Apakah Kita pernah merasa dikecewakan oleh orang lain?

Apakah Kita pernah merasa dikecewakan oleh orang lain?
Pasti tidak enak ya, apalagi jika yang mengecewakan itu adalah orang yang kita percayai.
Lalu Menjaga Perasaan Tidak Kecewakan Karena Orang Lain ....?


Orang yang dikira baik ternyata dibelakang tidak seperti yang kita kira.
Pertanyaannya sekarang adalah; apakah kita benar-benar ‘dikecewakan’ ataukah kita hanya ‘merasa’ dikecewakan oleh orang itu?
Jangan-jangan sebenarnya mereka tidak mengecewakan kita, tetapi kitalah yang merespon apa yang mereka lakukan itu sebagai suatu kekecewaan, lho.
Jika Kita pernah kecewa, tentu Kita tahu betapa melelahkannya perasaan itu.
Kebahagiaan kita terrenggut, waktu tidur kita berkurang, air mata kita terkuras.
Perasaan hati kita juga menjadi gundah dan gelisah.

Maka dari itu, jangan terlalu lama membiarkan kekecewaan menguasai diri kita.

Untuk itu, saya ingin mengajak Kita semua untuk sama-sama menyimak 5 hal yang bisa membantu memerdekakan jiwa kita dari kekecewaan. Berikut ini uraiannya:


1. Mengakui bahwa diri kita tidak sempurna.
Apabila orang lain berkomentar negatif tentang diri Kita, atau menggunjingkan kekurangan-kekurangan diri Kita, maka Kitatidak perlu kecewa. Terima saja, meskipun belum tentu yang mereka gunjingkan itu benar. Bersyukurlah jika ada orang yang bersedia menunjukkan ketidaksempurnaan Kita. Jika mereka salah, maka itu akan menjadi tambahan pahala bagi Kita. Tapi jika mereka benar, maka itu merupakan proses penyadaran untuk memperbaiki ketidaksempurnaan yang ada pada diri Kita. Semoga dengan begitu kita bisa terus memperbaiki diri. Meski tidak mudah, Insya Allah ada jalan untuk perbaikan selama kita berusaha.


2. Menyadari bahwa orang lain juga tidak sempurna.
Rasa kecewa sering kali disebabkan oleh penilaian yang terlalu tinggi kepada seseorang. “Kalau orang lain yang melakukannya aku masih bisa ngerti. Tapi, kok bisa-bisanya sih dia melakukan itu?” Begitu kan kita sering berkata saat kecewa? Siapapun dia hanyalah manusia biasa yang bisa berbuat salah atau dosa. Jika kita tidak sempurna, dia juga sama. Jadi sudah, relakan saja. Dia hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna. Wajar jika dia melakukan sesuatu yang mengecewakan. Tidak usah diperpanjang karena kita sudah tahu betapa tidak sempurnanya dia.


3. Menerima kenyataan bahwa lidah tidak selalu sejalan dengan hati.
Banyak orang yang kecewa kepada orang lain karena dia mengira bahwa apa yang dikatakan orang itu pastinya sama dengan apa yang ada dalam hatinya. Padahal, tidak semua orang mengucapkan kata-kata yang sejalan dengan isi hatinya. Jika Kita sudah menyadari hal itu, maka Kita tidak akan terlalu kecewa saat mendapati perilaku seseorang yang bertolak belakang dengan ucapannya. Kita juga tidak akan terlalu kecewa kalau ada yang memuji Kita didepan, tetapi menjelek-jelekkan Kita dibelakang. Jika ada yang menjanjikan sesuatu kepada Kita tapi tidak kunjung diwujudkan; Kita juga tidak akan kecewa. Mengapa? Karena Kita sudah tahu bahwa lidah tidak selalu sejalan dengan hati. Jadi, tidak perlu heran. Enjoy aja….


4. Ingatlah bahwa Kita adalah pengendali diri Kita sendiri.
Jika orang lain berusaha mengecewakan Kita, tetapi Kita sendiri tidak merasa kecewa; kira-kira dia berhasil membuat Kita kecewa atau tidak? Jelas sekali ya, bahwa yang menentukan apakah kita kecewa atau tidak itu bukan perlakuan orang lain kepada kita. Melainkan sikap yang kita ambil sendiri. Jika ada orang yang berusaha mengecewakan kita, biarkan saja. Sebab selama kita memilih tidak kecewa, maka kita akan baik-baik saja. Bersyukurlah karena Tuhan telah memberi kita kekuatan untuk mengambil kendali kepada diri kita sendiri. Selama Kita memegang kendali itu, tidak seorang pun bisa menjatuhkan jiwa Kita.



5. Meyakini bahwa segala sesuatunya tertera dalam catatan Tuhan.
Selama Kita masih punya keyakinan kepada Tuhan, percaya deh semuanya akan baik-baik saja. Perkataan orang yang menjatuhkan Kita. Perbuatan orang yang merugikan Kita. Fitnahan, gunjingan, dan berita yang mengada-ada tercatat lengkap dalam buku yang dipegang terus oleh malaikat di kiri dan kanan. Kita tidak perlu ambil pusing soal semua itu, apalagi harus membalas dendam. Percayalah, bahwa Gusti Allah ora sare. Tuhan tidak pernah lengah.


Sudahlah, tidak usah kecewa lagi.
Sayang energy kita terbuang percuma.
Mendingan berserah diri saja kepada yang Maha Kuasa dengan keikhlasan dalam menerimanya.
Siapa tahu dengan begitu kita semakin disayang oleh Tuhan.


Jangan terlalu terpukau oleh tulisan dan perkataan saya.
Jika Kita tahu siapa kita yang sebenarnya, mungkin Kita pun akan merasa kecewa juga.


Good Bless Us....;)

”Pahamilah dokumen JobDesc Kita, lalu segeralah lupakan!” Lho, mengapa harus melupakan JobDesc?

Saya memahami bahwa setiap karyawan berkewajiban untuk tunduk kepada Job Description (JobDesc) yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Bukan hanya di perusahaan yang sudah memiliki JobDesc. Bahkan perusahaan yang belum punya pun berlomba mempekerjakan konsultan HRD untuk membuat JobDesc. Nasihat terbaik saya kepada kita soal ini adalah;”Pahamilah dokumen JobDesc kita, lalu segeralah lupakan dia!” Lho, mengapa harus melupakan JobDesc itu?

