GREENPEACE bermula dari sekelompok kecil orang yang memutuskan untuk bersama-sama memprotes pengujian nuklir di Amchitka, lepas pantai bagian barat Alaska. Setelah itu mereka melanjutkan untuk membentuk GREENPEACE dan kemudian melakukan kampanye dengan mengutamakan isu lingkungan. Salah satu prinsip dasar GREENPEACE adalah "bearing witness" - atau menjadi saksi dan merekam pengerusakan lingkungan. Prinsip aksi langsung ini bersama dengan konfrontasi damai merupakan patokan dari tiap kampanye GREENPEACE.
Asia Tenggara sangat berarti bagi masa depan kelestarian planet bumi. Warisan kekayaan alami yang ada di wilayah ini patut diperjuangkan kelestariannya. Walau demikian, seiring bertumbuhnya sektor ekonomi dan industri secara pesat dalam 30 tahun terakhir ini juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup besar. Dampak lingkungan di wilayah ini juga meluas ke luar batas-batas negara Asia Tenggara. Degradasi lingkungan yang parah telah dialami seantero Asia Tenggara. Disamping krisis keuangan yang melanda Asia belum lama ini, polusi dan penghancuran sumber daya alam semakin parah, sementara perusahaan-perusahaan multi-nasional dan negara-negara industri mengarahkan wilayah ini untuk ekspansi operasi dan teknologi mereka yang merusak lingkungan. Yang semakin memperparah masalah ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat Asia mengenai kerusakan lingkungan dan lemahnya mekanisme demokrasi untuk memperkuat masyarakat dalam mempengaruhi pengambilan keputusan.
Melihat pentingnya potensi pembangunan dan ancaman di wilayah ini, dan dalam rangka konsolidasi dan pengembangan kampanyenya di Asia Tenggara, Greenpeace meningkatkan kegiatannya di wilayah ini. Greenpeace sudah banyak bekerja di banyak wilayah di Asia. Pekerjaan kami di wilayah ini termasuk menghentikan import limbah berbahaya, menentang pengiriman radioactive, berkampanye melawan terhadap pembinasaan hutan, melobi pemerintah mengenai isu-isu energi berkelanjutan dan menyoroti bahaya limbah pembakaran. Seringkali bersama dengan kelompok-kelompok lokal lainnya, Greenpeace telah menggalang kampanye sukses di Filipina, Taiwan, India, dan Indonesia. Kami telah berkomitmen untuk mengembangkan keberadaan kami di Asia pada akhir tahun 80-an dan awal 90-an, dan Greenpeace membuka kantor pertamanya di Jepang (1989) dan kemudian di China (1997). Penjajakan awal juga dilakukan di Asia Tenggara dengan fokus utama pada Indonesia dan Filipina.
Asia Tenggara merupakan posisi kunci untuk menentukan keamanan lingkungan global. Selama 30 tahun terakhir, Greenpeace telah sukses berkampanye di negara-negara industri untuk mengurangi dan menghapuskan polusi dan degradasi lingkungan. Tetapi, usaha-usaha dan capaian ini dapat dengan mudah diputarbalikkan pada saat perusahaan-perusahaan multi-nasional tersebut tetap mengekspor teknologi kotor yang mengakibatkan penurunan dampak lingkungan di wilayah ini. Dengan demikian, setelah penjajakan bertahun-tahun dan berkampanye di negara-negara kunci, akhirnya Greenpeace berhasil membuka kantor di wilayah ini. Greenpeace Asia Tenggara secara resmi didirikan pada tanggal 1 Maret, tahun 2000.
Misi Greenpeace Asia Tenggara: "Melindungi hak-hak lingkungan, Mengekspos dan menghentikan kejahatan lingkungan, Mengedepankan pembangunan bersih.”
Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional: Kumi Naidoo
Kumi Naidoo, Direktur Eksekutif Greenpeace International Menjabat sejak 15 November 2009. Lahir di Afrika Selatan, Kumi sudah terlibat dalam pergerakan pembebasan negara itu sejak berusia 15 tahun. Sebagai akibat dari aktivitas anti-apartheid-nya, dia dikeluarkan dari sekolah menengah atas. Ia kemudian sangat aktif dalam organisasi di negerinya, melakukan kerja-kerja kepemudaan di komunitasnya, dan berbagai aksi mobilisasi massa melawan rejim apartheid Afrika Selatan.
Pada 1986, Kumi ditahan dan dikenakan tuduhan melanggar undang-undang darurat Afrika Selatan. Setelah itu dia melakukan gerakan bawah tanah selama satu tahun sebelum akhirnya memutuskan hidup di pengasingan di Inggris. Di masa-masa kehidupannya di Inggris Kumi menempuh pendidikan di Oxford dan berhasil meraih gelar doktor sosiologi politik. Setelah Nelson Mandela dibebaskan pada 1990, Kumi kembali ke Afrika Selatan dan bekerja untuk mewujudkan legalisasi Kongres Nasional Afrika. Saat pemilihan umum democratic pada 1994 Kumi menjadi juru bicara resmi Komisi Pemilihan Umum Independen dan bertanggung jawab terhadap pelatihan seluruh staff pemilihan di negara itu.
Kumi menjadi pendiri dan direktur eksekutif Koalisi Nasional LSM Afrika Selatan (SANGOCO), badan payung bagi komunitas LSM Afrika Selatan. Tergerak melihat fakta bahwa Afrika Selatan adalah salah satu negara dengan tingkat kekerasan terhadap perempuan yang paling tinggi di dunia, Kumi kemudian mengorganisasi “Aksi Massa Nasional Kaum Lelaki Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak-Anak” pada 1997 Dari 1998 hingga 2008, Kumi adalah Sekretaris Jendral dan Eksekutif Kepala dari CIVICUS: World Alliance for Citizen Participation (Aliansi Global Partisipasi Masyarakat), dimana dia mendedikasikan diri untuk memperkuat aksi massa dan gerakan masyarakat sipil di seluruh dunia.
Kumi juga menjadi pendiri Global Call to Action Against Poverty (GCAP – Seruan Aksi Global Melawan Kemiskinan), serta mendedikasikan diri sebagai pimpinan kelompok masyarakat sipil Global Campaign for Climate Action (GCAA-Kampanye Global untuk Aksi Iklim) dimana Greenpeace juga merupakan anggota pendiri, sekaligus mengabdi sebagai anggota board Association for Women’s Rights in Development (Asosiasi untuk Perjuangan Hak-Hak Perempuan dalam Pembangunan). Pada 2003, Kumi dipilih oleh mantan Sekjen PBB untuk panel tokoh menonjol di Hubungan Masyarakat Sipil PBB.
Greenpeace memiliki landasan prinsip dan nilai-nilai dasar yang tercermin dalam setiap aksi kampanye lingkungan kami, di seluruh dunia. Prinsip tersebut adalah:
2009 : Setelah kita melakukan tekanan untuk menolak Nuklir di seluruh kawasan Asia Tenggara, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudyono mencabut rencana pembangunan PLTN dan mengatakan akan mengembangkan energi terbarukan sebagai alternatif sebelum memilih nuklir.
2008 : Persatuan exporter beras Thailand berkomitmen hanya melakukan ekspor beras yang bebas dari rekayasa genetic.
2008 : Senator di Filipina akhirnya meluluskan pendanaan untuk Energi Terbarukan, dan undang-undang energi terbarukan, seperti energi angin dan matahari, untuk menjaga keamanan energi dan memerangi perubahan iklim.
2008 : Setelah Greenpeace bekerja bersama mendukung kelompok perlindungan lingkungan Tapsakae untuk menghentikan pembangunan PLTU baru yang berdaya 4,000 megawatt di desa Tapsake, Propinsi Prachuab Khiri Khan, Thailand. Perusahaan listrik Thailand , Electricity Generation Aouthority Thailand (EGAT) menghentikan proyek mereka.
