Cells containing formulas that result in an error: #REF!


So we have built that spreadsheet report which everybody wanted. And we were all eager to use it in your presentation. But in the last minute, its broken... there's #REF at our formula.... Wooww...

Now what?

He he he.... Oalah, just very simple, skip the coffee. :D

Of course, I am kidding, who would skip coffee for a bunch of formulas ?

So, we use Find / Replace to do the dirty work while we let the roasted beans restore sanity.
Just press Ctrl+` (it is the key next to 1), this will enable formula view. Now press Ctrl+H and change the spreadsheet formulas or input range en masse.

Replace #Ref with your formula.....
Just like picture up there....;)

What are you still waiting for?
Go get that espresso!

Gracias....;)

Warning: Tinta Printer akan/sudah habis .....

Ciri Khas Printer Canon, terutama jika dilakukan modif pada tintanya dari Cartridge dan tinta Orisinill menjadi tinta modifikasi biasanya akan menjadi error atau terjadi blink, apabila tinta asli di dalam Cartridge tersebut habis.

Dalam keadaan demikian biasanya indikator tinta atau alarm memberitahukan bahwa tinta hitam atau berwarna telah habis, padahal kita yakin bahwa tinta di dalam Cartridge tersebut masih penuh.

Baiklah, barangkali perlu panik dan perlu ganti Cartridge Baru yang sangat mahal, Namun, ada cara yang dapat dilakukan selain panik dan mengganti cartridge, yaitu dengan cukup melakukan menekan tombol "Resume" saja.

Langkah-langkah menekan tombol Resume, beberapa printer Canon berjenis :
a. Canon Pixma seri IP:
* Tekan agak lama, sekitar 30 detik sampai dengan 60 detik, pada tombol stop/reset.
* Setelah itu, selesai masalahnya.

b. Canon Pixma seri MP ke atas:
* Jika indikator tinta hitam/Black yang menyala:
Tekan secara bersamaan tombol Stop/reset dan tombol hitam/Black selama sekitar 30 detik sampai dengan 60 detik.

* Jika indikator tinta warna/Color yang menyala:
Tekan secara bersamaan tombol stop/reset dan tombol warna/color selama sekitar 30 detik sampai dengan 60 detik.

c. Canon Pixma seri MX320/MX328:
Jika Blink (kuning) pada alarm, dan ada pesan: check ink pada Printer Canon MX 238, lakukan tahapan berikut, yaitu:
A. Mereset dulu Canon Pixma MX328
Langkah-langkah mereset manual Printer Canon Pixma MX 328 yang paling efektif adalah sbb:
1. Matikan Printer,
2. Cabut kabel power,
3. Pastikan USB di printer ke komputer masih tetap terpasang.
4. Tekan tombol Stop/Reset, tahan, jangan dilepas sekitar 3 sampai dengan 5 detik.
5. Tekan tombol On/Off, tahan sebentar jangan dilepas, bersamaan dengan itu lepaskan tekanan pada tombol Stop/Reset.
6. Sekitar 3 second, hitung dengan cara mulut: satu...dua...tiga dan tekan tombol Stop/Reset. Kemudian menghitung pakai mulut lagi satu ..dua..tiga.. (maksudnya, 3 detik), kemudian tekan (lagi) tombol Stop/Reset.
7. Silahkan tunggu proses 'save mode' beberapa saat. Pada layar Display akan ada tulisan "Save mode" (seharusnya, pastikan ya).
8. Selanjutnya tekan lagi tombol "Stop/Reset" 4 kali, selang waktu diantara penekanannya, lakukan seperti nomer (6) sebelumnya di atas, dengan menghitung angka satu,dua,tiga,empat (4 detik, maksudnya). Setelah proses ini pada layar display (seharusnya, pastikan) akan ada tulisan "SAVE MODE, IDLE", yang menunjukkan printer dalam keadaan 'idle'.
9. Berikutnya tekan tombol On/Off 2 kali, lama waktu penekanannya sama dengan di atas. Biasanya printer akan segera mati.
10. Tunggu sekitar 1 sampai dengan 2 menit, kalau printer tidak mati dengan sendirinya, matikan printer dengan menekan tombol On/Off sekali lagi.
11. Kemudian, segera, idupkan lagi printer dengan memasang kembali kabel power dan menekan tombol on/off (menyalakan perangkat keras printer, bukan mencetak).

B. Melakukan "resume" MX328.
Setelah Proses di atas dilakukan (proses A), Pada printer seri MP, setelah proses mereset di atas biasanya printer langsung bisa dipergunakan, tetapi untuk MX328 masih harus melakukan langkah "resume", yaitu dengan langkah sebagai berikut:
1. Lakukan Test Print pada printer untuk mencetak sebuah dokumen.
2. Proses mencetak biasanya akan mengalami kemacetan di tengah jalan. Akan muncul indikasi "Error" pada layar display dengan indikasi "Paper Jammed". Kita diperintah untuk mengeluarkan kertas yang macet, dan ada tulisan tinta hitam atau warna dalam kondisi "Low".
3. Jika terjadi demikian, lakukan: Langsung pencet saja tombol 'black' tanpa menekan tombol lain, dalam waktu sekitar 3 sampai 5 second. Printer seharusnya langsung dapat digunakan. Demikian halnya apabila cartridge 'color' yang kehabisan isi, tekan saja tombol 'color' dg waktu yang sama.
4. Selanjutnya, coba untuk mencetak dokumen sekali lagi, maka Canon Pixma MX328 seharusnya sudah bisa bekerja normal kembali tanpa membeli Cartidge baru lagi.

Barangkali ada cara lain selain proses (A) dan (B) diatas, yang agak berbeda, misalnya:
1. Pada langkah awal, yang dilakukan adalah:
- Menahan tombol stop
- Kemudian menahan tombol power,
- Kemudian melepas tombol stop, dan menekan kembali tombol stop sebanyak 2 kali
- Maka printer kemudian akan berada dalam "service mode"

Permasalahan di sini adalah setelah led alarm masih menyala, tidak ada tulisan "idle", sehingga perlu menakan dan menahan tombol color/black bersamaan dgn tombol stop, maka led alarm akan berhenti menyala dan muncul tulisan "idle". Berikutnya, setelah printer dimatikan dan dihidupkan kembali, bisa untuk melakukan print seperti biasa

2. Atau dengan cukup menekan Tombol STOP dan BLACK (untuk tinta hitam) secara bersamaan, dan ditahan kira-kira 5 detik, biasanya langsung OK lagi

3. Atau pada saat setelah melakukan pengisian ulang terhadap tinta hitam maupun warna pada Canon MX328. dan ketika akan melakukan Test Print, akan muncul Warning yang memberitahukan kalau Tinta akan/sudah habis, dan hanya ada Tombol Cancel pada Warning tersebut.

Pada pesan Warning yang ada di layar PC biasanya hanya disuruh untuk menekan Tombol STOP untuk beberapa detik agar dapat melanjutkan kembali Test Print tersebut dan meng-Ignore pesan Warning tersebut.

Dan biasanya setelah melakukan sesuai dengan perintah yang tertulis pada pesan Warning tersebut, sudah bisa menggunakan kembali Printer Canon MX328

4. Pada prinsipnya, direset secara manual, maupun dengan software, problem belum bisa teratasi, dan kemungkinan terbesarnya adalah cartridge mati dan perlu diganti, namun sebelum itu alangkah baiknya kita mengupayakan yang terbaik.

Untuk memastikan, apakah terjadi kerusakan pada cartridge, kita dapat meminjam dulu cartridge yang masih hidup, kemudian mengganti cartridge anda. Jika masih juga tidak bisa berarti masalahnya bukan pada cartridge tinta tetapi pada sistem mekanik printer. Dan jika demikian, alangkah baiknya dibawa saja ke Canon Service center atau servis printer terdekat.


***Semoga Berhasil

The best opportunity to straighten and whiten paper back monotheism life......

We believe that every babies born in a state of purity. "His soul is like a sheet of clean white paper," just said our teacher teaches us about the life. Any action that he does become the responsibility of his parents until he reached the age of puberty called of akhil baligh. Obviously, the parents have a main role at these process of 'preparation' of course. Whereas after his puberty or baligh, a child, then all about his actions and his activities became his responsibility of himself. Everyone has a note or a book which will be a final report when the Hour of Arrives later. Sheets were the documentation of all about our actions. Therefore, living a life just like writing on a paper with our life itself.

So, Once we opened the box of documents which is one of storage has a lot of old documents that have been stored for many years, in the box, we found a variety of records, including love letters, funny cards, poems we wrote, and various other trinkets. When we read those its back, we repeatedly mumbled; Do we wrote this sentences? But we can not help ourselves because the paper contains our-own handwriting. On the Day of Resurrection in the future, our destiny is about the same: we are confronted with a big book with notes of our life of journey. If the record is good, then we would be happy. However, if the record is bad, we ask: 'Did I really have to do that? "


Lets see the good advises bellow:


1. The Value of a piece of paper written at these notes, were determined by its notes itself.
Imagine we have 4 sheets of A4-sized paper that each of them was bought by us for 100 cents. One sheet is used by Barack Obama to write a memo about America's debt payment scheme. One sheet is taken Bill Gates to write a memo about 1 billion dollar prize to anyone who brings the paper to the accountant. One sheet another was used to describe the Caribbean pirate treasure about a map storage. Last sheet we want to keep its intact in a wooden box inside the warehouse.
Now, Was the 4 sheets of paper that has a value would be the same valuable?
No. Because each of the above paper was now listed an important note that determining the 'true value of the paper.
What is the value of paper that we leave it blank?
Our lives are the same.
God created everyone with the same value.
But when we turned back to Him, that value is not the same anymore.
Since the end of our lives, determined by a note written in the book of life respectively.


2. Realizing every scratch of ink on paper at our life.
If we visit the nursery at the maternity households, try to take a good look of notice the baby's face one to another. Are they all of them funny and adorable baby, aren't they? We do not need to know who their parents to love. Because the baby is a just like a sacred creature like a piece of clean white piece of paper of 4-which we still save them.
You and me, first, just like the babies.
Clean souls.
But we are often tempted to do the actions and behaviors that are controlled by lust, so we often do not consider the consequences of action we take.
Yet, every move which we make, is essentially a pen scratches in the pages of our lives.
What a loss if we are too much ink scraping ugliness.
And we are overwhelmed by the good fortune promised by the Prophets, if we fill the paper with a pen that wrote the traces of goodness in our life's journey.
At least, we can try to get more good than bad notes.


3. We can not deny about the notes which writing ever created.
In a box of old documents that we found a poem that really wonderful. Who the hell wrote this poem? It's hard to believe if the poem we had written it ourselves. Poems that we make when falling in love. In the box we also found a paper containing notes about the confession of sins we have done. Our bad, huh? When? we never did that. But, obviously if the record was chalked our sincere recognition of bad behavior have we done. Indeed, we can not possibly remember all the things we ever did during life. But the paper listed all of our lives with as much detail, details about the food we eat, the rights of others that our history, our treasures seized by cunning, deceit which we cover in public, hide our hearts whisper, a smile that we scatter, advice that we deliver, we give kindness.
Everything is recorded neatly.
Later if the note is on trial was discussed hereafter, we will be surprised, oh, did we have to do good is it? A beautiful surprise.
But it was a loss if we were surprised by the poor record of our deeds. We may deny the tongue. However, note that told us everything. Disclaimers us to be in vain.