Selama bekerja sebagai seorang profesional di beberapa perusahaan dan lembaga non profit, saya telah menangani berbagai macam posisi. Selama itu pula saya langsung melupakan JobDesc jabatan saya sesaat setelah saya memahaminya. Tetapi, saya perlu sampaikan bahwa justru dengan cara seperti itu saya mendapatkan karir yang relatif lebih baik dibandingkan rata-rata orang lain yang memulai karir seperti saya. Itulah sebabnya, mengapa saya sangat percaya diri untuk menyampaikan nasihat itu kepada kita semua. Untuk membantu kita memahaminya, ijinkan saya menjelaskan 5 fakta tidak terbantahkan tentang JobDesc.

Berikut ini uraiannya.


1. JobDesc itu dibuat dalam ukuran rata-rata.
Setiap JobDesc dibuat untuk mengakomodasi aspek-aspek pekerjaan yang harus ditangani oleh seseorang yang memegang jabatan tertentu. Tidak peduli siapa orang yang memegang jabatan itu, maka dia harus memenuhi tuntutan JobDesc itu. Supaya semua pemegang jabatan mampu memenuhinya, maka JobDesc harus dibuat sedemikian rupa sehingga semua orang dapat memenuhinya. Artinya, JobDesc dibangun dengan standard rata-rata manusia. Percayakah jika saya katakan bahwa kita adalah seorang pribadi unggul yang melebihi rata-rata manusia? Jika kita percaya, maka kita harus bekerja melampaui JobDesc itu; karena dia dibuat sekedar untuk mewakili manusia rata-rata.


2. JobDesc menjebak Kita dalam standard yang rendah.
Segala sesuatu yang dibuat dengan ukuran rata-rata selalu memiliki standar yang rendah. Itu sudah pasti bagi mereka yang memiliki standard tinggi. Sekarang coba perhatikan, bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang bermain dengan standar yang rendah? Pencapaian dalam hidupnya juga rendah, bukan? Saya tidak yakin jika kita hanya ingin membuat pencapaian yang rendah dalam hidup kita. Jadi, lupakan JobDesc kita yang berstandard rendah itu, dan berusahalah untuk melampauinya.


3. JobDesc meninabobokan Kita dalam kata ‘selesai’.
Coba perhatikan, setiap kali kita berhasil menyelesaikan semua tugas yang tertera dalam JobDesc. KIta mengatakan kepada diri sendiri dan atasan Kita; “Saya sudah selesai, Pak.” Lalu kita benar-benar selesai. Padahal, kita memiliki kapasitas diri yang masih belum terdayagunakan. Semua kapasitas tinggi itu tidak dipakai karena kita merasa semuanya sudah selesai. Jadi, segeralah lupakan JobDesc kita, karena secara pelan-pelan dia membunuh potensi diri kita.


4. Kita berambisi untuk meraih karir yang lebih tinggi.
Setiap jabatan yang lebih tinggi, pasti tuntutan JobDescnya juga lebih tinggi. Agar kita dinilai layak menduduki jabatan tinggi, maka kita harus terlebih dahulu menunjukkan bahwa kita memang mampu menangani tugas dan tanggungjawab yang lebih tinggi. Jika kita terus menerus bermain dalam JobDesc sekarang yang rendah itu, maka kita tidak akan mampu menunjukkan kemampuan kita yang sesungguhnya. Maka akan sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan karir yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika kita lupakan JobDesc kita dengan melampui kinerja yang dituntutnya, maka akan sangat mudah untuk melihat bahwa kita pantasnya bukan di posisi itu, melainkan di tempat yang lebih tinggi.


5. JobDesc sudah sejak lama ditinggalkan para pesaing tangguh.
Tahukah kita mengapa ada orang-orang yang sedemikian cepatnya melesat dalam jalur cepat perjalanan karir mereka? Benar! Karena para pesaing tangguh itu sudah sejak lama meninggalkan JobDesc mereka dan melaju dengan standard pribadi mereka yang sangat tinggi. Ketika kebanyakan orang bermain dalam kubik kecil ruang kerja mereka, para pesaing tangguh itu menerapkan standard kelas dunia. Makanya, tidak heran jika mereka sangat sulit untuk dikejar kebanyakan orang.



Menjadi professional yang unggul itu bukan berarti menjadi seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kita pribadi pun melakukan banyak kesalahan. Sampai hari ini, kesalahan demi kesalahan kita buat; lalu belajar dari kesalahan itu. Selama proses itu berlangsung terus, maka kita yakin jika dari hari ke hari; kita meningkatkan patokan standard yang kita tetapkan.


Mereka yang bekerja sekedar untuk memenuhi tuntutan Job Desc belaka, hanya akan sampai kepada pencapaian rata-rata tanpa keunggulan apa-apa.



9 Tahapan Meningkatkan Kinerja Net-Book

Kehadiran Net-book mengambil hati banyak orang, walaupun dengan performa yang bahkan di bawah rata-rata, sehingga perlu dilakukan tahapan untuk memaksimalkan performa perangkat tersebut.

  1. Meningkatkan Produktivitas

Ukuran layar pada net-book biasanya tujuh sampai sepuluh inch, sehingga, jika sering menggunakannya, lebih baik diatur dengan external monitor yang berukuran lebih besar agar tidak merusak kesehatan mata. Dan dikarenakan ukurannya yang ultra portable, menyebabkan keyboard dan mouse yang ada di dalamnya memiliki ruang yang kurang ergonomic. Solusi praktisnya adalah menyediakan mouse dan keyboard eksternal, yang dapat dilipat atau digulung. Selain itu, Net-book umumnya memiliki 3 sel battery, kadang model hi-cap battery dengan kemampuan 4 sampai 6 jam kelistrikannya. Perlu dipertimbangkan untuk membeli battery tambahan, misalnya menjadi 6 sel. Net-book dengan 6 sel battery akan membantu saat ke-3 sel battery sebelumnya tidak bertahan lama dan kesulitan meng-charge-nya, terutama bila dalam perjalanan.

  1. Berikan Pelindung Terbaik

Tas atau pelindung terbaik untuk Netbook diperlukan untuk keamanan dan menempatkan charger atau accessories lainnya, sehingga memudahkan saat traveling. Banyak toko yang menyediakannya sesuai ukuran dan jenis yang beragam, kita tinggal memilih yang sesuai saja.

