
The best opportunity to straighten and whiten paper back monotheism life......

The Beauty of Mathematics

and of God, the sum of all wonders.
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 987 65
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn’t it?
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Now, take a look at this…
101%
From a strictly mathematical viewpoint:
What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
We have all been in situations where someone wants you to
GIVE OVER 100%
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?
Here’s a little mathematical formula that might help
Answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O-R- K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
And:
K-N-O-W-L-E-D-G-E
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U-D-E
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of
God will take you:
L-O-V-E-O-F-G-O-D
12+15+22+5+15+6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
Get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!
Have a great day…
and may God bless you!
Employee Engagement? Kenapa harus meningkat ?

- Memahami kebutuhan dan keinginan karyawan. Ada bedanya antara kebutuhan dengan keinginan. Memahami keduanya membantu atasan untuk menentukan mana yang layak untuk diperjuangkan atau diberikan kepada bawahan, dan mana yang tidak perlu terlalu dihiraukan. Kebutuhan mengacu kepada apa yang pantas mereka dapatkan berkaitan dengan hubungan kerja, sedangkan keinginan berkaitan dengan tuntutan-tuntutan yang belum tentu patut untuk mereka dapatkan. Segala sesuatu yang pantas mereka peroleh itulah yang wajib hukumnya untuk diperjuangkan oleh seorang atasan. Harapan karyawan itu beragam macam sehingga tidak mungkin seluruhnya bisa dipenuhi. Memahami antara kebutuhan dan keinginan mereka membantu atasan untuk melakukan penyaringan sehingga lebih efektif dalam menggunakan sumberdaya. Jadi sebaiknya kita perlu turun ke bawah dan lebih erat dengan bawahan kita, sehingga keinginan dan kebutuhan mereka, akan segera dapat kita colect. Adalah menjadi pandangan yang sangat keliru jika atasan tidak boleh dekat dengan bawahan agar kharismanya tidak pudar. Adalah hal yang salah juga jika salah satu Pembantu Direktur Perguruan Tinggi melarang dosen-dosennya dekat dengan mahasiswanya. Kita perlu mencontoh kepemimpinan Presiden Soekarno yang dekat dengan rakyatnya, bahkan Presiden Soeharto juga melakukan hal yang sama sehingga tahu persis apa yang dia bisa lakukan demi kepentingan bersama agar kebutuhan dan keinginan bawahannya terwujud. Kita boleh mencontohnya, bukan begitu?!
- Bersedia mendengarkan masukan dan keluhan bawahan. Tidak semua masukan dari bawahan relevan dan bisa diimplementasikan. Juga tidak semua keluhan bawahan bersifat objektif dan berada dalam kewenangan atasan. Tetapi, kesediaan seorang atasan untuk mendengarkan memberikan sinyal positif terhadap kepercayaan bawahan. Mereka bisa merasakan bahwa di kantornya masih ada kesempatan untuk menyalurkan aspirasi. Tersumbatnya saluran penampung aspirasi sering menyebabkan hilangnya kepercayaan bawahan. Dalam jangka panjang hal ini bisa berubah menjadi gejolak yang sulit untuk diredam. Bahkan sekalipun atasan tidak sanggup untuk memenuhinya, bawahan mendapatkan kepuasan ketika suaranya didengar oleh atasan. Saluran aspirasi tersebut dapat dilakukan dengan banyak cara, bisa dengan menggunakan email yang diberikan langsung dari atasan ke bawahan jika ingin mengungkapkan aspirasinya, atau kotak saran, atau bahkan dengan mengadakan rapat-rapat kecil yang tidak formal, bisa pada saat makan siang, gathering, dan sebagainya, intinya, dengarkan semua aspirasi dengan berbagai cara, dan ingatlah siapa yang berbicara, karena dia adalah aset berharga institusi untuk lebih maju dan sukses.
