IP Address & Subnetting

IP Address & Subnetting

Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID diatur oleh pemilik IP address tersebut. Contoh IP address untuk cisco.com adalah 202.93.35.9 untuk www.ciputracyberinstitute.edu dengan IP nya 202.39.35.9

Alamat yang unik terdiri dari 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)


00000000 . 00000000 . 00000000 . 00000000

o 1 ................. o 2................. o 3................. o 4


Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID,

Network ID yang akan menentukan alamat dalam jaringan (network address) sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin lainnya Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya. IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;



Kelas yang umum digunakan adalah kelas A sampai dengan kelas C.

Pada setiap kelas angka pertama dengan angka terakhir tidak dianjurkan untuk digunakan karena sebagai valid host id, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B 128 dan 192, kelas C 191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback addresss.

Catatan :
  1. Alamat Network ID dan Host ID tidak boleh semuanya 0 atau 1 karena jika semuanya angka biner 1 : 255.255.255.255 maka alamat tersebut disebut floaded broadcast
  2. Alamat network, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman paket remote network, contohnya 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
Dari gambar dibawah ini perhatikan kelas A menyediakan jumlah network yang paling sediikit namun menyediakan host id yang paling banyak dikarenakan hanya oktat pertama yang digunakan untuk alamat network bandingkan dengan kelas B dan C.

Untuk mempermudah dalam menentukan kelas mana IP yang kita lihat, perhatikan gambar dibawah ini. Pada saat kita menganalisa suatu alamat IP maka perhatikan octet 8 bit pertamanya.

Pada kelas A : 8 oktet pertama adalah alamat networknya, sedangkan sisanya 24 bits merupakan alamat untuk host yang bisa digunakan.Jadi admin dapat membuat banyak sekali alamat untuk hostnya, dengan memperhatikan

2 24 – 2 = 16.777.214 host

N ; jumlah bit terakhir dari kelas A

(2) adalah alamat loopback


Pada kelas B : menggunakan 16 bit pertama untuk mengidentifikasikan network sebagai bagian dari address. Dua octet sisanya (16 bits) digunakan untuk alamat host

2 16 – 2 = 65.534


Pada kelas C : menggunakan 24 bit pertama untuk network dan 8 bits sisanya untuk alamat host.

2 8 – 2 = 254

Sub netting

Kita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru, dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi beberapa network kecil.

Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan. Ingat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 n – 2

N = jumlah bit yang diselubungi


Dan rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2 m – 2

M = jumlah bit yang belum diselubungi


Contoh kasus dengan penyelesaian I :

Ip address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.

Subnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000

3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)

32 64 96 128 160 192 224


Jadi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;

130.200.0.0 - 130.200.31.254 ----> subnet loopback

130.200.32.1 - 130.200.63.254

130.200.64.1 - 130.200.95.254

130.200.96.1 - 130.200.127.254

130.200.128.1 - 130.200.159.254

130.200.160.1 - 130.200.191.254

130.200.192.1 - 130.200.223.254


Contoh kasus dengan penyelesaian II :

Terdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;

  • Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…
  • Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
  • Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.


Jadi kelompok ip yang dapat dipakai adalah

130.200.64.1 sampai 130.200.127.254

130.200.128.1 sampai 130.200.199.254


Kasus ;

Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0

Dengan cara yang sama diatas sebelumnya ;

  • Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
  • Hitung dengan rumus (256-224) =32
  • Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192


Dengan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;

130.200.32.1 sampai 130.200.63.254

130.200.64.1 sampai 130.200.95.254

130.200.96.1 sampai 130.200.127.254

130.200.128.1 sampai 130.200.159.254

130.200.160.1 sampai 130.200.191.254

130.200.192.1 sampai 130.200.223.254


Kasus :

misalkan kita menggunakan kelas C dengan network address 192.168.81.0 dengan subnet mask 255.255.255.240, maka

  • Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240
  • Hitung (256 – 240) = 16
  • Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224


Maka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;

192.168.81.17 sampai 192.168.81.20

192.168.81.33 sampai 192.168.81.46

192.168.81.49 sampai 192.168.81.62

192.168.81.65 sampai 192.168.81.78

192.168.81.81 sampai 192.168.81.94

192.168.81.97 sampai 192.168.81.110

192.168.81.113 sampai 192.168.81.126

192.168.81.129 sampai 192.168.81.142

192.168.81.145 sampai 192.168.81.158

192.168.81.161 sampai 192.168.81.174

192.168.81.177 sampai 192.168.81.190

192.168.81.193 sampai 192.168.81.206

192.168.81.209 sampai 192.168.81.222

192.168.81.225 sampai 192.168.81.238


Kasus :

Sebuah perusahaan yang baru berkembang mempunyai banyak kantor cabang dan tiap kantor cabang mempunyai 255 workstation, network address yang tersedia adalah 164.10.0.0, buatlah subnet dengan jumlah subnet yang terbanyak


Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.


Maka subnetmask yang baru

11111111.11111111.11111110.00000000

255. 255. 254. 0

Subnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan 254.

Jumlah subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 = 26 subnet

Jumlah host / subnetnya (2 9 - 2 ) = 512 – 2 = 510 host


164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 ----> dibuang

164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254

164.10.4.1 sampai 164.10.5.254

164.10.6.1 sampai 164.10.7.254

164.10.8.1 sampai 164.10.9.254

.

.

.

164.10.252.1 sampai 164.10.253.254


Kasus :

Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.


Jumlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 22 – 2 = 2

Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host

Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.

Subnet 64 128


Host pertama 65 129

Host terakhir 126 190

Alamat Broadcast 127 191


Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau 192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau 192.168.20.127.


Kasus

Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.


Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6

Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host

Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32

32 + 32 = 64

64 + 32 = 96

96 + 32 = 128

128 + 32 = 160

160 + 32 = 192

192 + 32 = 224

224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah

32, 64, 96,128,160,129,224

Subnet 32 64 96 128 160 192

Host pertama 33 65 97 129 161 193

Host terakhir 62 94 126 158 190 222

Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223


Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.


Kasus kelas C

Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.


Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6

Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host

Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32

32 + 32 = 64

64 + 32 = 96

96 + 32 = 128

128 + 32 = 160

160 + 32 = 192

192 + 32 = 224

224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah

32, 64, 96,128,160,129,224

Subnet 32 64 96 128 160 192

Host pertama 33 65 97 129 161 193

Host terakhir 62 94 126 158 190 222

Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223


Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.


