PENDIDIKAN ANAK PRENATAL




Kasus

Pada saat sekarang ini sering kita mendengar banyaknya kasus kriminalitas, yang tidak menunjukkan penurunan namun malah sebaliknya, menunjukkan ke arah kenaikan yang tajam. Berapa banyak generasi muda yang terlibat pergaulan seks bebas, narkoba dan kejahatan kriminal lainnya seperti preman-isme, tukang talak, perkelahian dan tawuran antar geng, serta banyak lagi yang lainnya. Berapa banyak orang tua yang stress dan akhirnya meninggal dengan sakit hati (red: ngenes) melihat putera-puterinya yang menjadi harapan dan tulang punggung keluarga berbalik memusuhi, tidak mengenal tata krama dan sopan santun serta ungah-ungguh bahkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang tua mereka, dengan secara langsung menentang dan berbuat hal-hal yang melanggar kesusilaan dan norma serta adat yang berlaku di masyarakat. Berapa banyak generasi harapan negeri ini yang akhirnya menyesali nasibnya setelah sadar dan tidak dapat membalik waktu untuk merubah keadaan, sehingga terpuruk di dalam penyesalan yang berkepanjangan. Apa yang sebenarnya terjadi?! Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari yang tidak kita inginkan seperti di atas. Amin!


Definisi Pendidikan

Pada penjelasan sebelumnya di atas, ada hal yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki, meskipun tidak dapat seluruhnya, yaitu dengan melalui pendidikan. Kata pendidikan adalah kata jadian dari kata didik yang mendapat imbuhan pen- dan –an. Kata didik mengandung arti yang sangat banyak diantaranya adalah pelihara, bina, latihan, asuh dan ajar. Dengan adanya proses tambahan awalan dan akhiran tersebut akan memberikan pemahaman dan pengertian yang lebih luas, kompleks, sistematis serta filosofis. Kata pendidikan menurut Anton Moeliono, dalam bukunya Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan tahun 1989 adalah proses pengubahan
sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Secara terminologist, Soegarda Poerbakawatja dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedi Pendidikan tahun 1981 mendefinisikan pendidikan sebagai perbuatan atau usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya, serta ketrampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmani maupun rohaninya.


Latar Belakang

Para ilmuwan di bidang pendidikan anak dalam kandungan telah banyak melakukan riset baru dan berulang secara berkesinambungan dengan membuat langkah-langkah serta metode baru mengenai praktek pendidikan pra lahir. Dalam hal ini mereka telah banyak menemukan keistimewaan pendidikan pra lahir ini, diantaranya adalah peningkatan kecerdasan otak bayi, keyakinan lestari pada diri anak saat tumbuh dan berkembang dewasa nantinya, keseimbangan komunikasi yang lebih baik antar anak yang telah mengikuti program pendidikan pra lahir dengan orang tuanya, anggota keluarganya, dan/atau dengan lingkungannya dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak mengikuti program pendidikan pra lahir. Berikut ini adalah laporan yang diberikan oleh The American Association of the Advancement of Science pada tahun 1996, yaitu:



  1. Dr. Craig dari University of Alabama, menunjukkan bahwa program-program stimulasi dini dapat meningkatkan nilai tes kecerdasan dalam pelajaran utama pada semua anak yang diteliti dari masa bayi hingga usia 15 tahun. Anak-anak tersebut mencapai kecerdasan 15 hingga 30 persen lebih tinggi,


  2. Dr. Marion Cleves Diamond dari University of California, Berkeley, US melakukan experiment bertahun-tahun dan mendapatkan hasil yang sama berulang-ulang, bahwa tikus yang diberi stimulus tidak hanya mengembangkan percabangan sel otak yang lebih banyak dan daerah cortical otak yang tebal, tetapi juga lebih cerdas dan lebih trampil dalam bersosialisasi dengan tikus-tikus lain.