  1. Menambah Space dan RAM

Walaupun memiliki kapasitas space lebih banyak, tetap saja tidak cukup, sehingga solusinya adalah penyediaan external optical drives dan external hard drives yang semakin murah. Penggunaan kedua perangkat ini diperlukan saat mobilitas dengan perpindahan data tinggi. Selain itu penambahan kapasitas RAM juga akan meningkatkan kinerja Net-book, misalnya, sistem operasi Windows XP berkapasitas RAM 1 GB, akan menjadi lebih baik jika bertambah kapasitas RAM-nya sebanyak 2 GB.


  1. Memilih Sistem Operasi

Net-book biasanya memiliki embedded OS, dan tidak dianjurkan untuk meng-upgrade-nya, namun diperbolehkan men-downgrade-nya. Hal ini dikarenakan Net-book didesain dengan ultra-mini-portable computing tanpa processor berkecepatan tinggi, sehingga jika menggunakan sistem operasi Windows Vista akan lambat bahkan “hang”. Kita dapat men-downgrade-nya ke sistem Windows XP untuk “performance boost”.

  1. Install Aplikasi Penting

Dengan portabilitas dan sifat komputer kedua, semua aplikasi pada PC ingin berada di Net-book. Namun, pemilihan aplikasi perlu diperhatikan, sehingga aplikasi yang terinstall hanya yang diperlukan, bukan shareware, trial atau pre-installed, dan sebaiknya berlisensi, freeware, open-source dengan berkapasitas tidak besar. Misalnya, Google Chrome atau Firefox yang akan sangat membantu karena ringan dan cepat. Untuk menjadikan Net book berkemampuan multi media, install aplikasi K-Lite Codec Pack dengan Windows Media Player Classic, tak berbayar dan dapat dipercaya. Aplikasi di luar itu, dapat di-uninstall karena meng-overload Net-Book. Selanjutnya, bersihkan desktop dari icons yang tidak perlu.

  1. Konfigurasi Daftar Start-Up

Selanjutnya, memeriksa dan mengatur daftar startup, agar tidak banyak program dimulai ketika boot, dengan klik Start à Run, kemudian ketik msconfig dan tekan tombol enter pada keyboard. Kemudian tinjau ulang daftar startup program dan disable yang tidak dibutuhkan. Selanjutnya, klik tab Boot, tandai kotak pilihan “No GUI boot”, sehingga akan men-disable startup grafik selama booting agar lebih cepat.

  1. Mengatur Service Sistem

Kita juga dapat melakukan disable service sistem yang tidak dibutuhkan, dengan syarat tidak mengganggu kinerja sistem. Untuk men-disable service tersebut, klik Start à Run, dan ketikkan services.msc kemudian tekan tombol enter pada keyboard.

  1. Mengatur Tampilan Sistem

Penampilan sistem operasi mempengaruhi performa, dan dapat ditingkatkan dengan tidak membiarkan semua efek grafis membebani Net-book, yaitu:

  1. Klik Start à Settings à Control Panel,
  2. Klik System dan pilih tab Advanced,
  3. Pilih Adjust for best performance pada Jendela Performance Options, dan;
  4. Klik OK.

Perlakuan tersebut akan mematikan semua visual effects dan memberikan tampilan sebelum Windows XP. Jika kita menginginkan tampilan XP kembali, klik pada kotak check box:

  1. Show shadows under menus
  2. Show shadows under mouse pointer
  3. Show translucent selection rectangle
  4. Use drop shadows for icons labels on the desktop
  5. Use visual styles on windows and buttons


  1. Clean up dan defragment

Membersihkan (Clean-Up) dan men-defragment pada hard drive secara teratur, sedikitnya sekali dalam seminggu, yang dapat dilakukan dengan aplikasi di dalam Programs à Accessories à System Tools, akan meningkatkan kinerja space pada Net-book.

Good luck ....;)



Gangguan Telepon, TELKOM apa PABX ?! Selesaikan masalah dengan bijak.....

Hari itu, Selasa pagi, saya baru diberitahu oleh staff bahwa telepon kantor bermasalah, fax tidak dapat jalan, dan terpaksa harus di-share, kadang dial tone tidak ada, telepon hanya terdengar suara dengung atau bahkan noise (kemeresek/ kresek kresek/ seks seks seks), bahkan kadang sambung sebentar dan putus tanpa sebab serta masalahnya ternyata sudah hampir beberapa minggu kemarin. Saya menanyakan kepada staff, kenapa belum konfirmasi ke TELKOM, katanya (red: TELKOM) yang bermasalah bukan dari jaringannya tetapi internal kami, maksudnya PABX-nya, sehingga tidak pernah ada petugas yang datang untuk cek kondisi di lapangan. Kebetulan kami memang ada PABX. Biasanya, ciri-ciri kabel yang jelek, suara sering kresek-kresek artinya ada bad contact, suara lemah (kecil) artinya kabel terlalu jauh, suara yang bercampur dengan suara telepon lain artinya terjadi crosslink dan sebagainya bisa jadi dari TELKOM-nya, karena di Indonesia, TELKOM yang notabene adalah pemonopoli kabel telepon, sudah menggelar layanan bermacam-macam, tapi jangan harapkan bagus, kalau kabelnya sendiri sudah jelek, terutama di daerah pinggiran, pedesaan dan pedalaman. Akhirnya saya harus turun tangan, karena dari beberapa line keluar yang dapat keluar hanya satu line saja, sehingga menimbulkan antrian panjang di internal kami.

Jaringan internal telepon saya periksa satu-satu, kalau memang PABX-nya yang bermasalah pastinya penggunaan telepon antar ruangan bermasalah. Ternyata tidak, semua jaringan internal dalam kondisi yang baik dan tidak ada keluhan maupun masalah yang terjadi sebagaimana TELKOM.

Baiklah, langkah kedua, untuk memastikan yang bermasalah adalah jaringan keluar, maka saya harus memeriksa jaringan TELKOM yang keluar dari installasi utama ke jaringan mereka. Pertama kali kita siapkan multimeter dan pesawat telepon. Multimeter digunakan untuk mencari polarities di konektor dan line telepon. Selanjutnya kita siapkan telepon satu unit untuk menguji:

Gambar di atas adalah gambar modifikasi, dimana 2 kabel UTP untuk voice telepon kita sambungkan dengan jepit buaya, sebagaimana gambar:

Dimana warna kabel merah adalah kabel positif (+) dan warna kabel hijau (hitam) adalah kabel negatif (-).