Kasus :

Di sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!


Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)

Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size) tertentu.


Contoh : kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang bernilai 1).

Nilai maksimum setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dan host.

Nilai CIDR

255.0.0.0

/8

255.128.0.0

/9

255.192.0.0

/10

255.224.0.0

/11

255.240.0.0

/12

255.248.0.0

/13

255.252.0.0

/14

255.254.0.0

/15

255.255.0.0

/16

255.255.128.0

/17

255.255.192.0

/18

255. 255.224.0

/19

255. 255.240.0

/20

255. 255.248.0

/21

255. 255.252.0

/22

255. 255.254.0

/23

255. 255.255.0

/24

255.255. 255.128

/25

255.255. 255.192

/26

255. 255. 255.224

/27

255. 255. 255.240

/28

255. 255. 255.248

/29

255. 255. 255.252

/30


Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254

Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.


Contoh latihan subnetting : alamat class B

Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0

Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2

Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)

Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128

Subnet 64.0 128.0


Host pertama 64.1 128.1

Host terakhir 127.254 192.254

Broadcast 127.255 199.255


Keterangan, maka subnet 64.0 atau 172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau 172.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255


Contoh latihan subnetting : alamat class A

Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask 255.255.0.0

Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254

Host 2 16 – 2 = 65.534

Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0

Subnet 10.1.0.0 10.254.0.0

Host pertama 10.1.0.1 10.254.0.1

Host terakhir 10.1.255.254 10.254.255.254

Broadcast 10.1.255.255 10.254.255.255


Dijual: Lahan Mojokerto

Dijual lahan di sekitar by pass Mojokerto; dekat pertigaan seperti gambar di bawah ini:



atau film ini:



atau ini:



Lokasi:
.:. Propinsi Jawa Timur
.:. Kota Mojokerto
.:. Kecamatan Sooko
.:. Desa Brangkal
.:. Sebelah Selatan dari pertigaan By Pass Mojokerto (Jalan ke arah terminal Mojokerto/surabaya-Kota Mojokerto-Trowulan)
.:. Ke Selatan, ke arah jombang/trowulan
.:. Ke Timur sebelum jembatan, ke arah jalan menuju kantor desa Brangkal
.:. Ke Timur setelah pertigaan setelah jalan ke arah Kecamatan Puri
.:. Depan/Sebelah utara jalan Perum bumu Kharisma - Brangkal

Nilai Tambah:
.:. Lahan adalah Hak Milik No. 433
.:. Luas: 2220 meter persegi
.:. Listrik, Telepon dan PDAM sudah ada
.:. 100meter kanan kiri adalah perumahan
.:. 500meter dari by pass mojokerto
.:. 500meter dari pasar brangkal
.:. lokasi adalah kota mojokerto, jawa timur (east java) - Indonesia
.:. SHM bukan HGB
.:. Luas: 15meter x 290meter
.:. Cocok untuk pertokoan, gudang, industri dan bisnis
.:. Harga IDR 400.000,- per meter bisa di nego







Pembelajaran Cerdas (e-learning)




Latar Belakang

Penerapan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah perlahan-lahan telah mulai diterapkan di Indonesia. Sejalan dengan terus berkembangnya teknologi dan merambahnya kemajuan teknologi tersebut sampai ke pedalaman, walaupun dengan keterbatasannya, pembelajaran sekarang dapat dilakukan melalui komputer yang terakses ke internet. Pembelajaran seperti ini disebut juga pembelajaran berbasis web (web base learning), internet learning, atau dikenal juga dengan istilah elearning (Webopedia, 2004).
Sistem e-learning merupakan bentuk implementasi pembelajaran memanfaatkan internet melalui bentuk website maupun weblog dengan konten multimedianya yang merupakan proses transformasi dan digitalisasi dari pembelajaran konvensional. Konsep e-learning sudah bertahun-tahun diterapkan pada lembaga pendidikan (formal dan informal) maupun industri pada negara maju (Wahono, 2003:1). Akhir-akhir ini, di negara kita pun telah bermunculan situs-situs dengan konten pembelajaran untuk mendukung konsep e-learning sebagai jawaban atas tuntutan kemajuan jaman dan persaingan global. Melalui kegiatan elearning, guru maupun peserta didik dituntut untuk menunjukkan kemandirian dan kreativitasnya dalam rangka berperan serta memajukan pendidikan di negara kita.

Pembahasan ini difokuskan khususnya pada deskripsi website-website di internet untuk bidang matematika, di mana, adanya website ini dapat membantu pembelajaran pada Matematika pada sekolah yang belum mempunyai laboratorium komputer yang terakses penuh ke internet, ataupun sekolah-sekolah yang masih belum mempunyai akses internet. Pembuatan makalah ini juga sesuai dengan latar belakang pekerjaan penulis sebagai guru matematika. Masih banyak kekurangankekurangan yang terdapat dalam makalah ini, sehingga diperlukan penyempurnaan untuk selanjutnya.

Belajar
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat (Wikipedia, 2007). Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya. Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku instinktif. Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima – berupa hadiah atau hukuman - akibat adanya perubahan perilaku tersebut.

Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Wikipedia, 2007). Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.

Pembelajaran Matematika
Dalam taksonomi belajar menurut Gagne (dalam Setiawan, 2004:11) menempatkan objek matematika dapat berupa fakta, konsep, prinsip dan skill (algoritma) yang kadang-kadang abstrak, sehingga diperlukan pilihan pendekatan pembelajaran Matematika yang dapat menghasilkan keserasian antara pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pembelajaran yang menekankan pada keterampilan menyelesaikan soal serta pemecahan masalah. Dalam rambu-rambu pelaksanaan kurikulum SMA saat ini, jelas tersirat bahwa guru Matemetika harus sudah mulai mengimplementasikan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching & Learning) atau pembelajaran matematika realistik (RME) di kelas. Pembelajaran kontekstual didasarkan atas asumsi bahwa belajar adalah merepresentasikan suatu konsep yang mengkaitkan mata pelajaran yang dipelajari siswa dalam hal ini matematika misalnya, dengan konteks di mana materi di dalamnya tersebut digunakan serta berhubungan dengan bagaimana cara siswa belajar. Dalam pembelajaran kontekstual mempunyai 6 prinsip, yaitu pembelajaran bermakna, penerapan pengetahuan, berpikir tingkat tinggi, kurikulum berdasarkan standar, responsif terhadap budaya, dan penilaian autentik. Dalam penerapan dari beberapa prinsip tadi, pembelajaran melalui konsep e-learning dapat dilaksanakan. Bahkan, masih belum adanya fasilitas website untuk e-learning masih bisa diatasi dengan menggunakan fasilitas mesin pencari (search engine) untuk mendapatkan informasi atau pun pengetahuan dan e-mail gratis untuk sarana komunikasi online antara guru dengan siswa, ataupun siswa dengan siswa.


