

Sebut saja jika kita dipecat. Saat kita mengetahui isi undang-undang ketenagakerjaan atau UU No 13 Tahun 2003, kita akan tahu bahwa atasan tak bisa seenaknya memecat orang. Meskipun secara pribadi yang bersangkutan tidak disenangi. "Pemecatan memang dapat dilakukan dengan tanpa didahului surat peringatan, tergantung berat ringannya tingkat kesalahan. Jika kesalahannya ringan, maka surat peringatan akan diberikan pada yang bersangkutan. Dan jika terus mengulang kesalahan yang sama, bisa berujung pada pemecatan,"katanya. (*)

Berpikir beda dan berpikir plus
imac apple“Kalau saya sih beda! Menurut saya sebaiknya … bla.. bla.. bla….”

Pernahkah Anda bertemu orang yang selalu berpikir beda dengan Anda (juga hampir semua orang lainnya)? Mula-mula kita kagum, tapi lama-lama jengkel juga. Rasanya hanya pendapat dia itu yang benar, sementara pendapat orang lain itu tidak benar, atau paling tidak pasti ada cacatnya. Jadi, berpikir beda itu baik atau buruk?

Think different.
Itulah slogan perusahaan komputer Apple saat meluncurkan bentuk komputer yang beda di akhir tahun 90-an. Komputer yang lazim saat itu adalah sebuah kotak CPU (Computer Processing Unit) yang terpisah dari monitor tabung. Apple bikin yang beda, komputernya berupa sebuah monitor dengan bagian atas yang bening sehingga terlihat komponen di dalamnya. Mana kotak CPU nya? Nggak ada, karena ternyata CPUnya sudah ditempelkan di bagian bawah monitor tersebut, menyatu sehingga tidak terlihat. Komputer iMac ini laku keras luar biasa, dan membuat perusahaan Apple kembali diperhitungkan di pasar PC.

“Jadi berpikir beda itu perlu?” Tunggu dulu.

Apple berbeda dengan perusahaan lainnya. Namun andai Anda adalah karyawan Apple saat itu, bisakah Anda berpikir beda? Belum tentu. Paling tidak Anda harus ikut kemauan pimpinan di Apple yang waktu itu adalah Steve Jobs, seorang visioner yang juga otoriter dalam menerapkan visinya. Kalau Anda beda dengan dia, siap-siap saja untuk ditendang keluar. Apple itu berpikir beda dari perusahaan komputer lainnya, tapi berpikir sama di dalam perusahaannya.

“Jadi kapan kita perlu berpikir beda?” Nah, ini baru pertanyaan yang benar.

Kita perlu berpikir beda bila kita berada dalam suasana bebas sederajat, dimana semua perbedaan mendapat penghargaan sama. Biasanya suasana ini ada dalam proses kreatif (brainstorming misalnya), proses penciptaan. Selain itu : jangan berpikir beda!

Believe me, berpikir beda di suasana selain suasana kreatif ternyata berakibat tidak menguntungkan. Secara alami, tidak ada manusia yang menyukai perbedaan. Pepatah mengatakan, “Birds of a feather flock together.” Burung dengan bulu yang sama kumpul bersama. Kalau Anda sering beda dengan rekan-rekan Anda, pelan tapi pasti Anda akan disingkirkan. Dan itu yang saya lihat dari pengalaman selama ini. Apalagi, kalau Anda sering berbeda dengan atasan Anda terutama di rapat-rapat. Mungkin beliau hanya tersenyum pada Anda, dan besoknya Anda dipindahtugaskan. Kita bisa berbeda dengan kompetitor, tapi harus sama dengan grup kita.

Loh, bukannya buku-buku menyarankan agar kita berpikir beda? Bukankah guru-guru manajemen juga menyarankan agar perusahaan menumbuhsuburkan iklim beda pendapat? Justru itu. Karena beda pendapat itu bukan hal yang alami, maka guru-guru manajemen berteriak-teriak agar perusahaan menghargai perbedaan.

Berbeda itu tidak alami. Sayangnya persis sama juga tidak alami!

Semua yang persis sama tidaklah alami. Lihatlah diri kita, semua memiliki keunikan masing-masing. Kalau kita semua sama, maka kita justru menjadi lemah. Kalau semua daun warnanya sama, dunia akan membosankan.

Jadi bagaimana? Ini solusinya : kita menyukai yang sedikit berbeda!

Daun yang beragam namun memiliki kesamaan. Seni yang beda namun dalam kelompok jenis yang sama. Musik beda namun dalam genre yang sama. Praktisnya, yang suka musik rap tidak suka musik jazz, demikian pula sebaliknya. Namun yang suka rap mungkin masih bisa menerima pop, demikian pula yang suka jazz masih mentolerir pop. Karena musik pop seakan di tengah-tengah, menjembatani rap dan jazz yang ekstrim berseberangan.

Jadi, alih-alih kita berpikir beda, maka sebaiknya kita pakai ini saja : BERPIKIR PLUS. Sebuah cara berpikir lebih atau berpikir tambah.

Think Plus.

Berpikir tambah menuntut cara yang sama sulitnya dengan berpikir beda. Dalam berpikir plus mula-mula kita harus mampu melihat sisi positif dari pendapat orang lain, lalu kita tambah pendapat itu agar lebih sempurna. Tambahan ini bisa berupa sesuatu yang memperkuat efek positif dari pendapat orang lain itu, atau berupa sesuatu yang menutupi kelemahannya. Berpikir plus ini ibarat bermain catur dimana kita harus meneruskan langkah yang sudah diambil orang lain. Kita biarkan langkah yang sudah diambil (karena itu hak dia misalnya), kalau langkah itu bagus maka kita tambah dengan langkah yang lebih menajamkan untuk menyerang, namun bila langkah itu lemah maka kita tambah dengan langkah memperkuat posisi sebagai antisipasi. Berpikir plus adalah menambah dari sesuatu yang sudah ada agar menjadi semakin berkualitas.

Lihatlah kembali desain komputer Apple, sebenarnya tidak secara radikal berbeda dengan komputer lainnya. Masih terlihat komputer, bukan? Apple masih waras untuk menciptakan barang baru yang tidak terlalu aneh, karena aneh bisa berakibat ditolak pasar. Mobil juga ada berjenis-jenis, tapi masih punya karakteristik sama. Artinya, bahkan desain yang beda - dan terbukti diterima pasar - pun ternyata tidak bisa lepas dari kesamaan. Bayangkan kalau Anda bikin komputer dengan bentuk dinosaurus atau mobil dengan bentuk mentimun, mungkin hanya sedikit orang yang akan memakainya, alias Anda hanya akan diterima kalangan eksentrik. Saya jadi ingat kisah sepeda motor skuter (Scooter) Vespa. Itu adalah desain sepeda motor radikal oleh seorang desainer pesawat terbang. Walhasil, desain skuter mendahului jamannya. Selama 50 tahun dunia sepeda motor didominasi oleh jenis sepeda motor bebek. Pengguna skuter masuk kelompok eksentrik. Hingga akhir-akhir ini barulah desain skuter mulai mempengaruhi motor bebek yang kian lama kian menjadi desain bebek matic. Demikian pula dengan Anda di perusahaan, kalau Anda betul-betul radikal berbeda, maka Anda akan menjadi kelompok minoritas di pojok dan harus menunggu angin berubah agar muncul ke permukaan. Itupun syukur-syukur kalau arah angin memang akan berubah.

