Als Ik Compagnie Was (=Jika Aku Sebuah Korporasi)*


Jika aku sebuah korporasi. Aku akan mengajak para pejabat-pejabat Indonesia untuk bernegoisasi di dalam museum. Biar mereka tersadar kalau sejarah telah berulang. Biar mereka tidak bergeming ketika aku menggelontorkan dana milyaran ke rekening-rekening mereka.

Dulu bangsa ini terbentuk karena ada monopoli VOC (Korporasi besar yang dilindungi kerajaan belanda). Setelah VOC bangkrut dan diambil alih pemerintah belanda bangsa ini baru bisa merdeka,itupun butuh waktu yang lama. Tak sadarkah bahwa mental "inlander" kalian telah
membuat bangsa ini kembali "terjajah" lewat korporasi modern yang aku tawarkan. Sungguh kalian ini belum sepenuhnya "merdeka" dan "berdaulat".

Pejabat-pejabat kalian telah menjelma menjadi "amangkurat I" yang baru. Yang rela menjual tanah dan bangsanya untukku. Tahukah kalian bahwa kontrak-kontrak karya yang aku sodorkan sangat merugikan dan membuatku tertawa. Ternyata menjajah kalian tak perlu senjata api dan pertumpahan darah.

Jika aku sebuah korporasi. Aku akan memberikan transfer knowledge kepada BUMN-BUMN kalian. Aku akan dengan sukarela mengajarkan good corporate governance dan management practice. Sehingga BUMN kalian menjadi tidak salah kelola dan tidak diobral murah hanya untuk
mencukupi "belanja" negara.

Aku akan menyalurkan putra-putri terbaik bangsa yang bekerja untukku untuk membantu menganalisa kondisi ini. Berikut analisa yang pernah mereka berikan padaku. Analisa 5 M. Man. Material. Machine. Method. Money.

Man. Mental inlander telah meracuni punggawa-punggawa BUMN. Corporate culture yang salah. Aku akan memaksa mereka membuat improvement dan inovasi. Jika tidak mau aku akan mengganti pemimpinnya toh masih banyak peangguran cerdas di negeri ini!

Material. Sedikitnya local content. Bahan baku diekspor dan mengimpor bahan jadi. Bahkan katanya 80% bahan baku batik pun harus impor. Aku akan bertindak sebaliknya. Melindungi dulu kebutuhan lokal baru berpikir global.

Machine. Perangkat yang dipakai sebenarnya tak kalah mutakhir. Cuman sayang tak mengenal Total Productive Maintenance. Terbengkalai. Beli perangkat baru dianggap lebih modern padahal belum tentu dibutuhkan. Aku akan menekankan kebutuhan bukan hanya "mencari-cari" proyek.

Method. Birokrasi terselubung yang membentuk labirin-labirin baru. Aku akan mengadakan re-engineering business process dan change management untuk merombak organisasi dan culture menjadi lebih efektif dan efisien.

Money. Kurangnya investasi sehingga menggantungkan investor luar bahkan dengan sukarela mengobral murah. Aku akan bertindak sebaliknya. Aku akan masuk ke "rumah" mengaudit "bocoran" dana dan pemborosan yang aku yakin lebih besar daripada duit investor-investor kawanku tadi.

Jika aku sebuah korporasi. Aku akan mengusulkan negoisasi ulang. Jangan becanda dan merendahkan. Aku sudah cukup kaya setelah sekian dasawarsa mengeruk kekayaan alam negeri ini. Aku akan memberikan sharing yang adil bahkan jika bangsa ini mau dan mampu aku akan dengan semangat menyuruh menasionalisasi. Jangan lagi bercanda,aku sudah cukup kaya!

Jika aku sebuah korporasi. Aku akan benar-benar memperhatikan bumi ini. Sudah cukup banyak kerusakan yang aku timbulkan dan aku ingin memperbaikinya. Tidah hanya sebatas slogan spanduk CSR. Aku akan membuat nusantara ini kembali menjadi "zamrud khatulistiwa".

Tapi sayang. Aku bukan korporasi. Aku hanya satu dari sekian banyak anak bangsa yang terpinggirkan. Seorang blogger yang tidak bermental inlander. Aku tidak tidak sedang berpolitik. Toh, pilpres 2019 masih terlalu lama. Bagiku "good politic is no politics". Bukan golput. Tapi politik tanpa sikut2an. Tanpa dagang sapi. Dan tanpa KKN. Meski tidak ada yang mendengarkan, aku akan tetap bernyanyi. Dengan lantang menyanyikan lagu lir-ilir cak nun...

... Mumpung provinsi ini belum dicaplok orang, provinsi itu belum diambil orang, provinsi yang disana belum diintervensi asing, Mumpung kita masih menjadi satu Mumpung kita masih diberi Allah Kesempatan untuk kembali Menata semua ini menjadi Ilir-ilir.. Tak ijo royo-royo dimana-mana Indonesia masih sangat kaya, tanah subur belum kita manfaatkan betul-betul. Kita masih sangat bisa membangun kembali!

*terinspirasi "Als ik nederlander was" nya ki Hajar Dewantoro. Dalam rangka meneladani pemikiran lokal.

Note:korporasi disini berarti korporasi yang mengeruk kekayaan negeri.

What Love means to a 4-8 year old . . .



Slow down for three minutes to read this. It is so worth it. Touching words from the mouth of babes. A group of professional people posed this question to a group of 4 to 8 year-olds, 'What does love mean?'

The answers they got were broader and deeper than anyone could have imagined. See what you think.