  3. Selain itu, The Prenatal enrichment unit di Hua Chiew General Hospital, Bangkok, Thailand, dengan pimpinan dr. C. Panthuraamphorn, telah melakukan penelitian yang sama terhadap bayi pra lahir dan hasilnya disimpulkan bahwa bayi yang diberikan stimulus pra lahir lebih cepat mahir bicara, menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, mampu menoleh ke arah suara orang tuanya, lebih tanggap terhadap musik dan juga mengembangkan pola sosial yang lebih baik pada saat dia dewasa nantinya.

Prinsip dasar Pendidikan Pra Lahir
Sebenarnya keistimewaan-keistimewaan pendidikan anak dalam kandungan atau pra lahir merupakan hasil dari sebuah proses yang sistematis dengan merangkaikan langkah, metode, dan materi yang dipakai orang tuanya dalam melakukan pendidikan atau stimulasi educative serta orientasi dan tujuan ke mana keduanya akan mengarahkan serta mendidik anaknya. Oleh karena itu, orang tuanya, khususnya ibu, harus memperlakukan anaknya dengan baik. Perlakukan yang baik itu diantaranya adalah memberikan pelayanan yang tepat terhadap anaknya yang masih dalam kandungan dengan tidak melakukan tindakan-tindakan kekerasan yang menimbulkan dampak negatif baik fisik maupun physicist terhadap anak dalam kandungannya.




ﺍﻠﺷﻗﻲﻤﻥﺸﻗﻰﻔﻰﺒﻇﻥﺍﻤﻪ


“Anak yang celaka adalah anak yang telah mendapatkan kesempatan di masa dalam perut ibunya” (HR. Imam Muslim dari Abdullah Ibn Mas’ud)


Aplikasi pelaksanaan pendidikan tidak akan terealisasi dengan baik tanpa adanya pondasi filosofis yang kukuh dan kuat, karena roh atau jiwa pendidikan akan hidup dan lestari serta berdaya guna manakala pendidikan itu selalu dilingkupi oleh dasar-dasar filosofis-nya yang kukuh dan kuat. Dasar filosofis ini hendaknya tertuang di dalam setiap gerak langkah kegiatan pendidikan. Filosofis ini merupakan landasan yang essential dalam penyelenggaraan pendidikan.
Sebagai sebuah landasan yang pokok setidaknya dapat dijadikan suatu akar ranting yang saling mengikat dari prinsip-prinsip dasar yang ada, yang dipegang terus dalam melaksanakan langkah-langkah pendidikan ini. Oleh karena itu, pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar pendidikan, dalam hal ini pendidikan pra lahir akan sangat membantu para pendidik khususnya para orang tua sehingga mampu dalam memaksimalkan potensi peserta didiknya, yaitu anak dalam kandungan untuk belajar. Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar yang membentuk pondasi filosofis dan sekaligus prosedur program dan langkah-langkah kegiatan pendidikan pra lahir, yaitu:


1. Prinsip cinta, kasih, sayang dan kerja sama


Salah satu di antara kebutuhan esensi manusia secara physicist adalah cinta, kasih dan sayang yang menjadikan unsur perekat dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara suami dan isteri, dan berdampak positif bagi keduanya terutama bagi isteri yang sedang mengandung. Dalam melaksanakan pendidikan pra lahir, seorang suami harus mengasihi dan menyayangi isterinya yang sedang mengandung serta membuatnya merasa senang, tenteram, aman, tenang dan bahagia serta menciptakan kedamaian dan kerukunan dalam rumah tangga. Kerja sama yang harmonis di antara kedua orang tua tersebut akan sangat membantu bagi pendidikan pralahir buah hatinya untuk belajar memberikan dan menerima kasih sayang juga nantinya.