Berpikir plus. Tambahin pendapat orang lain agar menjadi lebih sempurna. Letak ‘berpikir beda’ kita tempatkan pada kemampuan menemukan hal yang dapat menambah kesempurnaan usul orang lain.

Saya kutip di sini sebuah cerita yang disampaikan Stephen Covey, penulis buku Seven Habits. Suatu ketika saat memberikan konsultasi, Covey melihat suatu kejadian di sebuah kantor dimana pimpinannya sangat otoriter. Banyak karyawannya tidak puas, dan kebanyakan membicarakan yang buruk tentang si bos itu. Namun ada seorang karyawan, katakanlah namanya Ben, mempunyai sikap berbeda dengan rekannya yang lain. Ben adalah orang yang pro aktif. Ketika rekan-rekannya menjauhi pimpinan tersebut, Ben justru berusaha mendukung dengan cara yang positif. Setiap tugas yang diberikan kepada Ben dikerjakan dengan baik. Lebih jauh dari itu Ben selalu ‘menambah’ dengan analisis tambahan yang ternyata memang diperlukan oleh pimpinan. Ben senantiasa berpikir plus, memberikan lebih dari yang diminta. Lama-kelamaan pimpinan tersebut makin percaya dan makin bergantung kepada Ben. Kalau biasanya dia memutuskan sendiri, maka kini dia meminta pertimbangan dari Ben. Beberapa tahun kemudian Ben menggantikan bos tersebut untuk memimpin perusahaan. Dalam cerita itu tampak bahwa walaupun mungkin Ben tidak setuju seperti rekan lainnya, namun dia bertindak pro aktif dan menggunakan cara berpikir plus untuk mendukung pimpinannya. Dengan menggunakan sikap pro aktif berarti dia memberdayakan kecerdasan emosinya (EQ), dengan berpikir plus berarti menggunakan kecerdasan intelektualnya (IQ), dan dengan tetap mendukung pimpinannya berarti dia menggunakan kecerdasan powernya (PQ).

Berpikir plus. Itulah usul saya bila Anda sekarang adalah bawahan yang masih senang di tempat Anda bekerja sekarang. Kalau Anda ternyata seorang bos yang tidak punya atasan? Ya bebas saja silahkan menurut Anda. Untuk level bos, Anda bebas untuk berpikir beda atau bahkan tidak berpikir sama sekali. :)


"Anda tak bisa mengubah orang lain. Anda hanya bisa mengubah diri anda
sendiri." H. H. Getter. Ingat, meski anda telah melakukan semua hal di atas
dengan baik, bos anda tetap saja "gombal". Tetapi anda harus anggap mereka
sebagai "gombal" yang bisa dimanaje. Atau mungkin anda bisa temukan sisi
baik dari bos anda yang selama ini salah dimengerti oleh mereka yang kecewa.
Namun, setidaknya anda bisa hidup lebih tenang. Bahkan, orang yang anda
keluhkan itu bisa hidup dengan anda lebih tenang lagi.

Semoga ini dapat membantu anda mengatasi bos anda, karena saya juga sedang berusaha untuk itu...
Semoga dapat hasil yang lebih baik setiap saatnya, Amin....

Supply Chain Management (SCM) di CARREFOUR

Guna memberi jaminan ketersediaan berbagai produk bagi ribuan pelanggannya setiap hari, serta menciptakan efisiensi bagi dirinya dan para pemasok, Carrefour membenahi sistem rantai pasokannya. Bagaimana sistem SCM baru ini bekerja?

Seorang ibu yang sedang berbelanja di sebuah supermarket tampak bersungut-sungut, karena beberapa produk yang dicari tidak tersedia. "Maaf, Bu, barangnya sedang kosong. Stoknya habis," seorang SPG buru-buru menjelaskan.

Barang tak tersedia memang kerap terjadi di gerai modern. Kalau pun ada, biasanya harga barang itu melonjak mengikuti tingginya permintaan. Apa penyebabnya? Salah satunya karena rantai pasokan (supply chain) ada yang terganggu. Bisa saja, barang yang dipasok telat dikirim. Atau, bisa jadi pemasok tidak mampu memenuhi service level yang disepakati dengan peritel. Misalnya, semula disepakati supplier bisa memasok 100 unit barang ke peritel setiap minggunya, tapi kenyataannya hanya sanggup memasok 50 unit. "Di Carrefour, barang tidak ada atau langka sudah tidak pernah terjadi lagi. Sebab, jaminan pasokannya selalu ada," kata Irawan D. Kadarman, Direktur Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia, mengklaim.

Menurut Irawan, sistem rantai pasokan memang memegang peran penting dalam industri ritel. Terlebih bagi peritel besar sekelas Carrefour, yang memiliki 75 gerai dengan lokasi tersebar di berbagai tempat (30 gerai Carrefour di bawah PT Carrefour Indonesia dan 45 gerai Carrefour Express di bawah PT Alfa Retailindo Tbk.) dan bekerja sama dengan lebih dari 4 ribu pemasok. "Tanpa adanya rantai pasokan yang efisien, mengelola magnitude sebesar itu, sudah tidak mungkin. Jadi dengan adanya rantai pasokan yang efisien, maka jaminan pasokan barang selalu ada dan harga untuk konsumen akan selalu terkelola dengan baik," Irawan menerangkan.

Seperti apa sistem supply chain management (SCM) yang dikembangkan Carrefour? Menurut Bayu A. Soedjarwo, Manajer Logistik Senior Carrefour, SCM sebenarnya sudah dikembangkan di perusahaannya sejak lama ketika Carrefour baru memiliki beberapa gerai. Ketika itu, SCM yang dikembangkan masih sangat sederhana. Fungsinya hanya untuk membantu proses penerimaan barang di gerai. Selain itu, fokusnya masih pada barang pangan siap saji. "Kami mulai serius mengembangkan SCM ini sejak Juli 2007. Kami investasi di bidang teknologi informasi (TI) untuk mengembangkan model rantai pasokan yang berbeda, sehingga memudahkan pemasok dan gerai," tutur Bayu.

Untuk tujuan itu, dibeli sebuah aplikasi ternama khusus untuk rantai pasokan dan sekaligus mampu menjalankan warehouse management system, yakni InfoLog. Dengan InfoLog, semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan. Selain itu, sistem ini memudahkan kolaborasi Carrefour dengan para pemasok - walaupun diakui Irawan, belum semua pemasok terintegrasi. "Saat ini fokus kami pada efisiensi yang bisa diberikan, sehingga bisa dinikmati oleh pelanggan berupa keberadaan produk berkualitas dengan harga yang kompetitif," kata Irawan.

Rantai pasokan yang dibangun Carrefour ini berdasarkan perhitungan tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak (shelf) gerai. Hal ini membutuhkan analisis dari setiap jenis produk dan supply chain pemasok. Metode yang dipakai Carrefour untuk SCM ini dengan menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center/DC), yang disebut Cross Dock. Tujuannya untuk mengefisienkan proses sehingga tidak diperlukan adanya stok di pusat distribusi. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke DC Carrefour di Pondok Ungu dan Lebak Bulus, maka keesokan harinya barang itu sudah terkirim ke gerai-gerai. Singkatnya, metode Cross Dock memungkinkan prosesnya lebih transparan dalam distribusi produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) di gudang. "Pada dasarnya fungsi DC kan untuk meredistribusi produk, bukan untuk menyimpan produk. Jadi melalui Cross Dock kami mengembalikan DC ini ke fungsi sebenarnya," Bayu menjelaskan. "Kami yang pertama kali menerapkan JIT di pusat distribusi," Irawan mengklaim.