'Love is when you go out to eat and give somebody most of your French fries without making them give you any of theirs.'
Chrissy - age 6

'When my grandmother got arthritis, she couldn't bend over and paint her toenails anymore.
So my grandfather does it for her all the time, even when his hands got arthritis too. That's love.'
Rebecca- age 8

'When someone loves you, the way they say your name is different.
You just know that your name is safe in their mouth.'
Billy - age 4

'Love is when a girl puts on perfume and a boy puts on shaving cologne and they go out and smell each other.'
Karl - age 5

'Love is what makes you smile when you're tired.'
Terri - age 4

'Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a sip before giving it to him, to make sure the taste is OK.'
Danny - age 7

'Love is when you kiss all the time. Then when you get tired of kissing, you still want to be together and you talk more.
My Mommy and Daddy are like that. They look gross when they kiss'
Emily - age 8

'Love is what's in the room with you at Christmas if you stop opening presents and listen.'
Bobby - age 7

'If you want to learn to love better, you should start with a friend who you hate,'
Nikka - age 6

'Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it everyday.'
Noelle - age 7

'Love is like a little old woman and a little old man who are still friends even after they know each other so well.'
Tommy - age 6

'During my piano recital, I was on a stage and I was scared. I looked at all the people watching me and saw my daddy waving and smiling.
He was the only one doing that. I wasn't scared anymore.'
Cindy - age 8

'My mommy loves me more than anybody
You don't see anyone else kissing me to sleep at night.'
Clare - age 6

'Love is when Mommy gives Daddy the best piece of chicken.'
Elaine-age 5

'Love is when Mommy sees Daddy smelly and sweaty and still says he is handsomer than Robert Redford.'
Chris - age 7

'Love is when your puppy licks your face even after you left him alone all day.'
Mary Ann - age 4

'I know my older sister loves me because she gives me all her old clothes and has to go out and buy new ones.'
Lauren - age 4

'When you love somebody, your eyelashes go up and down and little stars come out of you.'
Karen - age 7

'Love is when Mommy sees Daddy on the toilet and she doesn't think it's gross.'
Mark - age 6

'You really shouldn't say 'I love you' unless you mean it. But if you mean it, you should say it a lot. People forget.'
Jessica - age 8

And the final one
The winner was a four year old child whose next door neighbor was an elderly gentleman who had recently lost his wife.
Upon seeing the man cry, the little boy went into the old gentleman's yard, climbed onto his lap, and just sat there.
When his Mother asked what he had said to the neighbor, the little boy said,
'Nothing, I just helped him cry'

SPAM/VIRUS YM

Anda suka chatting di Yahoo Messeger (YM)? Dan anda pernah mengalami kejadian ketika sedang asik asiknya chatting mendapat Private Messege atau Instant Messege (PM / IM ) yang bertubi tubi dan banyak sekali sehingga membuat anda terganggu dan lebih parah lagi YM anda menjadi disconect atau dc. Kalau anda pernah mengalami kejadian seperti itu, berarti anda sedang diserang oleh para Lamer ataupun sering disebut sebagai Booter dengan berbagai senjata boot mereka, disini saya akan memberikan sedikit tips untuk mencegah-a.

Variasi dari boot banyak macamnya. Mulai dari mengirim paket file untuk membuat chat user lain dc, mengirim undangan (invite room) secara terus menerus, mengirim undangan view webcam atau join converence yang banyak, mengirim game, mengirimkan lag atau bom, atau bahkan membuat chat user disconect secara tidak sadar (silent dc).

Nah untuk menangkal boot ada beberapa tool variasi lain dari Yahoo Messeger. Beberapa software terkenal dari variasi YM (biasa disebut YM chat client atau bisa juga Yahoo Anti Boot) adalah Y Tunnel, Ymlite, YahElite, Yazak, Super Spy dan beberapa jenis chat client lainnya. Ini merupakan software yang dikembangkan untuk menangkal serangan boot (Yahoo Anti Boot.

Tapi gimanapun kalo kita uda terbiasa dengan menggunakan YM biasa apalagi YM 9, kalo belum mempunyai YM 9 bisa di download DISINI (http://www.d60pc.com/2008/02/10/download-yahoo-messenger-9/) yg tampilannya dan fitur-a yang asik dan indah, pasti sangat tidak nyaman kalo kita chat dengan menggunakan Variasi lain Yahoo Messenger ( Yahoo Messenger Chat Client ).


Disini saya akan memberikan sedikit Tips ad Tricks Bagaimana Membuat YM biasa kita juga dapat berperan sebagai ANTI BOOT untuk menahan serangan2 Lammer Ataupun Booter :

  • PERTAMA ANDA DOWNLOAD TERLEBIH DULU FILTER 1 ANTI BOOT DISINI (http://www.d60pc.com/download/filter1anti%20boot.txt). Guna file ini adalah untuk menahan dan mem filter jenis serangan2 / senapan dari booter
  • Setelah download file anti boot, sekarang buka yg kamu download tadi dengan menggunakan NOTEPAD, kemudian kamu copy semua-a isi dari file Filter Anti Boot itu
  • Kemudian buka My Computer trus masuk ke C: Program Files > Yahoo! > Messenger. Disana kamu akan melihat sebuah file dengan Nama : filter1.enc
  • Buka File tersebut ( filter1.enc ) dengan notepad kamu. Kemudian kamu tambahkan kedalam file yg uda kamu buka dengan notepad itu, dengan FILTER 1 ANTI BOOT yg sebelumnya sudah kamu Copy Isi-a.
  • Kemudian kamu save. Langkah pertama selesai.
  • Sekarang buka YM kamu
  • Kemudian pilih menu Messenger > Preferences > Chat. Dan tandai pada word Filter-a dengan pilihan WEAK saja di YM kamu seperti dibawah ini
  • Kemudian arahkan pada piihan MESSAGES, dan tandai settingan2 pilihan-a seperti dibawah ini :


sekarang uda selesai. Sekarang kamu uda bisa chat dengan lebih santai dan tenang akan gangguan2. Tapi ingat, YM BOOT juga pasti selalu berkembang kekuatan tool2 dan jenis serangan. Jadi selalu cari tahu bagaimana tips dan tricks untuk mencegah.

Kill The Boss with Ur Heart ...




Nancy Halpern:
Silakan pilih salah satu dari tipe-tipe bos anda berikut ini:
a--Monster
b--Penjajah
c--Hitler
d--Semuanya

Apakah hal ini terdengar akrab di telinga anda? Apakah anda menghadapinya setiap hari? Apakah anda menganggap ada yang keliru dalam hidup anda sehingga harus keluar dari kemelut ini? Jangan putus asa. Sekarang atau kelak kita semua pasti pernah berhadapan dengan tipe-tipe bos seperti ini.

Terlalu banyak orang tidak menyadari bahwa "memanajemi bos" tidaklah sama dengan "menjilat bos". Memanajemeni bos adalah bagian dari tugas anda dan merupakan kunci indikator keberhasilan. Dalam memanajemeni bos, anda belajar untuk menguasai banyak hal, misal, manajemen itu sendiri, perilaku manusia, dan kemampuan menghindari situasi penuh tekanan. Ketrampilan-ketrampilan ini dapat anda gunakan sebagai strategi untuk bertahan, bahkan sukses.