- Menjaga ketulusan hati dalam hubungan dengan bawahan. Saya meyakini bahwa ketulusan adalah kunci terpenting dalam membangun sebuah hubungan. Khususnya antara atasan dan bawahan. Hubungan yang didasari oleh ketulusan tidak sekedar diukur dari keramahan, sebab atasan yang berkarakter keras bukanlah tipe orang yang bisa dipaksa untuk berubah wajah menjadi ramah dan murah senyum. Sebaliknya, bawahan yang kurang supel juga tidak bisa dipaksa untuk hay-hay-hey-hey dengan atasannya. Ketulusan hubungan mengijinkan bawahan untuk mengkritik atasannya, dan memberi keleluasaan bagi atasan untuk menegur bawahannya yang kurang baik. Selama ada ketulusan itu, seseorang tidak harus mengubah kepribadian untuk memastikan bahwa hubungannya dengan rekan di kantor tetap sehat. Sehingga kita dapat pastikan, jika kita tulus memperhatikan bawahan kita, maka bawahan kita akan peduli dengan kita juga.
- Memenuhi kebutuhan pengembangan bawahan. Seperti halnya kita, para bawahan membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Begitu banyak karyawan yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Salah satu penyebabnya adalah karena atasannya keliru mengira bahwa pengembangan karyawan itu harus selalu berupa kenaikan jabatan. Bukan. Berkembang bisa berarti mendapatkan pengalaman baru, makanya menugaskan bawahan untuk bergabung dengan proyek yang melibatkan departemen lain bisa sangat membantu. Berkembang juga bisa berarti meningkatnya pengetahuan. Untuk hal ini juga tidak harus selalu mahal, karena dengan kreativitasnya seorang atasan bisa melakukan sesuatu yang bisa menambah pengetahuan bawahan dengan biaya yang sangat rendah. Mengirimi mereka artikel-artikel yang berkualitas tinggi misalnya. Banyak cara untuk mengembangkan potensi bawahan, jadi tidak harus dengan menaikkan posisi jabatan, karena bisa jadi posisi jabatan yang dinaikkan namun potensinya malah akan merosot, tidak peduli dengan bawahannya juga bahkan bersikap acuh terhadap kita pula. Untuk itu kita dapat melakukan yang terbaik buat bawahan dengan cara bukan menaikkan posisi atau jabatannya, tetapi membuat mereka lebih senang dengan kita dan dirinya sendiri.
- Memberi kesempatan karyawan untuk mencurahkan seluruh kemampuannya. Jika kita memiliki kemampuan yang sangat tinggi namun perusahaan tempat kita bekerja tidak dapat memberikan cukup ruang bagi kita untuk menggunakan seluruh kemampuan kita, maka kita akan meninggalkan perusahaan itu. Sebab, kita tahu kalau terus tinggal di perusahaan itu akan menyebabkan kemampuan kita mengecil bahkan menghilang seperti kaki ular yang mengalami proses rudimenter. Atau kita akan menjadi seperti ikan besar yang berada di kolam yang sangat kecil. Begitu pula dengan bawahan kita yang pintar dan berkemampuan tinggi. Maka tidak ada kompromi bagi kita selain memberinya kesempatan untuk mencurahkan segenap kemampuannya. Bawahan tangguh seperti ini tidak terlalu pusing dengan uang. Mereka pusing karena terlalu banyak membiarkan kapasitas dirinya menganggur. Bahkan, mereka yang lebih pintar akan meninggalkan jabatan dan posisinya sebagai pegawai negara, yang notabenenya, hanya tinggal menunggu gajian saja per tanggal satu, tanpa peduli, apakah dia meningkat atau tidak, ke sesuatu yang lebih baik, meskipun tidak harus menjabat dan bukan pegawai negara, sehingga kehidupannya akan menjadi lebih tenang, lebih baik bahkan dia lebih bahagia dengan pekerjaannya saat ini.
Betapa Sakitnya Ditolak...... :((
Setelah berjuang secara maksimal dan bersungguh-sungguh, namun kita masih ditolak juga; mengapa harus bersedih hati?