2008: Tiga minggu setelah suatu aksi yang sangat besar dan mendapat dukungan dari 115000 email kepada Unilever. Akhirnya mereka mendukung Moratorium penghentian pembalakan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
2007: Peningkatan kesadaran tentang bahaya energi listrik yang bersumber dari nuklir membuat para alim-ulama di Jawa dan Madura mengeluarkan fatwa "Haram" untuk pembangunan PLTN di Indonesia
2007: Greenpeace bekerja sama dengan GRIPP ( Green renewable Independent Power Producer) meluncurkan Jeepney (kendaraan umum iconic Filipina) dengan menggunakan energi terbarukan. The electric jeepney adalah inovasi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fossil untuk mengatasi perubahan iklim.
2006: Seruan yang sangat massif dari kelompok anak-anak muda di Greenpeace (Solar Generation) selama pertemuan Asian Development Bank (ADB) ke-39 yang akhirnya ADB mengalirkan pendanaan untuk "Proyek Energi Bersih" sebesar $1 milyar di tahun 2008
2006: Setelah perlawanan yang massif dari masyarakat Isabela dan Greenpeace, Perusahaan Minyak Bumi Nasional Filipina (PNOC) akhirnya menyetujui untuk membatalkan rencananya mengintegrasikan penambangan batu bara dengan proyek PLTU mine-mouth di Isabela, Filipina
2005: Pulau Mindoro di Filipina mendirikan area bebas rekayasa genetic, memberikan inspirasi untuk membuat lebih banyak area bebas rekayasa genetic dan memberikan kekuatan para petani bahwa rekayasa genetic bukan satu-satunya cara untuk keamanan pangan di Filipina.
2004: Dalam perjanjian internasional yang membahas tindakan terhadap kapal tua yang dianggap sebagai sampah , Greenpeace memperjuangkan tercapainya penerapan kontrol yang lebih ketat atas industri penghancuran kapal yang terkenal kotor. Tractate yang disepakati oleh 163 negara ini diharapkan mampu meningkatkan tuntuntan kepada negara penghancur kapal utama (Cina, India, Bangladesh, Filipina dan Turki) untuk membersihkan racun dari kapal sebelum mereka mengekspornya. Tractate ini juga akan menciptakan tuntutan baru untuk mendaur ulang kapal di negara-negara maju.
2004: Desakan Perlindungan terhadap paus Minke, Hiu putih, pohon merbau dan lumba-lumba jenis Irrawaddy akhirnya dapat direalisasikan pada konvensi perdagangan internasional satwa dan tumbuhan langka (CITES) di Bangkok Thailand.
2002: Penolakan Greenpeace pada sumber makanan dengan rekayasa genetic di Thailand mendapat sambutan pemerintah dengan memberikan label(tanda) pada produk makanan yang terkontaminasi rekayasa genetic. Label ini memberikan kekuatan pada konsumen untuk menghindarinya.
2002: Kampanye Greenpeace mempromosikan solusi dari dampak perubahan iklim dapat mencegah pembangunan PLTU batu bara di Bo Nok dan Ban Krut in Prachuap Khiri, Thailand dan rencana pembangunan PLTU di Pulupandan, Propinsi Negros, Filipina.
2001: bersama dengan organisasi lingkungan dan masyarakat, Greenpeace berhasil mendorong disetujuinya undang-undang manajemen ecology pembuangan limbah Filipina yang memandatkan penerapan strategi dari awal hingga akhir, penguraian sampah yang sesuai, pemisahan dan daur ulang sampah untuk memecahkan masalah sampah di Filipina.