BAGAIMANA ORANG SEBAIK ANDA BISA TERJERUMUS DALAM SITUASI BURUK INI?

Bagaimana anda bisa terjerumus dalam situasi ini? Mungkin anda diterima bekerja pada sebuah perusahaan, dan bos anda tampaknya sangat, sangat baik.

Namun ketika deadline pertama tiba, ia berubah menjadi monster yang berteriak-teriak menakutkan. Atau, mungkin bos anda yang lama keluar dan manajemen memutuskan untuk menggantikannya dengan bos baru yang mengerikan.

Atau, mungkin juga anda mendapat kenaikan pangkat, dipindah ke bagian lain dan bertemu dengan bos yang sulit. Atau, hubungan anda dengan bos sebenarnya baik-baik, namun tiba-tiba menjadi pahit dan semakin buruk sehingga sulit bagi anda untuk memperbaikinya. Kebanyakan orang tak mau bekerja untuk bos-bos bertipe sulit. Mereka lebih suka menghindarinya jauh-jauh. Hanya sedikit sekali orang yang mampu melihatnya sebagai sebuah tantangan untuk maju.


PILIHLAH SEORANG BOS, SEMBARANG BOS

Mari kita lihat apakah kita bisa keluar dari situasi horor ini. Coba anda
pelajari bagaimana tipe bos anda sebenarnya. Berikut ini ada beberapa tipe
bos yang dibenci. Apakah anda menemukan bos anda termasuk dalam daftar ini?

1--Arogan.

Bos tipe ini percaya bahwa memotivasi karyawan hanya dapat dilakukan dengan cara intimidasi, kekerasan dan menebarkan ketakutan. Mereka senang sekali melihat bawahannya merunduk-runduk dan menyembah-nyembah padanya. Bos ini mustahil mau bersikap manis pada bawahannya.

2--Idiot.

Bos ini benar-benar bodoh. Tak peduli berapa kali anda berusaha menjelaskannya pada mereka, tapi mereka tetap saja membuat anda menggeleng-gelengkan kepala. Ajukan pada mereka sebuah strategi konyol, mereka pasti akan menyetujuinya. Anda tentu heran bagaimana mereka bisa sampai pada kedudukan ini, bahkan terus mendapatkan promosi. Mengapa? Karena mereka selalu berusaha menyenangkan atasan mereka.

3--Politisi.

Bos tipe ini berusaha memanipulasi orang lain sedemikian rupa sehingga setiap orang akan mengatakan apa yang ingin mereka dengar. Selama berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bertahun-tahun, mereka terus menyebarkan kebohongan. Sebenarnya mereka ini adalah orang yang lihai memutarbalikkan kenyataan sesuai kemauan mereka. Perhatian mereka tak pernah tertuju pada apa yang baik bagi perusahaan, namun apa yang baik bagi diri mereka sendiri.

4--Ular.

Bos tipe ini suka sekali berkata, "Saya benar-benar mengusahakannya untuk anda." sambil tersenyum manis padahal mereka sama sekali tidak tulus. Mereka pandai sekali memadukan kelicikan seekor ular dengan kemampuan akting aktor peraih Oscar. Ucapan mereka tak bisa dipercaya.

5--Workaholic.

Bos tipe ini tidak mempunyai kehidupan. Mereka hidup untuk bekerja. Bahkan bekerja adalah hidup itu sendiri. Bagi mereka, foto keluarga di meja kerja sudah cukup untuk menunjukkan perhatian pada anak-anak dan keluarganya. Mereka suka menentukan deadline yang tidak realitis, menelepon anda di rumah, mengadakan perjalanan dinas di akhir pekan. Memang itulah teknik-teknik mereka. Sebagian besar bawahan bekerja melebihi jam kerja normal hingga larut malam tanpa adanya pengakuan atau imbalan yang memadai.

Kenyataannya semakin banyak pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka, semakin banyak imbalan yang diberikan pada mereka, namun tak sepeser atau sedikitpun penghargaan diberikan pada bawahannya.


BERHARAP SAKIT HATI

Kita semua tahu, tak mudah hidup bersama bos sulit. Anda mungkin telah berusaha berbagai macam cara dan tidak juga berhasil. Lalu apakah anda akan keluar begitu saja? Apakah anda menerima kjeadaan sebagai sebuah hukuman atas karma anda? Tenang saja, berikut ada beberapa tips untuk menghadapi bos sulit. Jika tidak berhasil, setidaknya membuat hidup anda lebih nyaman.

Cobalah beberapa ide berikut ini.

1--Jangan membangkitkan singa yang sedang tidur.

Ketahui apa yang membuat mereka jengkel, marah-marah, dan tertekan? Catat semuanya. Lalu tuliskan pada lembar yang sama apa-apa yang menjadi kebalikan hal tersebut. Tempelkan daftar ini agar mudah anda baca setiap waktu. Jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal kecil. Hal-hal kecil ini sama pentingnya dengan yang besar-besar. Misal: anda mungkin tak mempersoalkan bila anda lima menit terlambat datang dalam rapat. Namun, bila hal ini seringkali anda lakukan, bos akan menganggap anda malas, tak pandai mengatur waktu dan tidak menghargainya. Ingat, yang perlu anda perlu ketahui adalah titik-titik sensitivitas bos anda, bukan anda.

2--Kenali metode komunikasi yang disukai bos.

Apakah bos lebih menyukai komunikasi melalui email, telepon atau memo tertulis? Apakah mereka hanya menggunakan satu cara untuk mereka sendiri dan cara lain untuk bawahannya? Kenali dan terapkan! Ini akan membuat mereka lebih nyaman berkomunikasi dengan anda. Bahkan mereka mungkin percaya bahwa anda sama seperti mereka. Karenanya anda harus sangat, sangat cerdik.

3--Kenali gaya komunikasi mereka.