Membuat Sebuah System Di Unit Kerja (Saat Ini)
Apakah Kita pernah merasa dikecewakan oleh orang lain?
Menebus Kesalahan Yang Tidak Termaafkan
Tetapi bagaimana jika dosa Kita itu terlalu besar untuk dimaafkan?
Bagaimana seandainya Kita tidak mendapatkan kata ‘maaf’ dari orang yang telah Kita sakiti?
Apakah Kita sanggup untuk hidup dibawah bayang-bayang dosa itu?
Hmmm, tulisan ini terisnpirasi karena sebuah kasus. Saat negeri penuh dengan pejabat banci yang tidak jujur dan melukai hati nurani rakyat, saat mereka ngotot ingin dipilih sebagai pejabat atau anggota dewan dan kemudian setelah terpilih dengan sengaja mereka gusur rumah rakyat, melindas lahan kehidupan anak dan isterinya, membunuh karakternya sehingga menjadi pembelot, komunis atau teroris, sementara harga melambung tinggi tak terbeli, pemimpin negeri dengan seenaknya meneken perjanjian utang bejibun untuk memperkaya diri sendiri dan memberikan utang yang berlimpah untuk generasi muda negerinya dengan bangga berkata,"Ini untuk kalian...." dan kemudian di arus bawah..... ada gejolak.
Remeh sebenarnya masalah ini. Si Paijo dipecat oleh Si Paimo. Paimo pemilik bisnis tidak suka dengan Paijo yang secara lahiriah "bergambar" dan secara kinerja, pernah merusakkan serta menghilangkan barang milik usahanya. Tanpa ada peringatan sebelumnya, terlanjur emosi, Paijo dipecat. Paijo merasa dia tidak bersalah dan ingin tahu salahnya agar dapat diperbaiki ke depan. Paijo sudah mantep kerja disitu sehingga memboyong anak dan isterinya kontrak dekat kantor, tapi nasib berkata lain....
Akhirnya, Paijo tidak dapat menerima kondisi ini. Dia pun protes, melalui SMS ke rekannya, pasang wall dan comment di jejaring sosial web serta email. Dia tetap sakit hati. Bagaimana dengan Paimo? Saya rasa kita sudah tahu jawabannya. Keduanya sama-sama tersakiti. Kenapa? Karena komunikasi yang tidak tepat dan mengambil jalan pintas sesaat, yang dapat merugikan semuanya. Bisa jadi itu ujian Tuhan yang nantinya akan menguntungkan Paimo dengan mendidik dan memberi kesempatan pada Paijo. Paijo setelah kejadian akan menjadi lebih baik daripada sebelum kejadian. Namun, terlambat....
Beberapa teman mencoba meluruskan dan memberikan keteguhan hati bagi kedua pihak, namun yang terjadi malah mereka dimusuhi dan dianggap tidak sependapat, termasuk saya. Yach, memang.... memberikan yang terbaik buat rekan, ternyata sambutannya belum tentu dapat diterima dengan baik, bahkan mungkin menyakitkan dan menjadikannya salah paham....
Namun, percaya kepada kehidupan setelah kematian mengandung banyak konsekuensi. Salah satunya adalah pertanggungjawaban yang berat atas dosa-dosa semasa hidup yang belum dimaafkan. Ketika orang yang kita dzalimi itu tidak mau memberi maaf, kita benar-benar berada dalam masalah besar. Bagi kita yang tertarik untuk belajar menebus kesalahan-kesalahan yang tidak termaafkan, saya akan mengajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:
- Memohon maaf bukan untuk ketenangan diri kita sendiri. Ada orang yang meminta maaf hanya untuk menenangkan dirinya sendiri;”Hati saya gelisah karena dia belum memaafkan.” Setelah meminta maaf, dia bilang;“Ah, legaaaa… sudah dimaafkan nih…”. Kita hanya mementingkan perasaan hati kita, bukan perasaan hati orang yang sudah kita dzalimi; jika demikian. Dosa kita tidak akan benar-benar terhapuskan jika ketika meminta maaf, kita hanya ingin ‘bebas dari perasaan bersalah’. Mohon maaflah dengan kesungguhan dan ketulusan, bukan sekedar keinginan untuk memuaskan diri sendiri lagi.