2. Prinsip Ketuhanan (Tauhidiyah)


Setiap manusia memiliki keyakinan adanya Dzat Yang Maha Absolute, Maha Mutlak, Maha Agung, serta Maha Besar yang merupakan potensi asli dan mendasar manusia mulai sejak ia melakukan baiat dengan Tuhan-nya, pada zaman azali, alam arwah sebagaimana bunyi QS. Al-A’raaf:172, sebagai berikut:


…ﻘﺎﻠﻭﺍﺒﻠﻰﺸﻬﺪ ﺒﺎ ﺒﺭﺒﻛﻡ ﻮﺍﺸﻬﺩﻫﻡﻋﻟﻰﺍﻧﻔﺳﻬﻡﺍﻠﺳﺕ …


“Allah mempersaksikan mereka (manusia) atas diri-diri mereka sendiri dengan pernyataan ‘Bukankan Aku ini Tuhan Yang Esa bagi kamu sekalian?’ Mereka (manusia)
menjawab dengan tegas, ‘Ya, betul Engkau Tuhan kami. Dan kami bersaksi hal itu’ ”


3. Prinsip Ibadah


Ibadah merupakan salah satu tugas manusia di bumi ini, yang merupakan tugas inti dari semua tugas yang diwajibkan Tuhannya, sebagaimana firman-Nya di dalam QS. Adz-dzaariyat:56, yaitu:


ﻮﻣﺎﺨﻟﻘﺖﺍﻠﺟﻥوﺍﻻﻨﺱﺇﻻﻠﻳﻌﺑﺩﻮﻦ


“Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”


4. Prinsip Akhlak dan kebiasaan baik


Kesempurnaan akhlak bagi sifat manusia menjadi syarat utama untuk dapat mengemban kepribadian yang baik terhadap amanat pengelolaan dan pengurusan di atas bumi ini. Untuk dapat mencapai sifat-sifat kesempurnaan akhlak maka orang tua hendaklah memberikan contoh-contoh yang positif bagi anaknya yaitu dengan keteladanan sensasi positif penuh lemah lembut, seperti berbicara jelas, sopan, penuh rasa hormat dan kasih sayang dengan harapan agar anak dalam kandungan secara responsif akan terbiasa dan terbawa setelah ia lahir dan tumbuh kembang menjadi dewasa.


5. Prinsip Kecerdasan dan Ilmiah


Latihan pendidikan pra lahir dengan membiasakan memberikan langkah-langkah sederhana dalam berbagai materi yang dapat memberikan sensasi dan stimulus di mana bayi dalam kandungan dapat menjawab atau meresponnya, sehingga diharapkan kelak si anak dapat lebih banyak menerima dan meningkatkan minat dan ketrampilan pada hal-hal yang baru, sehingga keadaan tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan daya kecerdasan otak dan sensitivities terhadap suasana ilmiah si anak pra lahir.


6. Prinsip Stimulasi Pra Lahir


Ketika umur kandungan telah mencapai lima bulan atau dua puluh minggu, maka instrument indra anak dalam kandungan sudah potensial menerima stimulasi dan sensasi dari luar rahim seperti, indra peraba bayi yang sudah dapat merasakan sentuhan dan rabaan orang tuanya, indra pendengar yang mampu mendengar suara khas ibunya serta indra penglihatan yang mampu melihat sinar terang dan gelap di luar rahim, sehingga dengan latihan pendidikan pra lahir, berarti memberikan stimulasi sistematis terhadap otak dan perkembangan syaraf bayi sebelum dilahirkan agar lebih effektif dan effisien serta menambah kapasitas belajar setelah
ia dilahirkan.