Apakah gaya komunikasi mereka formal atau informal? Anda tak harus benar-benar menyamai mereka; namun gunakan sebagai panduan umum dalam berkomunikasi. Misal, jika bos sering menggunakan kata-kata vulgar, bukan berarti anda juga harus meniru mereka. Bersikap terkejut karena kekasaran mereka tidak akan menolong anda. Anggap saja bahwa ini adalah suatu bentuk informalitas, atau taktik untuk membuat anda jengkel, jadi jangan berreaksi apa-apa. Hal yang sama berlaku pada bagaimana gaya mereka berpakaian. Jangan meniru begitu saja, namun gunakan untuk mengetahui siapa dan bagaimana mereka sesungguhnya.

4--Anggap ini sebagai bagian dari kesuksesan anda.

Saya tahu ini sulit dan menyakitkan, namun lakukan! Pelajari orang-orang yang berhasil mengatasi bos macam begini. Lihat siapa yang berhasil mendapatkan promosi? Perilaku dan perlakuan apa yang mereka gunakan untuk menghadapi bos mereka? Lupakan sifat-sifat anda sendiri, cobalah untuk bersikap obyektif. Ini bukan berarti anda harus meniru mereka begitu saja, namun anggap saja ini sebagai petunjuk untuk mengetahui apa-apa yang disukai oleh bos anda. Anda bisa memutuskan kemudian, apakah anda perlu menyamai kolega anda yang berhasil tadi atau tidak, namun untuk kali ini anda perlu mengumpulkan data sebanyak-banyaknya.

5--Simpan semua ini untuk anda sendiri.

Katupkan bibir anda rapat-rapat. Jangan mengeluhkan bos anda di dalam kantor. Sudah terlalu banyak orang menyebarkan cerita-cerita buruk tentang bos mereka. Ingat, dinding-dinding kantor anda mempunyai telinga, bahkan mereka akan meneruskan keluhan anda kemana-mana, termasuk bos anda. Mungkin orang yang pertama kali anda ajak bicara tidak akan menyampaikannya pada bos anda, namun orang kedua atau ketiga yang akan melakukannya.

6--Lupakan bagian Human Resource

Ingat, divisi HR dibentuk untuk memenuhi kebutuhan perusahaan bukan kebutuhan anda pribadi. Kalau anda mengeluh tentang bos anda pada mereka, tak peduli seberapa pun benarnya, mereka akan langsung menyampaikannya pada bos anda. Dan ini kelak akan menyakitkan anda. Percayalah, tak peduli seberapa "bersahabatnya" sikap yang ditunjukkan oleh bagian HR, mereka bukanlah sahabat yang sejati.

7--Catat, catat, sekali lagi: catatlah.

Simpanlah setiap memo, catatlah setiap pernyataan yang menyakitkan, setiap janji yang tak ditepati, dan setiap perilaku yang di luar batas. Jangan lupa untuk mencatat juga tanggal, saksi-saksi, dan detil-detil yang bisa dipercaya. Simpan ini baik-baik. Siapa tahu anda kelak akan membutuhkannya... siapa tahu?

8--Susun strategi keluar dari kemelut.

Susun curriculum vitae tentang diri anda. Buat daftar headhunters yang bisa anda hubungi dan tiga atau empat nama orang yang bisa memberi anda referensi positif. Bila anda memutuskan untuk keluar, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuka dokumen ini. Anda akan benar-benar merasa tertolong.

9--Manajemeni bos anda.

Jadikan ini sebagai pekerjaan anda. Sadari bahwa anda perlu mempunyai strategi untuk memanajemeni bos anda. Bersikaplah penuh tanggung jawab pada mereka. Kenali apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan bos anda. Kenali pula gaya kerja anda, dan rencanakan bagaimana anda bisa menyeimbangkan perbedaan di antara anda.

Cara Hadapi Bos yang Suka Mengancam

MENJALANI karir sebagai seorang karyawan tak bisa seenak hati layaknya menjalankan usaha sendiri. Sebab, setiap gerak langkah kita diikat aturan serta atasan sebagai pemimpin dan pengendali proses kerja untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam sebuah lingkungan kerja dengan beragam karakter orang, tak jarang orang yang menjadi atasan kita adalah pribadi yang unik. Salah satunya adalah tipe arogan dan tempramen yang gemar mengancam atau mengintimidasi bawahan bila tak mau menurut.

Berbekal "kekuasaan" yang dimilikinya, tak jarang dia akan menjadi "penguasa" kecil dalam lingkungan kerja. Sebagai bawahan tentu tak bisa memilih karakter orang yang menjadi atasan kita. Dan bila atasan kita adalah pribadi yang suka mengancam atau pemarah, yang kita butuhkan adalah bersabar."Mendapatkan atasan yang suka mengancam atau bahkan pemarah adalah sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan. Sehingga, untuk menghadapinya kita harus menerima dengan ikhlas,"terang S Susilowati, Senior HRD PT Batamindo Investment Cakrawala Batam.

Keiklasan merupakan kunci untuk bisa menikmati pekerjaan. Sebab, bila kita tidak ikhlas yang terjadi adalah siksaan psikologis. Setiap hari akan menjadi hari yang tidak menyenangkan, dan kerjasama tidak akan terjalin dengan baik. Akibatnya kinerja kita sendiri akan menjadi tidak optimal. Apa yang kita harapkan bila tidak menikmati sesuatu yang dikerjakan akibat tak bisa menerima atasan kita? "Menerima disini bukan berarti menerima perlakuannya. Ini berbeda. Apalagi kalau perlakuan atasan adalah perlakuan yang tidak menyenangkan. Misalnya mengancam atau mengintimidasi, menghina, dan sebagainya. Maka tindakan yang diambil bisa berhubungan dengan tindakan hukum,"terangnya.

Selain tindakan hukum, melaporkan kelakuan atasan pada atasan yang lebih tinggi juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan pada kita. Pelaporan itu sendiri baik secara hukum maupun pada atasan tentu saja harus disertai bukti yang jelas. (*)

Jangan Membesar-besarkan Kekurangan Atasan
SIKAP arogan yang ditunjukkan seorang atasan pada bawahan bisa muncul sebagai sebuah sifat atau karakter. Jika sikap arogan tersebut adalah sebuah sifat, masih ada peluang untuk berubah. Berbeda bila sikap arogan tersebut muncul sebagai sebuah karakter. Karakter lebih susah diubah karena dibentuk sejak kecil.