- Tebuslah dosa itu dengan amal saleh dan perbuatan baik. Seseorang mungkin tidak bisa memaafkan kita karena kesalahan yang telah kita buat begitu menyakitkan baginya. Tetapi, jika dia melihat kita menjadi orang yang berperilaku baik, mengisi hari-hari dengan amal saleh serta tindakan-tindakan yang bermanfaat bagi banyak orang. Maka dia akan tahu jika kita telah benar-benar bertaubat. Mungkin kata ‘maaf’ yang kita rindukan tidak pernah terucapkan dari bibirnya. Tetapi, nuraninya akan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa kita sudah benar-benar insyaf.
- Gunakan dosa masa lalu untuk menjaga sisa hidup kita. Sudah menjadi sifat manusia untuk melakukan dosa – begitu sadar segera meminta maaf – dan setelah dimaafkan lalu melakukannya lagi bahkan menambahnya dengan dosa-dosa baru lainnya. Beruntunglah orang-orang yang selalu teringat kepada dosanya yang belum termaafkan. Penyesalan dapat membantunya untuk menjauhi dosa-dosa lain sehingga dia bisa menjaga sisa hidupnya. Sungguh beruntunglah dia yang berhasil menjaga kesucian di sisa umurnya. Karena dengan begitu, dia bisa meninggal dalam keadaan menjadi pribadi yang baik. Meninggal seperti itulah yang disebut Husnul Khatimah, atau Akhir Kehidupan Yang Baik.
- Fokus kepada makna atas sisa hidup kita. Dosa yang tidak dimaafkan tetaplah menjadi tanggungjawab masing-masing pelakunya. Jika seseorang bersikukuh tidak memaafkan dosa kita, maka dosa itu tetap melekat didalam diri kita. Menyedihkan dan menakutkan memang. Tetapi, jika kita terus terpuruk dengan hilangnya kata maaf itu, maka kita akan menyia-nyiakan sisa hidup kita. Berbesar hatilah untuk menerima semua resiko, konsekuensi dan siksaan atas dosa dimasa lalu yang tidak termaafkan itu. Lalu fokuskan seluruh diri kita lahir dan batin, untuk mengisi sisa hidup hanya dengan tindakan-tindakan yang menghasilkan pahala.
- Memohon kepada Tuhan untuk melembutkan hatinya. Hati setiap orang itu bukanlah miliknya sendiri, karena Tuhan adalah pemilik sejatinya. Tuhanlah yang berkuasa untuk memberikan cahaya kedalamnya, atau membenamkannya dalam kegelapan. Tuhanlah yang melembutkan hati, atau membiarkannya keras membatu. Tuhan memberi ilham, lalu terserah manusianya apakah mau menerima cahaya Tuhan atau tidak. kita tidak bisa melembutkan hati orang lain. Namun Tuhan kuasa untuk melakukannya. Maka memohonlah kepada Sang Pelembut Hati. Karena hanya Dia yang bisa melakukannya.
Beruntunglah orang yang menyadari bahwa dosa-dosanya belum termaafkan. Dengan kesadaran itu, dia bisa berusaha agar tidak pernah lagi terjerumus kepada dosa-dosa yang lainnya.
Awasi pergaulan anak anda dari INTIMIDASI

Apakah Anda Lembek dan Tidak Memiliki Daya Saing ???