Keunikan cara tersebut - dibanding bila pemasok mengirimkan langsung - bahwa produk-produk tadi sudah dikonsolidasi ketika dikirim ke gerai. Misalnya, bila biasanya sebuah gerai menerima 30 truk yang berbeda, kini cukup menerima 5 truk saja. Pasalnya, para pemasok bisa mengirimkan ke DC Carrefour. Selanjutnya, barang dari berbagai pemasok itu akan dipilah-pilah sesuai dengan permintaan gerai. Sebagai contoh, kini sebuah truk yang datang ke gerai Carrefour Ratu Plaza, hanya perlu membawa produk-produk yang dibutuhkan khusus oleh gerai itu.

Irawan juga menjelaskan, rantai pasokan yang dikembangkan Carrefour ini bukan hanya berdasarkan proses pergerakan fisik produk, melainkan memperhatikan pula aliran informasi. Selain itu juga mempertimbangkan penyederhanaan dokumentasi untuk penagihan dari pemasok dan pembayaran oleh Carrefour. Maklum, keberhasilan rantai pasokan di peritel sangat ditentukan oleh aliran informasi dari gerai sampai ke pemasok, dan sebaliknya, disertai sinkronisasi data kedua pihak. "Carrefour membangun rantai pasokan dengan mengandalkan dukungan pemasok terhadap efisiensi yang diciptakan dalam rantai pasokan ini," ujarnya memberi alasan.

Dijelaskan Bayu, untuk kebutuhan dalam proses aliran order, pihaknya mengembangkan Central Order Pool (COP), di mana proses pengorderan dilakukan secara otomatis dan terpusat berdasarkan posisi stok di gerai dan parameter-parameter lain. Untuk melakukan pemesanan barang dengan seluruh pemasok, Carrefour menggunakan sistem Electronic Data Interchange (EDI). Jika order sudah diterima, pemasok bisa menerimanya melalui Web. Ada pula pemasok yang sudah mengintegrasikannya dengan sistem ERP mereka. Selanjutnya, mereka menyampaikan (submit) order itu ke pabriknya, lalu barang pun dikirim ke DC Carrefour.

Nah, mengingat kunci sukses atau tulang punggung proses order tersentralisasi adalah akurasi data stok di gerai dan pusat distribusi Carrefour, pihak Carrefour menerapkan proses cycle count (alias penghitungan stok menggunakan sampling setiap hari). Dengan begitu, akurasi data di pusat distribusi diklaim hampir selalu 100%, walaupun mengelola puluhan ribu jenis produk.

Menurut Frederic Fontaine, Penasihat Teknis Rantai Pasokan Carrefour, rantai pasokan yang tersentralisasi itu memberi beberapa keuntungan, baik bagi Carrefour maupun pemasok. Bagi Carrefour, keuntungan utamanya perbaikan ketersediaan produk di gerai. Menurutnya, hal itu sebenarnya juga merupakan keuntungan bagi pemasok, karena menghilangkan lost of sales yang diakibatkan produk tidak tersedia. Keuntungan lain bagi pemasok adalah proses yang lebih sederhana, karena hanya memproses satu order. Pemasok juga hanya perlu mengirim produk ke satu titik, sehingga lebih menghemat biaya dibanding mengirim produk ke seluruh gerai. Pemasok pun akan merasakan penghematan biaya pengiriman, ketersediaan produk yang lebih terjamin, dan terjaganya kinerja pemasok di Carrefour dalam hal service level.

Toh, diakui Fontaine, tingkat partisipasi mereka untuk bergabung dengan sistem DC masih kurang. Padahal, service level para pemasok itu masih di bawah ekspektasi Carrefour. Saat ini, rata-rata pemasok yang mengantar langsung ke gerai Carrefour memiliki service level 50%. Misalnya, kalau pihak Carrefour memesan 100 unit, mereka hanya mampu memasok 50 unit. Sementara pemasok yang sudah menggunakan jasa logistik, service level-nya sudah 70%-75%. Pihak Carrefour sendiri memberi toleransi untuk service level ini minimum 85%. "Keberadaan DC ini untuk membantu mereka. Dengan begitu, mereka hanya fokus untuk memproduksi barang. Karenanya, kami mengajak pemasok untuk bergabung ke pusat distribusi kami," Fontaine mengimbau.

Fontaine menyebutkan, orientasi Carrefour ke depan bukan pada pengembangan sistem TI. Pasalnya, sistem TI yang ada diklaim sudah bisa memenuhi kebutuhan. Sasaran utamanya sekarang meningkatkan para pemasok yang masih memiliki service level rendah. Alasannya, kondisi itu menyebabkan lost of sales, baik bagi pemasok maupun Carrefour sendiri. "Target kami meningkatkan service level sehingga bisa mengirim barang secara on time, dan tahu demand kami," ucap Fontaine.

Salah satu pemasok yang sudah memanfaatkan sistem rantai pasokan yang dikembangkan Carrefour adalah CV Mulyatama - pemasok private label untuk tempat CD, tempat tisu di mobil, dan sebagainya. Menurut Syritama Anas, pemilik Mulyatama, pihaknya bergabung menjadi pemasok Carrefour sejak Februari 2008. "Rantai pasokan baru yang dijalankan Carrefour sangat bagus. Keunggulannya, sistem ini sangat efisien dari segi waktu dan tenaga kerja," katanya mengakui.

Menurut Syritama, dibanding sistem terdahulu, pada sistem SCM sekarang ini penggunaan tenaga kerja lebih efisien. Dulu, pengiriman dilakukan langsung ke gerai sehingga memerlukan lebih banyak tenaga kerja. Dalam satu hari satu mobil maksimum hanya bisa menuju tiga gerai. Sekarang pengiriman cukup dilakukan satu kali dan sudah mencakup seluruh gerai Carrefour.

Unilever Indonesia, salah satu supplier besar yang menjadi pemasok Carrefour sejak 1998 (ketika peritel asal Prancis ini baru membuka gerainya di Cempaka Putih), juga merupakan pemasok pertama yang ikut serta dalam pengiriman terpusat (centralized delivery) Carrefour sejak pertama kali Carrefour menerapkan sistem rantai pasokan baru.

Menurut Manghirim T. Tobing, Manajer Customer Service Perdagangan Modern PT Unilever Indonesia Tbk., dengan sistem pengiriman terpusat ini, Unilever sebagai pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang Unilever ke gerai bersama-sama dengan barang dari pemasok lain.

Sistem pengiriman terpusat ini, lanjut Manghirim, merupakan kolaborasi yang baik antara Unilever dengan Carrefour. "Apabila dilihat dari rantai pasokan secara keseluruhan, kolaborasi ini menghasilkan efisiensi yang bisa dinikmati bersama oleh Unilever dan Carrefour," ujar Manghirim. "Dengan kapabilitas yang dimiliki Carrefour, sistem rantai pasokan yang baru ini bisa dikembangkan untuk menjangkau daerah yang lebih luas seperti Jawa Barat," ia menambahkan.