"Sikap terbaik menghadapi atasan arogan adalah fokus pada bidang pekerjaan, bukan pada sifat atau pribadi orangnya. Sebab, orang arogan, belum tentu tidak bekerja dengan baik,"jelas S Susilowati. Sikap profesional serta tetap fokus pada pekerjaan dan memandang sisi baik atasan bisa dijadikan dasar menjalani pekerjaan. Sebab, setiap orang pasti ingin menikmati pekerjaan tanpa harus terganggu pikiran negatif.

"Jika kita ingin menikmati pekerjaan, maka kita harus fokus pada pekerjaan dan jangan membesar-besarkan kekurangan atasan. Bahkan, bila memungkinkan bantulah atasan dengan masukan-masukan agar atasan bisa berubah,"katanya. Selain fokus pada pekerjaannya, seorang pekerja hendaknya membekali dirinya dengan pengetahuan tentang aturan ketenagakerjaan. Baik saat bekerja tanpa masalah maupun ketika menghadapi atasan arogan. Sebab, dengan belajar undang-undang ketenagakerjaan, seorang pekerja dapat memahami dengan baik hak dan kewajibannya dan pengusaha. Pemahaman ini akan sangat membantu jika suatu saat mendapat masalah di tempat kerja.

Sebut saja jika kita dipecat. Saat kita mengetahui isi undang-undang ketenagakerjaan atau UU No 13 Tahun 2003, kita akan tahu bahwa atasan tak bisa seenaknya memecat orang. Meskipun secara pribadi yang bersangkutan tidak disenangi. "Pemecatan memang dapat dilakukan dengan tanpa didahului surat peringatan, tergantung berat ringannya tingkat kesalahan. Jika kesalahannya ringan, maka surat peringatan akan diberikan pada yang bersangkutan. Dan jika terus mengulang kesalahan yang sama, bisa berujung pada pemecatan,"katanya. (*)

Berpikir beda dan berpikir plus
imac apple“Kalau saya sih beda! Menurut saya sebaiknya … bla.. bla.. bla….”

Pernahkah Anda bertemu orang yang selalu berpikir beda dengan Anda (juga hampir semua orang lainnya)? Mula-mula kita kagum, tapi lama-lama jengkel juga. Rasanya hanya pendapat dia itu yang benar, sementara pendapat orang lain itu tidak benar, atau paling tidak pasti ada cacatnya. Jadi, berpikir beda itu baik atau buruk?

Think different.
Itulah slogan perusahaan komputer Apple saat meluncurkan bentuk komputer yang beda di akhir tahun 90-an. Komputer yang lazim saat itu adalah sebuah kotak CPU (Computer Processing Unit) yang terpisah dari monitor tabung. Apple bikin yang beda, komputernya berupa sebuah monitor dengan bagian atas yang bening sehingga terlihat komponen di dalamnya. Mana kotak CPU nya? Nggak ada, karena ternyata CPUnya sudah ditempelkan di bagian bawah monitor tersebut, menyatu sehingga tidak terlihat. Komputer iMac ini laku keras luar biasa, dan membuat perusahaan Apple kembali diperhitungkan di pasar PC.

“Jadi berpikir beda itu perlu?” Tunggu dulu.

Apple berbeda dengan perusahaan lainnya. Namun andai Anda adalah karyawan Apple saat itu, bisakah Anda berpikir beda? Belum tentu. Paling tidak Anda harus ikut kemauan pimpinan di Apple yang waktu itu adalah Steve Jobs, seorang visioner yang juga otoriter dalam menerapkan visinya. Kalau Anda beda dengan dia, siap-siap saja untuk ditendang keluar. Apple itu berpikir beda dari perusahaan komputer lainnya, tapi berpikir sama di dalam perusahaannya.

“Jadi kapan kita perlu berpikir beda?” Nah, ini baru pertanyaan yang benar.

Kita perlu berpikir beda bila kita berada dalam suasana bebas sederajat, dimana semua perbedaan mendapat penghargaan sama. Biasanya suasana ini ada dalam proses kreatif (brainstorming misalnya), proses penciptaan. Selain itu : jangan berpikir beda!

Believe me, berpikir beda di suasana selain suasana kreatif ternyata berakibat tidak menguntungkan. Secara alami, tidak ada manusia yang menyukai perbedaan. Pepatah mengatakan, “Birds of a feather flock together.” Burung dengan bulu yang sama kumpul bersama. Kalau Anda sering beda dengan rekan-rekan Anda, pelan tapi pasti Anda akan disingkirkan. Dan itu yang saya lihat dari pengalaman selama ini. Apalagi, kalau Anda sering berbeda dengan atasan Anda terutama di rapat-rapat. Mungkin beliau hanya tersenyum pada Anda, dan besoknya Anda dipindahtugaskan. Kita bisa berbeda dengan kompetitor, tapi harus sama dengan grup kita.

Loh, bukannya buku-buku menyarankan agar kita berpikir beda? Bukankah guru-guru manajemen juga menyarankan agar perusahaan menumbuhsuburkan iklim beda pendapat? Justru itu. Karena beda pendapat itu bukan hal yang alami, maka guru-guru manajemen berteriak-teriak agar perusahaan menghargai perbedaan.

Berbeda itu tidak alami. Sayangnya persis sama juga tidak alami!

Semua yang persis sama tidaklah alami. Lihatlah diri kita, semua memiliki keunikan masing-masing. Kalau kita semua sama, maka kita justru menjadi lemah. Kalau semua daun warnanya sama, dunia akan membosankan.

Jadi bagaimana? Ini solusinya : kita menyukai yang sedikit berbeda!

Daun yang beragam namun memiliki kesamaan. Seni yang beda namun dalam kelompok jenis yang sama. Musik beda namun dalam genre yang sama. Praktisnya, yang suka musik rap tidak suka musik jazz, demikian pula sebaliknya. Namun yang suka rap mungkin masih bisa menerima pop, demikian pula yang suka jazz masih mentolerir pop. Karena musik pop seakan di tengah-tengah, menjembatani rap dan jazz yang ekstrim berseberangan.

Jadi, alih-alih kita berpikir beda, maka sebaiknya kita pakai ini saja : BERPIKIR PLUS. Sebuah cara berpikir lebih atau berpikir tambah.

Think Plus.