7. Prinsip Kesadaran Pra Lahir


Pada tahun 1989 sebuah tim dari Prenatal University mengadakan The 9th International Congress of Free- and Prenatal Psychology, yang diselenggarakan di Jerusalem untuk menyikapi berbagai agenda permasalahan yang terkait dengan penyiksaan janin. Hak janin sebenarnya terdiri atas:i. Hak untuk memiliki silsilah atau nasab keturunan yang jelas dan pasti dari orang tuanya,ii. Hak terlindungi dan terpelihara dari iklim keburukan fisik dan physicist serta godaan setaniii. Hak terhindar dari penyakit menular, baik akut maupun kronisiv. Hak mendapatkan pelayanan asuhan, cinta, kasih dan sayang dari orang tuanyav. Hak mendapatkan pemeliharaan imaniyah asasiah dan/atau fithrah tauhidiyahvi. Hak mendapatkan makanan dan minuman yang baik, halal serta thoyyibvii. Hak pemeliharaan dari bahaya yang dapat mengancam dan mengganggu perkembangan janin seperti, pengaruh obat-obatan, minuman keras, narkotika dan sebagainyaviii. Hak untuk mendapatkan hidup yang layak, termasuk terlindungi dari bahaya yang akan mengancam hidupnya, seperti, pengaruh hukuman hadd dan/atau qishosh yang mengenai ibunyaix. Hak ahliyah atau kelayakan kehadiran janin sebagai individu yang diperhitungkan, seperti hak atas waris orang tuanyax. Hak pendidikan sejak dinixi. Hak lain-lainnya dalam hukum agama dan ketuhanan yang berlaku


8. Prinsip Keterlibatan Ayah dan Kakak-kakak sang bayi


Pada dasarnya pendidikan pra lahir hanya dapat dilakukan oleh orang tua bayi dalam kandungan, akan tetapi pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan anggota keluarga lainnya, seperti kakak atau saudara dekat lainnya juga ikut terlibat.

Pendidikan Formal di Indonesia



I. Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
Tujuan utama:
untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.

Tujuan penyerta:
untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.

Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini
* Infant (0-1 tahun)
* Toddler (2-3 tahun)
* Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
* Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)

Pendidikan Anak Usia Dini:
1. Taman Kanak-kanak (TK)
2. Raudatul Athfal (RA)
3. Bustanul Athfal (BA)
4. Kelompok Bermain (KB)
5. Taman Penitipan Anak (TPA)
6. Satuan PAUD Sejenis (SPS)
7. Sekolah Dasar Kelas Awal (kelas 1,2,3)
8. Bina Keluarga Balita
9. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
10. Keluarga
11. Lingkungan

II. Pendidikan Dasar
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuk satuan pendidikan:
* Sekolah Dasar (SD)
* Sekolah Menengah Pertama (SMP)
* Sekolah Menengah Atas (SMA)

Pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Di akhir masa pendidikan dasar selama 6 (enam) tahun pertama (SD/MI), para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN) untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat selanjutnya (SMP/MTs) dengan lama pendidikan 3 (tiga) tahun.

Pendidikan dasar (Kelas 1-6):
1. Sekolah Dasar
2. Madrasah Ibtidaiyah
3. Paket A

Pendidikan dasar (Kelas 7-9):
1. Sekolah Menengah Pertama
2. Madrasah Tsanawiyah
3. Paket B

III. Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah (sebelumnya dikenal dengan sebutan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) adalah jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. Sekolah Lanjutan atau Sekolah Menengah adalah jenjang pendidikan lanjutan setelah sekolah dasar. Sekolah Lanjutan terbagi atas 3 tahun Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan 3 tahun Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Sebutan ini dipergunakan pada tahun pelajaran 1994/1995 hingga 2003/2004 dan saat ini sudah diganti dengan sebutan Pendidikan dasar (mencakup SD dan SLTP) dan Pendidikan menengah (mencakup SLTA).

Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) adalah sebutan untuk tahap kedua dalam sekolah lanjutan setelah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Indonesia. Sebutan ini dipergunakan pada tahun pelajaran 1994/1995 hingga 2003/2004 dan saat ini sudah diganti dengan sebutan Pendidikan menengah.

Pendidikan menengah umum
Pendidikan menengah umum diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA). Pendidikan menengah umum dikelompokkan dalam program studi sesuai dengan kebutuhan untuk belajar lebih lanjut di perguruan tinggi dan hidup di dalam masyarakat. Pendidikan menengah umum terdiri atas 3 (tiga) tingkat.