4. Note of the past can not be deleted, but Its can be redeemed.
My neighborhood wife has ever to work at a manufacturer of recycled paper. Raw material is paper-used paper, anything that contains various kinds of records. In their hands, waste paper is processed in such a way as to produce trinkets of art objects are beautiful. No longer visible trace records the contents of the previous paper.
Since we are entering a period of passage, called baligh, of course, a lot of ugliness that we've done.
Maybe we can apologize.
But the apology does not necessarily abolish the poor record of our deeds.
There's no way it could be removed.
However, we can make up for all evils in the past with a commitment to turn it into beauty. Paper life that was already streaked would be blended with the commitment does not make the same mistake later on.
Then squeezed, molded, pressed, and molded and decorated with beautiful temperament.
It was not easy. But we can do if we really want it.
But, who would not want a paper record of his life presented in the form of a beautiful moment later while we in front of the face of our Maker?
Good manners and wonderful temperament that we do from now on, may be to atone for past bad records that can not be deleted.


5. Clean its, a paper of life, from opaque.
In the box of documents, all the papers that we found got opaque brown color. Whereas once the papers were colored white. Just like our lives the first paper of pure white, but has now turned into dirty because of bad actions we do.
In paper mills, wood pulp undergo a process of 'bleaching' with chlorine to eliminate the influence of ligation, which makes the paper become opaque colors.
Do our paper of life would be bleached with what?
Since ancient times, the prophets teach us about how to bleach our paper of life.
In accordance with the challenges of his day, respectively, the holy messengers were endlessly asked people to continue their lives trying to whiten paper.
The teacher explained that although our life is different period, but the core teachings of the Prophet is the same, namely: "To surrender only to God Almighty."
Surrendering a whole, that is the 'bleacher' paper of our lives.
While our good temperament and actions into writing and beautiful string of sentences contained in the record book of our lives.


Every day, we wrote in our sheet of new paper of life.
Then the sheets will be compiled into a book containing detailed notes throughout the course of our lives.
Among the good deeds, bad deeds may be tucked.
Behind the good intentions, may be hidden a bad way of execution.
Therefore, it is worth if we would recognize each other imperfections themselves.
And forgive one another.
Just like the guidance of the Holy Prophet, to fill our days with the new sheets to carve a new life in a beautiful record book of our lives.

For Muslims, Ramadan is the best opportunity to straighten and whiten paper back monotheism life, and adorning it with good deeds.


Happy fasting of Romadhon.....






Keyboard bermasalah di NComputing Baru

Menggunakan komputer dengan perangkatnya, baik CPU, Monitor, Keyboard dan Mouse serta accessories (RAM, DVDCombo, dan sebagainya) kadang menjadi hal yang perlu dipikirkan dua kali dalam investasi dan kemudahan maintenance-nya. Untuk itu dipilihlah NComputing di kantor kami.

NComputing cukup mudah, dengan menggunakan sebuah server yang terhubung jaringan komputer semuanya, dia tidak perlu investasi perangkat CPU, cukup dengan menggunakan keyboard, mouse dan monitor saja yang dicolokkan kepadanya serta jaringan yang sudah terhubung, maka operasional pekerjaan menjadi lebih mudah dan menghemat meja.

Namun, hari ini saat ada penambahan perangkat NComputing kami di kantor, ada sedikit masalah, yaitu Keyboardnya menjadi aneh dan mal-function, yaitu
- Pada saat capslock terindikasi dengan lampu menyala, tampilan huruf adalah normal, dan sebaliknya (kapital)
- Pada saat numlock terindikasi dengan lampu menyala, tampilan angka tidak keluar dan sebaliknya jika tidak ada lampu.

Kemungkinan kerusakan adalah pada keyboard, nah setelah kita tukar dengan keyboard lain, masalah tetap sama, sedangkan pada keyboard yang bermasalah tadi pada PC tidak ada kendala.

Jadi, kemungkinan lainnya adalah pada NComputingnya.

Setelah kita konfirmasi ke sales agent-nya, teknisi lokal sampai ke manufacture-nya, ternyata solusinya berbeda, namun semuanya kita pakai saja dech:

  1. Solusi yang pertama, NComputing yang baru harus diregistrasikan dari server, dan ternyata, wah, sudah teregistrasi secara otomatis, jadi nggak pusing dah,
  2. Solusi kedua adalah dengan menggunakan button reset pada tampilan login di NComputing. Ini baru kita lakukan.
  • Pertama kita nyalakan NComputingnya,
  • Kemudian, kita cari tombol Option dan Reset.
  • Setelah itu kita Login ke server.
  • Voila, ternyata sukses.
  • Baiklah, kita coba matikan, dan ulang login kembali tanpa reset.
  • Tha Tha.... ternyata ada beberapa unit NComputing masih terkendala, dan bermasalah.
  • Baiklah, solusi terakhir.....

Solusi trakhir adalah dengan mematikan server, kemudian melepas keyboard di server untuk beberapa lama (1 jam waktu istirahat), selanjutnya tancapkan keyboard lagi dan start server....

Voila, yang bermasalah tadi sudah tidak terkendala lagi....
Hmm.....akhirnya, masalahnya terselesaikan....

Terima kasih buat rekan-rekan Skill Sby dan Pak Ronald dkk di Jkt....;)



Ref: image (c) okaypix.com




The Beauty of Mathematics

Here is an interesting and lovely way to look at the beauty of mathematics,

and of God, the sum of all wonders.

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 987 65
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321


1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111


9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant, isn’t it?

And look at this symmetry:

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Now, take a look at this…

101%

From a strictly mathematical viewpoint:

What Equals 100%?

What does it mean to give MORE than 100%?

Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

We have all been in situations where someone wants you to

GIVE OVER 100%

How about ACHIEVING 101%?

What equals 100% in life?

Here’s a little mathematical formula that might help

Answer these questions:

If:

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Is represented as:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.



If:

H-A-R-D-W-O-R- K

8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%


And:

K-N-O-W-L-E-D-G-E

11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

But:

A-T-T-I-T-U-D-E

1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%


THEN, look how far the love of

God will take you:

L-O-V-E-O-F-G-O-D

12+15+22+5+15+6+7+15+4 = 101%

Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:

While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
Get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!

Have a great day…

and may God bless you!

Look at the people who are not enthusiastic, they look lazy, aren't they?

Everyone who gets the job was initially very pleased with the job. Jumping for joy, call his father and mother, and use the first salary to buy a lunch for loved ones. Enthusiasm meets a lot of his body. If we recall, when we got the first job; of course we still have the enthusiasm, too. By the way, are there any enthusiasm until now?


So many things that can easily extinguish the enthusiasm of work. To just talk about it after a period of several years of work it's really not funny anymore. However, if the coal of enthusiasm to work we wont raised again, then it will drift off like the embers that are not treated. If you are interested to turn it on again, I had given 5 records as stock in doing so.


Problems are within ourselves, not outside factors.
Note, that the condition of the office that made we've lost the enthusiasm that applies also to others. Your Boss were a prosecutor, the system, that was not established, the increase in target reckless. In the prevailing conditions, how do the people are still enthusiastic about it? If we lose the enthusiasm, soon, we'll get run over by the enthusiasm of others who remain enthusiastic. So, it's not about the environment. Enthusiasm is a matter within ourselves.


Your body needs oxygen, so does our soul.
Enthusiasm is like oxygen to feed every cell in the entire body of us. If the body are short of oxygen, the energy-producing metabolic processes can not run properly, and our body became weak. Without enthusiasm, the soul do not have enough energy to take any action. Look at the people who are not enthusiastic, they look lazy, aren't they? Give the soul to be continued surge of enthusiasm, then we will always have abundant energy to do anything in our life.


Ask for new assignments.
Look at the little babies around us. Give them something new, or new toys; then their eyes will be sparkle and their arms flailing straight. Several twenty years ago, we also happy and enthusiastic way. If now we need something to rekindle the enthusiasm, then ask for new assignments to our superiors. Something that really challenging and pumping our adrenaline. Then we will find within ourselves the spirit of the babies. But, we must remember that the new tasks are not necessarily a new position. No need of new positions are always available, but there will always be new tasks that waiting for us to get proactively embrace.


Enthusiasm radiates positive energy.
Interaction with others involving energy that does not seem physically or often referred to as aura. We do not need supernatural powers to find out whether a person who we encounter it has a positive aura or not. We can feel it without saying a word. Positive aura to the person, we would like it. Similarly, others who would love to us are capable of emitting a positive aura. Really, nobody knows exactly how to 'make' positive energy. But we know that positive energy that radiates enthusiasm. So enthusiastic. By itself we have an abundance of positive energy. We also like new and reborn.


Enthusiasm turbines are in the faith.
Someone who believes in God must believe that every second of his life judged by God in exchange for rewards are priceless. That is why people who believe in truth never let his life wasted. People who are low enthusiasm often let time passing by. And do a little reluctant to act. Meanwhile, people who have high enthusiasm continues to spur of him to continue to contribute to life. Because he believes, that the purpose of any action at home, at work, wherever it takes He doing for his Lord. So, quicken the faith. By faith, we will press the 'ON' button at generators of enthusiasm that gives energy, and light the way our life.



No enthusiastic people who are lazy.
No one who enthusiastic were limp.
No one who enthusiast let his life be swayed by external and environmental factors that weaken it.



Enthusiastic people are those who are willing to take personal responsibility.
Devote energy to accomplish tasks.
And ensure that high quality of his work, and classy.
Such is the nature of enthusiastic people.

Enthusiastic people who never lost the spirit to face anything in life.....


How are you, The Leaning of People Council House? Media Stop peeling after Nazaruddin Case .......

History:
Let's Support the Tilted Parliament House as one of the wonders of the world, support too for Komodo National Park to become one of the wonders of the world still continue and never stop. One of a lot of world heritage sites at Indonesia which deserve got our support as one of "THE MIRACLE OF THE WORLD" is the Leaning Parliament House.

Tower of Pisa which was 3° slope could enter the WONDER WORLD, Its shame that the Leaning Parliament House which said a lot of its residents Lean more than 7° can not included one of its ?? WHAT WILL THE WORLD SAY IT??

Google, also, wrote Confused, How Its could be Lean 7 °?

Calculations and analysis:
Guys, listen, its very danger, the slope of 7 degrees to the building height of approximately 100 meters of the building could be collapse, that right !
equation: Code:
99 meters * tan 7 = 12.1556715293875545 22,288,882,469,233 meters

The Difference of 12 meters, guys!
Far from Pisa which is only 3 degrees with different horizontal a few meters.......

Greetings from the President of the Neighbors
Tuesday, 05/04/2010 11:50 pm: While someone asked about the Leaning Parliament Building (Tilt), Priyo Pleaded Do Not Know Exactly (Elvan Dany Sutrisno - detikNews)

Jakarta - Statement by Deputy of Speaker of the Representative People: Priyo Budi Santoso just like a soybean at the morning while at the afternoon became tempe. Priyo who previously told the House of Representatives was tilted 7 degrees so it is must necessary to build a new building, now he claimed do not to know exactly which the building of representative of the people was tilted or not.

"I do not know exactly (whether skewed or not)," said Priyo in the Parliament Building, Senayan, Jakarta, Tuesday (05/04/2010).

After the 2009 earthquake in Tasikmalaya before, shocking words Priyo, as the Budget Agency (Banggar) of Parliament and the National Household Affairs (BURT) of House of Representatives were assigned to find the facts. Then, He ask for help to the Department of Public Works (PU) because of members of Parliament have too many complaints, feel unsafe and uncomfortable to work......