Internet
Internet, singkatan dari Interconnected Networking, adalah jaringan informasi global (Mashadi, 2006:2) atau “the largest global network of computers, that enables people throughout the world to connect with each other”. Istilah internet sudah tidak asing lagi bagi masyarakat umum. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan pemakaian internet di dunia dan di Indonesia khususnya, terutama di wilayah perkotaan. Internet menghubungkan komputer pribadi (PC), telepon bergerak (hand phone), komputer atau jaringan lokal suatu lembaga atau perusahaan ataupun warung internet (warnet) yang menyediakan penyewaan internet untuk umum. Internet sekarang perlahan-lahan mulai menjadi kebutuhan penting dari manusia dalam berbagai bidang. Istilah internet pada mulanya diciptakan para pengembangnya karena mereka memerlukan suatu kata yang dapat menggambarkan jaringan dari jaringan yang saling terkoneksi yang tengah dibuat waktu itu (Rumengan, 2003). Internet pertama kali dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969 melalui proyek ARPA (Advanced Research Project Agency) yang memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (Mashadi, 2006:3).

World Wide Web (WWW)
World Wide Web (disebut juga web) merupakan salah satu layanan untuk pengguna internet. Web dikembangkan di CERN, laboratorium Fisika Partikel Eropa yang didasarkan pada teknologi hypertext (Rumengan, 2003). Istilah “web” meminjam dari kata bahasa Inggris, jaring laba-laba, untuk menggambarkan bagaimana seluruh komputer di dunia yang mendapat akses internet terhubung melalui sebuah jaringan yang sangat luas. Mula-mula web dikembangkan sebagai sarana pertukaran informasi atau dokumen di antara para ilmuwan, sampai akhirnya dinilai layak untuk digunakan secara massal dan terus berkembang sampai munculnya era web 2.0 sekarang yang lebih dinamis dan komunikatif. Web memberikan layanan untuk browsing atau surfing bagi pengguna internet. Layanan ini dapat menyimpan dan memberikan informasi dalam berbagai format atau multimedia. Layanan web ditempatkan dalam web server sehingga komputer yang telah terhubung ke internet dapat mengaksesnya. Lokasi informasi yang tersimpan dalam web server yang dapat dilihat atau diakses oleh pengguna internet (netter) dari seluruh penjuru dunia ini dinamakan juga dengan website atau situs (Alam, 2006:106). Website terdiri dari satu halaman atau lebih, dengan sebuah halaman utama yang dikenal dengan sebutan home page. Selanjutnya antarhalaman dapat diberi “link” untuk berpindah dari satu halaman ke halaman yang lain dari website tersebut, bahkan dapat diberikan link untuk website yang lain dari seluruh penjuru dunia. Untuk membuka website, komputer yang digunakan harus mempunyai program web client atau disebut dengan web browser. Web browser yang paling umum digunakan adalah Microsoft Internet Explorer (IE). Selain itu ada pula program web browser lainnya, seperti Mozilla Firefox, Opera, Netscape dan lain-lain. E-learning Sarana internet sebenarnya dapat mengatasi masalah struktural pendidikan Indonesia yang masih kurang. Kekurangan guru dan fasilitas pendidikan serta disparitas mutu pendidikan dapat diatasi oleh sistem pembelajaran non konvensional yang berbasis internet. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan e-learning. Banyak sekali definisi dari e-learning, sebelum kata ‘’e-learning” menjadi populer, banyak kata-kata pembelajaran yang telah digunakan dan masih tetap digunakan seperti: pembelajaran jarak jauh (open distance learning), pengajaran berbasis web (web based training), pengajaran berbantuan komputer (computer based training), pembelajaran berbasis teknologi (technology based learning) dan pembelajaran secara online (online learning) (e-learning Univ. Padjajaran, 2004). Yaniawati (2006) mengatakan bahwa pembelajaran ini dapat dilakukan dengan synchronous maupun asynchronous yang dilakukan dengan mengoptimalkan peran media elektronik seperti internet, intranet, CD ROM, video tape, DVD, TV, handphone, PDA dan lain-lain. Pakar pendidikan seperti Thompson (2000) memaparkan bahwa ”E-learning is instructional content or learning experiences delivered or enabled by electronic technology”. Soekartawi (2004) mendefinisikan e-learning sebagai “e-learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses”. Dari Wikipedia, e-learning didefinisikan sebagai sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. Ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas, yaitu sebagai tambahan (suplemen), pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi) (Siahaan, 2002). Tambahan (Suplemen) Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. Pelengkap (Komplemen) Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik (Lewis dalam Siahaan, 2002). Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai atau memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan oleh instruktur atau guru. Dikatakan sebagai program remedial, apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners), diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan instruktur. Substitusi (Pengganti) Beberapa institusi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didiknya. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain seharihari peserta didik. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu:
1. Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional),
2. Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan
3. Sepenuhnya melalui internet.