Pendidikan menengah kejuruan
Pendidikan menengah kejuruan diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau
Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Pendidikan menengah kejuruan dikelompokkan dalam bidang kejuruan didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni, dunia industri/dunia usaha, ketenagakerjaan baik secara nasional, regional maupun global, kecuali untuk program kejuruan yang terkait dengan upaya-upaya pelestarian warisan budaya.

Pendidikan menengah kejuruan terdiri atas 3 (tiga) tingkat, dapat juga terdiri atas 4 (empat) tingkat sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Pendidikan menengah (Kelas 10-12) Umum:
1. Sekolah Menengah Atas
2. Madrasah Aliyah
3. Paket C

Kejuruan:
1. Sekolah Menengah Kejuruan
2. Madrasah Aliyah Kejuruan

IV. Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi:
1. Akademi
2. Politeknik
3. Sekolah Tinggi
4. Institut
5. Universitas

Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Di Indonesia, perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi dengan program pendidikan diploma (D1, D2, D3, D4), sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), dan spesialis.

Universitas, institut, dan sekolah tinggi yang memiliki program doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada setiap individu yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni. Sebutan guru besar atau profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja sebagai pendidik di perguruan tinggi.

Pengelolaan dan regulasi perguruan tinggi di Indonesia dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Rektor Perguruan Tinggi Negeri merupakan pejabat eselon di bawah Menteri Pendidikan Nasional. Selain itu juga terdapat perguruan tinggi yang dikelola oleh departemen atau Lembaga Pemerintah Non Departemen, yang umumnya merupakan perguruan tinggi kedinasan. Misalnya, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dikelola oleh Departemen Keuangan.

History (in English)
(Adjective) polytechnic: that teaches applied arts and sciences rather than academic

subjects.
(Noun) polytechnic (plural polytechnics): An educational institute that teaches applied arts and sciences rather than academic subjects.

The Further and Higher Education Acts 1992 made changes in the funding and administration of further education and higher education within the United Kingdom. The most visible result was to allow polytechnics to become universities. In addition the Act created bodies to fund higher education in England — HEFCE — and further education — FEFC. Universities in Scotland and Wales which had previously been funded by one UK-wide Universities Funding Council were the subject of other Acts that created higher education funding councils in each country.

Polytechnic may refer to an Institute of technology in the United Kingdom prior 1992. Since the Further and Higher Education Act in 1992 came into effect all UK polytechnics are elevated to New Universities. Polytechnic or Polytechnic University may refer to:
  1. Arizona State University at the Polytechnic campus
  2. Institute of technology, the general term for a polytechnic institute
  3. The Hong Kong Polytechnic University, located in Kowloon, Hong Kong
  4. Polytechnic Institute of New York University, located in Brooklyn, NY
  5. London Polytechnic (Royal Polytechnic Institution)
  6. California Polytechnic State University
  7. California State Polytechnic University, Pomona
  8. USF Polytechnic, located in Lakeland, FL
  9. Kwantlen Polytechnic University - A Canada University, located in Metro Vancouver

Di Indonesia, Politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, yang mencakup program pendidikan diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4, maksimal setara dengan program pendidikan sarjana. Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi. Gelar vokasi adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan vokasi bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi.
Di Indonesia, gelar vokasi diatur oleh senat perguruan tinggi dan ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan singkatannya. Gelar vokasi yang ada di Indonesia antara lain:
* Ahli Pratama (A.P.)
* Ahli Muda (A.Ma.)
* Ahli Madya (A.Md.)
* Sarjana Sains Terapan (S.S.T.)

Sarjana Sains Terapan (S.S.T.) merupakan gelar vokasi yang diberikan kepada lulusan program pendidikan diploma 4.