1999: Greenpeace sukses memimpin kampanye untuk mendorong pasal dari UU Republic No. 8749, yang juga dikenal sebagai " UU Udara Bersih 1999 Filipina" yang didalamnya menyertakan larangan nasional atas pembakaran sampah. Larangan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Bermula dari ramalan suku Indian di Amerika Utara mengenai saat kehancuran bumi di masa depan akibat keserakahan manusia akan alam, dimana nanti akan ada sekelompok manusia yang dinamakan " Rainbow Warrior", turun dari pelangi dan datang untuk menyelamatkan bumi ini, menginspirasikan salah satu pendiri Greenpeace, Bob Hunter mengambil nama tersebut dan diabadikan sebagai nama Kapal "Rainbow Warrior" yang dimiliki oleh Greenpeace hingga saat ini.
Kapal Rainbow Warrior kapal kebanggaan Greenpeace. Cikal bakal dari semangat penyelamatan bumi. Kapal Rainbow Warrior I ditenggelamkan oleh dinas rahasia Perancis (DGSE)di pelabuhan Auckland, Selandia Baru, pada 10 Juli 1985 dengan menempatkan bom pada lambung kapal. Ketika itu, para aktivis Greenpeace menentang percobaan nuklir Perancis yang dilakukan di Pulau Muroroa, sekitar Polynesia. Peristiwa tersebut menewaskan photographer Greenpeace Fernando Pereira. Rainbow Warrior II mulai beroperasi sejak 1989. Rainbow Warrior merupakan satu dari tiga buah kapal yang digunakan Greenpeace untuk menjalankan aksinya menentang perusakan lingkungan di seluruh dunia. Dua kapal lainnya, Arctic Sunrise dan Esperanza beraksi di belahan Bumi utara hingga ke kutub.
Selama 27 tahun Rainbow Warrior telah berlayar melintasi samudra, dan telah menyentuh hati banyak orang. Rainbow Warrior juga menjadi simbol untuk perubahan positif dalam penyelamatan lingkungan. Kapal Rainbow Warrior telah mengunjungi Indonesia beberapa kali menyebarkan kampanye untuk melestarikan hutan, perubahan iklim dan energi terbarukan. Kapal ini juga pernah mengunjungi Indonesia pasca tsunami Aceh untuk memberikan bantuan bagi para korban bencana. Pada 2006 dan 2007 Rainbow Warrior datang kembali ke Indonesia untuk mendorong aksi nyata pada UNFCC ke 13 di Bali sekaligus mengkampanyekan penyelamatan hutan Indonesia .
Sudah saatnya sang pejuang ini beristirahat - Rainbow Warrior II . Greenpeace memerlukan kapal yang lebih besar , lebih kuat, namun tetap ramah lingkungan, yang dapat berlayar mengarungi lautan dunia, dan membawa misi dan visi Greenpeace, yaitu menjadi saksi bagi semua tindakan yang berbahaya bagi lingkungan. Rainbow Warrior III yang sedang dalam proses pembuatan ini dan direncanakan untuk diluncurkan pada 2011 akan memungkinkan Greenpeace untuk melanjutkan perjalanannya, membawa aktivis Greenpeace lebih jauh untuk melanjutkan patroli di seluruh samudra, mendokumentasikan kejahatan lingkungan, mempromosikan solusi, dan berbagi pengalaman dengan jutaan orang di seluruh dunia, sehingga mereka dapat bergabung bersama sama dalam perjuangan untuk menyelamatkan bumi.
Dengan membawa semangat Rainbow Warrior dengan tema "Keep The Warrior Spirit Alive" Greenpeace telah menghadirkan suasana Kapal Rainbow Warrior ke beberapa Mall di Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, dan juga Jakarta. Di tempat tersebut para pengunjung mall bisa merasakan atmosfir dan semangat dari Rainbow Warrior yang diwujudkan dalam tampilan booth, nuansa pelabuhan dan accessories kapal Rainbow Warrior. Keep The Warriors Spirit Alive Di booth Greenpeace ini para supporter dapat menuliskan satu tindakan kecil mereka dalam melestarikan lingkungan.