Alternatif model pembelajaran mana pun yang akan dipilih peserta didik tidak menjadi masalah dalam penilaian. Karena ketiga model penyajian materi pembelajaran mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama. Keadaan yang sangat fleksibel ini dinilai sangat membantu peserta didik untuk mempercepat penyelesaian pembelajarannya. Pemanfaatan Internet sebagai Pelengkap Pembelajaran Matematika Harus diakui, walaupun konsep e-learning sangat bagus, dalam kenyataannya masih belum dapat dilaksanakan di setiap institusi pendidikan. Hal ini karena belum tersedianya internet yang murah di daerah-daerah, kurang powerfull-nya pelayanan internet di daerah (masih lambatnya akses), kurangnya pelatihan sumber daya manusia yang ada. Sehingga menyebabkan internet di daerah hanya tersedia di perkotaan
saja. Namun hal tersebut bukanlah menjadi penghalang bagi terjadinya proses e-learning. Pembelajaran matematika di kelas, akan menjadi lebih bermakna bila selepas pembelajaran, pada sore hari siswa mendapat tugas atau tertarik mencari bahan pelengkap pembelajaran matematika di internet melalui PC di rumahnya yang terakses ke internet, warnet, maupun laboratorium komputer sekolah bagi sekolah yang telah memiliki akses internet. Peran guru matematikalah yang menginformasikan kepada siswa bekerja sama dengan guru TIK, menjelaskan teknik mendapatkan informasi dan pengelolaanya untuk mendapatkan pengalaman baru dan pengetahuan baru yang tentunya akan disukai siswa. Pada makalah ini akan diinformasikan beberapa website berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia serta weblog yang membahas matematika. Mesin Pencari (Search Engine)

Sebuah website yang sudah cukup besar atau profesional biasanya menyediakan sebuah mesin pencari (Alam, 2006:32). Setiap mesin pencari, bekerja dengan teknik tersendiri sesuai pengembangannya masing-masing. Sehingga masing-masing mesin pencari akan mempunyai keunggulan dan kekurangan tersendiri jika dibanding mesin pencari lain. Selain mesin pencari yang diprogram sendiri pada masing-masing website, untuk kalangan pengguna internet terdapat dua mesin pencari profesional yang paling populer, yaitu Google dan Yahoo. Sampai saat ini Google (www.google.com) merupakan mesin pencari terfavorit bagi netter. Mungkin
keandalannya dalam melakukan pencarian, kecepatan mendapatkan hasil, serta fitur-fitur yang memuaskan para pemakainya misalnya keamanan, kemudahan dalam berbagai bahasa, fungsi cache, advanced search ataupun kompatibilitas dengan mobile devices yang meyebabkan netter memilihnya. Mesin pencari lain yang terkenal adalah Yahoo (www.yahoo.com), Ask (www.ask.com), dan Microsoft Live Search (www.live.com). Penggunaan mesin pencari dikedepankan dalam pengenalan elearning, karena pencarian adalah komponen terpenting dalam penggunaan internet. Perkembangan teknologi informatika yang demikian pesat menyebabkan bertumbuhkembangnya juga website dan weblog baru di internet. Kesulitan kita dalam penulisan alamat web (Universal Resource Locator) secara sempurna karena faktor daya ingat ataupun berdasarkan survei dalam Majalah CHIP edisi Oktober 2007 yang menunjukkan bahwa 80% pengguna internet lebih suka menggunakan mesin pencari daripada memasukkan sebuah URL ke dalam web browser. Dalam pencarian bahan-bahan pembelajaran baik untuk guru maupun peserta didik, diperlukan teknik agar didapat hasil sesuai dengan yang diharapkan. Kata kunci (key word) yang dimasukkan harus lebih spesifik agar lebih mengarah kepada hasil yang diinginkan. Dalam dunia internet bahkan dikenal istilah Google hack untuk pencarian tingkat lanjut (advanced).

Karena kita berada di Indonesia, dengan bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia, sedangkan dalam dunia web, yang menghubungkan jaringan internet seluruh dunia, dari berbagai macam pengguna internet yang menggunakan bahasa yang beragam, Bahasa Indonesia hanyalah satu dari sekian banyak bahasa yang digunakan dalam penyampaian informasi. Sehingga pada peserta didik, hendaklah ditanamkan bahwa diperlukan pemahaman Bahasa Inggris sebagai bahasa universal, selain bahasa Indonesia dalam penggunaan internet sehari-hari. Pada para guru hendaknya mulai dikenalkan pada pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika (sesuai fokus makalah ini) di kelas dengan diselingi istilah-istilah matematika dalam bahasa Inggris (bilingual), yang membuat siswa tertarik untuk mencarinya di internet.

Beberapa Contoh Website Matematika Berbahasa Inggris Banyak sekali website atau situs-situs di internet untuk pelajaran matematika dari yang untuk anak-anak sampai mahasiswa perguruan tinggi. Dengan memasukkan kata kunci (key word) pada situs Google (www.google.com), yang berkaitan dengan Matematika dan materi-materi di dalamnya akan didapatkan bahkan bisa sampai jutaan indeks pencarian. Website Art of Problem Solving (www.artofproblemsolving.com) memberikan beberapa referensi website Matematika. Cut The Knot (www.cut-the-knot.org), situs dengan banyak artikel, puzzle, games, dan contoh-contoh yang berkaitan dengan Matematika dari semua level. Eric Weisstein’s World of Mathematics (mathworld.wolfram.com), ensiklopedia matematika terbaik. The Math Forum (mathforum.org), situs mailing list Matematika, situs ini juga menyediakan layanan tanya jawab Matematika (dalam bahasa Inggris tentunya) pada halaman mathforum.org/dr.math . Website www.math.com juga menyediakan berbagai soal, konsultasi matematika dari matematika dasar sampai trigonometri. Masih banyak lagi website luar negeri tentang pelajaran Matematika, tinggal guru matematika lah yang membimbing siswanya untuk mendulang informasi sebanyak-banyaknya di internet. Website matematika di internet ada yang memerlukan registrasi, situs khusus untuk siswanya sendiri (tertutup), ada yang komersial, tetapi lebih banyak yang gratis dan terbuka untuk diakses siapa pun dari seluruh penjuru dunia. Beberapa situs, bahkan menyediakan tool online untuk menyelesaikan soal-soal atau perhitungan matematika secara interaktif, berkat jasa web 2.0 sekarang. Ada juga situs Matematika atau situs penyedia perangkat lunak (software) yang menyediakan perangkat lunak yang bersifat shareware ataupun freeware yang dapat diunduh (download) untuk keperluan pembelajaran matematika di kelas maupun di rumah untuk guru maupun siswa.