Berikutnya, jika telepon unit untuk tester sudah disiapkan, maka box keluaran jaringan TELKOM kita coba cek, apakah PABX dan TELOM line-nya berfungsi atau tidak, sebagaimana gambar:

Pada gambar tersebut kabel merah dan biru sebelah kiri adalah kabel dari PABX, dimana biru untuk (+) dan merah untuk (-). Sedangkan kabel yang berwarna putih dan hitam adalah milik TELKOM, yang merupakan kabel voice dimana kabel yang berwarna hitam adalah (-) dan putih adalah (+)

Kemudian sambungan (kabel milik TELKOM) dalam terminal akhir tersebut kita lepas dan dihubungkan ke telepon tester unit, dimana (-) dengan (-) dan (+) dengan (+) dan dilakukan testing.

Baru setelah ada indikasi bahwa ternyata sambungan keluar tidak benar, terbukti dari telepon tester juga bermasalah dalam melakukan koneksi, berarti dapat dipastikan untuk kedua kalinya lagi, PABX nya normal dan jaringan TELKOM-nya bermasalah.

Langkah ketiga, untuk memastikan, kita menghubungi pihak pemasang PABX untuk melakukan cek, dan hal ini tentunya memakan waktu dan biaya. Sambil menunggu kedatangan mereka, kita mempersiapkan dokumen berita acara pemeriksaan yang nantinya ditandatangani teknisi PABX-nya, dengan tidak menceritakan bahwa kita telah memeriksa jaringan keseluruhan sebelumnya (aksi bego dulu). Setelah mereka datang, kita ceritakan masalahnya dan kepada mereka, kita minta tolong agar dilakukan cek jaringan internal, apakah ada masalah, serta jaringan keluar juga. Jika ada masalah, kita mintakan juga solusinya. Semuanya tertulis di dokumen, jangan lupa, dan siapkan ongkos periksa sekitar seratus ribu rupiah atau sepuluh dollar Amerika. Akhirnya, dokumentasi pun telah mereka isi, dengan menerangkan jaringan PABX dalam kondisi normal. Kemungkinan besar masalahnya adalah jaringan keluar pada TELKOM. Baiklah, selanjutnya kita tinggal menghubungi TELKOM.

Langkah keempat adalah menelepon 147. Telepon ini sangat menyusahkan dan berbelit untuk laporan gangguan, dengan menggunakan menu pilihan tekan sini dan tekan sana, akhirnya salah tekan dan pulsa pun melayang (saat itu menggunakan PONSEL, karena telepon kantor bermasalah, ingat kan). Begitu kita salah tekan dan salah kamar, maka kita diminta keluar (hang-up) dan menghubungi 147 lagi (busyeet). Siapa yang bikin program seperti ini, buang-buang biaya dech.

Langkah kelima, kita potong 147, dan kita telepon 108 untuk meminta nomer TELKOM cabang wilayah kecamatan dimana kita pasang, misalnya Kecamatan Gantung. Nantinya kita akan mendapatkan nomer TELKOM kecamatan tersebut, tentunya dengan bahasa yang cantik dan bumbu rayuan.

Langkah keenam, menghubungi nomer yang diberikan petugas 108, dan dengan gaya bego plus rayuan manis, kita minta tolong sama mereka untuk cek, tentunya kita juga bilang, bahwa PABX nya sudah di cek oleh petugas disertai berita acara. Alhasil, mereka mau untuk datang cek. Dan benar, lima belas menit kemudian ada dua orang petugas yang datang untuk cek.

Langkah ketujuh, petugas yang datang, kita ceritakan masalahnya dan kita bantu serta dukung agar masalah segera kelar, jangan lupa siapkan amplop isi uang ala kadarnya (dikasih jika masalahnya selesai sambil tanya nomer HP nya juga) serta makanan kecil dan minuman biar mereka semangat. Ternyata benar, ada masalah di sambungan dan kabel ke terminal akhir, karena beberapa kawatnya sudah tua, teroksidasi, dan sudah tidak layak lagi sebenarnya. Namun menurut tutur petugasnya, “Maaf”, karena pihak TELKOM tidak punya dana untuk mengganti dengan yang baru dan yang lebih baik kecuali menambalnya. Agaknya mirip dengan kasus penggantian rel kereta milik Belanda, sambungan pipa air bersih dan gorong-gorong bawah tanah, semuanya tidak pernah diganti baru, dengan alasan yang sama. Namanya juga perusahaan negara, ya kinerjanya begitu, standar, tidak lebih baik, minatnya pajak dan tagihan yang naik.

Akhirnya setelah adegan betul membetulkan:

Gambar: “Petugas menelepon kantor pusat, karena dia juga bingung, katanya”

Gambar: “Petugas juga cek jaringan sambungan terminal luar, padahal tadi sudah kita cek, hasilnya sama.”

Gambar: “Tidak puas dengan hasil di terminal, petugas panjat tiang utama TELKOM di jaringan utamanya”

Bagaimana pun, kita harus berterima kasih pada petugas di lapangan yang dengan semangatnya panas membara (siang bolong) dan beberapa orang di kantor, TELKOM kecamatan dan 108 yang membantu. Jangan lupa amplopnya diberikan untuk ucapan terima kasih karena pekerjaannya selesai dengan baik. Selanjutnya kita catat nomer HP dua orang tersebut, sehingga kalau ada masalah tinggal telepon mereka atau orang yang di kantor tadi, daripada ke 147 yang belibet.

Jadi intinya, gangguan sekecil apa pun, periksa dulu sebelum complain….;)





How to merge two chart types in Excel (2007)

"Justin" wrote in message:
I have created a column chart and now I want to plot an x-y scatter chart on top of it, but I do not know how to have both of those plot styles in one chart.

OK, lets see...
A combination chart is a chart that combines two or more chart types in a single chart -- for example, a chart that has a line series and a column series. When you choose the Custom Types tab in the first step of the Chart Wizard, you'll find the following combination charts listed:
  • Column - Area
  • Line - Column
Many users think that these are the only two combination charts that are possible. In fact, you have a great deal of flexibility in creating combination charts. They key is understanding how the Chart - Chart Type command works. When you select this command, it works in either of two ways:

If a series is selected in the chart, the chart type that you choose applies only to the selected series.

Or...

If anything other than a series is selected, the chart type that you choose applies to all series in the chart.

Now, Let's Try....
With the right helpful hints, it turns out that making this kind of chart isn’t too tough. First, I’ll walk through the two major steps (changing series chart types, and adding an axis) and then I’ll describe how to put the finishing touches on this chart.