Selain para pemasok, keunggulan sistem rantai pasokan Carrefour juga diakui konsultan TI Hadi Barko. Menurutnya, seluruh gerai Carrefour sudah tersambung ke DC Pondok Ungu dan menggunakan satu sistem ERP (single platform). Menurut Hadi, kalau software-nya berbeda-beda, akan butuh waktu untuk transfer dan kolaborasi datanya tidak real time. Mekanisme kerjanya, sistem ERP yang digunakan Carrefour akan memicu ke pemasok melalui fasilitas e-business ataupun e-mail. "Sebaiknya top ten suppliers atau para pemasok yang mewakili 80% nilai transaksi, memiliki koneksi langsung ke Carrefour," kata Hadi menyarankan.

Pakar supply management yang sekarang bermukim di Singapura ini menyarankan, penerapan SCM ini bisa lebih dioptimalkan. Syaratnya, pihak Carrefour harus mengintegrasikan sistem SCM-nya itu lewat jaringan komunikasi online dengan gerai-gerai yang mempunyai nilai 80% dari seluruh nilai transaksi Carrefour. Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya diperhatikan performance management tool di masing-masing gerai - yang bisa dianalisis oleh manajer gerai untuk kepentingan forecast atau estimasi. "Tim SCM dan manajer gerai harus bisa membaca dan menginterpretasi hasil performance management tool untuk keputusan berikutnya," katanya.

Lalu, sistem penerimaan barang (goods receipt) di gudang masing-masing gerai disarankan bisa menggunakan sistem barcoding - untuk Top 20 gerai sebaiknya malah dengan teknologi radio frequency identification (RFID) - sehingga pergerakan barang/stok langsung termonitor (terdeteksi). "Tingkat akurasi di masing-masing gerai minimum juga harus 95%," ujarnya menganjurkan.

Regards
Kamis, 02 April 2009
CC: Usik Pitono - A. Mohammad B.S.


"Guillain Barre", Membuat Sutini LUMPUH Seketika!

Tiada angin ataupun hujan, mendadak Sutini Mochtar menderita kelumpuhan. Beberapa hari sebelumnya ia merasakan kesemutan di ujung-ujung jari kaki dan tangan. Ia juga didera nyeri yang luar biasa di sekujur tubuh. Jauh lebih nyeri daripada saat melahirkan.

Masyarakat di sekitar tempat tinggal Sutini Mochtar di Makassar, Sulawesi Selatan, mengenal perempuan ini sebagai pribadi yang sangat aktif. Ia amat mencintai kegiatannya di dunia desain ruangan kantor. "Orang-orang bilang saya ini aktif, sekaligus cerewet," tutur Tini sapaan akrab ibu lima anak ini. Dimata Windy, salah seorang putrinya, Tini adalah sosok yang kuat. "Bagaimana tidak, setiap pagi Mama mencuci empat mobil yang ada di rumah. Mama memang senang sekali mencuci mobil," katanya sambil tergelak.

Demi mendukung aktivitasnya yang padat, setiap pagi Tini tak lupa mengonsumsi sejumlah vitamin. " Paling tidak saya minum vitamin E dan C dosis tinggi, " papar peremuan 52 tahun ini. Berkat kedua vitamin ini, ia jarang sakit atau merasa kurang fit.

Suatu pagi, tepatnya tanggal 20 Februari tahun silam, ia merasa ujung-ujung kakinya kram. Meski sempat khawatir, rasa kram ini tidak terlalu dihiraukannya. Kram itu lama-lama berubah menjadi kesemutan.

Meski kesemutan di ujung kaki da tangan, ia tetap menjalankan bisnisnya seperti biasa. Dalam tiga hari berikutnya ia masih menyetir mobil sendiri ke kantor.

Harus digotong
*
Ketika rasa kesemutan itu tak juga hilang, kekhawatirannya pun makin tebal. Tak bisa lagi ia mengabaikannya. Buru-buru ia memeriksakan diri ke dokter.

Dokter mencurigai adanya diabetes mellitus (kencing manis). Dikhawatirkan diabetes itu sudah menyerang saraf sehingga menimbulkan rasa kesemutan dan kram.

Namun, diagnosis diabetes itu langsung dicoret karena hasil pemeriksaan kadar gula darahnya normal-normal saja. Dokter pun makin mencurigai adanya sesuatu yang salah pada saraf anggota geraknya. Tini lalu diberi obat untuk memperbaiki kelainan saraf.

"Diberi obat itu saya bukannya sembuh. Kramnya malah semakin menjadi," kisah istri seorang pengusaha di Makassar ini. Kondisinya memang jadi memburuk. Ia tidak mampu berjalan lagi, dan ke mana-mana harus dipapah.

Seolah penderitaannya belum cukup. Kali ini tekanan darahnya meninggi hingga 190/95 mmHg.

"Wah, pokoknya pusing luar biasa. Pandangan mata jadi tidak beres. Semua yang ada disekitar saya terlihat goyang," kisahnya. Kram dan kesemutan semula hanya di tangan dan kaki, juga merambat naik ke badan.

Lima hari sudah ia dirawat di rumah sakit, tapi tak ada kemajuan sedikit pun. Obat-obat yang diresepkan untuknya, sudah ditelan semua. Ia juga mendapat injeksi, tapi tampaknya semua itu tidak dapat menolongnya.

Penyakit misterius macam apa yang sedang menyerang tubuhnya?

Memikirkan hal itu membuat Tini merasa takut sekaligus bingung. "Daripada di rumah sakit tapi tidak sembuh juga, saya memaksa agar diperbolehkan dokter untuk pulang," ungkapnya dalam logat Makassar yang kental.

Akhirnya, ia pun kembali ke rumah dalam keadaan yang sangat payah. Si perempuan aktif ini terpaksa harus digotong beramai-ramai.

"Tetangga dan relasi sampai ada yang menangis melihat kondisi saya. Mereka jarang mendengar saya jatuh sakit. Eh, sekalinya sakit, sampai tidak bisa jalan," katanya.

Sulit sekali ia melukiskan rasa sakit yang mesti ditanggungnya. Ia menggambarkan, ketika itu duburnya serasa seperti ditekan dari atas dan bawah sekaligus. Kesakitan itu belum termasuk nyeri karena kram dan kesemutan yang menjalari ujung-ujung jari tangan serta kakinya.

"Saya sudah melahirkan lima orang anak. Saya tahu sekali rasanya sakit melahirkan. Dan sakit persalinan itu tak ada apa-apanya dibanding sakit yang menimpa saya ketika lumpuh," ujarnya serius.

Sayang, ketika ia sakit kelima anaknya tak bisa mendampingi karena tinggal di tempat yang jauh, bahkan ada yang di luar negeri.

Harapan sembuh

*
Bingung karena tak sembuh juga, akhirnya segala macam upaya ditempuh. Kerabatnya memberi saran untuk menjalani pengobatan alternatif.

Penyembuh alternatif pun didatangkan khusus ke rumahnya. "Dari ujung kaki sampai kepala saya dipijat. Katanya sih, kalau pasiennya pingsan, itu bagus, pertanda akan sembuh," ceritanya.

Karena tak kunjung pingsan, Tini malah terpaksa harus menahan rasa sakit yang luar biasa selama sekujur tubuhnya dipijat. Ia juga sempat merasa kesulitan bernapas. Gara-gara hal itu, ia tidak bisa menelan makanan dan minuman.