Beberapa Contoh Website Matematika Berbahasa Indonesia Website matematika berbahasa Indonesia, masih sulit untuk ditemukan di internet. Entah karena memang belum ada, rangking pencariannya di Google rendah, menjadi bagian dari suatu website yang memuat pembelajaran lain, mati suri, bahkan ada yang sudah almarhum. Beberapa situs, seperti www.e-dukasi.net, www.belajar-gratis.com menyediakan materi-materi pembelajaran matematika. Situs www.matemati-kaku, meyediakan sejarah ilmuwan Matematika, dan juga soal-soal matematika yang disajikan secara ringan tetapi menarik. Dengan menggunakan kata kunci yang lebih spesifik pada Google, akan didapat bebarapa situs berbahasa Indonesia tentang Matematika, beberapa situs e-learning rintisan dari perguruan tinggi di Indonesia, situs sekolahsekolah yang sudah maju, dan situs-situs pribadi yang memuat tentang materi Matematika. Fenomena Weblog Weblog atau lebih mudah disebut dengan blog, merupakan istilah yang pertama kali ”ditemukan” oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997 (Chip Spesial Blogging, 2007). Sedangkan blog sendiri (sebelum dinamakan blog) dimuat pertama kali di internet oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Jorn Barger menggunakan istilah weblog (dari web + blog)
untuk menyebut website-website yang berupa catatan harian seorang websurfer berupa link suatu website dari hasil surfing di internet. Dari sekedar daftar link, blog berkembang sebagai ”catatan dan opini” yang kemudian menjadi karakteristik utama blog yang lebih dikenal luas dunia. Karena kemudahan dan dukungan layanan gratis yang semakin bermunculan untuk membuat blog, jumlah blog dan blogger juga semakin banyak. Bebarapa penyedia layanan blog terkenal misalnya blogger.com (sekarang dibeli oleh Google), Xanga, Blogdrive,Multiply, Wordpress.com dan Yahoo 360. Pada tahun 2004, kamus Merriam-Webster Amerika memasukkan kata blog dalam salah satu daftar kata baru dan memilih ”blog” sebagai ”word of the year”.

Blog masa depan, bukan hanya sebagai tempat diary online saja, tetapi akan menjadi suatu sumber berita atau informasi alternatif. Hal ini dikarenakan kemudahan pembuatannya yang wysiwyg (what you see is what you get), tanpa perlu bahasa pemrograman yang rumit. Kemudahan layanan bantuan pembuatan dan enrichment halaman blog melewati jasa social networking membuat blog akan semakin populer. Menurut Sifry (dalam Chip Spesial Blogging, 2007), saat ini mesin pencari blog Technorati, jumlah blog telah mencapai 57 juta blog di seluruh dunia, dan jumlah ini berlipat dua kali setiap 230 hari. Perkembangan blog di Indonesia dimulai sekitar tahun 1999-2000, yang dimulai oleh orang-orang Indonesia yang bermukim di luar negeri, di mana mereka memiliki akses informasi yang lebih cepat, terutama dari lingkungan pergaulan mereka. Konten blog mereka yang sudah berbahasa Indonesia, umumnya mereka adalah seorang web developer ataupun seorang web designer. Saat ini fenomena blog juga telah mewabah di Indonesia, dari remaja sampai guru pun telah membuat blog dan dipublikasikan di
Internet. Para guru juga tidak ketinggalan dalam membuat blog, hal ini dimungkinkan karena jasa pelatihan atau pengenalan blog pada berbagai kesempatan pelatihan IT atau internet pada guru. Para guru di Indonesia termasuk guru Matematika diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan blog sebagai media alternatif penyampaian pengetahuan, media pembelajaran online, untuk mengatasi masalah kurangnya jam pembelajaran konvensinal di kelas. Bahkan konten materi blog yang bagus, informatif dan diperlukan serta tidak tertutup, dapat diakses siapapun (bukan hanya diakses siswa dari sekolah tempat guru tersebut mengajar), dapat menyebabkan nama blog dan pemilik blognya akan lebih dikenal luas di internet.

Mengelola Informasi di Internet
Informasi ataupun materi pelajaran Matematika yang akan ditampilkan di dalam website, harus terlebih dahulu diupload. Beberapa software seperti CuteFTP diperlukan untuk mengupload data ke server. Untuk guru Matematika hal ini harus dipelajari terlebih dahulu, baik melalui suatu pelatihan, kursus atau belajar sendiri. Bagi siswa, guru Matematika maupun guru TIK, dapat mengajarkan bagaimana cara mencari informasi menggunakan mesin pencari, di mana hasil pencarian dapat diarahkan, apakah fokus kepada web page, file office, file animasi atau gambar, atau mencari software pendukung pembelajaran Matematika. Guru juga mengajarkan cara meyimpan file dalam format html, cara mendownload file atau aplikasi, setidaknya untuk dua jenis web browser, Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Kemudian mengajarkan cara mendaftar e-mail gratis misalnya pada Yahoo dan Google, bagaimana cara mendaftar pada mailing list , yang berguna untuk berkomunikasi atau berdiskusi dalam suatu kelompok atau grup yang hanya membahas satu topik saja, misalnya Matematika SMA. Kemudian yang paling penting guru juga menginformasikan tentang perlunya etika berinternet, karena baik dan buruk di internet dapat diperoleh hanya semudah kita mengklik mouse.

Alhasil
Dengan adanya pemahaman yang baik tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), diharapkan sekolah, termasuk guru dan siswa di dalamnya, telah siap untuk melaksanakan program pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia, di mana sekarang pendidikan pun (dan kegiatan pembelajaran di kelas salah satu unsur pentingnya) tidak dapat lepas dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan adanya perubahan paradigma pembelajaran, pengenalan terhadap

internet berpeluang dapat mempercepat proses pembelajaran Matematika, dan berusaha membuang stigma, bahwa belajar Matematika tidak menyenangkan. Karena pembelajaran dengan cara ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, karena masih merupakan hal yang baru dan menarik bagi siswa yang masih dalam lingkup usia remaja. Walaupun sekolah masih belum mampu menyelenggarakan konsep e-learning secara penuh, atau belum bisa sama sekali, setidaknya lah, perlunya dikenalkan dunia internet kepada para guru dan siswanya. Sehingga melalui internet kita tidak terlalu tertinggal pemahaman teknologinya, bahkan dengan internet daya kreativitas kita dapat disalurkan, sehingga kita tidak tertinggal lebih jauh lagi (tidak usah dibandingkan dengan negara maju) dari Bangladesh maupun Vietnam misalnya. Dalam majalah PCMedia, yang penulis lupa nama kontributor dan bulan terbitannya, siswa setara kelas V SD di Srilanka, telah diajarkan bahasa pemrograman seperti Basic, yang bila di Indonesia hanya diajarkan bila sesorang kuliah di Jurusan Komputer atau Informatika. Sudah saatnya lah kita sebagai bangsa Indonesia, mengejar ketertinggalan atau kesenjangan teknologi dari negara lain, dan itu dapat diawali dengan pengenalan internet pada pembelajaran di sekolah.

