Selasa, 14 Januari 2013
Tidak seperti biasanya, hari Selasa ini, Jakarta sejak tengah malam diguyur hujan disertai gemuruh dan petir hingga pagi hari.
Hari ini, sebenarnya saya ada jadwal ke Jakarta Barat, namun tidak menggunakan mobil dinas. Saya berencana menggunakan transportasi umum, yaitu TransJakarta (Busway). Hujan mulai reda sekitar pukul 07.00 BBWI dan saya pun segera berangkat. Sejak berangkat hingga berpindah 3 kali corridor sampai di Grogol, hujan gerimis dan kadang deras mengiringi perjalanan TransJakarta.
Tidak seperti biasanya pula, antrian di corridor arah ke Kalideres sangat panjang, hingga sampai ke atas jembatan penyeberangan. Karena, sudah hampir 15 menit tidak ada Bus yang melintas, saya pun bertanya pada seseorang di depan saya, ”Ibu, maaf, sudah menunggu berapa lama?”.
“Saya sudah setengah jam yang lalu mas tapi bus-nya belum lewat dari tadi”, kata ibu itu. Merasa ada yang tidak beres, saya kemudian melanjutkan pertanyaan ke bapak sebelahnya, ”Kalau bapak sudah berapa lama menunggu?”, tanya saya. Bapak ini berkata, ”Sudah satu jam lebih mas. Tidak ada bus yang lewat juga”.
Tidak masuk akal, bagaimana mungkin sampai satu jam bus tidak ada yang melintas, dan pastinya bapak dan ibu di depannya juga menunggu lebih lama dari satu jam. Akhirnya, saya memutuskan untuk memanggil penjaga gerbang TransJakarta, dan dia pun menghampiri, ”Ya, ada apa mas”, tanya dia. “Mbak, Ini busway ke Kalideres kenapa ya, kok sudah satu jam tidak ada yang lewat?”, tanya saya. Sambil memandang aneh, kemudian dia menuju pintu gerbang, dan berkata, “Bapak dan Ibu, Busway ke Kalideres tutup. Tidak ada yang melintas. Mohon menggunakan kendaraan lainnya”, katanya sambil membalikkan papan pengumuman yang bertuliskan, “Busway Kalideres Tutup”, yang dari tadi tergeletak di lantai.
Tidak seperti biasanya, hari Selasa ini, Jakarta sejak tengah malam diguyur hujan disertai gemuruh dan petir hingga pagi hari.
Hari ini, sebenarnya saya ada jadwal ke Jakarta Barat, namun tidak menggunakan mobil dinas. Saya berencana menggunakan transportasi umum, yaitu TransJakarta (Busway). Hujan mulai reda sekitar pukul 07.00 BBWI dan saya pun segera berangkat. Sejak berangkat hingga berpindah 3 kali corridor sampai di Grogol, hujan gerimis dan kadang deras mengiringi perjalanan TransJakarta.
Tidak seperti biasanya pula, antrian di corridor arah ke Kalideres sangat panjang, hingga sampai ke atas jembatan penyeberangan. Karena, sudah hampir 15 menit tidak ada Bus yang melintas, saya pun bertanya pada seseorang di depan saya, ”Ibu, maaf, sudah menunggu berapa lama?”.
“Saya sudah setengah jam yang lalu mas tapi bus-nya belum lewat dari tadi”, kata ibu itu. Merasa ada yang tidak beres, saya kemudian melanjutkan pertanyaan ke bapak sebelahnya, ”Kalau bapak sudah berapa lama menunggu?”, tanya saya. Bapak ini berkata, ”Sudah satu jam lebih mas. Tidak ada bus yang lewat juga”.
Gambar 1. Antrian Panjang TransJakarta Jurusan Kalidere
Tidak masuk akal, bagaimana mungkin sampai satu jam bus tidak ada yang melintas, dan pastinya bapak dan ibu di depannya juga menunggu lebih lama dari satu jam. Akhirnya, saya memutuskan untuk memanggil penjaga gerbang TransJakarta, dan dia pun menghampiri, ”Ya, ada apa mas”, tanya dia. “Mbak, Ini busway ke Kalideres kenapa ya, kok sudah satu jam tidak ada yang lewat?”, tanya saya. Sambil memandang aneh, kemudian dia menuju pintu gerbang, dan berkata, “Bapak dan Ibu, Busway ke Kalideres tutup. Tidak ada yang melintas. Mohon menggunakan kendaraan lainnya”, katanya sambil membalikkan papan pengumuman yang bertuliskan, “Busway Kalideres Tutup”, yang dari tadi tergeletak di lantai.