"Rasanya sakit sekali, tapi apa boleh buat. Saya harus tetap makan dan minum meski sedikit. Terpaksa saya minum perlahan-lahan, " katanya.

Tekanan luar biasa pada duburnya itu membuat saat buang air besar jadi acara yang amat menyakitkan. Terpaksa dokter harus mengorek lubang duburnya untuk mengeluarkan kotoran.

Dari seorang teman yang juga menderita penyakit jantung, Tini diberi tahu cara pertolongan pertama kalau mendapat siksaan bernapas. "Memang kurang tepat. Tapi lumayan sih, jadi berkurang sedikit sesak napasnya," ucapnya.

Secercah harapan mulai berkembang di benaknya ketika seorang kenalan yang pernah lumpuh memberi tahu tentang terapi medis di Jakarta. "Dia dulu pernah lumpuh. Sekarang bisa berjalan kembali," katanya.

Tanpa banyak bertanya lagi, Tini langsung merencanakan perjalanan ke Jakarta. Namun, ia tak bisa segera berangkat karena tiket pesawat baru bisa didapat seminggu kemudian. Terpaksalah ia harus menahan rasa sakit lebih lama lagi.

Ketika tiba waktunya untuk pergi ke Jakarta, para sahabat dan handai taulan tidak ingin ketinggalan melepas keberangkatannya. Mereka rela berdesak-desakan dalam enam mobil demi mengantarnya ke bandar udara.

Empat orang kerabatnya siap sedia mengawal sampai Jakarta. Juga termasuk menggotongnya untuk masuk dan keluar pesawat.

"Wah, heboh deh. Mungkin lebih heboh daripada melepas kepergian orang berhaji," ujarnya sambil tersenyum mengingat kejadian itu.

Dicuci Allah

*
Entah sugesti atau bukan, Tini langsung merasa lebih enak setelah dirawat di RS Jakarta. Diagnosis yang dijelaskan dokter memang terdengar asing. Tini dinyatakan terkena penyakit Guillain Barre. Penyakit ini bisa disembuhkan secara total.

"Dokter berjanji dalam tempo tiga minggu saya akan bisa berjalan lagi. Saya langsung merasa punya harapan untuk hidup kembali," kisahnya penuh nada haru.

Di rumah sakit ia sempat hendak diberi masker oksigen. Namun, selang-selang oksigen itu membuatnya takut, sehingga ia menolaknya. Dengan yakin ia memberi alasan kalau dirinya masih bisa bernapas secara normal. Akhirnya, ia pun terbebas dari selang-selang itu.

Gangguan pernapasan memang cukup merepotkannya. Berkat pengobatan yang tepat dalam tempo sepuluh hari ia bisa lepas dari gangguan sesak napas, tapi ia masih tergolek lumpuh tak berdaya. Hanya saja, kali ini ia merasa lebih sabar dan optimis. Tak lupa ia terus berdoa, mohon kesembuhan pada Yang Kuasa.

Tak terasa, tiga pekan sudah berlalu. Berkat pengobatan dan latihan fisioterapi, ia mulai mampu melangkahkan kaki, walau tertatih-tatih. Sebelumnya, ia tekun melatih anggota tubuhnya. Ia harus belajar bangun, menggerak-gerakkan tangan dan kaki, juga memegang sendok serta menyuapkan makanan ke mulut.

"Pada minggu kedua saya mulai belajar jalan," ceritanya.

Bila mengenang saat-saat mengalami kelumpuhan itu, Tini selalu tercenung. Ia bersyukur, betapa banyak kerabat dan teman yang ternyata betul-betul menyayanginya.

"Saya sudah dicuci darah oleh Allah. Bayangkan ketika itu saya adalah manusia tanpa daya," ujarnya perlahan.

Ia dulu berniat akan menyantuni anak-anak yatim piatu, bila berhasil sembuh. Dan itulah yang kini dibuktikannya, karena telah mengalami kesembuhan.

"Nazar berupa beberapa ekor kambing sepertinya tidak cukup untuk menyatakan rasa syukur saya," ucapnya penuh kebahagiaan. Syukurlah.

Apa itu Guillain Barre Syndrome?

*
Guillain Barre Syndrome (GBS) adalah penyakit akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sistem sarung saraf. Pada umumnya penyakit ini didahului oleh infeksi influenza, saluran pernapasan, atau diare.

Kemudian di dalam tubuh terjadi reaksi autoimun, yakni sistem kekebalan tubuh sendiri menyerang bagian dari ujung sarung-sarung saraf. Tindakan bedah atau vaksinasi juga kadang bisa memicu sindroma ini.

"Gejala awal yang dirasakan pasien adalah kesemutan di ujung-ujung kaki dan tangan. Perusakan di ujung sarung saraf itu kemudian merembet naik ke tangan dan kaki. Proses perusakan ini bisa berlangsung selama 3 sampai 6 minggu. Pasien umumnya akan merasa kesemutan sampai akhirnya lumpuh dan tidak kuasa menggerakkan anggota tubuh lagi," kata Dr. Andreas Harry, Sp.S, dokter spesialis saraf dari Prevento Andreaux International Clinic, di Jakarta.

Penyakit ini tidak bisa dipandang enteng karena dalam beberapa kasus bisa menimbulkan kematian. Itu karena GBS dapat mengancam organ pernapasan. Perusakan saraf pada tahap itu sudah mengenai akar saraf di leher, sehingga pasien kesulitan bernapas.

Bila sudah sampai pada tahap ini, pasien harus mendapat bantuan pernapasan. Juga harus terus dipantau, agar tidak terjadi masalah lain, seperti detak jantung, infeksi, tekanan darah tinggi maupun rendah.

Nyeri yang muncul pada kasus ini disebut nyeri neuropatik. Dalam kasus Ny. Sutini, ia menggambarkan nyerinya lebih sakit daripada nyeri saat melahirkan.

Meski kasusnya tergolong jarang, sindroma ini tidak mengenal diskriminasi. Satu dari seratus ribu orang dari semua jenis kelamin dan ras bisa terkena GBS. Demikian juga orang yang punya sistem kekebalan tubuh bagus. Namun, penyakit ini tidak bersifat menurun dan tidak menular.

Dengan penanganan yang akurat, GBS bisa sembuh sempurn dalam waktu enam bulan. Meski demikian, sekitar 15 persen pasien GBS tetap mempunyai gejala sisa kelumpuhan dan nyeri. Dasar penyakit ini adalah reaksi antigen terhadap antibodi yang terjadi dalam plasma darah. Karena itu, terapi yang terbaik adalah cuci plasma atau pemberian imunoglobulin.

Read:
http://www.bio.davidson.edu/courses/Immunology/Students/spring2006/Blumer/GBS.html

Demosi, Oh demosi

Kebahagiaan dan Kebaikan

Filsuf terbesar dalam sejarah, Aristoteles yang sudah menulis sejak 2.300 tahun silam menyatakan, tujuan akhir setiap tindakan manusia adalah kebahagiaan. Aristoteles menyimpulkan, semua yang dilakukan oleh seseorang adalah untuk mencapai kebahagiaan, apa pun bentuknya. Kadang-kadang usaha itu berhasil, tetapi kadang pula gagal. Namun yang pasti, kebahagiaan selalu menjadi target yang dituju oleh setiap orang.