Berpikir tambah menuntut cara yang sama sulitnya dengan berpikir beda. Dalam berpikir plus mula-mula kita harus mampu melihat sisi positif dari pendapat orang lain, lalu kita tambah pendapat itu agar lebih sempurna. Tambahan ini bisa berupa sesuatu yang memperkuat efek positif dari pendapat orang lain itu, atau berupa sesuatu yang menutupi kelemahannya. Berpikir plus ini ibarat bermain catur dimana kita harus meneruskan langkah yang sudah diambil orang lain. Kita biarkan langkah yang sudah diambil (karena itu hak dia misalnya), kalau langkah itu bagus maka kita tambah dengan langkah yang lebih menajamkan untuk menyerang, namun bila langkah itu lemah maka kita tambah dengan langkah memperkuat posisi sebagai antisipasi. Berpikir plus adalah menambah dari sesuatu yang sudah ada agar menjadi semakin berkualitas.

Lihatlah kembali desain komputer Apple, sebenarnya tidak secara radikal berbeda dengan komputer lainnya. Masih terlihat komputer, bukan? Apple masih waras untuk menciptakan barang baru yang tidak terlalu aneh, karena aneh bisa berakibat ditolak pasar. Mobil juga ada berjenis-jenis, tapi masih punya karakteristik sama. Artinya, bahkan desain yang beda - dan terbukti diterima pasar - pun ternyata tidak bisa lepas dari kesamaan. Bayangkan kalau Anda bikin komputer dengan bentuk dinosaurus atau mobil dengan bentuk mentimun, mungkin hanya sedikit orang yang akan memakainya, alias Anda hanya akan diterima kalangan eksentrik. Saya jadi ingat kisah sepeda motor skuter (Scooter) Vespa. Itu adalah desain sepeda motor radikal oleh seorang desainer pesawat terbang. Walhasil, desain skuter mendahului jamannya. Selama 50 tahun dunia sepeda motor didominasi oleh jenis sepeda motor bebek. Pengguna skuter masuk kelompok eksentrik. Hingga akhir-akhir ini barulah desain skuter mulai mempengaruhi motor bebek yang kian lama kian menjadi desain bebek matic. Demikian pula dengan Anda di perusahaan, kalau Anda betul-betul radikal berbeda, maka Anda akan menjadi kelompok minoritas di pojok dan harus menunggu angin berubah agar muncul ke permukaan. Itupun syukur-syukur kalau arah angin memang akan berubah.

Berpikir plus. Tambahin pendapat orang lain agar menjadi lebih sempurna. Letak ‘berpikir beda’ kita tempatkan pada kemampuan menemukan hal yang dapat menambah kesempurnaan usul orang lain.

Saya kutip di sini sebuah cerita yang disampaikan Stephen Covey, penulis buku Seven Habits. Suatu ketika saat memberikan konsultasi, Covey melihat suatu kejadian di sebuah kantor dimana pimpinannya sangat otoriter. Banyak karyawannya tidak puas, dan kebanyakan membicarakan yang buruk tentang si bos itu. Namun ada seorang karyawan, katakanlah namanya Ben, mempunyai sikap berbeda dengan rekannya yang lain. Ben adalah orang yang pro aktif. Ketika rekan-rekannya menjauhi pimpinan tersebut, Ben justru berusaha mendukung dengan cara yang positif. Setiap tugas yang diberikan kepada Ben dikerjakan dengan baik. Lebih jauh dari itu Ben selalu ‘menambah’ dengan analisis tambahan yang ternyata memang diperlukan oleh pimpinan. Ben senantiasa berpikir plus, memberikan lebih dari yang diminta. Lama-kelamaan pimpinan tersebut makin percaya dan makin bergantung kepada Ben. Kalau biasanya dia memutuskan sendiri, maka kini dia meminta pertimbangan dari Ben. Beberapa tahun kemudian Ben menggantikan bos tersebut untuk memimpin perusahaan. Dalam cerita itu tampak bahwa walaupun mungkin Ben tidak setuju seperti rekan lainnya, namun dia bertindak pro aktif dan menggunakan cara berpikir plus untuk mendukung pimpinannya. Dengan menggunakan sikap pro aktif berarti dia memberdayakan kecerdasan emosinya (EQ), dengan berpikir plus berarti menggunakan kecerdasan intelektualnya (IQ), dan dengan tetap mendukung pimpinannya berarti dia menggunakan kecerdasan powernya (PQ).

Berpikir plus. Itulah usul saya bila Anda sekarang adalah bawahan yang masih senang di tempat Anda bekerja sekarang. Kalau Anda ternyata seorang bos yang tidak punya atasan? Ya bebas saja silahkan menurut Anda. Untuk level bos, Anda bebas untuk berpikir beda atau bahkan tidak berpikir sama sekali. :)


"Anda tak bisa mengubah orang lain. Anda hanya bisa mengubah diri anda
sendiri." H. H. Getter. Ingat, meski anda telah melakukan semua hal di atas
dengan baik, bos anda tetap saja "gombal". Tetapi anda harus anggap mereka
sebagai "gombal" yang bisa dimanaje. Atau mungkin anda bisa temukan sisi
baik dari bos anda yang selama ini salah dimengerti oleh mereka yang kecewa.
Namun, setidaknya anda bisa hidup lebih tenang. Bahkan, orang yang anda
keluhkan itu bisa hidup dengan anda lebih tenang lagi.

Semoga ini dapat membantu anda mengatasi bos anda, karena saya juga sedang berusaha untuk itu...
Semoga dapat hasil yang lebih baik setiap saatnya, Amin....

Supply Chain Management (SCM) di CARREFOUR

Guna memberi jaminan ketersediaan berbagai produk bagi ribuan pelanggannya setiap hari, serta menciptakan efisiensi bagi dirinya dan para pemasok, Carrefour membenahi sistem rantai pasokannya. Bagaimana sistem SCM baru ini bekerja?

Seorang ibu yang sedang berbelanja di sebuah supermarket tampak bersungut-sungut, karena beberapa produk yang dicari tidak tersedia. "Maaf, Bu, barangnya sedang kosong. Stoknya habis," seorang SPG buru-buru menjelaskan.