He said, to the leadership of the Board of Public Works reported that found a lot of cracks. Then concluded that the building should be renovated.

"I do not know exactly, whether oblique or not. But clearly, It needs the injection of (concrete)," said Priyo.

What is clear, according to him, It'd exceeded, the building capacity of the archipelago because besides inhabited Council members, there are also staff and others. "So we must take the conclusion, it is necessary renovation totally and planned new buildings constructed around the building now," said this Golkar politician.

Besides Priyo, information about Nusantara building was tilted also reported by House of Budget Chairman, Harry Azhar Azis. Although the Ministry of Public Works (PU) has denied Nusantara was tilted, Harry insisted the building was tilted 7 degrees. Parliament had even discussed the slope of the building results in a plenary session of Public Works report.

"That the report given to Parliament at the last period, in 2009 had delivered at the plenary session," Harry said on Monday.

Harry said the new Parliament building needs Rp 1.8 trillion. Details, Rp 1.6 trillion for the construction of the building, and Rp 200 billion for the equipment inside.

Soon, It became one of the attractions in Jakarta.

Let say: One day, God smiled with satisfaction to see a planet that has just created. The angel asked, "What you have just created, God?"

"Look, I've just created a blue planet called Earth," said Lord, while adding a few clouds over the Amazon rain forest region.

The Lord continued, "It would be wonderful planet than ever I created. In this new planet, everything will happen in a balanced manner.

Then the Lord explained to the angel of the European Continent.

"In northern Europe, I create a land full of opportunities and fun such as England, Scotland and France. But in that area, there is a bone-chilling cold. In southern Europe, there will be a rather poor communities such as Spain and Portugal, but lots of sunshine and warm and exotic scenery in the Gibraltar Strait.

And the angel pointed to an island, shouting, "what is that would be, My Lord?"

"Oh, that," said God, "it's Indonesia. Countries that are very rich and very beautiful on the planet. There are millions of flora and fauna that I created there. There are millions of fresh fish in the sea are ready to harvest. A lot of sunshine and rain. The inhabitants created my amiable, benevolent and culturally diverse. They are hardworking, ready to live simple and humble and love of art. "

With amazement, the angels protested, "Well, You'd said, every state would be created with balance. How could be, everything the wellness got at all of Indonesia? So, where Its lies the balance?"

The Lord replied in English, "Wait, until you see some of the idiots I will put them at the government."



Employee Engagement? Kenapa harus meningkat ?

Employee Engagement (EE) bukanlah masalah yang hangat dibicarakan hanya di Negara berkembang seperti Indonesia saja. Perusahaan-perusahaan di Negara paling maju sekalipun menghadapi masalah yang sangat pelik untuk diselesaikan ini. Banyak yang masih secara keliru mengira bahwa para karyawan bisa diikat oleh gaji tinggi. Padahal, hanya mereka yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan di tempat lain saja yang masih rela melakukan apapun demi gajinya. Mereka yang memiliki daya jual dan daya juang tinggi pasti akan hengkang juga. Sungguh, ini bukan semata-mata soal uang. Jadi apa dong penyebab utamanya?


Penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor paling utama yang menyebabkan rendahnya tingkat EE ternyata adalah atasannya. Jadi, jika Kita memiliki masalah serius dengan rendahnya EE dikalangan anak buah Kita, maka sudah waktunya untuk bercermin sambil bertanya; “Apakah saya sudah menjadi atasan yang baik bagi para bawahan saya?” Bagi Kita yang tertarik untuk menemani saya mamahami peran atasan dalam meningkatkan Employee Engagement, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:


  1. Memahami kebutuhan dan keinginan karyawan. Ada bedanya antara kebutuhan dengan keinginan. Memahami keduanya membantu atasan untuk menentukan mana yang layak untuk diperjuangkan atau diberikan kepada bawahan, dan mana yang tidak perlu terlalu dihiraukan. Kebutuhan mengacu kepada apa yang pantas mereka dapatkan berkaitan dengan hubungan kerja, sedangkan keinginan berkaitan dengan tuntutan-tuntutan yang belum tentu patut untuk mereka dapatkan. Segala sesuatu yang pantas mereka peroleh itulah yang wajib hukumnya untuk diperjuangkan oleh seorang atasan. Harapan karyawan itu beragam macam sehingga tidak mungkin seluruhnya bisa dipenuhi. Memahami antara kebutuhan dan keinginan mereka membantu atasan untuk melakukan penyaringan sehingga lebih efektif dalam menggunakan sumberdaya. Jadi sebaiknya kita perlu turun ke bawah dan lebih erat dengan bawahan kita, sehingga keinginan dan kebutuhan mereka, akan segera dapat kita colect. Adalah menjadi pandangan yang sangat keliru jika atasan tidak boleh dekat dengan bawahan agar kharismanya tidak pudar. Adalah hal yang salah juga jika salah satu Pembantu Direktur Perguruan Tinggi melarang dosen-dosennya dekat dengan mahasiswanya. Kita perlu mencontoh kepemimpinan Presiden Soekarno yang dekat dengan rakyatnya, bahkan Presiden Soeharto juga melakukan hal yang sama sehingga tahu persis apa yang dia bisa lakukan demi kepentingan bersama agar kebutuhan dan keinginan bawahannya terwujud. Kita boleh mencontohnya, bukan begitu?!
  2. Bersedia mendengarkan masukan dan keluhan bawahan. Tidak semua masukan dari bawahan relevan dan bisa diimplementasikan. Juga tidak semua keluhan bawahan bersifat objektif dan berada dalam kewenangan atasan. Tetapi, kesediaan seorang atasan untuk mendengarkan memberikan sinyal positif terhadap kepercayaan bawahan. Mereka bisa merasakan bahwa di kantornya masih ada kesempatan untuk menyalurkan aspirasi. Tersumbatnya saluran penampung aspirasi sering menyebabkan hilangnya kepercayaan bawahan. Dalam jangka panjang hal ini bisa berubah menjadi gejolak yang sulit untuk diredam. Bahkan sekalipun atasan tidak sanggup untuk memenuhinya, bawahan mendapatkan kepuasan ketika suaranya didengar oleh atasan. Saluran aspirasi tersebut dapat dilakukan dengan banyak cara, bisa dengan menggunakan email yang diberikan langsung dari atasan ke bawahan jika ingin mengungkapkan aspirasinya, atau kotak saran, atau bahkan dengan mengadakan rapat-rapat kecil yang tidak formal, bisa pada saat makan siang, gathering, dan sebagainya, intinya, dengarkan semua aspirasi dengan berbagai cara, dan ingatlah siapa yang berbicara, karena dia adalah aset berharga institusi untuk lebih maju dan sukses.
  3. Menjaga ketulusan hati dalam hubungan dengan bawahan. Saya meyakini bahwa ketulusan adalah kunci terpenting dalam membangun sebuah hubungan. Khususnya antara atasan dan bawahan. Hubungan yang didasari oleh ketulusan tidak sekedar diukur dari keramahan, sebab atasan yang berkarakter keras bukanlah tipe orang yang bisa dipaksa untuk berubah wajah menjadi ramah dan murah senyum. Sebaliknya, bawahan yang kurang supel juga tidak bisa dipaksa untuk hay-hay-hey-hey dengan atasannya. Ketulusan hubungan mengijinkan bawahan untuk mengkritik atasannya, dan memberi keleluasaan bagi atasan untuk menegur bawahannya yang kurang baik. Selama ada ketulusan itu, seseorang tidak harus mengubah kepribadian untuk memastikan bahwa hubungannya dengan rekan di kantor tetap sehat. Sehingga kita dapat pastikan, jika kita tulus memperhatikan bawahan kita, maka bawahan kita akan peduli dengan kita juga.
  4. Memenuhi kebutuhan pengembangan bawahan. Seperti halnya kita, para bawahan membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Begitu banyak karyawan yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Salah satu penyebabnya adalah karena atasannya keliru mengira bahwa pengembangan karyawan itu harus selalu berupa kenaikan jabatan. Bukan. Berkembang bisa berarti mendapatkan pengalaman baru, makanya menugaskan bawahan untuk bergabung dengan proyek yang melibatkan departemen lain bisa sangat membantu. Berkembang juga bisa berarti meningkatnya pengetahuan. Untuk hal ini juga tidak harus selalu mahal, karena dengan kreativitasnya seorang atasan bisa melakukan sesuatu yang bisa menambah pengetahuan bawahan dengan biaya yang sangat rendah. Mengirimi mereka artikel-artikel yang berkualitas tinggi misalnya. Banyak cara untuk mengembangkan potensi bawahan, jadi tidak harus dengan menaikkan posisi jabatan, karena bisa jadi posisi jabatan yang dinaikkan namun potensinya malah akan merosot, tidak peduli dengan bawahannya juga bahkan bersikap acuh terhadap kita pula. Untuk itu kita dapat melakukan yang terbaik buat bawahan dengan cara bukan menaikkan posisi atau jabatannya, tetapi membuat mereka lebih senang dengan kita dan dirinya sendiri.
  5. Memberi kesempatan karyawan untuk mencurahkan seluruh kemampuannya. Jika kita memiliki kemampuan yang sangat tinggi namun perusahaan tempat kita bekerja tidak dapat memberikan cukup ruang bagi kita untuk menggunakan seluruh kemampuan kita, maka kita akan meninggalkan perusahaan itu. Sebab, kita tahu kalau terus tinggal di perusahaan itu akan menyebabkan kemampuan kita mengecil bahkan menghilang seperti kaki ular yang mengalami proses rudimenter. Atau kita akan menjadi seperti ikan besar yang berada di kolam yang sangat kecil. Begitu pula dengan bawahan kita yang pintar dan berkemampuan tinggi. Maka tidak ada kompromi bagi kita selain memberinya kesempatan untuk mencurahkan segenap kemampuannya. Bawahan tangguh seperti ini tidak terlalu pusing dengan uang. Mereka pusing karena terlalu banyak membiarkan kapasitas dirinya menganggur. Bahkan, mereka yang lebih pintar akan meninggalkan jabatan dan posisinya sebagai pegawai negara, yang notabenenya, hanya tinggal menunggu gajian saja per tanggal satu, tanpa peduli, apakah dia meningkat atau tidak, ke sesuatu yang lebih baik, meskipun tidak harus menjabat dan bukan pegawai negara, sehingga kehidupannya akan menjadi lebih tenang, lebih baik bahkan dia lebih bahagia dengan pekerjaannya saat ini.


Jika kita seorang atasan yang memiliki anak buah, maka kita adalah orang pertama yang bertanggungjawab terhadap Employee Engagement. Tidak ada bawahan yang betah tinggal dan bekerja dengan atasan yang tidak berusaha maksimal untuk membuat mereka kerasan di kantor. Boleh jadi masih banyak karyawan yang tetap tinggal bersama kita, tetapi kita kehilangan orang-orang terbaiknya. Karena mereka yang tinggal di tempat yang tidak menyenangkan mungkin saja sedang menunggu peluang ditempat lain yang lebih baik. Jadi, inilah saatnya bagi setiap atasan untuk benar-benar memikirkan dan memberikan perhatian pada upaya-upaya mewujudkan Employee Engagement.


Seorang atasan itu seperti lem yang berfungsi untuk merekatkan antara bawahannya dengan perusahaan yang memberinya tanggungjawab kepemimpinan. Jadi berlakukanlah diri kita sebaik-baiknya....;)




Awas Spammer sekarang menggunakan Injection Message.....