Pendapat Aristoteles ini, saya baca dari buku Brian Tracy bertajuk "Change Your Thinking, Change Your Life". (Buku ini kado ulang tahun dari mantan kekasih dulu *sekarang sudah ilang bukunya, kena banjir semolowaru :D*). Dalam buku itu disebutkan pendapat terbesar Aristoteles mengenai kebahagiaan. "Hanya orang-orang yang baik yang dapat merasa bahagia, dan hanya orang-orang yang berbudi luhur yang dapat menjadi orang baik".

Brian Tracy mengemukakan hasil penelitiannya selama bertahun-tahun ihwal masalah-masalah filosofi dan psikologi. "Hanya orang-orang yang benar-benar baik dari dalam dirinyalah yang dapat merasa bahagia sampai kapan pun," demikian kesimpulan Brian Tracy.

Dalam studi Brian bertahun-tahun mengenai kualitas mendasar yang terdapat di dalam rasa percaya diri, dia menemukan, hanya orang-orang yang memiliki nilai-nilai yang jelas dan pastilah yang mampu mengembangkan jenis rasa percaya diri yang tak tergoyahkan. Hal ini membuat mereka dapat berhubungan secara efektif dengan apa pun yang terjadi kepada mereka.

Cara tercepat yang dapat Anda, saya dan kita pergunakan untuk membangun atau untuk mendapatkan kembali rasa percaya diri adalah dengan memperjelas nilai-nilai dan keyakinan yang terdalam, dan mulai hidup dengan menggunakan nilai-nilai dan keyakinan tersebut. Solusi bagi hampir semua masalah manusia adalah kembali ke nilai-nilai yang kita anut. Sebab, acapkali ketidakbahagiaan dan stres disebabkan oleh Anda mulai tidak melakukan dan mengatakan apa-apa yang Anda tahu adalah benar.

Apa yang disampaikan Brian Tracy ini menarik. Ada korelasi antara kebahagiaan dan kebaikan. Saya kira itu benar. Saya membayangkan seseorang yang tidak bahagia karena dari dalam dirinya sudah tidak ada kebaikan. Yang ada hanya pikiran-pikiran bagaimana memuat orang lain susah, bagaimana membuat orang lain 'kalah'. Saya merasa orang seperti itu tidak bahagia, meskipun hidupnya bergelimang kemewahan.

Saya merasa bersyukur kepada Tuhan karena sejauh ini, saya selalu diingatkan untuk terus berbuat baik kepada setiap orang, siapapun dia. Kekuatan berpikir positif itu sangat dahsyat sebab mampu membuat kita menjalankan hidup ini sangat ringan dan tanpa beban. Seorang teman mengirim email berisi kalimat bijak *Bunda Teresa*, yang mengingatkan saya tentang cinta kasih kepada sesama. (Terima kasih kepada Sust. Theresia yang mengirim email ini, natal 1998).

Saya yakin seratus persen, ada korelasi kuat antara kebahagiaan dan kebaikan. Siapa pun yang berbuat baik, dia pasti bahagia, meskipun mungkin kebaikan itu tidak dilihat kasat mata oleh banyak orang. Tetapi yang pasti ada orang yang merasakan kebaikan yang diberikan.

Melalui pekerjaan sebagai *apa pun*, melalui talenta *apa pun* yang Tuhan berikan kepada saya, saya berusaha untuk terus melakukan kebaikan kepada siapa *pun* saja yang membutuhkan. Meskipun mungkin orang *tersebut* sinis atau orang melihat sebelah mata *karena mata hatinya yang buta*, tetapi, seperti Bunda Teresa sampaikan, "Tetaplah berbuat baik selalu".

....Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi, teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, jangan berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagian di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang.Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akanpernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbutan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan sanggup melihat ketulusan hatimu. (Mother Teresa)...

**Mungkin saya termasuk orang yang menikmati hidup. Mungkin karena itu pulalah, saya selalu terlihat awet muda. Sepuluh tahun bahkan 20 tahun lebih muda dari usia saya yang sesungguhnya. Saya sering tersenyum jika seseorang mengira saya masih "muda" berkat penampilan wajah yang awet muda. Tapi satu hal yang saya yakini: saya menjalankan hidup ini tanpa beban, selalu menikmati hidup!

Menikmati hidup bisa kita lakukan kapan saja, di mana saja. Dulu waktu saya bertugas *proyek* di Kalimantan, saya menikmati perjalanan petualangan di hutan Borneo. Menjelajahi hutan dengan segala suka duka perjalanannya. *Sampai lupa tugas kuliah, hingga dapat Nilai D 2x :D*

Sekarang pun menikmati hidup bisa dengan berolah raga, seminggu dua kali bermain *tenis* *maunya sich:D*, JJS di Taman Jajan liburan pertama, setiap bulan, Menikmati JJP jogging bersama keluarga, setiap ada kesempatan luang. Hidup sungguh menggairahkan, dan tidak membosankan! Kita bertemu dengan sahabat dari berbagai kalangan. Selalu ada sahabat baru, kenalan baru, yang menegaskan betapa hidup ini sangat indah.

Menikmati hidup dapat dilakukan jika hati kita damai. Dimulai dari kedamaian hatilah, kita dapat menikmati betapa hidup ini sangat indah. Ya, Jika kita berpikir damai, kita akan sangat jarang terluka dalam kondisi apapun. Sebab kita selalu memaafkan orang lain dan meminta maaf. Itu kekuatan yang luar biasa untuk dapat membuat jiwa dan pikiran kita merdeka. Selalu bersyukur atas segala yang sudah kita peroleh di masa senang maupun susah, juga sangat penting.

Nah, jika ingin menikmati hidup Anda, ingatlah, yang paling pertama yang harus Anda lakukan adalah berpikir damai dan selalu bersyukur. Ini kekuatan dahsyat yang dapat membawa Anda mencintai kehidupan ini, menikmati kehidupan yang sangat indah, yang diberikan oleh Sang Pencipta.

*@@
Program kerja seperti apa yang dulu pernah saya janjikan untuk diperjuangkan jika saya terpilih menjadi Kandidat Pemimpin atau Wakil Rekan-2 di Instansi Pt. Solusindo, 1996-1998? Ingin rasanya terulang kembali *Kalo jadi Leg-nya Partai :D*:

(1) WORK HARD, PLAY HARD, PAY HARD
Work Hard, Play Hard, Pay Hard.
Kerja keras OK, main OK, gaji juga OK.
Karyawan memang wajib kerja keras, tetapi jangan lupa "bermain" dong.
Maksudnya, pimpinan harus mampu menciptakan suasana kantor menyenangkan. Karyawan tidak hanya dituntut untuk bekerja maksimal, akan tetapi karyawan pun diberi ruang untuk "menikmati hidup".