STEP 1: So that we’re on the same page, I’m starting with the following simple data set:


I could also format this as a table by simply clicking “Format as Table” on the Home tab of the ribbon and choosing any of the styles. By setting up a table, I can more easily read the data, and I can also do more advanced things like filtering the data (more on this in the Tables section of the Excel blog). I’ve included what the table might look like below, but for simplicity’s sake, I’ll carry through the rest of the example without the table formatting.

Combining Different Chart Types
The first step in building a chart with more than one type is to actually set up a chart with just one type. Here, I want a chart with columns and lines, but I’ll start with a regular column chart. (Note: It actually doesn’t matter which chart type you start with, but if you’re working with a lot of series, I’d pick the chart type which applies to the majority of your series – it’ll mean less work for you later).

STEP 2: Select the data you entered in STEP 1. Go to the “Insert” tab on the ribbon and insert a column chart (as shown below).


Now we have a column chart with two series, both charted on the same axis. This is all of our data, but it is not displayed in a meaningful way. Because of the difference in scale between transactions and units sold, we can barely even see the units sold series:


The next big step is changing the chart type of the “Total Transactions” series into a line.

STEP 3: Select a series. We want to select the series we’d like to change to a different type – in this case it’s the “Total Transactions” series.

Selecting the series: You can select a data series in one of many ways. I’ll outline the two most common here. Note: This is where most people trip up, so pay careful attention to select a series rather than the whole chart or an individual data point.

Option 1: Click on the series in the chart.
Note: Don’t click on the legend text “Total Transactions”. Rather, click on one of the red bars in the chart. You should now see that series highlighted as follows (note the little blue circles on the red columns):


Option 2: Click on either the Chart Format tab or the Chart Layout tab of the Ribbon.
Note: these tabs only appear when you have the chart selected. So if you don’t see them, click your chart to select it.
At the leftmost part of the ribbon on either of these tabs, there’s a section called “Current Selection”. In “Current Selection” there’s a dropdown menu. At this point, it probably says “Chart Area”.



Click this dropdown menu and select the series you would like to change – in this case, choose Series “Total Transactions ($)”.



STEP 4: Change the selected series’ chart type.
First, get to the “Design” tab on the ribbon. If you followed Option 1 above, you’re already there. If you followed option two, you’re either on the Chart Layout or Chart Format tab, so you’ll need to click the “Design” tab. Then click the left-most option on the ribbon “Change Chart Type”.


Bring up the Chart Type Picker. Select the new type you’d like. In this case, select the Line chart and hit “OK”.


Now we’ve created a chart with two types (column and line). In fact, you can combine far more than two types by repeating the process with another series, and selecting a different type from the chart type picker.

Adding a Secondary Axis
Our chart is still difficult to analyze, because the scale of the Transactions is much larger than the scale of the Units Sold. As a result, we can barely read the Units Sold series and can’t gain any useful insight from the virtually indistinguishable columns. The Total Transactions should be moved to a secondary axis, allowing the series to be scaled differently.

STEP 5: Select the data series you wish to place on the secondary axis.
In this case it’s the “Total Transactions” series.

Do this exactly as you did in STEP 3.

STEP 6: Navigate to the Format or Layout tab if you’re not already there.
If you chose Option 2 in selecting the data series, you’re already there.

Now, in the “Current Selection” section at the far left, make sure the dropdown selection reads “Series ‘Total Transactions’” and then click “Format Selection” (right below the dropdown).


STEP 7: Clicking Format Selection with the series selected will bring up the Formatting dialog.
It will open to the Series Options tab with Primary Axis selected. Click the “Secondary Axis” radio button and then click “Close”.


You’ve now successfully added a second axis to your chart.

Finishing Formatting Touches
The following things are just finishing touches for your combination chart.

STEP 8: Move the legend to the bottom.
Click the Chart Layout tab on the ribbon. Then click “Legend” in the middle of the ribbon. Choose “Show Legend at Bottom”.


STEP 9: Change secondary axis labels to display dollar signs.
Right-click the axis label and select “Format Axis”.

Then click the Number tab at the left-hand side of the dialog that has just opened up (the Format Axis dialog). Then click “Currency” from the Category list. If you don’t like a decimal place and subsequent zeros, remove the two rightmost zeros and the decimal place from the “Format Code”. Then click “Add”. Finally, click “Close”.


STEP 10: Add axis titles.
Go to the Layout tab on the ribbon and choose “Axis Titles”. From the dropdown, choose “Primary Vertical Axis”. Then choose whichever one you’d like – in this case I’d choose “Rotated Title”. Type in the title you’d like. Do the same for the Secondary Vertical Axis.



STEP 11: Add a chart title.
Navigate to the Layout tab on the ribbon. Click “Chart Title” towards the left-hand side. Choose whichever title you’d like (I’ve chosen “Above Chart” for mine). Input your title.
Finally, you finish with the following combination chart:


By repeating the steps above with more series and different types, you can make even more complex charts.

Or we can do other way, just like Jon Peltier, Microsoft Excel MVP, says in short:
"Add the data for the second series. I like to copy the range, select the chart, and use Paste Special to add the data as a new series. Right click the new series, which was added as a column type, select the Chart Type item from the pop up menu, and in the dialog, select the chart type you want to change the series to. "

Note:
Not all chart types can be used in a combination chart. For example, Excel does not allow any of the 3-D chart types to be used in a combination chart.

The figure below carries this concept to the extreme. This combination chart displays five series, and each series uses a different chart type. This chart, of course, is provided for demonstration purposes only. I can't think of any situation that would warrant such a confusing chart!

Good Luck*)



Epi Info™





Apakah Epi Info ™?

Dokter, perawat, epidemiologi, dan petugas kesehatan masyarakat lainnya kurang memiliki latar belakang pendidikan bidang teknologi informasi dan seringkali memiliki kebutuhan sederhana untuk instrumen pengumpulan data dan analisis data, visualisasi, dan pelaporan menggunakan metode epidemiologi.

Epi Info™, merupaka sebuah paket software yang sederhana, memberikan fungsionalitas inti epidemiologi ad-hoc tanpa kompleksitas atau beban yang terlalu besar dan berskala aplikasi enterprise.