Bagi anda yang menginginkan:
1. Pelatihan e-learning;
2. Pembuatan aplikasi sekolah dan e-learning;
3. Pembuatan web sekolah dan e-learning;
4. Installasi server, dll

dapat menghubungi:
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Garuda Wishnu Kencana
melalui: didit.agus@gmail.com
atau blog ini.

** biaya tidak lebih dari IDR 1.000.000,-

Smart Living I



"Mahasiswa atau sudah kerja mas?"
"Saya mahasiswa mas, mahasiswa bingung... hehehehe..."
"Lho kenapa?"
"Bingung dulu masuknya salah jurusan.... sekarang bingung lama banget nggak lulus lulus... capek kuliah.... mana uang kiriman telat juga"
"Wah, kok sampai salah jurusan? Memang dulu nggak tahu masuk di mana? Mas ini ambil jurusan apa?"
"Saya ambil jurusan sistem informasi. Dulu waktu masuk, saya pikir bidangnya ada hubungannya dengan informasi... seperti wartawan, eh ternyata setelah masuk, semua pegang komputer... nah, saya tak pernah pegang komputer... jangankan pegang, punya saja atau lihat saja belum pernah dulu. Sekarang sih sudah ada komputer, cuman nggak tahu bagaimana ... dan dibuat apanya..."
"Maksudnya? Mas bingung pakainya...?"
"Dulu iya, sekarang bingung mau belajarnya dari mana...? soalnya mata kuliah saya buanyak...jadi bingung..."
"O, begitu.... boleh sharing pengalaman?"
"Wah boleh saja mas.... gimana..."
"Dulu, saya waktu lulus SMA dari jurusan Biologi, saya pingin masuk ke teknologi yang berhubungan dengan biologi. Tapi karena pacar saya ke bandung, saya ikut. dia ambil jurusan ekonomi, saya bingung, ambil apa, jadi masuk saja ke STTTelkom ambil jurusan telekomunikasi, terus karena lokasi masih bertempat di kakak, di jakarta, saya juga daftar di IKJ. seminggu kemudian, saya diajak teman-teman ke surabaya, daftar extension ITS dan STIKOM. Alhasil semua kampus diterima, wah mumet dah... hehehehe...."
"Lha terus, mas nyanthol di surabaya gimana?"
"Karena dulu saya gambling. Kuliah dimana ya? semua enak. Tapi enggak tahu jurusannya. akhirnya saya lempar koin dan terpilihlah surabaya. Jadi saya kuliah di ITS dan STIKOM. Di ITS ambil jurusan Instrument dan Control di STIKOM ambil Manajemen Informatika.... tapi saya enggak tahu blas apa dan arah tujuannya
"Wah, mirip dengan saya donk... senasip..."
"Iya .. begitulah kira-kira. Tapi saya dulu cuman dapat uang saku untuk 2 bulan saja. selanjutnya ayah saya melepas.. nah itu yang buat bingung..."
"Nah, lho... kok bisa bertahan....?"
"saya pertama kuliah, melakukan pendekatan personal ke teman-teman dan dosen, karena saya nggak punya teman. Alhasil, minggu ke lima, saya dimintai tolong bekerja di Jawa Pos Karah Agung sebagai editor membantu rekan-rekan jawapos. Akhirnya saya belajar komputer, tapi komputernya pinjam teman saya. Uang sewanya, saya ambil dari gaji honorer tiap malam lembur..."
"Terus belajar komputernya bagaimana ?"
"Nah, mengenai belajar komputer, blas saya enggak tahu. akhirnya saya mulai awal dari orang bodo dulu, menganalisa, jadi ada beberapa yang harus saya lakukan kalo mau berhasil kuliah dan kerja, apalagi bidang komputer."
"Wah, menarik mas. Gimana itu?"
"hehehehehe... begini:
Yang pertama:
Kita harus punya komputer, jadi bisa pinjam dulu... Tahu cara pakainya... Mulai dari menghidupkan sampai mematikan
Kedua:
Stelah itu, baru menggunakan sistem operasinya, seperti Microsoft atau UNIX. Mulai belajar cara install, menggunakan desktop, file, folder, control panel dan sebagainya. Kebetulan waktu itu saya pakai windows 3.11 dan OS/2
Ketiga:
Baru setelah itu, saya belajar yang ada hubungannya dengan pekerjaan saya, yaitu mengetik. saat itu saya belajar mengetik dengan word perfect, pakai Lotus Note dan menggunakan Internet Explorer 3.0
nah belajar ini yang lama ... harus praktek dan ada kasus....
dalam proses belajar, saya bikin buku... sederhana, dan terjual ke grupnya Kompas... Lumayan, uangnya bisa untuk beli komputer... Komputer saya pertama adalah DX2. Tapi itu hasil dari belajar OS dan Aplikasi Ngetik. hehehehe...
Begitu,
selanjutnya banya dech...
"
"wah, seru nich.... terus gimana sampai bisa punya kantor ini mas. Kantor ini kan nggak murah. JAP Tours & Travels.... Apalagi lokasinya di Jl. Raya Manyar 79C lagi. Saya tahu nomer telp +62 31 594 4563, 503 5949, 503 7763 dan nomer mas +62 81 857 8089 serta fax Fax. +62 31 594 4563, dari teman saya..... Gimana ceritanya mas?"
"Wah itu panjang, bisa seharian nggak kelar.... Lain kali saja ceritanya. intinya Hidup harus cerdas... heheheheh..."