Tim Fundraiser Greenpeace akan mengambil foto mereka dan apa yang mereka tulis. Setelah tiga bulan, tim akan mengirimkan e-mail gambar mereka sebagai pengingat akan janji yang telah mereka buat. Semua gambar akan dikumpulkan dan ditampilkan di situs web bagi para pendukung Indonesia. Anak-anak yang datang juga dapat ikut berpartisipasi dan mewarnai gambar Rainbow Warrior di atas kertas bersama mascot Pohon yang melambangkan penyelamatan hutan Indonesia.
Jadi, untuk menjaga Semangat Rainbow Warrior tetap menyala. Kamu bisa berpartisipasi menjadi warrior dan memberikan suaramu untuk Bumi ini, melalui:
jobs.id@greenpeace.org
supporterservices.id@greenpeace.org
Kami ada juga di Surabaya:

Greenpeace adalah organisasi kampanye lingkungan independen yang mengandalkan dukungan financial dari donasi individu pribadi dan tidak menerima donasi dari pemerintah, perusahaan swasta, maupun partai politik
Siapa pun anda, Bumi ini membutuhkan anda!
Dengan Misi melindungi hak-hak lingkungan, Mengekspos dan menghentikan kejahatan lingkungan, Mengedepankan pembangunan bersih. Dukungan financial kami berasal dari Individu seperti anda. Kami menolak donasi dari pemerintah, perusahaan atau partai-partai politik dan lembaga lainnya sehingga kami dengan bebas menyuarakan dan mengekspos kejahatan-kejahatan lingkungan di mana pun terjadi. Dukungan Individu dari anda adalah tulang punggung berjalannya kampanye kami. Kami menolak donasi dari pemerintah, perusahaan atau partai-partai politik dan lembaga lainnya sehingga kami bebas menyuarakan dan mengekspos kejahatan-kejahatan lingkungan di mana pun terjadi.
Jika anda bertemu dengan Direct Dialogue Campaigner kami di jalan, mal atau tempat keramaian lain ada bisa langsung ikut bergabung dan memberi donasi dengan cara mengisi formulir yang kami sediakan atau anda dapat menghubungi Fundraising unit kami. Bentuk donasi anda dapat berupa auto debit, Kartu kredit atau rekening. Kami menjamin keamanan data-data anda. Berikut ini rekening Greenpeace dimana anda dapat mendonasikan:
Asia Tenggara sangat berarti bagi masa depan kelestarian planet bumi. Warisan kekayaan alami yang ada di wilayah ini patut diperjuangkan kelestariannya. Walau demikian, seiring bertumbuhnya sektor ekonomi dan industri secara pesat dalam 30 tahun terakhir ini juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup besar. Dampak lingkungan di wilayah ini juga meluas ke luar batas-batas negara Asia Tenggara. Degradasi lingkungan yang parah telah dialami seantero Asia Tenggara. Disamping krisis keuangan yang melanda Asia belum lama ini, polusi dan penghancuran sumber daya alam semakin parah, sementara perusahaan-perusahaan multi-nasional dan negara-negara industri mengarahkan wilayah ini untuk ekspansi operasi dan teknologi mereka yang merusak lingkungan. Yang semakin memperparah masalah ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat Asia mengenai kerusakan lingkungan dan lemahnya mekanisme demokrasi untuk memperkuat masyarakat dalam mempengaruhi pengambilan keputusan.