Kemarin, secara tiba-tiba, saya dapat info dari teman yang isinya:
"thanks om **** (kalimat terakhir kaya lagune bang haji oma marama...)"

Setelah saya buka message pagi ini, lho koq banyak sekali message keluar yang isinya:
Dicoba ya kita buktikan insya Allah.

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِÙŠْÙ…Innaka la minal mursalin a'la siratim mustaQim tanzilal azizir rahim Litunzira qaumamma unzira aba uhum fahum ghafilun.Tolongkirim potongan ayat dari surat yasin ini minimal 13 orang Insya Allah 2jam kemudian kamu akan mendengar kabar baik & mendapat kebahgiaan,demi Allah dan jangan dihapus sebelum disebar ya Kita berbagi doa kesesama muslim({}) = 2jam sudah aku laksanakan ternyata rizki datangسُبْØ­َانَ اللّÙ‡ُSampaikan walau hanya satu ayat...................



Telusur, punya telusur, bagaimana message ini bisa masuk dan keluar ke message rekan-rekan lain, ternyata ada spammer yang inject ke HP dan push message ke contact yang ada; Cuma untungnya tidak semua contact dia inject, memang sebagian besar contact dari FB; Lumayan canggih juga pengirimnya. Untung saya ada balasan message dari rekan, kalo enggak, nggak terdeteksi ini spammer;

Mungkin bagi kita pengguna mobile phone,ada atau bahkan sudah sangat sering mendapatkan Broadcast Message (BM) atau isi sms yang isinya berbau mitos atau sesuatu yang tidak sepantasnya dipercaya oleh masyarakat modern saat ini.

Dan baru saja saya menjadi korban, cuman kali ini lebih canggih. Sebenarnya isi BM seperti ini sudah lama sekali tapi masih terus saja banyak slimers yang masih percaya akan kebodohan ini, dan pakai injection lagi.

Pantesan Indonesia susah maju. Kebanyakan orang (muslim) mau gampangnya aja sih. Tinggal komat kamit, cuap-cuap, dukunisme, ga jelas ga ngerti apa juga isinya, tiba-tiba criiinnnggg dapet kabar baik dan mendapat kebahagiaan. Yang lebih parahnya, bagaimana bisa sudah diketahui hasilnya terlebih dahulu sedangkan pesannya baru saja dikirim....

Yang jadi penasaran, injection spammer ini koq bisa ya; *saatnya mencari penangkalnya, kalo enggak bisa de del duel....*


Buat rekan-2, saya tidak tahu siapa yang sudah terkirimi, saya minta maaf ya; kali ini HP nya kecolongan, kirim message, mungkin bisa jadi lewat SMS atau YM atau FB, karena saya pakai aplikasi all in one dengan piedjin di HP yang akses semua message;



*Lain kali akan lebih hati-hati*
Sorry....;)



Betapa Sakitnya Ditolak...... :((


Beri tahu saya jika di dunia ini ada orang yang tidak pernah mendapatkan penolakan. Saya yakin jika setiap orang pernah ditolak.
Ketika menyatakan cinta.
Saat melamar pekerjaan.
Atau mungkin sewaktu mengajukan proposal penjualan.


Dalam menyampaikan penolakan, perilaku orang juga bermacam-macam.
Ada yang menolak dengan lembut, ada juga yang melakukannya secara kasar.
Ada yang berbicara sopan, ada pula yang menghardik bahkan mengumpat-umpat.
Ada yang sambil tetap menjaga perasaan, dan tentunya ada juga yang sekalian menyakiti hati.

Kita tidak bisa menuntut orang lain untuk menolak dengan cara yang kita sukai. Tetapi kita bisa melatih diri untuk menyikapi penolakan yang kita alami secara positif.
Seseorang yang menyikapi penolakan secara negatif pasti hatinya terasa sakit.
Dia bisa tenggelam dalam kekecewaan berkepanjangan sehingga seluruh sisa hidupnya ikut terpengaruh.
Sedangkan orang yang mampu menyikapi penolakan secara positif akan bisa mendamaikan suasana hatinya, menentramkan perasaannya, terus tersenyum, dan yang terlebih penting lagi; sanggup menjalani sisa hidupnya dengan tidak kurang indahnya.

Belajar menyikapi penolakan secara positif, saya ajak kita untuk memulainya dari sekarang dengan menerapkan hal-hal berikut ini:



1. Fahamilah bahwa penolakan tidak berarti KITA buruk.
Setiap penolakan selalu menghasilkan ganjalan di dalam hati.
Tetapi jika orang lain menolak kita, boleh jadi hal itu karena mereka mengira kita terlalu baik untuk diterima.

Jika kualifikasi kita terlalu tinggi untuk suatu posisi yang ditawarkan misalnya, kita pun tidak akan mendapatkan jabatan itu.
Dengan pengalaman dan kemampuan yang sangat banyak serta salary history terakhirnya, seseorang pernah ditolak langsung saat melamar pekerjaan, dengan alasan "maaf, gaji anda sudah level manager, kami tidak membutuhkan anda". Padahal kita sudah menunggu berhari-hari dan interview berjam-jam untuk ditolak.
Seseorang juga bisa menolak cinta kita hanya karena dia menilai kita terlalu baik bagi dirinya.
Dia menginginkan kita mendapatkan pasangan hidup yang lebih baik. Penolakan juga bisa terjadi karena orang lain menilai kita ‘belum’ saatnya diterima. Akan ada ‘saat yang tepat’ baginya untuk menerima kehadiran kita.

Setelah berjuang melawan pesaing kanan dan kiri, mati-matian dibelain, bahkan tenaga, fikiran serta modal uang juga tercurahkan buatnya selama berbulan-bulan, terakhir, kita hanya mendapat kata, "Sorry, You Are Not My Type....."


Jika kita ditolak, janganlah terlalu bersedih hati, karena penolakan tidak selalu berarti kita buruk.



2. Ingatlah selalu bahwa bumi ini sangatlah luas.
Kita sering terlalu lama membenamkan diri dalam rasa kecewa terhadap penolakan yang baru saja dialami.
Harapan seolah sirna begitu saja karena penolakan itu.
Padahal, di luar sana ada begitu banyak kesempatan.
Jika ditolak saat melamar pekerjaan, bukankah didunia ini begitu banyak perusahaan hebat yang memberikan peluang karir yang juga tidak kalah menggiurkannya?

Jika yang menolak itu pujaan hati kita; kenyataannya banyak sekali wanita yang lebih cantik dan lebih memahami kita.
Atau lelaki yang lebih sabar dan lebih pengertian dari orang yang menolak kita.

Sungguh, dunia ini sangatlah luas.
Mengingat betapa banyaknya kesempatan yang ditawarkan oleh dunia, membuat hati kita yakin bahwa selalu ada harapan untuk mendapatkan yang lebih baik dari orang-orang yang telah menolak kita.



3. Introspeksilah terhadap kemungkinan perlunya memperbaiki diri.
Tetap berbesar hati memang sangat penting. Namun, mawas diri juga tidak kalah pentingnya. Penolakan yang kita terima bisa jadi merupakan isyarat agar kita melakukan introspeksi diri.

Jujur kepada diri sendiri, sangat menentukan keberhasilan proses perenungan kita. Dengan kejujuran itu, kita akan menemukan apa saja yang harus diperbaiki, dan apa saja yang layak dipertahankan. Ketika kita berhasil memperbaiki kekurangan diri, maka kita akan tampil sebagai pribadi yang mumpuni.

Orang yang dulu menolak kita, mungkin akan bertemu lagi dengan kita beberapa tahun kemudian. Saat pertemuan itu terjadi, dalam hati dia berkata;”Orang ini sudah berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya !!! ”



4. Berlatihlah untuk meningkatkan kemampuan adaptasi kita.
Keterampilan teknis atau kemampuan kita dalam melakukan sesuatu bisa jadi bukanlah alasan terjadinya penolakan.
Mungkin sikap kaku kita.
Mungkin juga karena kita belum berhasil memperlihatkan kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya, gaya, dan pola mereka.

Memang tidak adil jika mereka menilai kita tanpa memberi cukup waktu untuk menunjukkan kemampuan adaptasi kita.

Namun, begitulah kenyataan hidup yang harus kita hadapi. Mereka menilai kita, sedangkan kita tidak memiliki kesempatan untuk melakukan pembelaan. Itu berlaku nyaris dimana saja, sehingga berlatih untuk menyesuaikan diri dan adaptasi kita bisa menjadi cara yang efektif. Kecuali jika kita sudah tidak lagi menginginkannya; beradaptasi dengan gaya mereka bukanlah gagasan yang buruk untuk dicoba.



5. Yakinlah Tuhan memiliki rencana lain yang lebih baik untuk kita.
Setelah berjuang secara maksimal dan bersungguh-sungguh, namun kita masih ditolak juga; mengapa harus bersedih hati?
Memang, penolakan itu bisa menjatuhkan mental kita.
Penolakan juga menghempaskan harapan-harapan kita.
Tapi, bukankah kita tidak tahu persis mana yang ‘benar-benar’ baik dan mana yang ‘kelihatannya’ saja baik untuk kita?
Tidak ada yang mengetahui segala sesuatu melebihi yang Tuhan ketahui tentangnya.
Ketika kita mengkombinasikan usaha maksimal dengan kepasrahan kepada Tuhan, maka Dia akan menunjukkan hal terbaik bagi kita.
Tuhan tidak akan membiarkan kita diterima untuk sesuatu yang bukan hal terbaik bagi kita.
Dia akan membiarkan kita ditolak, lalu mengarahkan kita kepada hal lain yang lebih baik dimataNya.



Penolakan dan penerimaan itu seperti sebuah kesetimbangan.
Ketika penolakan datang, maka penerimaan mengiringinya dari arah yang lain.
Kita hanya perlu menemukan letaknya penerimaan itu saja.
Dan tugas itu akan jauh lebih mudah lagi jika kita sering berkonsultasi dengan Sang Maha Mengetahui.


Beruntunglah orang yang bisa berdamai dengan penolakan. Hatinya tetap tenteram meski didera oleh penolakan yang menyakitkan.


Good Bless U....;)




Error: "Terminal server yet not ready, please retry attempt a bit later"


Permasalahan:
Ketika mencoba untuk menghubungkan perangkat akses seri-L ke host vSpace ke jaringan, terjadi koneksi gagal dan muncul error "server Terminal belum siap, coba lagi mencoba kemudian": *Error: "Terminal server yet not ready, please retry attempt a bit later"*

Solusi:
Jika kita mengalami gejala di atas, kita dapat mencoba solusi berikut, dalam urutan yang ditunjukkan:

1. Memodifikasi SessionImageSize untuk Lingkungan Multi-user
Penyebabnya:
Kartu video nVidia dapat menyebabkan masalah ini ketika host mencoba membuat sesi bagi para penggunanya.

Solution:
Tambahkan key berikut ke host:
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\MemoryManagement]
“SessionImageSize”=dword:00000020

dimana 00000020 adalah hex untuk 32

2. Perbaikan Perangkat Lunak vSpace
Dalam beberapa kasus (seperti infeksi virus atau instalasi perangkat lunak yang rusak) mungkin perlu dilakukan sepenuhnya untuk menghapus dan menginstal ulang perangkat lunak vspace NComputing menggunakan versi terbaru.

Dokumen ini akan menjelaskan langkah-langkahnya melalui setiap fase dari penghapusan perangkat lunak dan proses instalasi ulang.