Kami berusaha meminta manajemen memberi fasilitas hiburan untuk karyawan
(a) sarana berolahraga yang memadai (futsal, tenis, tenis meja, biliar)
(b) wadah pencinta dansa (salsa, cha-cha-cha, tango, waltz, country. rock and roll dsb) dengan mendatangkan guru dansa ke kantor.
(c) wadah pencinta beladiri (karate, taekwondo, pencak silat dsb)
(d) wadah pencinta seni tari tradisional
(e) wadah pencinta teknologi. Dulu kami mengusulkan kepada manajemen agar menyediakan fasilitas wi-fi di lantai III, IV,. V dan VI, atau seluruh ruang, Agar makin banyak karyawan yang bisa berselancar di jagat maya melalui PDA, smatrphone, notebook dan sejenisnya, tanpa harus mengandalkan PC. Mengetik, mengecek email, menulis email bisa dari mana saja, dari segala sudut kantor.
(f) wadah pencinta musik dan film. Kami juga mengusulkan kepada manajemen agar menyediakan ruang berkaraoke dan menonton film dengan audio visual yang memadai. Di sini, akan disediakan minuman (dalam hal ini kami yang jualan *bisnis jalan terus man...:D*).

Mengapa "play hard" penting? Karena Kami beranggapan jika karyawan dapat "menikmati hidup" dengan banyak bermain, pasti karyawan juga bekerja maksimal. Setelah kerja keras, perlu suasana refresh, suasana segar agar esoknya bisa bekerja dengaan bersemangat lagi. Jika karyawan bekerja keras, banyak bermain, produknya juga bagus, mudah-mudahan manajemen bisa memikirkan bahwa kita semua perlu "pay hard". Kami berjanji memfasilitasi ini semua bersama manajemen. Karena kita yakin jika karyawan tetap bersemangat untuk bekerja keras, produk berkualitas, semuanya harus diimbangi dengan suasana segar dengan "bermain".

Banyak perusahaaan sukses di dunia, menyadari bahwa karyawan memang perlu diberi "ruang", "saluran" untuk juga dapat "menikmati hidup". Dari sini, kita harapkan terjalin komunikasi antarkaryawan lebih baik lagi, dan ada kebersamaan yang dapat mengingatkan bahwa kita semua adalah keluarga besar yang penuh kehangatan.

Ingatlah, Work Hard, Play Hard, Pay Hard!

(2) ADVOKASI DENGAN JERNIH DAN BIJAK
Kita sebagai mitra manajemen harus mampu menjadi wadah advokasi semua karyawan, Setiap persoalan yang terjadi dalam perusahaan yang harus melibatkan staff, harus dibahas secara mendalam, dari semua sisi, dengan pikiran jernih dan bijak. Kita tidak boleh menghakimi karyawan dan tidak boleh pula menghakimi manajemen. tidak mendengarkan rumor, gosip. Bahkan kitaharus menghilangkan gosip, isu, rasa curiga yang menganggu suasana kerja kantor. Jika terjadi persoalan karyawan, kita harus mendengarkan dari berbagai pihak. Semua harus dibicarakan dengan dewasa.

Kita harus mencari jalan keluar yang menguntungkan kedua belah pihak. Karena itu segala persoalan terkait peraturan perusahaan, dapat dibahas dan dibicarakan baik-baik, dengan santun, tanpa harus memojokkan salah satu pihak. Ingatlah, Advokasi dengan Jernih dan Bijak!

(3) DIALOG REGULER DENGAN MANAJEMEN
Kami mengusulkan untuk dapat bertemu secara berkala dengan manajemen, untuk membahas berbagai hal. Hal ini sebagai sarana komunikasi formal dengan manajemen. Namun pertemuan informal tetap dapat dilakukan jika ada hal-hal yang mendesak.

Komunikasi semacam ini sangat penting agar manajemen mengetahui perkembangan persoalan karyawan dari berbagai unit dan daerah yang diterima dan Kami pun dapat menanyakan berbagai hal kepada manajemen. Komunikasi internal ini sangat penting agar suasana kantor tetap nyaman, bebas dari gosip, isu, rasa curiga berlebihan. Ingatlah, Dialog Reguler dengan Manajemen!

(4) MEMBANTU PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN SIM KARYAWAN
Kami berencana membentuk unit khusus yang melancarkan pekerjaan sebagai pemburu diluar (business hunter) dan (defender) karyawan. Misalnya membantu karyawan membuat SIM baru dan memperpanjang SIM A,B,C. Kami dalam hal ini dapat bekerja sama dengan Ditlantas Polda Jatim A.Yani. Dengan demikian, semua karyawan dapat membuat atau memperpanjang SIM dengan mudah. Tapi dengan catatan karyawan betul-betul mahir berkendara sesuai SIM yang dikantungi. Untuk karyawan yang ingin belajar naik mobil untuk mendapatkan SIM A, kami dapat memfasilitasinya. Kami harus bisa membantu karyawan untuk urusan SIM!

(5) MAKAN SIANG BARENG YUK (SBY)!
Kita dapat mengelola kafe atau kantin. Laporan keuangan wajib dibeberkan secara transparan kepada semua anggota staff. Kami mengusulkan agar perusahaan menyediakan makan siang kepada karyawan kantoran (bukan yang ke lapangan). Filosofinya, agar ada kebersamaan antar karyawan, karena dapat bertemu di kantin yang menunya empat sehat lima sempurna. Ini sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan dalam Grup Bakrie, CitraLand, Pakuwon, *tempat hunter saya saat ini -- bukan tetap -- mungkin someday :d*. Jadi karyawan, manajemen dan satpam bisa makan di tempat yang sama. Karyawan yang "mobile" dapat menggunakan fasilitas ini, dapat pula mencairkan uang makan seperti biasa. Ingatlah, Kebersamaan Sangat Penting dalam Keluarga Besar Perusahaan Kita!

(6) MENDENGARKAN ASPIRASI KARYAWAN di Cabang dan DAERAH
Kami membuat wadah khusus komunikasi melalui website, tempat uneg-uneg karyawan. Ini terkait dengan karyawan di luar daerah, yang mungkin saja punya persoalan, tetapi sulit berkomunikasi. Bisa nebeng dot net agar tidak semua orang tahu isi perut Instansi. Tapi bisa pula membuat website sendiri. Wadah komunikasi ini untuk menjembatani aspirasi karyawan dari luar daerah, yang jauh dari Jakarta. Juga sebagai media komunikasi resmi Staff. Wadah Komunikasi Lewat Website Sangat Penting bagi Karyawan

(7) BIKIN UNIT USAHA YANG MENGUNTUNGKAN
Kami punya unit usaha, kalau diizinkan perusahaan. Seperti yang pernah saya sampaikan di forum ini, menyediakan suvenir, kaos, bolpen, pin, dan sebagainya. Semua keuntungan masuk kas kita *koperasi*. Unit usaha lainnya dapat dikembangkan, sesuai izin dari perusahaan. Keuntungannya untuk biaya operasional sehari agar tidak membebani anggaran perusahaan. Kita Harus Bisa Hidup Mandiri!

(8) SEMINAR BULANAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
Kita dapat menggelar diskusi bulanan, yang bermanfaat bagi semua anggota. Misalnya mengundang Gede Prama, Andre Wongso, AB Susanto, agar semangat dan motivasi karyawan tetap berkobar. Bisa pula mengundang pakar saham, bagi yang ingin bermain saham. Seminar tentang bagaimana mengelola gaji dengan cerdas agar tetap bisa hidup normal, bagaimana menjaga kesehatan dan kebugaran meskipun sibuk, bagaimana agar berpikir positif, dan seterusnya. Ini semua agar karyawan tetap "fresh" dengan mengikuti aneka seminar semacam ini. Kalau Banyak Karyawan Berpikir Positif, Punya Semangat Berkobar, Perusahaan akan Makin Berkualitas!