Epi Info ™ mudah digunakan di tempat-tempat dengan konektivitas jaringan atau sumber daya perangkat lunak komersial dan dukungan profesional TI yang terbatas. Epi Info™ sangat fleksibel, terukur, dan bebas biaya, dengan fasilitas pengumpulan data, analisis statistik tingkat lanjut, dan sistem informasi geografis (SIG) berkemampuan pemetaan.

Sejak rilis awal, pengguna Epi Info™ telah mendaftarkan diri di lebih dari 181 negara hampir di semua benua, termasuk Antartika. Epi Info™ pun telah diterjemahkan di lebih dari 13 bahasa, dan diperkirakan lebih dari satu juta pengguna.

Bagaimana Epi Info™ Digunakan?

Epi Info™ ini digunakan di seluruh dunia untuk penilaian secara cepat terhadap wabah penyakit, untuk surveilans pengembangan sistem penyakit skala kecil sampai menengah; sebagai komponen ad hoc terpadu berskala besar lainnya atau sistem informasi kesehatan perusahaan atau publik yang luas, dan dalam pendidikan lingkar berkelanjutan bidang kesehatan masyarakat profesional yang mempelajari ilmu epidemiologi, peralatan, dan tekniknya.

Epi Info™ adalah komponen kunci dalam pendidikan kesehatan masyarakat di perguruan tinggi, universitas, dan sekolah kesehatan masyarakat lainnya di seluruh dunia.

Epi Info™ mendorong kolaborasi antara mitra lokal, nasional, dan internasional dengan menggunakan Epi Info™ di pemerintahan dan epidemiologi teritorial, pusat-pusat nasional, lembaga, dan kantor-kantor pemerintah serta kementerian luar negeri bidang kesehatan dan konstituen Organisasi Kesehatan Dunia atau PBB.

Epi Info™ ini didedikasikan untuk memungkinkan inovasi dan kepemimpinan yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui informatika.

Kemampuan
  1. Modul MakeView dari Epi Info™ memungkinkan pengguna untuk membuat kuesioner dan bentuk entri data disebut Views dalam Epi Info™. Dengan MakeView, pengguna menempatkan pertanyaan dan field data entry di satu atau banyak halaman dari View serta menyesuaikan proses entri data dengan pola skip bersyarat, validasi data, dan perhitungan yang dibuat sendiri secara terprogram oleh pengguna menggunakan MakeView's Check Code.
  2. Modul Enter Epi Info™ secara otomatis membuat database dari kuesioner dalam MakeView. Pengguna memasukkan data, memodifikasi data yang ada, atau mencari catatan. Dengan Enter, Views akan ditampilkan dan pengguna melakukan entri data sementara Check Code memvalidasi data atau melakukan perhitungan otomatis apapun yang ditentukan dalam MakeView.
  3. Modul Analisis digunakan untuk membaca dan menganalisis data yang dimasukkan dengan modul Enter atau data yang diimpor dari 24 format data yang berbeda. Epidemiologi statistik, tabel, grafik, dan peta yang diproduksi dengan perintah sederhana seperti READ, FREQ, LIST, TABLES, GRAPH, dan MAP. Dan setiap perintah tersebut dijalankan, maka akan disimpan ke program editor sehingga dapat disesuaikan dan disimpan, berbagi, dan digunakan di masa yang akan datang sebagai data revisi.
  4. Modul Epi Report adalah alat yang mudah untuk membuat laporan yang dikustomisasi secara profesional, mencakup hasil dari Analisis output. Laporan Epi dapat menggabungkan output Analisis dengan data dari Masukkan serta sumber-sumber lain seperti Access atau SQL Server. Laporan bisa disimpan sebagai file HTML agar mudah didistribusikan atau diterbitkan ke web
  5. Peta Epi menampilkan modul geografis pemetaan dengan data dari Epi Info. Peta Epi dibangun dari MapObjects perangkat lunak Environmental Systems Research Institute (ESRI). Peta Epi menampilkan shapefile yang berisi batas-batas geografis berlapis dengan hasil data dari modul Analisis.
Persyaratan sistem Epi Info™
Windows 98, NT 4.0, 2000
  • Processor 200-megahertz (MHz) (Pentium yang kompatibel atau lebih) direkomendasikan
  • 32 MB RAM
  • 64 MB untuk Windows NT 4.0 dan 2000
  • Sedikitnya 260 MB ruang hard disk untuk menginstal; 130 megabyte setelah instalasi.
Windows XP
  • Processor Pentium 300 megahertz (MHz) atau lebih cepat (300 MHz disarankan)
  • 128 MB RAM
  • Sedikitnya 260 MB ruang hard disk untuk menginstal; 130 megabyte setelah instalasi.
  • Windows XP Service Pack 3 (External Web Site Icon)
Windows Vista dan Windows 7
  • Processor Pentium 300 megahertz (MHz) atau lebih cepat (300 MHz disarankan)
  • 128 MB RAM
  • Sedikitnya 260 MB ruang hard disk untuk menginstal; 130 megabyte setelah instalasi.
  • DHTML Editing Control untuk Applications External Web Site Icon
Catatan:
Hanya Internet Explorer versi 8 yang didukung oleh Epi Info™ versi 3.5.3. Versi sebelumnya dari Internet Explorer yang didukung oleh versi Epi Info™ 3.5.1 dapat didownload dari halaman Epi Info ™ versi Sebelumnya.

Download Epi Info™, "DHTML Editing Control for Applications"










Memperbaiki Fax dari WinFAX

Pagi-pagi sudah menerima email dari rekan minta bantuan:

Dear Didit, when I send or receive a fax (WinXP Home) the Fax Monitor box does not pop up, although it is set to do so in the settings.

Faxes send ok, but no notification (No Fax Monitor & no sound alert) that the send was succesful.
It used to work ok, then one day it just stopped working. Tried several reinstalls but still the same.

When I changed hard disk drive and reinstalled windows, then updated Windows, the Fax Monitor still failed to open.

Do you mind to helping me to fix this, please?