Gejala:
Panduan ini telah dikonfirmasi sebagai solusi mungkin untuk gejala berikut:

Error: "One or more files are missing or corrupted"
Kesalahan: "Satu atau lebih file yang hilang atau rusak"

Error: "A previous version of vSpace is present on this system..."
Kesalahan: "Sebuah versi sebelumnya vspace hadir pada sistem ini ..."

Uninstall Software
Perangkat lunak vspace dapat dihapus melalui Add/Remove Programs pada Control Panel Windows. Jika diminta untuk membatalkan registrasi nomor seri, abaikan peringatan ini dan lanjutkan proses uninstall.

Setelah uninstall selesai, reboot sistem.

Pembersihan berkas
Setelah uninstall selesai dan sistem telah reboot, buka My Computer dan hapus file dan folder berikut:
C: \ Windows \ 07110250.bin
Nomor terakhir di dalam nama file ini mungkin dapat bervariasi.

C: \ Windows \ System32 \ oemebios.bin
X-series vspace akan memiliki file "oemxbios.bin" sebagai gantinya.
Jangan menghapus file lain dengan nama yang HAMPIR mirip, karena ini adalah inti sistem file Windows.

C: \ Program Files \ Common Files \ NComputer \
Hapus folder dan file dalamnya.

Reinstall vspace
Dianjurkan agar kita menginstal ulang vSpace dengan versi terbaru yang tersedia (klik di sini), yang dapat diperoleh dari http://ncomputing.com/downloads. Cukup download dan menjalankan installer yang sesuai dengan seri produk kita dan sistem operasinya.

Setelah installer selesai, silahkan mendaftarkan perangkat lunak vspace sesegera mungkin. Proses pendaftaran cepat dan mudah, dan diperlukan untuk melakukan pembaruan perangkat lunak. Untuk memulai proses pendaftaran klik Start > All Programs > vSpace NComputing > vSpace Registration dan ikuti langkah-langkah dalam wizard.

Untuk Perangkat L-seri :
Setelah menyelesaikan pendaftaran, lakukan cek ke setiap perangkat akses dan upgrade firmware melalui Options > Setup > Update dalam BIOS dari perangkat.

Password untuk update firmware adalah "updateme".

Setelah memperbarui perangkat telah selesai (dan hanya jika ia meminta kita), matikan daya perangkat dan lalu nyalakan lagi. Ini akan menguncinya ke dalam versi terbaru dari firmware, memastikan kompatibilitas dengan perangkat lunak terbaru.

Jika masalah tetap belum terjawab, silahkan hubungi Dukungan Teknis NComputing untuk bantuan lebih lanjut: http://ncomputing.com/techsupport

*Telah dicoba dan berhasil diterapkan sampai saat ini tidak ada masalah. Cerdas dan efektif serta efisien adalah asset yang berharga selain waktu dan harta*

Terima kasih banyak buat bantuan rekan-rekan Jakarta:
Mr. R. G. M. Masinambow
Ketapang Indah Complex Block A1/8,
Jl.K.H.Zainul Arifin No.1
Jakarta 11140, Indonesia
+62 21 633 8821/39

GBU...;)




ONLINE SHOPPING, BELANJA ONLINE, AMANKAH ?

Ada rekan bertanya kepada saya, "Bos, kalau kita belanja dengan internet bagaimana caranya ? Aman tidak, soalnya kan pakai transfer uang lewat ATM atau kadang pakai CC atau bagaimana enaknya... Gimana donk, barangnya lagi bagus nich......?".

Baiklah, mari kita bahas satu-satu.

Pengertian belanja online
Belanja online merupakan proses pembelian barang/jasa oleh konsumen ke penjual real-time, tanpa pelayan dan melalui Internet. Toko virtual ini mengubah paradigm proses membeli produk/jasa dibatasi oleh tembok, pengecer atau mall. Proses tanpa batasan ini dinamakan belanja online Business-to-Consumer (B2C). Ketika pebisnis membeli dari pebisnis yang lain dinamakan belanja online Business-to-Business (B2B). Keduanya adalah bentuk e-commerce (electronic commerce). Diawali tahun 1990-an, Tim Berners-Lee dengan WWW server pertamanya, membuka penggunaannya secara komersial dan dipergunakan sebagai sistem online toko pizza, Pizza Hut. Tahun 1994, Netscape memperkenalkan enkripsi data SSL transfer online, agar belanja lebih aman. Tahun 1995, Amazon meluncurkan situs belanja online, dilanjutkan dengan eBay di tahun 1996.


Karakter Toko Online
Toko online, tersedia selama 24 jam sehari, memiliki lebih banyak konsumen yang mengakses lewat internet kapan dan di mana pun, lebih banyak menghemat BBM dan waktu. Toko online menjelaskan produk yang dijual dengan baik, melalui teks, foto dan file multimedia. Mereka juga menyediakan informasi produk, prosedur keselamatan, saran, dan cara penggunaannya, fasilitas untuk berkomentar, me-ranking itemnya, akses meninjau situs lain, fasilitas real-time menjawab pertanyaan pelanggan, sehingga mempercepat mendapat kata sepakat pembelian dari berbagai vendor pemilik toko online.

Toko Online selalu meningkatkan kinerjanya dengan menganalisa pengunjungnya sehingga mereka tahu bahwa kita ada, bagaimana dan mengapa kita datang, di mana kita melihat dan mencari produknya, melihat apa yang kita beli, dan bagian apa yang kita tidak suka, serta mengapa kita pergi tanpa membeli. Berdasarkan informasi itu, mereka mengoptimalkan diri untuk memenuhi kebutuhan pengunjungnya agar lebih baik, misalnya dengan fasilitas search box, reviews of products, personalized recommendations, dan lain-lain.

Konsumen lebih memperhatikan aspek kemudahan mendapatkan barang dan metode pembayarannya. Konsumen hanya perlu menghubungi retailer-nya, menunggu kiriman dari pos. Biasanya pengiriman dalam jumlah kecil, jauh lebih mahal dari pengiriman lebih besar, bahkan ada yang menawarkan pengiriman gratis pada pesanan yang cukup besar. Konsumen juga dapat beralih antar pemasok dan vendor tanpa mengganggu proses belanja seperti belanja konvensional.

Konsumen juga tidak perlu terganggu dengan adanya keributan suara orang belanja, musik latar, kemacetan, trolley, tempat parkir, pelayan yang tidak ramah, AC yang sangat dingin, bau menyengat, kamera di lemari ganti, dan banyak lagi.

Berikut ini adalah contoh sites toko online:
www.glodokshop.com
www.rumahoutlet.com
www.egrosir.com
www.bungarawabelong.com
plasabatik.com
www.topgolf-store.com
www.etalaseku.com
www.tanahabang.com
facebook.com

Bijaksana dalam Membeli di Toko Online
Selain menawarkan keuntungan, belanja online juga memiliki resiko sehingga kita harus mempertimbangkan:
  1. Komputer atau telepon genggam kita harus memiliki antivirus, update perlindungan spy-ware, anti phishing, anti pharming dan fire-wall,
  2. Jika anak-anak kita boleh belanja online, beritahukan semua hal tentangnya baik keuntungan maupun kerugiannya,
  3. Professionalism situs tercermin dari dicantumkannya nomor telepon, alamat, e-messenger, e-mail, atau komentar orang-orang terhadap reputasi baik tidaknya toko online, jika tidak ada, patut diragukan,
  4. Memastikan posting konsumen tidak dibagikan dengan orang lain tanpa persetujuan, terutama data KTP, No. Rekening Bank, yang tidak berhubungan dengan proses pembelian,
  5. Adanya kebijakan tentang pengembalian yang adil dan wajar,
  6. Dicantumkannya, jika ada, semua biaya yang tersembunyi, termasuk diskon, biaya kirim, karena mungkin barang yang sama memiliki harga yang berbeda dengan toko conventional, sehingga kita perlu cek lagi,
  7. Adanya jaminan atau asuransi pengiriman produk, jika hilang atau rusak,
  8. Lebih aman jika membayar dengan account paypal, namun jika menggunakan kartu kredit, pastikan URL situs memiliki tanda secure (https) serta situsnya benar-benar dikrekomendasikan oleh banyak pihak, atau jika menggunakan transfer via ATM bank, dan bukan kartu debit pastikan keamanan transfernya offline, bukan lewat web,
  9. Menyimpan dokumen transaksi, bukti pembayaran dan bukti pengiriman barang jika ada claim dan yang berkaitan dengan tuntutan pidana nantinya,
  10. Membersihkan data caches komputer/ponsel, jika kita menggunakan milik orang lain.

Saat ini, lebih dari separuh pengguna internet Indonesia dan di luar negeri, telah melakukan pembelian online. Jika kita termasuk yang melakukannya, pastikan kita mengetahui jaminan keamanan berbelanja. Belanja online memang memudahkan dan menghemat waktu, menghemat biaya dibandingkan belanja tradisional, jadi kalau ada yang lebih mudah dan dapat dipermudah mengapa harus mencari yang sulit. Nah, bayangkan kalau seandainya Jakarta semuanya online, pasti tidak ada kemacetan.....:_)

Selamat berbelanja....;)





Pemanfaatan Hutan Mangrove sebagai Pencegah Tsunami dan Menciptakan Lapangan Kerja

Salah satu bagian terpenting dari kondisi geografis Indonesia sebagai wilayah kepulauan adalah wilayah pantai dan pesisir dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Wilayah pantai dan pesisir memiliki arti yang strategis karena merupakan wilayah interaksi/peralihan (interface) antara ekosistem darat dan laut yang memiliki sifat dan ciri yang unik, dan mengandung produksi biologi cukup besar serta jasa lingkungan lainnya. Kekayaan sumber daya yang dimiliki wilayah tersebut menimbulkan daya tarik bagi berbagai pihak untuk memanfaatkan secara langsung atau untuk meregulasi pemanfaatannya karena secara sektoral memberikan sumbangan yang besar dalam kegiatan ekonomi misalnya pertambangan, perikanan, kehutanan, industri, pariwisata dan lain-lain.

Wilayah pesisir merupakan ekosistem transisi yang dipengaruhi daratan dan lautan, yang mencakup beberapa ekosistem, salah satunya adalah ekosistem hutan mangrove. Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dan kelautan. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan (nursery ground) berbagai macam biota, penahan abrasi pantai, amukan angin taufan dan tsunami, penyerap limbah, pencegah interusi air laut, hutan mangrove juga mempunyai fungsi ekonomis yang tinggi seperti sebagai penyedia kayu, obat-obatan, alat dan teknik penangkapan ikan.

Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem wilayah pesisir dan lautan yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan hidup, namun sudah semakin kritis ketersediaannya. Di beberapa daerah wilayah pesisir di Indonesia sudah terlihat adanya degradasi dari hutan mangrove akibat penebangan hutan mangrove yang melampaui batas kelestariannya. Hutan mangrove telah dirubah menjadi berbagai kegiatan pembangunan seperti perluasan areal pertanian, pengembangan budidaya pertambakan, pembangunan dermaga dan lain sebagainya. Hal seperti ini terutama terdapat di Aceh, Sumatera, Riau, pantai utara Jawa, Sulawesi Selatan, Bali, dan Kalimantan Timur. Kegiatan pembangunan tidak perlu merusak ekosistem pantai dan hutan mangrovenya, asalkan mengikuti penataan yang rasional, yaitu dengan memperhatikan segi-segi fungsi ekosistem pesisir dan lautan dengan menata sempadan pantai dan jalur hijau dan mengkonservasi jalur hijau hutan mangrove untuk perlindungan pantai, pelestarian siklus hidup biota perairan pantai (ikan dan udang, kerang, penyu), terumbu karang, rumput laut, serta mencegah intrusi air laut. Salah satunya model pendekatan pengelolaan sumberdaya alam termasuk didalamnya adalah sumberdaya hutan mangrove adalah pendekatan pengelolaan yang berbasis masyarakat.