- Yakini jika disana ada kesempatan yang sama. Banyak orang yang menganggap perusahaan, managemen dan atasannya tidak adil dan pilih kasih. Promosi hanya didasari oleh rasa suka atau tidak suka. Yakinlah bahwa di perusahaan tempat Kita bekerja berlaku azas kesempatan yang sama. Bagaimana jika di kantor Kita benar-benar tidak terdapat kesetaraan kesempatan itu? Jangan terus menumpang hidup disitu dong. Juallah diri Kita ke perusahaan yang menganut prinsip ‘Equal Employment Opportunity’. Apakah ada perusahaan seperti itu? Tentu saja.
- Perlihatkan kapasitas diri Kita. Cara paling ampuh untuk dipromosi adalah dengan menunjukkan bahwa kapasitas diri Kita memang tinggi sekali sehinga sudah selayaknya mendapatkan tanggungjawab yang lebih besar. Jangan menunggu dipromosi jadi Manager dulu untuk menunjukkan Kita mampu menjadi seorang manager. Tunjukkan bahwa Kita mampu bekerja sekualitas Direktur, sebelum Kita menjadi direktur. Jika Kita bisa begitu, maka jabatan itu tidak akan lari kemana-mana; pasti Kita duluan yang mendapatkan kesempatan. Kitalah yang kemudian menentukan, mau mengambil kesempatan itu atau tidak.
- Bangun hubungan yang sehat dengan atasan dan orang lain. Banyak orang yang kemampuan teknisnya sangat tinggi namun tidak bisa dipromosi karena tidak memiliki people skill yang memadai. Ingatlah bahwa promosi bukan sekedar urusan teknis sehingga hanya mengandalkan faktor teknis saja sering membuat orang kecewa. Jadi, belajarlah membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di kantor, karena itu adalah salah satu faktor yang sangat penting bagi karir Kita.
- Lapang dada jika kolega Kita yang dipilih. Proses seleksi promosi itu nyaris seperti sebuah pertandingan. Ada kalah, ada menang. Ada gagal, ada berhasil. Banyak orang yang mau bertanding tapi tidak mau menerima kekalahan. Ketika orang lain yang dipromosi, mereka mutung lalu membuat masalah. Sungguh, sikap seperti itu hanya merugikan dirinya sendiri. Jika Kita berani mengikuti proses seleksi promosi, siapkan mental untuk menang atau kalah. Jika menang Kita siap mengemban tugas. Jika kalah juga Kita siap untuk menerimanya dengan lapang dada.
- Tetaplah berpikir dan bersikap positif. Pikiran dan sikap positif memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Kita akan tetap sehat, dan terus berkembang. Seperti magnet, kedua hal positif itu juga menarik respon positif dari lingkungan atau orang-orang disekitar Kita. Sebaliknya, jika Kita memenuhi diri dengan pikiran dan sikap negatif, maka Kita sendiri yang rugi. Orang lain pun tidak akan menaruh simpati sama sekali, sehingga Kita akan semakin dijauhi. Jadi, berpikir dan bersikaplah secara positif.
Tuhan itu Tidak Ada !!
Hawking menyebutkan, pada dasarnya surga dan kehidupan setelah kematian merupakan karangan bohong dari orang-orang yang sebenarnya takut mati. Merujuk ilmu pasti yang dimilikinya, Hawking menyatakan, otak berhenti bekerja ketika mati.
“Otak seperti komputer, komputer berhenti jika komponennya rusak,” ujarnya.
"Tak ada surga atau kehidupan setelah kematian bagi komputer-komputer rusak itu, lanjutnya. Surga hanyalah cerita bohong orang yang takut kegelapan," lanjutnya lagi.
Hawking menyakan, hal ini makin memperkuat teorinya mengenai semesta dibuat tanpa campur tangan Tuhan. Menurutnya seperti dikutip Guardian, alam semesta sudah ada sejak dulu dan berjalan dengan sendirinya.
Sebelumnya, Hawking sangat yakin, di masa depan, manusia bisa dengan mudah pergi dari masa lalu ke masa depan atau sebaliknya menggunakan mesin waktu yang akan segera tercipta.
Baiklah...
Mari kita lihat:
Pertama
ulama menyetujui tantangan dari atheis ini. kemudian mereka menentukan tempat dan waktunya..