(9) ASURANSI KESEHATAN
Karena dulu bekan agen asuransi *Lippo Insurance -- sekarang AIGLife* kita harus bisa bekerja sama dengan asuransi kesehatan, untuk memenuhi layanan kesehatan karyawan. Ini harus dibahas lebih lanjut dengan GM SDM. Yah, daripada ribut soal biaya kesehatan, mengapa kita tidak mencoba meminta PSDM mengasuransikan saja semua karyawan dengan premi lebih murah

(10) PAMERAN BERSAMA KARYA KARYAWAN
Kita semua tahu bahwa potensi karyawan sangat luar biasa. Dari fotografer, desain grafis sampai jurnalis. Kita meminta manajemen mengusahakan menggelar pameran bersama karya karyawan di Sentra Krida Budaya secara reguler, Setidaknya, karya karyawan dari unit manapun tetap dihargai dalam berbagai pameran. Ini untuk menampung bakat-bakat terpendam karyawan semua. Pameran Bersama Karya Karyawan merupakan Wadah Aktualisasi Karyawan.

(11). JIKA KARYAWAN BISA, MENGAPA HARUS BAYAR ORANG LUAR?
Kami juga meminta manajemen untuk menggunakan jasa karyawan lebih dahulu daripada jasa orang luar. Misalnya dalam pembuatan logo, pembuatan grafis, website, local net, sistem program dan sejenisnya. Jika karyawan bisa, mengapa harus menyewa dan membayar orang luar? Pakai produk "dalam negeri" yang lebih murah!

(12). ZAMAN LAGI SUSAH, BOLEH DONG KERJA SAMPINGAN ASAL TAK GANGGU KERJAAN
Kami juga mencoba meminta perusahaan merivisi peraturan perusahaan yang melarang karyawan melakukan kerja sampingan. Di zaman serba susah ini, ekonomi masih sulit, seharusnya karyawan boleh dong kerja sampingan asalkan tidak menganggu produktivitas dan pekerjaan utama kantor. Kalau perlu ada perjanjian. Sebab zaman sekarang zaman susah. Buka warung, buka toko, buka-buka lainnya, main saham, reksadana dan sebagainya, jangan dilarang, asalkan tidak menganggu pekerjaan utama kan?.

Kalau karyawan ada tambahan dari usaha sampingan, perusahaan kan senang juga? Daripada mendengarkan "nyanyian merdu" yang sama setiap hari? Kerja Sampingan salah satu solusi mengatasi persoalan tuntutan karyawan akan gaji. Yang penting produktivitas tidak terganggu!

(13) TEMPAT PENITIPAN ANAK, MENGAPA TIDAK?
Kami juga mendorong manajemen untuk menyediakan tempat penitipan anak (TPA di kantor. Ini untuk menyerap aspirasi kaum perempuan pekerja yang memiliki balita. Ditinggalkan di rumah, was-was. Mengapa tidak dibawa ke kantor saja? Ya kan? Karyawan dan karyawati keluarga muda yang baru punya balita, sangat membutuhkan Tempat Penitipan Anak di kantor. Ini sudah diterapkan perusahaan di German Center BSD *dulu pernah mangkal, cuma 1 bulan di top floor :D*.

Dengan TPA, karyawan tenang, perusahaan pun senang

(14). OUTBOUND DAN REKREASI KELUARGA
Outbound sangat penting membangun kekuatan tim. Bersama PSDM, Kami mengusulkan menggelar aktivitas outbound secara teratur. Mungkin bisa juga diusulkan digelar bersama dengan acara rekreasi keluarga. Sebab selama ini keluarga karyawan jarang diperhatikan. Padahal merekalah yang mendukung karyawan untuk bekerja keras. Setahun sekali, perlulah digelar acara rekreasi bersama keluarga karyawan sambil outbound.

(15) MEMPERSIAPKAN CALON PENSIUNAN *Karyawan* MENJADI WIRAUSAHA
Kami mengusulkan kepada manajemen untuk membantu karyawan yang akan pensiun, mengikuti berbagai acara, yang tujuannya membantu menjadi wirausaha. Setelah pensiun, mau ngapain? Menulis terus, ya sudah pasti. Tetapi waktu luang lain? Bagaimana dengan karyawan non lapangan? Mengapa misalnya tidak digelar acara-acara pelatihan yang mengajak karyawan yang akan pensiun, untuk berwirausaha.

Bagaimana mengelola peternakan ayam, itik, punya kebun anggrek dan kebun-kebun lainnya, mengelola toko, ruko, warung, apa pun jenis usahanya. Yang penting, pensiunan ada aktivitasnya, yang tetap membuat mereka enerjik, dan tidak cepat stroke. Jadi perusahaan bukan seperti habis manis sepah dibuang. Pensiunan karyawannya tetap bisa berkarya!

(16) BEASISWA PENDIDIKAN BAGI PUTRA PUTRI KARYAWAN
Biaya pendidikan semakin mahal. Bagaimana nasib anak karyawan yang kesulitan menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi? Saya mengusulkan kepada manajemen untuk memberi beasiswa pendidikan kepada anak-anak karyawan yang berpretasi. Apalagi saat ini perusahaan akan punya Universitas Sendiri *meski baru penjajakan di daerah Serpong*. Kami akan mengusulkan beasiswa pendidikan bagi putra putri karyawan yang berpretasi, baik akademik maupun non akademik, yang tidak berprestasi, cadangan kali.

(17) CIPTAKAN SUASANA DAMAI, MITRA MANAJEMEN MAJUKAN PERUSAHAAN
Kami selalu berusaha memberi manfaat seluas-luasnya bagi segenap karyawan, unit apa pun, harus memberikan suasana damai di dalam perusahaan, menjadi mitra manajemen untuk memajukan perusahaan. Tidak boleh memojokkan manajemen, apapun alasannya. Sebab yang harus dilakukan adalah dialog dengan solusi menguntungkan kedua pihak. Wajib menciptakan suasana damai. Setuju bahwa protes sih boleh-boleh saja karena itu hak karyawan, tapi kita mengajak semua karyawan untuk melakukannya dengan cara yang santun dan tanpa prasangka dulu. Ingat, damai itu indah!

Semua program kerja ini untuk membangun kehangatan dalam keluarga besar Solusindo. Karyawan tenang, perusahaan senang.
Saya sengaja memasukkan program kerja ini di dalam FB karena saya yakin, ini termasuk pemikiran dan gagasan tentang fungsi *ketenangan dalam bekerja*. Saya berpendapat, Kita tidak perlu menjadi oposisi yang melawan manajemen, tetapi harus menjadi mitra manajemen untuk bersama-sama memajukan perusahaan.

Tapi, sayang, saya tidak dapat meneruskan program ini, karena harus skripsi :((
Dan, Solusindo, pemiliknya hengkang ke Vietnam *karena demo Turunkan Suharto* dengan membawa program ini...
*Semoga, pemimpin instansi lain dapat mengadopsi pemikiran ini*


Mari kita menikmati hidup!
Semoga di kota yang malang ini, di state yang yatim ini dan di negeri Republik Mimpi ini,
Tuhan masih *bimbing umatNya* di jalan terang dan lurus, selalu, Salam Bunda Maria 3x, Amien...
*Ya Robbalalamin.....*

Tuhan, memang adil.
Kalau saat ini demosi, mungkin perlu telaah lebih dalam...
Biasa aja...:D