Selama ini, kebijakan pengelolaan sumberdaya alam dikontrol kuat oleh negara yang pengelolaannya selalu didelegasikan kepada pengusaha besar, jarang kepada rakyat kecil. Pemerintah sepertinya kurangpercaya bahwa rakyat mampu mengelola sumberdaya alam yang ada di lingkungannya.

Berdasarkan hal di atas, maka pertanyaannya adalah bagaimana pemulihan mangrove berdasarkan pendekatan kepada masyarakat yang berada di kawasan ekosistem mengrove ini dapat berjalan dengan baik dengan atau tanpa bantuan Pemerintan Pusat dan/atau Daerah.

Mangrove berasal dari kata mangal yang menunjukkan komunitas suatu tumbuhan. Di Suriname, kata mangro pada mulanya merupakan kata yang umum dipakai untuk jenis Rhizophora mangle. Di Portugal, kata mangue digunakan untuk menunjukkan suatu individu pohon dan kata mangal untuk komunitas pohon tersebut. Di Perancis, padanan yang digunakan untuk mangrove adalah kata menglier. Kata mangrove juga untuk individu tumbuhan dan mangal untuk komunitasnya. Di lain pihak, kata mangrove juga baik untuk tumbuhan maupun komunitasnya, dan kata mangrove merupakan istilah umum untuk pohon yang hidup di daerah yang berlumpur, basah dan terletak di perairan pasang surut daerah tropis. Meskipun terdapat perbedaan dalam penggunaan kata, pada umumnya tidak perlu dikacaukan dalam penggunaan kontekstual dari kata-kata tersebut.



Beberapa ahli mengemukakan definisi hutan mangrove, hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai, biasanya terdapat di daerah teluk dan di muara sungai yang dicirikan oleh: (1) tidak terpengaruh iklim; (2) dipengaruhi pasang surut; (3) tanah tergenang air laut; (4) tanah rendah pantai; (5) hutan tidak mempunyai struktur tajuk; (6) jenis-jenis pohonnya biasanya terdiri atas api-api (Avicenia Sp), pedada (Sonneratia), bakau (Rhizophora Sp), lacang (Bruguiera Sp), nyirih (Xylocarpus Sp), nipah (Nypa Sp) dan lain-lain.

Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari genangan pada saat pasang rendah. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove. “Mangrove” adalah vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut.

Hutan mangrove adalah sebutan umum yang digunakan untuk menggambarkan suatu komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa species pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin.

Hutan mangrove disebut juga “Coastal Woodland” (hutan pantai) atau “Tidal Forest” (hutan surut)/hutan bakau, yang merupakan formasi tumbuhan litoral yang karakteristiknya terdapat di daerah tropika.

Fungsi ekosistem mangrove mencakup: fungsi fisik; menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi laut (abrasi) dan intrusi air laut; dan mengolah bahan limbah. Fungsi biologis ; tempat pembenihan ikan, udang, tempat pemijahan beberapa biota air; tempat bersarangnya burung; habitat alami bagi berbagai jenis biota. Fungsi ekonomi sebagai sumber bahan bakar (arang kayu bakar), pertambakan, tempat pembuatan garam, dan bahan bangunan.

Ekosistem mangrove, baik secara sendiri maupun secara bersama dengan ekosistem padang lamun dan terumbu karang berperan penting dalam stabilisasi suatu ekosistem pesisir, baik secara fisik maupun secara biologis, disamping itu, ekosistem mangrove merupakan sumber plasma nutfah yang cukup tinggi (misal, mangrove di Indonesia terdiri atas 157 jenis tumbuhan tingkat tinggi dan rendah, 118 jenis fauna laut dan berbagai jenis fauna darat. Ekosistem mangrove juga merupakan perlindungan pantai secara alami untuk mengurangi resiko terhadap bahaya tsunami. Hasil penelitian yang dilakukan di Teluk Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan bahwa dengan adanya ekosistem mangrove telah terjadi reduksi tinggi gelombang sebesar 0,7340, dan perubahan energi gelombang sebesar (E) = 19635.26 joule.

Karena karakter pohon mangrove yang khas, ekosistem mangrove berfungsi sebagai peredam gelombang dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur, dan perangkap sedimen. Disamping itu, ekosistem mangrove juga merupakan penghasil detritus dan merupakan daerah asuhan (nursery ground), daerah untuk mencari makan (feeding ground), serta daerah pemijahan (spawning ground) bagi berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya. Juga sebagai pemasok larva ikan, udang, dan sebagai tempat pariwisata. Hasil dari hutan mangrove dapat berupa kayu, bahan bangunan, chip, kayu bakar, arang kulit kayu yang menghasilkan tanin (zat penyamak) dan lain-lain termasuk hasil-hasil produk dari ekosistem hutan mangrove, berupa :
  1. Bahan bakar; kayu bakar, arang dan alkohol.
  2. Bahan bangunan; balok perancah, bangunan, jembatan, balok rel kereta api, pembuatan kapal, tonggak dan atap rumah. Tikar bahkan pagar pun menggunakan jenis yang berasal dari hutan mangrove.
  3. Makanan; obat-obatan dan minuman, gula alkohol, asam cuka, obat- obatan.
  4. Perikanan; tiang-tiang untuk perangkap ikan, pelampung jaring, pengeringan ikan, bahan penyamak jaring dan lantai.
  5. Pertanian, makanan ternak, pupuk dsb.
  6. Produksi kertas; berbagai macam kertas
Hutan mangrove merupakan sumber daya alam daerah tropis yang mempunyai manfaat ganda baik dari aspek sosial ekonomi maupun ekologi. Besarnya peranan ekosistem hutan mangrove bagi kehidupan dapat diketahui dari banyaknya jenis hewan baik yang hidup di perairan, di atas lahan maupun di tajuk- tajuk pohon mangrove atau manusia yang bergantung pada hutan mangrove tersebut. Manfaat ekonomis diantaranya terdiri atas hasil berupa kayu (kayu bakar, arang, kayu konstruksi) dan hasil bukan kayu (hasil hutan ikutan dan pariwisata). Manfaat ekologis, yang terdiri atas berbagai fungsi lindungan baik bagi lingkungan ekosistem daratan dan lautan maupun habitat berbagai jenis fauna, diantaranya :
  1. Sebagai proteksi dari abrasi/erosi, gelombang atau angin kencang
  2. Pengendali intrusi air laut
  3. Habitat berbagai jenis fauna
  4. Sebagai tempat mencari makan, memijah dan berkembang biak berbagai jenis ikan dan udang
  5. Pembangun lahan melalui proses sedimentasi
  6. Pengontrol penyakit malaria
  7. Memelihara kualitas air (meredukasi polutan, pencemar air)
  8. Penyerap CO2 dan penghasil O2 yang relatif tinggi disbanding tipe hutan lain.

Lebih lanjut Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur, menyatakan bahwa ekosistem hutan mangrove mempunyai peranan dan fungsi penting yang dapat mendukung kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung, adalah sebagai berikut
1. Fungsi ekologis ekosistem hutan mangrove menjamin terpeliharanya:
  • Lingkungan fisik, yaitu perlindungan pantai terhadap pengikisan oleh ombak dan angin, pengendapan sedimen, pencegahan dan pengendalian intrusi air laut ke wilayah daratan serta pengendalian dampak pencemaran air laut.
  • Lingkungan biota, yaitu sebagai tempat berkembang biak dan berlindung biota perairan seperti ikan, udang, moluska dan berbagai jenis reptil serta jenis-jenis burung serta mamalia. c. Lingkungan hidup daerah di sekitar lokasi (khususnya iklim makro).
2. Fungsi Sosial dan ekonomis, yaitu sebagai:
  • Sumber mata pencaharian dan produksi berbagai jenis hasil hutan dan hasil hutan ikutannya.
  • Tempat rekreasi atau wisata alam.
  • Obyek pendidikan, latihan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Secara garis besar ekosistem hutan mangrove mempunyai dua fungsi utama, yaitu fungsi ekologis dan fungsi sosial ekonomi. Fungsi ekologis ekosistem hutan adalah sebagai berikut :
  1. Dalam ekosistem hutan mangrove terjadi mekanisme hubungan antara ekosistem mangrove dengan jenis-jenis ekosistem lainnya seperti padang lamun dan terumbu karang.
  2. Dengan sistem perakaran yang kokoh ekosistem hutan mangrove mempunyai kemampuan meredam gelombang, menahan lumpur dan melindungi pantai dari abrasi, gelombang pasang dan taufan.
  3. Sebagai pengendalian banjir, hutan mangrove yang banyak tumbuh di daerah estuaria juga dapat berfungsi untuk mengurangi bencana banjir.
  4. Hutan mangrove dapat berfungsi sebagai penyerap bahan pencemar (environmental service), khususnya bahan-bahan organic.
  5. Sebagai penghasil bahan organik yang merupakan mata rantai utama dalam jaring-jaring makanan di ekosistem pesisir, serasah mangrove yang gugur dan jatuh ke dalam air akan menjadi substrat yang baik bagi bakteri dan sekaligus berfungsi membantu proses pembentukan daun-daun tersebut menjadi detritus. Selanjutnya detritus menjadi bahan makanan bagi hewan pemakan seperti : cacing, udang-udang kecil dan akhirnya hewan-hewan ini akan menjadi makanan larva ikan, udang, kepiting dan hewan lainnya.
  6. Merupakan daerah asuhan (nursery ground) hewan-hewan muda (juvenile stage) yang akan bertumbuh kembang menjadi hewan-hewan dewasa dan juga merupakan daerah pemijahan (spawning ground) beberapa perairan seperti udang, ikan dan kerang-kerangan.
Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara, atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia. Kekhasan ekosistem mangrove Indonesia adalah memiliki keragaman jenis yang tertinggi di dunia. Sebaran mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan dan Papua. Luas penyebaran mangrove terus mengalami penurunan dari 4,25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi sekitar 3,24 juta hektar pada tahun 1987, dan tersisa seluas 2,50 juta hektar pada tahun 1993. Kecenderungan penurunan tersebut mengindikasikan bahwa terjadi degradasi hutan mangrove yang cukup nyata, yaitu sekitar 200 ribu hektar/tahun. Hal tersebut disebabkan oleh kegiatan konversi menjadi lahan tambak, penebangan liar dan sebagainya. Indonesia memiliki vegetasi hutan mangrove yang keragaman jenis yang tinggi. Jumlah jenis yang tercatat mencapai 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 19 jenis liana, 44 jenis epifit, dan 1 jenis sikas. Terdapat sekitar 47 jenis vegetasi yang spesifik hutan mangrove.