Well, pada dasarnya sih gampang, ternyata butuh waktu 1 sampai 2 jam juga, yaitu kita mulai dari langkah yang paling sederhana:
1. Pastikan kabel semua mesin fax keluar dan masuk sudah benar, baik yang dari vendor telkom atau dari komputer
2. Pastikan winfax berjalan dengan benar dan ga ada error installernya
3. coba kita kirim fax keluar lewat win fax, bisa? ok kalau bisa berarti transmit sukses, tinggal satu
4. coba kita minta bantuan rekan untuk kirim fax ke kantor kita.... dan tha tha.... tidak di detect oleh winfax, langsung ngeprint...:((

Ternyata solusinya cuma mengubah ringing dan destinasi print file nya saja seperti berikut:



Dan tha tha...solved dech




Menebus Kesalahan Yang Tidak Termaafkan


Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Ada dosa besar, ada pula dosa kecil. Dosa yang disengaja dan dosa-dosa yang tidak disengaja. Dosa yang disadari, maupun dosa-dosa yang kita belum menyadarinya hingga saat ini. Manusia memang gudangnya dosa, sehingga pantaslah jika Tuhan menyediakan kesempatan untuk saling memaafkan.

Tetapi bagaimana jika dosa Kita itu terlalu besar untuk dimaafkan?
Bagaimana seandainya Kita tidak mendapatkan kata ‘maaf’ dari orang yang telah Kita sakiti?
Apakah Kita sanggup untuk hidup dibawah bayang-bayang dosa itu?

Hmmm, tulisan ini terisnpirasi karena sebuah kasus. Saat negeri penuh dengan pejabat banci yang tidak jujur dan melukai hati nurani rakyat, saat mereka ngotot ingin dipilih sebagai pejabat atau anggota dewan dan kemudian setelah terpilih dengan sengaja mereka gusur rumah rakyat, melindas lahan kehidupan anak dan isterinya, membunuh karakternya sehingga menjadi pembelot, komunis atau teroris, sementara harga melambung tinggi tak terbeli, pemimpin negeri dengan seenaknya meneken perjanjian utang bejibun untuk memperkaya diri sendiri dan memberikan utang yang berlimpah untuk generasi muda negerinya dengan bangga berkata,"Ini untuk kalian...." dan kemudian di arus bawah..... ada gejolak.

Remeh sebenarnya masalah ini. Si Paijo dipecat oleh Si Paimo. Paimo pemilik bisnis tidak suka dengan Paijo yang secara lahiriah "bergambar" dan secara kinerja, pernah merusakkan serta menghilangkan barang milik usahanya. Tanpa ada peringatan sebelumnya, terlanjur emosi, Paijo dipecat. Paijo merasa dia tidak bersalah dan ingin tahu salahnya agar dapat diperbaiki ke depan. Paijo sudah mantep kerja disitu sehingga memboyong anak dan isterinya kontrak dekat kantor, tapi nasib berkata lain....

Akhirnya, Paijo tidak dapat menerima kondisi ini. Dia pun protes, melalui SMS ke rekannya, pasang wall dan comment di jejaring sosial web serta email. Dia tetap sakit hati. Bagaimana dengan Paimo? Saya rasa kita sudah tahu jawabannya. Keduanya sama-sama tersakiti. Kenapa? Karena komunikasi yang tidak tepat dan mengambil jalan pintas sesaat, yang dapat merugikan semuanya. Bisa jadi itu ujian Tuhan yang nantinya akan menguntungkan Paimo dengan mendidik dan memberi kesempatan pada Paijo. Paijo setelah kejadian akan menjadi lebih baik daripada sebelum kejadian. Namun, terlambat....

Beberapa teman mencoba meluruskan dan memberikan keteguhan hati bagi kedua pihak, namun yang terjadi malah mereka dimusuhi dan dianggap tidak sependapat, termasuk saya. Yach, memang.... memberikan yang terbaik buat rekan, ternyata sambutannya belum tentu dapat diterima dengan baik, bahkan mungkin menyakitkan dan menjadikannya salah paham....

Namun, percaya kepada kehidupan setelah kematian mengandung banyak konsekuensi. Salah satunya adalah pertanggungjawaban yang berat atas dosa-dosa semasa hidup yang belum dimaafkan. Ketika orang yang kita dzalimi itu tidak mau memberi maaf, kita benar-benar berada dalam masalah besar. Bagi kita yang tertarik untuk belajar menebus kesalahan-kesalahan yang tidak termaafkan, saya akan mengajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:

  1. Memohon maaf bukan untuk ketenangan diri kita sendiri. Ada orang yang meminta maaf hanya untuk menenangkan dirinya sendiri;”Hati saya gelisah karena dia belum memaafkan.” Setelah meminta maaf, dia bilang;“Ah, legaaaa… sudah dimaafkan nih…”. Kita hanya mementingkan perasaan hati kita, bukan perasaan hati orang yang sudah kita dzalimi; jika demikian. Dosa kita tidak akan benar-benar terhapuskan jika ketika meminta maaf, kita hanya ingin ‘bebas dari perasaan bersalah’. Mohon maaflah dengan kesungguhan dan ketulusan, bukan sekedar keinginan untuk memuaskan diri sendiri lagi.
  2. Tebuslah dosa itu dengan amal saleh dan perbuatan baik. Seseorang mungkin tidak bisa memaafkan kita karena kesalahan yang telah kita buat begitu menyakitkan baginya. Tetapi, jika dia melihat kita menjadi orang yang berperilaku baik, mengisi hari-hari dengan amal saleh serta tindakan-tindakan yang bermanfaat bagi banyak orang. Maka dia akan tahu jika kita telah benar-benar bertaubat. Mungkin kata ‘maaf’ yang kita rindukan tidak pernah terucapkan dari bibirnya. Tetapi, nuraninya akan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa kita sudah benar-benar insyaf.
  3. Gunakan dosa masa lalu untuk menjaga sisa hidup kita. Sudah menjadi sifat manusia untuk melakukan dosa – begitu sadar segera meminta maaf – dan setelah dimaafkan lalu melakukannya lagi bahkan menambahnya dengan dosa-dosa baru lainnya. Beruntunglah orang-orang yang selalu teringat kepada dosanya yang belum termaafkan. Penyesalan dapat membantunya untuk menjauhi dosa-dosa lain sehingga dia bisa menjaga sisa hidupnya. Sungguh beruntunglah dia yang berhasil menjaga kesucian di sisa umurnya. Karena dengan begitu, dia bisa meninggal dalam keadaan menjadi pribadi yang baik. Meninggal seperti itulah yang disebut Husnul Khatimah, atau Akhir Kehidupan Yang Baik.
  4. Fokus kepada makna atas sisa hidup kita. Dosa yang tidak dimaafkan tetaplah menjadi tanggungjawab masing-masing pelakunya. Jika seseorang bersikukuh tidak memaafkan dosa kita, maka dosa itu tetap melekat didalam diri kita. Menyedihkan dan menakutkan memang. Tetapi, jika kita terus terpuruk dengan hilangnya kata maaf itu, maka kita akan menyia-nyiakan sisa hidup kita. Berbesar hatilah untuk menerima semua resiko, konsekuensi dan siksaan atas dosa dimasa lalu yang tidak termaafkan itu. Lalu fokuskan seluruh diri kita lahir dan batin, untuk mengisi sisa hidup hanya dengan tindakan-tindakan yang menghasilkan pahala.
  5. Memohon kepada Tuhan untuk melembutkan hatinya. Hati setiap orang itu bukanlah miliknya sendiri, karena Tuhan adalah pemilik sejatinya. Tuhanlah yang berkuasa untuk memberikan cahaya kedalamnya, atau membenamkannya dalam kegelapan. Tuhanlah yang melembutkan hati, atau membiarkannya keras membatu. Tuhan memberi ilham, lalu terserah manusianya apakah mau menerima cahaya Tuhan atau tidak. kita tidak bisa melembutkan hati orang lain. Namun Tuhan kuasa untuk melakukannya. Maka memohonlah kepada Sang Pelembut Hati. Karena hanya Dia yang bisa melakukannya.
Penyesalan itu sangat menyiksa diri, menguras energy, dan membangkitkan gundah gulana di dalam hati. Tetapi, penyesalah bisa menjadi berkah agar kita terhindar dari perbuatan-perbuatan buruk yang lainnya. Dosa dimasa lalu, tidak bisa terhapuskan. Maka janganlah kita biarkan diri ini menambah dosa yang sudah ada. Cukuplah sudah perbendaharaan dosa-dosa kita. Dan ini adalah saatnya bagi kita untuk mengisi hidup dengan makna yang diinginkan oleh Tuhan ketika Dia menciptakan kita.