Melihat pentingnya potensi pembangunan dan ancaman di wilayah ini, dan dalam rangka konsolidasi dan pengembangan kampanyenya di Asia Tenggara, Greenpeace meningkatkan kegiatannya di wilayah ini. Greenpeace sudah banyak bekerja di banyak wilayah di Asia. Pekerjaan kami di wilayah ini termasuk menghentikan import limbah berbahaya, menentang pengiriman radioactive, berkampanye melawan terhadap pembinasaan hutan, melobi pemerintah mengenai isu-isu energi berkelanjutan dan menyoroti bahaya limbah pembakaran. Seringkali bersama dengan kelompok-kelompok lokal lainnya, Greenpeace telah menggalang kampanye sukses di Filipina, Taiwan, India, dan Indonesia. Kami telah berkomitmen untuk mengembangkan keberadaan kami di Asia pada akhir tahun 80-an dan awal 90-an, dan Greenpeace membuka kantor pertamanya di Jepang (1989) dan kemudian di China (1997). Penjajakan awal juga dilakukan di Asia Tenggara dengan fokus utama pada Indonesia dan Filipina.
Asia Tenggara merupakan posisi kunci untuk menentukan keamanan lingkungan global. Selama 30 tahun terakhir, Greenpeace telah sukses berkampanye di negara-negara industri untuk mengurangi dan menghapuskan polusi dan degradasi lingkungan. Tetapi, usaha-usaha dan capaian ini dapat dengan mudah diputarbalikkan pada saat perusahaan-perusahaan multi-nasional tersebut tetap mengekspor teknologi kotor yang mengakibatkan penurunan dampak lingkungan di wilayah ini. Dengan demikian, setelah penjajakan bertahun-tahun dan berkampanye di negara-negara kunci, akhirnya Greenpeace berhasil membuka kantor di wilayah ini. Greenpeace Asia Tenggara secara resmi didirikan pada tanggal 1 Maret, tahun 2000.
Misi Greenpeace Asia Tenggara: "Melindungi hak-hak lingkungan, Mengekspos dan menghentikan kejahatan lingkungan, Mengedepankan pembangunan bersih.”
Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional: Kumi Naidoo
Kumi Naidoo, Direktur Eksekutif Greenpeace International Menjabat sejak 15 November 2009. Lahir di Afrika Selatan, Kumi sudah terlibat dalam pergerakan pembebasan negara itu sejak berusia 15 tahun. Sebagai akibat dari aktivitas anti-apartheid-nya, dia dikeluarkan dari sekolah menengah atas. Ia kemudian sangat aktif dalam organisasi di negerinya, melakukan kerja-kerja kepemudaan di komunitasnya, dan berbagai aksi mobilisasi massa melawan rejim apartheid Afrika Selatan.Pada 1986, Kumi ditahan dan dikenakan tuduhan melanggar undang-undang darurat Afrika Selatan. Setelah itu dia melakukan gerakan bawah tanah selama satu tahun sebelum akhirnya memutuskan hidup di pengasingan di Inggris. Di masa-masa kehidupannya di Inggris Kumi menempuh pendidikan di Oxford dan berhasil meraih gelar doktor sosiologi politik. Setelah Nelson Mandela dibebaskan pada 1990, Kumi kembali ke Afrika Selatan dan bekerja untuk mewujudkan legalisasi Kongres Nasional Afrika. Saat pemilihan umum democratic pada 1994 Kumi menjadi juru bicara resmi Komisi Pemilihan Umum Independen dan bertanggung jawab terhadap pelatihan seluruh staff pemilihan di negara itu.
Kumi menjadi pendiri dan direktur eksekutif Koalisi Nasional LSM Afrika Selatan (SANGOCO), badan payung bagi komunitas LSM Afrika Selatan. Tergerak melihat fakta bahwa Afrika Selatan adalah salah satu negara dengan tingkat kekerasan terhadap perempuan yang paling tinggi di dunia, Kumi kemudian mengorganisasi “Aksi Massa Nasional Kaum Lelaki Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak-Anak” pada 1997 Dari 1998 hingga 2008, Kumi adalah Sekretaris Jendral dan Eksekutif Kepala dari CIVICUS: World Alliance for Citizen Participation (Aliansi Global Partisipasi Masyarakat), dimana dia mendedikasikan diri untuk memperkuat aksi massa dan gerakan masyarakat sipil di seluruh dunia.