Dalam hutan mangrove, paling tidak terdapat salah satu jenis tumbuhan mangrove sejati, yang termasuk ke dalam empat famili: Rhizoporaceae (Rhizophora, Bruguiera, dan Ceriops), Sonneratiaceae (Sonneratia), Avicenniaceae (Avicennia), dan Meliaceae (Xylocarpus). Pohon mangrove sanggup beradaptasi terhadap kadar oksigen yang rendah, terhadap salinitas yang tinggi, serta terhadap tanah yang kurang stabil dan pasang surut. Ekosistem mangrove terdiri dari hutan atau vegetasi mangrove yang merupakan komunitas pantai tropis. Secara umum, karakteristik habitat hutan mangrove tumbuh pada daerah intertidal yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung, dan/atau berpasir.

Daerah habitat mangrove tergenang air laut secara berkala, setiap hari, atau pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan menentukan komposisi vegetasi hutan mangrove. Hutan mangrove menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat serta terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat. Habitat hutan mangrove memiliki air bersalinitas payau (2-22 bagian per mil) hingga asin (mencapai 38 bagian permil). Hutan mangrove banyak ditemukan di pantai-pantai teluk yang dangkal, estuaria, dan daerah pantai yang terlindung.

Seperti kita ketahui, hutan mangrove merupakan tipe ekosistem peralihan darat dan laut yang mempunyai multi fungsi, yaitu selain sebagai sumberdaya potensial bagi kesejahteraan masyarakat dari segi ekonomi, sosial juga merupakan pelindung pantai dari hempasan ombak. Oleh karena itu dalam usaha pengembangan ekonomi kawasan mangrove seperti pembangkit tenaga listrik, lokasi rekreasi, pemukiman dan sarana perhubungan serta pengembangan pertanian pangan, perkebunan, perikanan dan kehutanan harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan kelestarian sumber daya wilayah pesisir. Pertumbuhan penduduk yang pesat menyebabkan tuntutan untuk mendayagunakan sumberdaya mangrove terus meningkat.
Secara garis besar ada dua faktor penyebab kerusakan hutan mangrove, yaitu :
1. Faktor manusia
yang merupakan faktor dominan penyebab kerusakan hutan mangrove dalam hal pemanfaatan lahan yang berlebihan.
2. Faktor alam, seperti : banjir, kekeringan dan hama penyakit, yang merupakan faktor penyebab yang relatif kecil .
Faktor-faktor yang mendorong aktivitas manusia untuk memanfaatkan hutan mangrove dalam rangka mencukupi kebutuhannya sehingga berakibat rusaknya hutan, antara lain :
a. Keinginan untuk membuat pertambakan dengan lahan yang terbuka dengan harapan ekonomis dan menguntungkan, karena mudah dan murah.
b. Kebutuhan kayu bakar yang sangat mendesak untuk rumah tangga, karena tidak ada pohon lain di sekitarnya yang bisa ditebang.
c. Rendahnya pengetahuan masyarakat akan berbagai fungsi hutan mangrove.
d. Adanya kesenjangan sosial antara petani tambak tradisional dengan pengusaha tambak modern, sehingga terjadi proses jual beli lahan yang sudah tidak rasional. Tekanan pada ekosistem mangrove yang berasal dari dalam, disebabkan karena pertumbuhan penduduk dan yang dari luar sistem karena reklamasi lahan dan eksploitasi mangrove yang makin meningkat telah menyebabkan perusakan menyeluruh atau sampai tingkat-tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Dibeberapa tempat ekosistem mangrove telah diubah sama sekali menjadi ekosistem lain. Terdapat ancaman yang semakin besar terhadap daerah mangrove yang belum diganggu dan terjadi degradasi lebih lanjut dari daerah yang mengalami tekanan baik oleh sebab alami maupun oleh perbuatan manusia.

Kerusakan ekosistem mangrove dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain :
1. Kurang dipahaminya kegunaan ekosistem mangrove.
2. Tekanan ekonomi masyarakat miskin yang bertempat tinggal dekat atau sebagai bagian dari ekosistem mangrove.
3. Karena pertimbangan ekonomi lebih dominan daripada pertimbangan lingkungan hidup.

Beberapa permasalahan yang terdapat di kawasan hutan mangrove yang berkaitan dengan upaya kelestarian fungsinya adalah :
1. Pemanfaatan Ganda Yang Tidak Terkendali Pemanfaatan ganda antar berbagai sektor dan Penggunaan sumberdaya yang berlebihan telah menyebabkan terjadi pengikisan pantai oleh air laut. Sesuai dengan fungsi hutan mangrove sebagai penahan ombak. Di beberapa daerah kawasan pantai hutan mangrove sudah banyak yang hilang sehingga lahan pantai terkikis oleh ombak. Di wilayah Teluk Jakarta pemanfaatan yang ada sekarang saling berkompetisi, seperti perluasan areal pelabuhan, industri, transportasi laut, permukiman dan kehutanan. Demikian juga di Bali, khususnya di kawasan hutan mangrove Suwung, pembangunan landasan udara Ngurah Rai Bali menyebabkan pantai Kuta terabrasi. Pemanfaatan demikian yang kurang menguntungkan ditinjau dari aspek keseimbangan lingkungan, karena dapat menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan wilayah pesisir. Disamping itu, pengelolaan hutan mangrove belum berkembang, baik dalam hal silvikultur, sumberdaya manusia, kelembagaan, perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasannya. Akibatnya banyak terjadi perusakan hutan mangrove seperti penebangan yang tidak terkendali, sehingga pemanfaatannya melampaui kemampuan sumberdaya alam untuk meregenerasi.
2. Permasalahan Tanah Timbul Akibat Sedimentasi Yang Berkelanjutan
Di daerah muara sungai banyak dijumpai tanah timbul karena endapan lumpur yang terus-menerus terbawa dari daerah hulu sungai. Permasalahan utama yang muncul adalah tentang status tanah timbul tersebut. Karena lokasinya umumnya berdekatan dengan lahan kehutanan, maka sering terjadi status penguasaannya langsung menjadi kawasan hutan, walaupun oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk kepentingan mereka, tanpa mengindahkan status tanahnya. Hal ini sering menimbulkan konflik penguasaan. Contoh : kasus kawasan di Segara Anakan, dan kawasan Pantura Jawa, kawasan Sulawesi Selatan dan lain-lain.
3. Konversi Hutan Mangrove,
Hampir semua bentuk pemanfaatan lahan di wilayah pesisir berasal dari konversi hutan mangrove. Hutan mangrove sepanjang pantai utara Jawa, Bali Selatan dan Sulawesi Selatan bagian barat telah dikonversi menjadi kawasan permukiman, tambak, kawasan industri, pelabuhan, lading garam dan lain-lain. Kebanyakan konversi hutan mangrove menjadi bentuk pemanfaatan lain belum banyak ditata berdasarkan kemampuan dan peruntukan pembangunan, sehingga menimbulkan kondisi yang kurang menguntungkan dilihat dari manfaat regional dan nasional. Oleh karena itu pemanfaatan hutan mangrove yang tersisa atau upaya rehabilitasinya harus sesuai dengan potensi dan rencana pemanfaatan yang lainnya dengan mempertimbangkan kelestarian ekosistem, manfaat ekonomi dan penguasaan teknologi.
4. Permasalahan Sosial Ekonomi
Meningkatkannya pertumbuhan penduduk dan laju pembangunan di wilayah pesisir, khususnya Jawa, Bali, Sulawesi dan Lampung menyebabkan timbulnya ketidak seimbangan antara permintaan kebutuhan hidup, kesempatan dengan persediaan sumber daya alam pesisir yang ada . Upaya pengembangan pertanian intensif (coastal agriculture), dan kegiatan serta kesempatan yang berorientasi kelautan masih terbatas dikembangkan. Di pantai utara Jawa, hampir semua hutan mangrove telah habis dirombak menjadi kawasan pemukiman, perhotelan, tambak dan sawah yang berorientasi kepada ekosistem daratan. Pemanfaatan sumber daya alam wilayah pesisir mestinya tidak hanya terbatas pada hutan mangrove atau tambak saja tapi juga eksploitasi terumbu karang yang telah melampaui batas, sehingga sulit dapat pulih kembali. Hal ini terjadi di Bali Selatan, pantai utara Jawa Tengah.
5. Permasalahan Kelembagaan dan Pengaturan Hukum Kawasan Pesisir dan Lautan
Sering terjadi tumpang tindih, konflik dan ketidakjelasan kewenangan antara instansi sektoral pusat dan daerah. Hal tersebut menyebabkan simpang siur tanggung jawab dan prosedur perizinan untuk kegiatan pembangunan pesisir dan lautan. Contahnya seperti pembukaan lahan di kawasan pesisir, usaha penggalian pasir laut, reklamasi, penangkapan ikan dan pengambilan terumbu karang dan lain-lain. Akibat tersebut menyebabkan terus meningkatnya perusakan ekosistem kawasan pesisir dan lautan khususnya kawasan hutan mangrove.
6. Permasalahan Informasi Kawasan Pesisir Keberadaan data dan informasi serta ilmu pengetahuan teknologi yang berkaitan dengan tipologi ekosisitem pesisir Keanekaragaman hayati, lingkungan sosial budaya, peluang ekonomi dan peran serta keluarga, sumber daya hutan mangrove masih terbatas sehingga belum dapat mendukung penataan ruang kawasan pesisir, pembinaan dalam pemanfaatan secara lestari, perlindungan kawasan serta rehabilitasinya.



Ekosistem mangrove yang rusak dapat dipulihkan dengan cara restorasi/rehabilitasi. Restorasi dipahami sebagai usaha mengembalikan kondisi lingkungan kepada kondisi semula secara alami. Campur tangan manusia diusahakan sekecil mungkin terutama dalam memaksakan keinginan untuk menumbuhkan jenis mangrove tertentu menurut yang dipahami/diingini manusia. Dengan demikian, usaha restorasi semestinya mengandung makna memberi jalan/peluang kepada alam untuk mengatur/memulihkan dirinya sendiri. Kita manusia pelaku mencoba membuka jalan dan peluang serta mempercepat proses pemulihan terutama karena dalam beberapa kondisi, kegiatan restorasi secara fisik akan lebih murah dibanding kita memaksakan usaha penanaman mangrove secara langsung. Restorasi perlu dipertimbangkan ketika suatu sistem telah berubah dalam tingkat tertentu sehingga tidak dapat lagi memperbaiki atau memperbaharui diri secara alami. Dalam kondisi seperti ini, ekositem homeastatis telah berhenti secara permanen dan proses normal untuk suksesi tahap kedua atau perbaikan secara alami setelah kerusakan terhambat oleh berbagai sebab. Secara umum, semua habitat bakau dapat memperbaiki kondisinya secara alami dalam waktu 15 - 20 tahun jika:
(1) kondisi normal hidrologi tidak terganggu, dan;
(2) ketersediaan biji dan bibit serta jaraknya tidak terganggu atau terhalangi.


Jika kondisi hidrologi adalah normal atau mendekati normal tetapi biji bakau tidak dapat mendekati daerah restorasi, maka dapat direstorasi dengan cara penanaman. Oleh karena itu habitat bakau dapat diperbaiki tanpa penanaman, maka rencana restorasi harus terlebih dahulu melihat potensi aliran air laut yang terhalangi atau tekanan-tekanan lain yang mungkin menghambat perkembangan bakau. Terdapat tiga parameter lingkungan yang menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan mangrove, yaitu:
(1) suplai air tawar dan salinitas, dimana ketersediaan air tawar dan konsentrasi kadar garam (salinitas) mengendalikan efisiensi metabolik dari ekosistem hutan mangrove. Ketersediaan air tawar tergantung pada
(a) frekuensi dan volume air dari system sungai dan irigasi dari darat,
(b) frekuensi dan volume air pertukaran pasang surut, dan;
(c) tingkat evaporasi ke atmosfer.