PENDIDIKAN ANAK PRENATAL




Kasus

Pada saat sekarang ini sering kita mendengar banyaknya kasus kriminalitas, yang tidak menunjukkan penurunan namun malah sebaliknya, menunjukkan ke arah kenaikan yang tajam. Berapa banyak generasi muda yang terlibat pergaulan seks bebas, narkoba dan kejahatan kriminal lainnya seperti preman-isme, tukang talak, perkelahian dan tawuran antar geng, serta banyak lagi yang lainnya. Berapa banyak orang tua yang stress dan akhirnya meninggal dengan sakit hati (red: ngenes) melihat putera-puterinya yang menjadi harapan dan tulang punggung keluarga berbalik memusuhi, tidak mengenal tata krama dan sopan santun serta ungah-ungguh bahkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang tua mereka, dengan secara langsung menentang dan berbuat hal-hal yang melanggar kesusilaan dan norma serta adat yang berlaku di masyarakat. Berapa banyak generasi harapan negeri ini yang akhirnya menyesali nasibnya setelah sadar dan tidak dapat membalik waktu untuk merubah keadaan, sehingga terpuruk di dalam penyesalan yang berkepanjangan. Apa yang sebenarnya terjadi?! Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari yang tidak kita inginkan seperti di atas. Amin!


Definisi Pendidikan

Pada penjelasan sebelumnya di atas, ada hal yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki, meskipun tidak dapat seluruhnya, yaitu dengan melalui pendidikan. Kata pendidikan adalah kata jadian dari kata didik yang mendapat imbuhan pen- dan –an. Kata didik mengandung arti yang sangat banyak diantaranya adalah pelihara, bina, latihan, asuh dan ajar. Dengan adanya proses tambahan awalan dan akhiran tersebut akan memberikan pemahaman dan pengertian yang lebih luas, kompleks, sistematis serta filosofis. Kata pendidikan menurut Anton Moeliono, dalam bukunya Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan tahun 1989 adalah proses pengubahan
sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Secara terminologist, Soegarda Poerbakawatja dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedi Pendidikan tahun 1981 mendefinisikan pendidikan sebagai perbuatan atau usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya, serta ketrampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmani maupun rohaninya.


Latar Belakang

Para ilmuwan di bidang pendidikan anak dalam kandungan telah banyak melakukan riset baru dan berulang secara berkesinambungan dengan membuat langkah-langkah serta metode baru mengenai praktek pendidikan pra lahir. Dalam hal ini mereka telah banyak menemukan keistimewaan pendidikan pra lahir ini, diantaranya adalah peningkatan kecerdasan otak bayi, keyakinan lestari pada diri anak saat tumbuh dan berkembang dewasa nantinya, keseimbangan komunikasi yang lebih baik antar anak yang telah mengikuti program pendidikan pra lahir dengan orang tuanya, anggota keluarganya, dan/atau dengan lingkungannya dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak mengikuti program pendidikan pra lahir. Berikut ini adalah laporan yang diberikan oleh The American Association of the Advancement of Science pada tahun 1996, yaitu:



  1. Dr. Craig dari University of Alabama, menunjukkan bahwa program-program stimulasi dini dapat meningkatkan nilai tes kecerdasan dalam pelajaran utama pada semua anak yang diteliti dari masa bayi hingga usia 15 tahun. Anak-anak tersebut mencapai kecerdasan 15 hingga 30 persen lebih tinggi,


  2. Dr. Marion Cleves Diamond dari University of California, Berkeley, US melakukan experiment bertahun-tahun dan mendapatkan hasil yang sama berulang-ulang, bahwa tikus yang diberi stimulus tidak hanya mengembangkan percabangan sel otak yang lebih banyak dan daerah cortical otak yang tebal, tetapi juga lebih cerdas dan lebih trampil dalam bersosialisasi dengan tikus-tikus lain.


  3. Selain itu, The Prenatal enrichment unit di Hua Chiew General Hospital, Bangkok, Thailand, dengan pimpinan dr. C. Panthuraamphorn, telah melakukan penelitian yang sama terhadap bayi pra lahir dan hasilnya disimpulkan bahwa bayi yang diberikan stimulus pra lahir lebih cepat mahir bicara, menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, mampu menoleh ke arah suara orang tuanya, lebih tanggap terhadap musik dan juga mengembangkan pola sosial yang lebih baik pada saat dia dewasa nantinya.

Prinsip dasar Pendidikan Pra Lahir
Sebenarnya keistimewaan-keistimewaan pendidikan anak dalam kandungan atau pra lahir merupakan hasil dari sebuah proses yang sistematis dengan merangkaikan langkah, metode, dan materi yang dipakai orang tuanya dalam melakukan pendidikan atau stimulasi educative serta orientasi dan tujuan ke mana keduanya akan mengarahkan serta mendidik anaknya. Oleh karena itu, orang tuanya, khususnya ibu, harus memperlakukan anaknya dengan baik. Perlakukan yang baik itu diantaranya adalah memberikan pelayanan yang tepat terhadap anaknya yang masih dalam kandungan dengan tidak melakukan tindakan-tindakan kekerasan yang menimbulkan dampak negatif baik fisik maupun physicist terhadap anak dalam kandungannya.




ﺍﻠﺷﻗﻲﻤﻥﺸﻗﻰﻔﻰﺒﻇﻥﺍﻤﻪ


“Anak yang celaka adalah anak yang telah mendapatkan kesempatan di masa dalam perut ibunya” (HR. Imam Muslim dari Abdullah Ibn Mas’ud)


Aplikasi pelaksanaan pendidikan tidak akan terealisasi dengan baik tanpa adanya pondasi filosofis yang kukuh dan kuat, karena roh atau jiwa pendidikan akan hidup dan lestari serta berdaya guna manakala pendidikan itu selalu dilingkupi oleh dasar-dasar filosofis-nya yang kukuh dan kuat. Dasar filosofis ini hendaknya tertuang di dalam setiap gerak langkah kegiatan pendidikan. Filosofis ini merupakan landasan yang essential dalam penyelenggaraan pendidikan.
Sebagai sebuah landasan yang pokok setidaknya dapat dijadikan suatu akar ranting yang saling mengikat dari prinsip-prinsip dasar yang ada, yang dipegang terus dalam melaksanakan langkah-langkah pendidikan ini. Oleh karena itu, pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar pendidikan, dalam hal ini pendidikan pra lahir akan sangat membantu para pendidik khususnya para orang tua sehingga mampu dalam memaksimalkan potensi peserta didiknya, yaitu anak dalam kandungan untuk belajar. Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar yang membentuk pondasi filosofis dan sekaligus prosedur program dan langkah-langkah kegiatan pendidikan pra lahir, yaitu:


1. Prinsip cinta, kasih, sayang dan kerja sama


Salah satu di antara kebutuhan esensi manusia secara physicist adalah cinta, kasih dan sayang yang menjadikan unsur perekat dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara suami dan isteri, dan berdampak positif bagi keduanya terutama bagi isteri yang sedang mengandung. Dalam melaksanakan pendidikan pra lahir, seorang suami harus mengasihi dan menyayangi isterinya yang sedang mengandung serta membuatnya merasa senang, tenteram, aman, tenang dan bahagia serta menciptakan kedamaian dan kerukunan dalam rumah tangga. Kerja sama yang harmonis di antara kedua orang tua tersebut akan sangat membantu bagi pendidikan pralahir buah hatinya untuk belajar memberikan dan menerima kasih sayang juga nantinya.