Kumi juga menjadi pendiri Global Call to Action Against Poverty (GCAP – Seruan Aksi Global Melawan Kemiskinan), serta mendedikasikan diri sebagai pimpinan kelompok masyarakat sipil Global Campaign for Climate Action (GCAA-Kampanye Global untuk Aksi Iklim) dimana Greenpeace juga merupakan anggota pendiri, sekaligus mengabdi sebagai anggota board Association for Women’s Rights in Development (Asosiasi untuk Perjuangan Hak-Hak Perempuan dalam Pembangunan). Pada 2003, Kumi dipilih oleh mantan Sekjen PBB untuk panel tokoh menonjol di Hubungan Masyarakat Sipil PBB.
Greenpeace memiliki landasan prinsip dan nilai-nilai dasar yang tercermin dalam setiap aksi kampanye lingkungan kami, di seluruh dunia. Prinsip tersebut adalah:
- Menjadi 'saksi atas kerusakan lingkungan dengan cara yang damai tanpa kekerasan;
- Menggunakan konfrontasi tanpa-kekerasan untuk meningkatkan perhatian dan debat publik mengenai isu lingkungan;
- Dalam mengekspos ancaman terhadap lingkungan dan mencari solusi, kami tidak memiliki sekutu permanen atau pun lawan.
- Menjamin independensi sumber keuangan dari kepentingan politik atau komersial;
- Mencari solusi untuk mempromosikan secara luas dan menginformasikan perkembangan dari pilihan untuk lingkungan di sekitar masyarakat.
- Dalam mengembangkan strategi kampanye dan kebijakan, kami menaruh perhatian besar untuk mencerminkan dasar kita untuk menghormati prinsip-prinsip demokratis dan untuk mencari solusi dalam meningkatkan keadilan sosial secara global.
2009 : Setelah kita melakukan tekanan untuk menolak Nuklir di seluruh kawasan Asia Tenggara, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudyono mencabut rencana pembangunan PLTN dan mengatakan akan mengembangkan energi terbarukan sebagai alternatif sebelum memilih nuklir.
2008 : Persatuan exporter beras Thailand berkomitmen hanya melakukan ekspor beras yang bebas dari rekayasa genetic.
2008 : Senator di Filipina akhirnya meluluskan pendanaan untuk Energi Terbarukan, dan undang-undang energi terbarukan, seperti energi angin dan matahari, untuk menjaga keamanan energi dan memerangi perubahan iklim.
2008 : Setelah Greenpeace bekerja bersama mendukung kelompok perlindungan lingkungan Tapsakae untuk menghentikan pembangunan PLTU baru yang berdaya 4,000 megawatt di desa Tapsake, Propinsi Prachuab Khiri Khan, Thailand. Perusahaan listrik Thailand , Electricity Generation Aouthority Thailand (EGAT) menghentikan proyek mereka.
2008: Tiga minggu setelah suatu aksi yang sangat besar dan mendapat dukungan dari 115000 email kepada Unilever. Akhirnya mereka mendukung Moratorium penghentian pembalakan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
2007: Peningkatan kesadaran tentang bahaya energi listrik yang bersumber dari nuklir membuat para alim-ulama di Jawa dan Madura mengeluarkan fatwa "Haram" untuk pembangunan PLTN di Indonesia
2007: Greenpeace bekerja sama dengan GRIPP ( Green renewable Independent Power Producer) meluncurkan Jeepney (kendaraan umum iconic Filipina) dengan menggunakan energi terbarukan. The electric jeepney adalah inovasi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fossil untuk mengatasi perubahan iklim.