Sarjana Sains Terapan di Indonesia
Gelar program pendidikan diploma 4 dan sarjana (S1) adalah sama, yaitu sarjana. Untuk pendidikan akademik program sarjana, gelar ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf S diikuti inisial bidang studi, dan untuk pendidikan vokasi program diploma 4, gelar ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf S.S.T. (Sarjana Sains Terapan). Beban studi program pendidikan diploma 4 dan sarjana (S1) adalah sama.

Sarjana Sains Terapan di negara lain
Di luar negeri, misalnya di Australia, Sarjana Sains Terapan disebut dengan Bachelor of Applied Science.

Referensi:
* Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi
* Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 178/U/2001 tentang Gelar Akademik
* http://www.polytechnic.edu.na/

If would like to comment this articles, please contact me (Koko) at +62 81 2317 9119

5 Day with P3AI















Organisasi P3AI-ITS dibentuk berdasarkan kedudukan dan tujuannya dimana secara struktural berada langsung dibawah Rektor dan koordinasinya dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I). P3AI-ITS secara substansial juga mempunyai hubungan dengan lembaga normatif (senat akademik) dan Pusat Antar Universitas (PAU) Pusat Pengembangan Aktivitas Instruksional di UT Jakarta (DIRJEN-DIKTI Bid. Sarana dan Akademik), sebagai lembaga yang berwenang memberi akreditasi Penataran PEKERTI-AA di Indonesia.

P3AI-ITS dipimpin oleh seorang Ketua Pusat yang dibantu oleh Sekretaris Pusat. Sekretaris Pusat memimpin sebuah sekretariat yang menangani aspek administrasi, keuangan, dan peralatan. Secara operasional Ketua dibantu oleh tiga Kordinator bidang yakni :
  1. Koordinator bidang Penelitian dan Pengembangan.
  2. Koordinator bidang Pembelajaran dan Pelatihan.
  3. Koordinator bidang Sarana dan Media Belajar.

Disamping itu dalam menyusun, mengembangkan, dan menjalankan program, P3AI didukung oleh kelompok sejawat (Peer group) yang beranggotakan dosen-dosen dari berbagai jurusan yang mempunyai minat dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan aspek pendidikan.

Latar Belakang
Kurikulum di perguruan tinggi layaknya menu di restoran, bukan hanya daftar makanan saja, tetapi juga bagaimana makanan tersebut disajikan dan dapat dinikmati para pengunjung restoran. Penyusunan kurikulum tidak hanya berhenti sampai pada penyusunan seperangkat mata kuliah melainkan sampai pada perancangan pembelajaran, model pembelajaran dan perancangan asesmen sedemikian hingga dapat dinikmati para mahasiswa dengan menyenangkan. Dengan demikian mahasiswa menjadi senang belajar.

Workshop implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi bertujuan memberikan ketrampilan bagi para dosen dan guru untuk membuat rancangan pembelajaran berbasis kompetensi, memperkaya model-model pembelajaran student center learning dan merencanakan asesmen berbasis kompetensi termasuk melakukan instructional research (penelitian tindakan kelas). Dengan demikian implementasi KBK Tahun 2009-2014 dapat berjalan sesesuai harapan.

Untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang sesuai dengan perkembangan zaman dari waktu ke waktu, PT berusaha untuk terus melakukan pembaharuan kearah yang lebih baik. Terutama dalam bidang kurikulum pengajaran. Dimana setiap lima tahun sekali, dilakukan revisi kurikulum pada poin-poin yang dianggap perlu. Sehingga diharapkan, lulusan PT nantinya akan dapat memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh para stakeholder.

Menurut Lucia Aridinanti, sekretaris P3AI, tujuan diselenggarakan workshop untuk memberikan keterampilan bagi para dosen dalam membuat rancangan pembelajaran berbasis kompetensi. Dan juga memperoleh model-model pembelajaran Student Centered Learning (SCL) dan merencanakan assessment berbasis kompetensi serta melaksanakan Penelitian Kelas (Instructional research).