Barang tak tersedia memang kerap terjadi di gerai modern. Kalau pun ada, biasanya harga barang itu melonjak mengikuti tingginya permintaan. Apa penyebabnya? Salah satunya karena rantai pasokan (supply chain) ada yang terganggu. Bisa saja, barang yang dipasok telat dikirim. Atau, bisa jadi pemasok tidak mampu memenuhi service level yang disepakati dengan peritel. Misalnya, semula disepakati supplier bisa memasok 100 unit barang ke peritel setiap minggunya, tapi kenyataannya hanya sanggup memasok 50 unit. "Di Carrefour, barang tidak ada atau langka sudah tidak pernah terjadi lagi. Sebab, jaminan pasokannya selalu ada," kata Irawan D. Kadarman, Direktur Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia, mengklaim.

Menurut Irawan, sistem rantai pasokan memang memegang peran penting dalam industri ritel. Terlebih bagi peritel besar sekelas Carrefour, yang memiliki 75 gerai dengan lokasi tersebar di berbagai tempat (30 gerai Carrefour di bawah PT Carrefour Indonesia dan 45 gerai Carrefour Express di bawah PT Alfa Retailindo Tbk.) dan bekerja sama dengan lebih dari 4 ribu pemasok. "Tanpa adanya rantai pasokan yang efisien, mengelola magnitude sebesar itu, sudah tidak mungkin. Jadi dengan adanya rantai pasokan yang efisien, maka jaminan pasokan barang selalu ada dan harga untuk konsumen akan selalu terkelola dengan baik," Irawan menerangkan.

Seperti apa sistem supply chain management (SCM) yang dikembangkan Carrefour? Menurut Bayu A. Soedjarwo, Manajer Logistik Senior Carrefour, SCM sebenarnya sudah dikembangkan di perusahaannya sejak lama ketika Carrefour baru memiliki beberapa gerai. Ketika itu, SCM yang dikembangkan masih sangat sederhana. Fungsinya hanya untuk membantu proses penerimaan barang di gerai. Selain itu, fokusnya masih pada barang pangan siap saji. "Kami mulai serius mengembangkan SCM ini sejak Juli 2007. Kami investasi di bidang teknologi informasi (TI) untuk mengembangkan model rantai pasokan yang berbeda, sehingga memudahkan pemasok dan gerai," tutur Bayu.

Untuk tujuan itu, dibeli sebuah aplikasi ternama khusus untuk rantai pasokan dan sekaligus mampu menjalankan warehouse management system, yakni InfoLog. Dengan InfoLog, semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan. Selain itu, sistem ini memudahkan kolaborasi Carrefour dengan para pemasok - walaupun diakui Irawan, belum semua pemasok terintegrasi. "Saat ini fokus kami pada efisiensi yang bisa diberikan, sehingga bisa dinikmati oleh pelanggan berupa keberadaan produk berkualitas dengan harga yang kompetitif," kata Irawan.

Rantai pasokan yang dibangun Carrefour ini berdasarkan perhitungan tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak (shelf) gerai. Hal ini membutuhkan analisis dari setiap jenis produk dan supply chain pemasok. Metode yang dipakai Carrefour untuk SCM ini dengan menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center/DC), yang disebut Cross Dock. Tujuannya untuk mengefisienkan proses sehingga tidak diperlukan adanya stok di pusat distribusi. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke DC Carrefour di Pondok Ungu dan Lebak Bulus, maka keesokan harinya barang itu sudah terkirim ke gerai-gerai. Singkatnya, metode Cross Dock memungkinkan prosesnya lebih transparan dalam distribusi produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) di gudang. "Pada dasarnya fungsi DC kan untuk meredistribusi produk, bukan untuk menyimpan produk. Jadi melalui Cross Dock kami mengembalikan DC ini ke fungsi sebenarnya," Bayu menjelaskan. "Kami yang pertama kali menerapkan JIT di pusat distribusi," Irawan mengklaim.

Keunikan cara tersebut - dibanding bila pemasok mengirimkan langsung - bahwa produk-produk tadi sudah dikonsolidasi ketika dikirim ke gerai. Misalnya, bila biasanya sebuah gerai menerima 30 truk yang berbeda, kini cukup menerima 5 truk saja. Pasalnya, para pemasok bisa mengirimkan ke DC Carrefour. Selanjutnya, barang dari berbagai pemasok itu akan dipilah-pilah sesuai dengan permintaan gerai. Sebagai contoh, kini sebuah truk yang datang ke gerai Carrefour Ratu Plaza, hanya perlu membawa produk-produk yang dibutuhkan khusus oleh gerai itu.

Irawan juga menjelaskan, rantai pasokan yang dikembangkan Carrefour ini bukan hanya berdasarkan proses pergerakan fisik produk, melainkan memperhatikan pula aliran informasi. Selain itu juga mempertimbangkan penyederhanaan dokumentasi untuk penagihan dari pemasok dan pembayaran oleh Carrefour. Maklum, keberhasilan rantai pasokan di peritel sangat ditentukan oleh aliran informasi dari gerai sampai ke pemasok, dan sebaliknya, disertai sinkronisasi data kedua pihak. "Carrefour membangun rantai pasokan dengan mengandalkan dukungan pemasok terhadap efisiensi yang diciptakan dalam rantai pasokan ini," ujarnya memberi alasan.

Dijelaskan Bayu, untuk kebutuhan dalam proses aliran order, pihaknya mengembangkan Central Order Pool (COP), di mana proses pengorderan dilakukan secara otomatis dan terpusat berdasarkan posisi stok di gerai dan parameter-parameter lain. Untuk melakukan pemesanan barang dengan seluruh pemasok, Carrefour menggunakan sistem Electronic Data Interchange (EDI). Jika order sudah diterima, pemasok bisa menerimanya melalui Web. Ada pula pemasok yang sudah mengintegrasikannya dengan sistem ERP mereka. Selanjutnya, mereka menyampaikan (submit) order itu ke pabriknya, lalu barang pun dikirim ke DC Carrefour.

Nah, mengingat kunci sukses atau tulang punggung proses order tersentralisasi adalah akurasi data stok di gerai dan pusat distribusi Carrefour, pihak Carrefour menerapkan proses cycle count (alias penghitungan stok menggunakan sampling setiap hari). Dengan begitu, akurasi data di pusat distribusi diklaim hampir selalu 100%, walaupun mengelola puluhan ribu jenis produk.