2. Prinsip Ketuhanan (Tauhidiyah)


Setiap manusia memiliki keyakinan adanya Dzat Yang Maha Absolute, Maha Mutlak, Maha Agung, serta Maha Besar yang merupakan potensi asli dan mendasar manusia mulai sejak ia melakukan baiat dengan Tuhan-nya, pada zaman azali, alam arwah sebagaimana bunyi QS. Al-A’raaf:172, sebagai berikut:


…ﻘﺎﻠﻭﺍﺒﻠﻰﺸﻬﺪ ﺒﺎ ﺒﺭﺒﻛﻡ ﻮﺍﺸﻬﺩﻫﻡﻋﻟﻰﺍﻧﻔﺳﻬﻡﺍﻠﺳﺕ …


“Allah mempersaksikan mereka (manusia) atas diri-diri mereka sendiri dengan pernyataan ‘Bukankan Aku ini Tuhan Yang Esa bagi kamu sekalian?’ Mereka (manusia)
menjawab dengan tegas, ‘Ya, betul Engkau Tuhan kami. Dan kami bersaksi hal itu’ ”


3. Prinsip Ibadah


Ibadah merupakan salah satu tugas manusia di bumi ini, yang merupakan tugas inti dari semua tugas yang diwajibkan Tuhannya, sebagaimana firman-Nya di dalam QS. Adz-dzaariyat:56, yaitu:


ﻮﻣﺎﺨﻟﻘﺖﺍﻠﺟﻥوﺍﻻﻨﺱﺇﻻﻠﻳﻌﺑﺩﻮﻦ


“Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”


4. Prinsip Akhlak dan kebiasaan baik


Kesempurnaan akhlak bagi sifat manusia menjadi syarat utama untuk dapat mengemban kepribadian yang baik terhadap amanat pengelolaan dan pengurusan di atas bumi ini. Untuk dapat mencapai sifat-sifat kesempurnaan akhlak maka orang tua hendaklah memberikan contoh-contoh yang positif bagi anaknya yaitu dengan keteladanan sensasi positif penuh lemah lembut, seperti berbicara jelas, sopan, penuh rasa hormat dan kasih sayang dengan harapan agar anak dalam kandungan secara responsif akan terbiasa dan terbawa setelah ia lahir dan tumbuh kembang menjadi dewasa.


5. Prinsip Kecerdasan dan Ilmiah


Latihan pendidikan pra lahir dengan membiasakan memberikan langkah-langkah sederhana dalam berbagai materi yang dapat memberikan sensasi dan stimulus di mana bayi dalam kandungan dapat menjawab atau meresponnya, sehingga diharapkan kelak si anak dapat lebih banyak menerima dan meningkatkan minat dan ketrampilan pada hal-hal yang baru, sehingga keadaan tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan daya kecerdasan otak dan sensitivities terhadap suasana ilmiah si anak pra lahir.


6. Prinsip Stimulasi Pra Lahir


Ketika umur kandungan telah mencapai lima bulan atau dua puluh minggu, maka instrument indra anak dalam kandungan sudah potensial menerima stimulasi dan sensasi dari luar rahim seperti, indra peraba bayi yang sudah dapat merasakan sentuhan dan rabaan orang tuanya, indra pendengar yang mampu mendengar suara khas ibunya serta indra penglihatan yang mampu melihat sinar terang dan gelap di luar rahim, sehingga dengan latihan pendidikan pra lahir, berarti memberikan stimulasi sistematis terhadap otak dan perkembangan syaraf bayi sebelum dilahirkan agar lebih effektif dan effisien serta menambah kapasitas belajar setelah
ia dilahirkan.


7. Prinsip Kesadaran Pra Lahir


Pada tahun 1989 sebuah tim dari Prenatal University mengadakan The 9th International Congress of Free- and Prenatal Psychology, yang diselenggarakan di Jerusalem untuk menyikapi berbagai agenda permasalahan yang terkait dengan penyiksaan janin. Hak janin sebenarnya terdiri atas:i. Hak untuk memiliki silsilah atau nasab keturunan yang jelas dan pasti dari orang tuanya,ii. Hak terlindungi dan terpelihara dari iklim keburukan fisik dan physicist serta godaan setaniii. Hak terhindar dari penyakit menular, baik akut maupun kronisiv. Hak mendapatkan pelayanan asuhan, cinta, kasih dan sayang dari orang tuanyav. Hak mendapatkan pemeliharaan imaniyah asasiah dan/atau fithrah tauhidiyahvi. Hak mendapatkan makanan dan minuman yang baik, halal serta thoyyibvii. Hak pemeliharaan dari bahaya yang dapat mengancam dan mengganggu perkembangan janin seperti, pengaruh obat-obatan, minuman keras, narkotika dan sebagainyaviii. Hak untuk mendapatkan hidup yang layak, termasuk terlindungi dari bahaya yang akan mengancam hidupnya, seperti, pengaruh hukuman hadd dan/atau qishosh yang mengenai ibunyaix. Hak ahliyah atau kelayakan kehadiran janin sebagai individu yang diperhitungkan, seperti hak atas waris orang tuanyax. Hak pendidikan sejak dinixi. Hak lain-lainnya dalam hukum agama dan ketuhanan yang berlaku


8. Prinsip Keterlibatan Ayah dan Kakak-kakak sang bayi


Pada dasarnya pendidikan pra lahir hanya dapat dilakukan oleh orang tua bayi dalam kandungan, akan tetapi pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan anggota keluarga lainnya, seperti kakak atau saudara dekat lainnya juga ikut terlibat.