hari yg ditentukan untuk mengadakan debat terbuka tentang eksistensi Tuhan telah datang.. dengan persiapan yg sangat yakin si atheis telah dulu datang di tempat yg telah ditentukan.. namun si atheis ini dibuat kesal oleh ulama karena hampir satu jam lebih dari waktu yg telah ditentukan sang ulama belum juga datang..
si atheis berkata kepada para audience “lihat! Seorg yg mempercayai adanya Tuhan tdk konsisten kepada janjinya?! mungkin dia menyerah dan yakin kalau Tuhan memang tdk ada! Makanya dia tdk berani datang!”..
hampir beberapa saat lagi debat dibatalkan karena sang ulama belum juga datang, akhirnya dia terlihat datang menghadiri debat terbuka itu.. si atheis menegur denga suara dikeraskan agar terdengar juga kepada para audience..
atheis : “wah-wah…bagaimana anda ini? bukanya anda seorg yg percaya adanya tuhan, kenapa anda tdk konsisten sama janji anda? bukanya anda percaya akan ada tuhan yg menghukum org-org yg tdk tepat janji? atau anda berniat membatalkan debat ini karena anda sendiri mulai ragu terhadap keyakinan anda?”
ulama : “mohon maaf sy datang terlambat.. sy tdk berniat membatalkan debat ini.. sy tadi terlambat karena sy mendapat halangan dijalan..”
sang ulama menjelaskan sebab keterlambatanya.. “tadi sewaktu sy mau melewati sebuah jembatan tiba2 air sungai meluap, terus menyeret jembatan yg mau sy lewati.. sy bingung harus lewat jalan mana lagi? karena jalan ini satu2nya yg sy tau.. tapi untug saja di saat sy bingung harus melakukan apa? tiba2 dikejauhan sy melihat pohon besar roboh kesungai karena tanahnya terkikis arus.. lalu setiba dihadapan sy pohon itu tiba2 bergerak-gerak merubah dirinya menjadi sebuah perahu yg lengkap keadaanya.. bahkan ada nahkodanya.. akhirnya sy menaiki perahu itu untuk menyebrang sungai..”
belum selesai ulama menjelaskan, atheis menimpali sambil tertawa terbahak bahak..
atheis : “hahahaa…cukup,cukup.. tdk usah diteruskan kekonyolan anda.. sepertinya anda sudah mulai gila.. sy dan para audience di sini masih waras.. anda pikir kami akan peracaya cerita anda tadi? sepertinya sy salah org untuk mengajak anda berdebat dalam masalah ini, karena sy pikir anda sudah gila!.. mana mungkin ada sebuah pohon roboh terseret arus sungai, lalu tiba2 didepan anda pohon itu berubah menjadi sebuah perahu bahkan ada nahkodanya pula, lalu menyeberangkan anda dari sungai?!”..
atheis lalu bertanya kepada para audience..
atheis : “bagaimana, apa masih pantas debat ini dilanjutakan? atau ada yg bisa menjadi lawan debat sy yg menjelaskan eksistensi?”
audience tdk ada yg menjawab..lalu ulama tadi berkata kepada atheis..
ulama : “sebenarnya aneh sekali jika sampai sekarang anda masih tdk percaya adanya tuhan.. bukankah anda tdk percaya dengan cerita sy bahwa sebongkah pohon dapat merubah bentuk menjadi perahu dan terdapat nahkoda didalamnya? dan menganggap sy org yg tdk waras?.. lalu bagaimana anda bisa percaya bahwa alam semesta ini.. dengan segala isinya tercipta karena alam ini bisa membuat dirinya sendiri tanpa ada yg menciptakan?..apa bukan berarti anda lebih tdk waras dari sy?..”
si atheis diam tdk bisa berkata apa2 lagi...akhirnya debat yg akan diperkirakan menjadi debat panjang bersejarah membahas eksistensi tuhan..berakhir dalam beberapa dialog saja..