Beruntunglah orang yang menyadari bahwa dosa-dosanya belum termaafkan. Dengan kesadaran itu, dia bisa berusaha agar tidak pernah lagi terjerumus kepada dosa-dosa yang lainnya.



Awasi pergaulan anak anda dari INTIMIDASI




Kasus:
Suatu hari seorang anak, Andi, sedang berada di warung internet dan bermain game. Secara kebetulan, dia didatangi anak lain, dengan seragam SMK, menawarkan game ID dan Passwordnya untuk dijual ke Andi, seharga IDR X. Andi yang tidak mengetahui siapa anak itu, dengan serta merta membelinya, dan kemudian mencobanya berhasil dapat dipergunakan untuk bermain.

Dihari yang lain, Andi mencobanya lagi dan ternyata tidak bisa. Pikir Andi, lisensi game itu sudah expired.

Beberapa minggu kemudian, Andi ditemui beberapa anak berseragam SMK yang mengaku memiliki ID dan Password tersebut. Andi dituduh mencuri. Dia dipaksa untuk mengaku atau dipukuli. Andi berusaha berkata jujur, dan bogem pun melayang. Kini Andi diminta membantu menemukan anak yang menjual ID dan Password tersebut. Hampir setiap hari mereka datang ke rumah Andi dan mengajaknya keluar mencari orang itu. Andi diintimidasi, dimaki-maki dan kekerasan pun terjadi.

Orang tua Andi baru mengetahui hal ini dari cerita Andi setelah beberapa hari Andi tidak masuk sekolah karena takut. Andi juga tidak berani mendaftar ke sekolah SMK favoritnya karena anak-anak itu ada di sana.

Solusi:
Bagi anda yang memiliki permasalahan tersebut, solusinya cukup sederhana. Anda bisa datangi sekolahnya dan minta pertanggungjawaban mereka atas anak didiknya dengan baik, atau jika mereka tetap ngotot, solusinya adalah dimejahijaukan.

Beberapa hal yang dapat dikaitkan dengan kasus ini adalah ”Tindak Pemerasan, Penipuan dan Mengganggu Ketenangan Orang Lain dikenalkan Pasal Berlapis dengan Ancaman Hukuman Kurungan”, sbb:
1. Pasal 27 ayat 4 UU ITE: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman. Sanksi dari pasal 27 ayat 1 - 4: Pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 Milliar.

2. Pasal 167 (3) KUH Pidana Jika mengeluarkan ancaman atau menggunakan sarana yang dapat menakutkan orang diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

3. Pasal 168 (3) KUH Pidana Jika ia mengeluarkan ancaman atau menggunakan sarana yang dapat menakutkan orang, diancam dengan pidana penjara menjadi paling lama satu tahun empat bulan.

4. Pasal 169 (1) KUH Pidana Turut serta dalam perkumpulan yang bertujuan melakukan kejahatan. atau turut serta dalam perkumpulan lainnya yang dilarang oleh aturan-aturan umum, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

5. Pasal 170 (1) KUH Pidana Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

6. Pasal 170 (2) KUH Pidana Yang bersalah diancam:
1) dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, jika ia dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka;
2) dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat;
3) dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika kekerasan mengakibatkan maut.

7. Pasal 172 KUH Pidana: Barang siapa dengan sengaja mengganggu ketenangan dengan mengeluarkan teriakan-teriakan, atau tanda-tanda bahaya palsu, diancam dengan pidana penjara paling lama tiga minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

8. Pasal 242 KUHP
1) Barang siapa dalam keadaan di mana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
2) Jika keterangan palsu di atas sumpah diberikan dalam perkara pidana dan merugikan terdakwa atau tersangka, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
3) Disamakan dengan sumpah adalah janji atau penguatan diharuskan menurut aturan- aturan umum atau yang menjadi pengganti sumpah.

9. Pasal 368 KUH Pidana
1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.
2) Ketentuan pasal 365 ayat kedua, ketiga, dan keempat berlaku bagi kejahatan ini.

10. Pasal 369 KUH Pidana
1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain. atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
2) Kejahatan ini tidak dituntut kecuali atas pengaduan orang yang terkena kejahatan.

11. Pasal 378 KUH Pidana, mengancam orang yang bermaksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan nama palsu atau martabat palsu, tipu muslihat, atau pun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

12. Pasal 379 (a) KUH Pidana, mengancam orang yang menjadikan mata pencarian atau kebiasaan untuk membeli barang- barang, tanpa pembayaran seluruhnya dan menguasai barang- barang itu untuk diri sendiri atau orang lain dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

13. Pasal 489. (1) KUHP Kenakalan terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian atau kesusahan, diancam dengan pidana