"Selain itu , kita juga ingin tahu sejauh mana persiapan tim penyusunan kurikulum masing - masing jurusan, terkait dengan perubahan kurikulum 2009 / 2010 nanti," papar Lucia. Dalam workshop ini juga diberi kesempatan bagi masing-masing jurusan untuk mempresentasikan sejauh mana kemajuan dari tim penyusunan kurikulum dari jurusan tersebut. "Secara tidak langsung akan dipaparkan juga kendala kendala yang dihadapi terkait dengan perubahan kurikulum. Diharapkan dapat dimusyawarahkan bersama dan dicarikan solusinya," Tambah Lucia kemudian.

" Dewasa ini, standar kompetensi yang diterapkan oleh stakeholder salah satunya adalah soft skill. Sehingga kita harus berusaha untuk menggodok kurikulum agar dapat memasukan nilai-nilai softskill dalam proses pembelajaran antara dosen dan mahasiswa " jelas Syamsyul Arifin, dosen Teknik Fisika yang ditampuk sebagai salah satu pembicara dalam workshop ini menjelaskan tentang model-model pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Salah satunya adalah model pembelajaran SCL. Dimana dosen dan mahasiswa mempunyai pandangan bahwa mereka adalah orang yang sama-sama belajar. "Dalam arti, mahasiswa harus aktif dan sang dosen pun tidak boleh puas dengan ilmu yang di punyanya, sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar bagi sang mahasiswa maupun dosen untuk terus mengeksplorasi bidang keilmuaan tersebut," jelas Syamsul kemudian.

" Diharapkan, mahasiswa akan lebih aktif untuk mencari bahan-bahan pembelajaran disamping dari materi yang diberikan oleh dosen di dalam kelas. Sehingga daya kreatifitas dari mahasiswa tersebut dapat teruji dengan baik. Sang dosen pun wajib memberi bimbingannya." Tambah Syamsul.

Belajar kini dapat dilakukan di mana saja. Tak hanya di kelas, namun juga di cyber campus, yakni dengan konsep e-learning. Dan mengingat peran penting dari e-learning ini, Kamis (20/11), Pusat Pengembangan Pendidikan dan Aktivitas Instruksional (P3AI) ITS menggelar Workshop Learning Management System, E-Learning Share ITS. Bertempat di gedung Perpustakaan ITS, acara ini mendapat antusias besar dari mahasiswa dan dosen.

Pelatihan sistem e-learning ini berlangsung selama dua hari dan terbagi atas dua sesi. Sesi pertama adalah manajemen file, yaitu cara memanage file agar compatible dengan e-learning ITS. Sedang sesi kedua adalah desain pembelajaran, yaitu membuat komponen-komponen yang akan ditampilkan. "Diharapkan dua sesi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Misal, mahasiswa dapat mengakses berbagai situs yang disediakan dosen," tutur Syamsul Arifin selaku ketua P3AI.

Syamsul juga menegaskan bahwa pelatihan ini dapat memperluas jaringan pembelajaran di seluruh Indonesia. "ITS menjadi titik simpul untuk wilayah Indonesia timur," ujarnya. Sebelumnya, melalui pelatihan serupa, ITS telah menghimpun 165 content mata kuliah berbasis e-learning yang sudah ter-upload di Share ITS. Jumlah ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan masih perlu digabungkan dengan pelatihan tahun 2008.

Pendaftaran & Fasilitas
Tempat, Sekretariat P3AI-ITS :
Gedung Perpustakaan ITS Lt-6
Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111
Phone/Fax : 031-5994419
Contact : Mbak Iin (Hp:081-5536-xxxxx)

Biaya pendaftaran dapat ditransfer ke rekening P3AI-ITS
Bank BNI Cabang Urip Sumoharjo Capem ITS
No. rekening : 0085080409
Slip pembayaran dan form pendaftaran dapat di Fax
pembayaran bisa juga dibayar langsung di tempat.

Bila anda kurang jelas dapat menghubungi saya:
Toko (081 2317 9119)