Menurut Frederic Fontaine, Penasihat Teknis Rantai Pasokan Carrefour, rantai pasokan yang tersentralisasi itu memberi beberapa keuntungan, baik bagi Carrefour maupun pemasok. Bagi Carrefour, keuntungan utamanya perbaikan ketersediaan produk di gerai. Menurutnya, hal itu sebenarnya juga merupakan keuntungan bagi pemasok, karena menghilangkan lost of sales yang diakibatkan produk tidak tersedia. Keuntungan lain bagi pemasok adalah proses yang lebih sederhana, karena hanya memproses satu order. Pemasok juga hanya perlu mengirim produk ke satu titik, sehingga lebih menghemat biaya dibanding mengirim produk ke seluruh gerai. Pemasok pun akan merasakan penghematan biaya pengiriman, ketersediaan produk yang lebih terjamin, dan terjaganya kinerja pemasok di Carrefour dalam hal service level.

Toh, diakui Fontaine, tingkat partisipasi mereka untuk bergabung dengan sistem DC masih kurang. Padahal, service level para pemasok itu masih di bawah ekspektasi Carrefour. Saat ini, rata-rata pemasok yang mengantar langsung ke gerai Carrefour memiliki service level 50%. Misalnya, kalau pihak Carrefour memesan 100 unit, mereka hanya mampu memasok 50 unit. Sementara pemasok yang sudah menggunakan jasa logistik, service level-nya sudah 70%-75%. Pihak Carrefour sendiri memberi toleransi untuk service level ini minimum 85%. "Keberadaan DC ini untuk membantu mereka. Dengan begitu, mereka hanya fokus untuk memproduksi barang. Karenanya, kami mengajak pemasok untuk bergabung ke pusat distribusi kami," Fontaine mengimbau.

Fontaine menyebutkan, orientasi Carrefour ke depan bukan pada pengembangan sistem TI. Pasalnya, sistem TI yang ada diklaim sudah bisa memenuhi kebutuhan. Sasaran utamanya sekarang meningkatkan para pemasok yang masih memiliki service level rendah. Alasannya, kondisi itu menyebabkan lost of sales, baik bagi pemasok maupun Carrefour sendiri. "Target kami meningkatkan service level sehingga bisa mengirim barang secara on time, dan tahu demand kami," ucap Fontaine.

Salah satu pemasok yang sudah memanfaatkan sistem rantai pasokan yang dikembangkan Carrefour adalah CV Mulyatama - pemasok private label untuk tempat CD, tempat tisu di mobil, dan sebagainya. Menurut Syritama Anas, pemilik Mulyatama, pihaknya bergabung menjadi pemasok Carrefour sejak Februari 2008. "Rantai pasokan baru yang dijalankan Carrefour sangat bagus. Keunggulannya, sistem ini sangat efisien dari segi waktu dan tenaga kerja," katanya mengakui.

Menurut Syritama, dibanding sistem terdahulu, pada sistem SCM sekarang ini penggunaan tenaga kerja lebih efisien. Dulu, pengiriman dilakukan langsung ke gerai sehingga memerlukan lebih banyak tenaga kerja. Dalam satu hari satu mobil maksimum hanya bisa menuju tiga gerai. Sekarang pengiriman cukup dilakukan satu kali dan sudah mencakup seluruh gerai Carrefour.

Unilever Indonesia, salah satu supplier besar yang menjadi pemasok Carrefour sejak 1998 (ketika peritel asal Prancis ini baru membuka gerainya di Cempaka Putih), juga merupakan pemasok pertama yang ikut serta dalam pengiriman terpusat (centralized delivery) Carrefour sejak pertama kali Carrefour menerapkan sistem rantai pasokan baru.

Menurut Manghirim T. Tobing, Manajer Customer Service Perdagangan Modern PT Unilever Indonesia Tbk., dengan sistem pengiriman terpusat ini, Unilever sebagai pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang Unilever ke gerai bersama-sama dengan barang dari pemasok lain.

Sistem pengiriman terpusat ini, lanjut Manghirim, merupakan kolaborasi yang baik antara Unilever dengan Carrefour. "Apabila dilihat dari rantai pasokan secara keseluruhan, kolaborasi ini menghasilkan efisiensi yang bisa dinikmati bersama oleh Unilever dan Carrefour," ujar Manghirim. "Dengan kapabilitas yang dimiliki Carrefour, sistem rantai pasokan yang baru ini bisa dikembangkan untuk menjangkau daerah yang lebih luas seperti Jawa Barat," ia menambahkan.

Selain para pemasok, keunggulan sistem rantai pasokan Carrefour juga diakui konsultan TI Hadi Barko. Menurutnya, seluruh gerai Carrefour sudah tersambung ke DC Pondok Ungu dan menggunakan satu sistem ERP (single platform). Menurut Hadi, kalau software-nya berbeda-beda, akan butuh waktu untuk transfer dan kolaborasi datanya tidak real time. Mekanisme kerjanya, sistem ERP yang digunakan Carrefour akan memicu ke pemasok melalui fasilitas e-business ataupun e-mail. "Sebaiknya top ten suppliers atau para pemasok yang mewakili 80% nilai transaksi, memiliki koneksi langsung ke Carrefour," kata Hadi menyarankan.

Pakar supply management yang sekarang bermukim di Singapura ini menyarankan, penerapan SCM ini bisa lebih dioptimalkan. Syaratnya, pihak Carrefour harus mengintegrasikan sistem SCM-nya itu lewat jaringan komunikasi online dengan gerai-gerai yang mempunyai nilai 80% dari seluruh nilai transaksi Carrefour. Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya diperhatikan performance management tool di masing-masing gerai - yang bisa dianalisis oleh manajer gerai untuk kepentingan forecast atau estimasi. "Tim SCM dan manajer gerai harus bisa membaca dan menginterpretasi hasil performance management tool untuk keputusan berikutnya," katanya.

Lalu, sistem penerimaan barang (goods receipt) di gudang masing-masing gerai disarankan bisa menggunakan sistem barcoding - untuk Top 20 gerai sebaiknya malah dengan teknologi radio frequency identification (RFID) - sehingga pergerakan barang/stok langsung termonitor (terdeteksi). "Tingkat akurasi di masing-masing gerai minimum juga harus 95%," ujarnya menganjurkan.

Regards
Kamis, 02 April 2009
CC: Usik Pitono - A. Mohammad B.S.