(2) Pasokan nutrien: pasokan nutrient bagi ekosistem mangrove ditentukan oleh berbagai proses yang saling terkait, meliputi input dari ion-ion mineral an-organik dan bahan organik serta pendaurulangan nutrien. Secara internal melalui jaringan-jaringan makanan berbasis detritus (detrital food web).

Pendekatan teknis yang dilakukan dalam kegiatan Perhutanan Sosial adalah dengan sistem silvofishery. Sistem ini merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah yang cukup efektif dan ekonomis. Aspek keuntungan yang diperoleh dengan model silvofishery ini antara lain dapat meningkatkan lapangan kerja (aspek sosial), dapat mengatasi masalah pangan dan energi (aspek ekonomi) serta kestabilan iklim mikro dan konservasi tanah (aspek ekologi).Pola ini dipandang sebagai pola pendekatan teknis yang dianggap cukup baik, karena selain petani dapat memanfaatkan lahan untuk kegiatan pemeliharaan ikan, pihak Perum Perhutani secara tidak langsung menjalin hubungan kerja sama yang saling menguntungkan. Pola silvofishery yang digunakan adalah pola komplangan (Gambar 1) dan empang parit (Gambar 2).

Perhutanan Sosial yang dilakukan oleh Perum Perhutani merupakan program pembangunan, pemeliharaan dan pengamanan hutan dengan cara mengikutsertakan masyarakat dalam pengelolaan hutan. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi- fungsi hutan secara optimal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus perbaikan lingkungan dan kelestariannya yang pelaksanaannya terbatas dikawasan hutan. Berdasarkan pengertian tersebut diharapkan Perhutanan Sosial dapat memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan tekanan sosial budaya penduduk di sekitar hutan yang berakibat turunnya produktivitas lahan dan fungsihutan maupun kualitas lingkungan biofisik di sekitarnya.

Surat Keputusan Direksi Perum Perhutani No. 60.2/Kpts/DIR/1988 merupakan Pedoman Pelaksanaan Perhutanan Sosial. Penggarap empang dianggap sebagai mitra sejajar dalam pembangunan hutan atas dasar saling menguntungkan. Perhutanan Sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pola agroforestry. Agroforestry merupakan suatu alternatif yang cukup efektif dalam upaya untuk menyatukan kepentingan antara kehutanan dengan masyarakat sekitar hutan, khususnya Kelompok Tani Hutan sehingga terjalin hubungan mitra pembangunan yang harmonis yang saling menguntungkan.

Dalam system agroforestry, penggunaan lahan pada dasarnya dititikberatkan pada salah satu usaha tanaman pangan, peternakan atau kehutanan. Jika tanaman kehutanan dikombinasikan dengan pertambakan ikan atau udang disebut silvofishery. Tujuan kegiatan Perhutanan Sosial di hutan mangrove ini sama halnya dengan di kawasan hutan produksi, yaitu : untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan memelihara ekosistem hutan mangrove. Hal ini dilakukan dengan dua macam pendekatan, yaitu pendekatan teknis dan non teknis.

Gambar 1. Pola Komplangan

1. Pendekatan Teknis
Keterangan :
a. pintu air 2 buah (pintu masuk dan keluar)
b. tanggul pemisah
c. areal bertegakan hutan dengan pasang surut bebas
d. empang pemeliharaan ikan

Keuntungan
- cahaya matahari yang menyinarinya cukup baik
- dapat diterapkan budidaya semi intensif
- perkembangan hutan dan ikan tidak saling menghambat

Hambatan :
- membutuhkan biaya investasi untuk pembuatan empang

Gambar 2 Pola empang parit

Keterangan :
a. pintu air untuk pemeliharaan ikan
b. saluran air pasang surut bebas untuk hutan
c. empang tempat pemeliharaan ikan lebar maksimum 5 meter
d. areal tegakan hutan dengan pasang surut bebas
e. tanggul

Keuntungan :
- cahaya matahari yang menyinari cukup baik
- biaya penyempurnaan empang parit dapat dilaksanakan secara bertahap setiap pemeliharaan

Hambatan :
- pemeliharaan ikan kurang terintegrasi
- lebar parit terbatas sehingga cahaya matahari yang menyinari tidak cukup banyak

2. Pendekatan Non Teknis
Dalam melaksanakan pendekatan non teknis ini perlu dibentuk suatu organisasi penggarap kawasan hutan ialah “Kelompok Tani Hutan” (KTH), dimana para petani penggarap membangun hutan mangrove bersama-sama dengan kelompoknya dan membentuk program kerja yang akan di laksanakannya. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas, perlu adanya pembentukan organisasi dan tanggung jawab masing-masing seksi dari kelompok tani hutan. KTH ini perlu pula dilengkapi dengan koperasi sebagai wadah penyediaan sarana produksi pertanian atau sarana pengolahan hasil. Untuk mempermudah pembinaan petani empang parit, para petani dikelompokkan dalam wadah Kelompok Tani Hutan (KTH) dan diberikan penyuluhan secara intensif. Tugas dari Kelompok Tani Hutan (KTH) antara lain :
1. Melaksanakan tanaman hutan disetiap lokasi garapan masing-masing.
2. Ikut menerbitkan pemukiman/perambah dalam kawasan hutan mangrove
3. Gotong royong memperbaiki saluran air yang dangkal untuk memperlancar pasang surut air laut dan aliran sungai
4. Secara rutin mengadakan pertemuan untuk membahas permasalahan yang dihadapi, diantaranya cara budidaya ikan, udang, kepiting dikawasan hutan mangrove.
5. Disamping itu melakukan usaha koperasi simpan pinjam, pelayanan saprodi, pemasaran hasil ikan dan pengembangan pengolahan ikan. Produksi ikan dari silvofishery seluruhnya menjadi hak penggarap anggota KTH.


Usaha pemulihan ekosistem mangrove di beberapa daerah, baik di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, maupun Irian Jaya telah sering kita lihat. Upaya ini biasanya berupa proyek yang berasal dari Departemen Kehutanan ataupun dari Pemerintah daerah setempat. Namun hasil yang diperoleh relatif tidak sesuai dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan oleh pemerintah. Padahal dalam pelaksanaannya tersedia biaya yang cukup besar, tersedia tenaga ahli, tersedia bibit yang cukup, pengawasan cukup memadai, dan berbagai fasilitas penunjang yang lainnya. Mengapa hasilnya kurang memuaskan? Salah satu penyebabnya adalah kurangnya peran serta masyarakat dalam ikut terlibat upaya pengembangan wilayah, khususnya rehabilitasi hutan mangrove; dan masyarakat masih cenderung dijadikan obyek, bukan subyek dalam upaya pembangunan.

Dalam pelaksanaan pemulihan ekosistem mangrove yang telah terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini dilakukan atas perintah dari atas. Seperti suatu kebiasaan dalam suatu proyek apapun yang namanya rencana itu senantiasa datangnya dari atas; sedangkan bawahan (masyarakat) sebagai ujung tombak pelaksana proyek hanya sekedar melaksanakan perintah atau dengan istilah populer dengan pendekatan top-down.

Pelaksanaan proyek semacam ini tentu saja kurang memberdayakan potensi masyarakat, padahal idealnya masyarakat tersebutlah yang harus berperan aktif dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove tersebut, sedangkan pemerintah hanyalah sebagai penyedia dana, pengontrol, dan fasilitator berbagai kegiatan yang terkait. Akibatnya setelah selesai proyek tersebut, yaitu saat dana telah habis tentu saja pelaksana proyek tersebut juga merasa sudah habis pula tanggung jawabnya.

Di sisi lain masyarakat tidak merasa ikut memiliki (sense of belonging tidak tumbuh) hutan mangrove tersebut. Begitu pula, seandainya hutan mangrove tersebut telah menjadi besar, maka masyarakat merasa sudah tidak ada lagi yang mengawasinya, sehingga mereka dapat mengambil atau memotong hutan mangrove tersebut secara bebas. Masyarakat beranggapan bahwa hutan mangrove tersebut adalah milik pemerintah dan bukan milik mereka, sehingga jika masyarakat membutuhkan mereka tinggal mengambil tanpa merasa diawasi oleh pemerintah atau pelaksana proyek. Begitulah pengertian yang ada pada benak masyarakat pesisir yang dekat dengan hutan mangrove yang telah mereka rehabilitasi. Seyogyanya upaya pemulihan ekosistem mangrove adalah atas biaya pemerintah, sedangkan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi keberhasilan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan semuanya dipercayakan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut dapat juga melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bersama perangkat desa, pemimpin umat, dan lain-lain. Masyarakat pesisir secara keseluruhan perlu mendapat pengertian bahwa hutan mangrove yang akan mereka rehabilitasi akan menjadi milik masyarakat dan untuk masyarakat, khususnya yang berada di daerah pesisir. Dengan demikian semua proses rehabilitasi atau reboisasi hutan mangrove yang dimulai dari proses penanaman, perawatan, penyulaman tersebut dilakukan oleh masyarakat. Melalui mekanisme ini, masyarakat tidak merasa dianggap sebagai “kuli”, melainkan ikut memiliki hutan mangrove tersebut, karena mereka merasa ikut merencanakan penanaman dan lain-lain.

Masyarakat merasa mempunyai andil dalam upaya rehabilitasi hutan mangrove tersebut, sehingga status mereka akan berubah, yaitu bukan sebagai kuli lagi melainkan ikut memilikinya. Dari sini akan tergambar andaikata ada sekelompok orang yang bukan anggota masyarakat yang ikut menaman hutan mangrove tersebut ingin memotong sebatang tumbuhan mangrove saja, maka mereka tentu akan ramai- ramai mencegah atau mengingatkan bahwa mereka menebang pohon tanpa ijin. Ini merupakan salah satu contoh kasus kecil dalam perusakan hutan mangrove yang telah dihijaukan, kemudian dirusak oleh anggota masyarakat lainnya yang bukan anggota kelompoknya. Pelaksanaan rehabilitasi hutan mangrove dengan penekanan pada pemberdayaan masyarakat setempat ini biasa dikenal dengan istilah pendekatan bottom- up.

Gambar: Pendekatan Buttom-up

Hasil dari kegiatan dengan pendekatan bottom up ini akan menjadikan masyarakat enggan untuk merusak hutan mangrove yang telah mereka tanam, sekalipun tidak ada yang mengawasinya; karena masyarakat sadar bahwa kayu yang mereka potong tersebut sebenarnya adalah milik mereka bersama. Tugas pemerintah hanyalah memberikan pengarahan secara umum dalam pemanfaatan hutan mangrove secara berkelanjutan, sebab tanpa arahan yang jelas nantinya akan terjadi konflik kepentingan dalam pengelolaan dalam jangka panjang.



Dari sini nampak bahwa pendekatan bottom up relatif lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan top down dalam pelaksanan pemulihan ekosistem, selain itu “pemerintah atau pemilik modal” tidak terlalu berat melakukannya, karena masyarakat dapat berlaku aktif pada proses pelaksanaan pemulihan tersebut, dan pada masyarakat pesisir akan timbul rasa ikut memiliki terhadap hutan mangrove yang telah berhasil mereka hijaukan. Dengan demikian pelaksanaan suatu proyek dengan pendekatan bottom up atau menumbuhkan adanya partisipasi dari anggota masyarakat ini juga sekaligus merupakan proses pendidikan pada masyarakat secara tidak langsung.