2006: Seruan yang sangat massif dari kelompok anak-anak muda di Greenpeace (Solar Generation) selama pertemuan Asian Development Bank (ADB) ke-39 yang akhirnya ADB mengalirkan pendanaan untuk "Proyek Energi Bersih" sebesar $1 milyar di tahun 2008
2006: Setelah perlawanan yang massif dari masyarakat Isabela dan Greenpeace, Perusahaan Minyak Bumi Nasional Filipina (PNOC) akhirnya menyetujui untuk membatalkan rencananya mengintegrasikan penambangan batu bara dengan proyek PLTU mine-mouth di Isabela, Filipina
2005: Pulau Mindoro di Filipina mendirikan area bebas rekayasa genetic, memberikan inspirasi untuk membuat lebih banyak area bebas rekayasa genetic dan memberikan kekuatan para petani bahwa rekayasa genetic bukan satu-satunya cara untuk keamanan pangan di Filipina.
2004: Dalam perjanjian internasional yang membahas tindakan terhadap kapal tua yang dianggap sebagai sampah , Greenpeace memperjuangkan tercapainya penerapan kontrol yang lebih ketat atas industri penghancuran kapal yang terkenal kotor. Tractate yang disepakati oleh 163 negara ini diharapkan mampu meningkatkan tuntuntan kepada negara penghancur kapal utama (Cina, India, Bangladesh, Filipina dan Turki) untuk membersihkan racun dari kapal sebelum mereka mengekspornya. Tractate ini juga akan menciptakan tuntutan baru untuk mendaur ulang kapal di negara-negara maju.
2004: Desakan Perlindungan terhadap paus Minke, Hiu putih, pohon merbau dan lumba-lumba jenis Irrawaddy akhirnya dapat direalisasikan pada konvensi perdagangan internasional satwa dan tumbuhan langka (CITES) di Bangkok Thailand.
2002: Penolakan Greenpeace pada sumber makanan dengan rekayasa genetic di Thailand mendapat sambutan pemerintah dengan memberikan label(tanda) pada produk makanan yang terkontaminasi rekayasa genetic. Label ini memberikan kekuatan pada konsumen untuk menghindarinya.
2002: Kampanye Greenpeace mempromosikan solusi dari dampak perubahan iklim dapat mencegah pembangunan PLTU batu bara di Bo Nok dan Ban Krut in Prachuap Khiri, Thailand dan rencana pembangunan PLTU di Pulupandan, Propinsi Negros, Filipina.
2001: bersama dengan organisasi lingkungan dan masyarakat, Greenpeace berhasil mendorong disetujuinya undang-undang manajemen ecology pembuangan limbah Filipina yang memandatkan penerapan strategi dari awal hingga akhir, penguraian sampah yang sesuai, pemisahan dan daur ulang sampah untuk memecahkan masalah sampah di Filipina.
1999: Greenpeace sukses memimpin kampanye untuk mendorong pasal dari UU Republic No. 8749, yang juga dikenal sebagai " UU Udara Bersih 1999 Filipina" yang didalamnya menyertakan larangan nasional atas pembakaran sampah. Larangan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Bermula dari ramalan suku Indian di Amerika Utara mengenai saat kehancuran bumi di masa depan akibat keserakahan manusia akan alam, dimana nanti akan ada sekelompok manusia yang dinamakan " Rainbow Warrior", turun dari pelangi dan datang untuk menyelamatkan bumi ini, menginspirasikan salah satu pendiri Greenpeace, Bob Hunter mengambil nama tersebut dan diabadikan sebagai nama Kapal "Rainbow Warrior" yang dimiliki oleh Greenpeace hingga saat ini.
Kapal Rainbow Warrior kapal kebanggaan Greenpeace. Cikal bakal dari semangat penyelamatan bumi. Kapal Rainbow Warrior I ditenggelamkan oleh dinas rahasia Perancis (DGSE)di pelabuhan Auckland, Selandia Baru, pada 10 Juli 1985 dengan menempatkan bom pada lambung kapal. Ketika itu, para aktivis Greenpeace menentang percobaan nuklir Perancis yang dilakukan di Pulau Muroroa, sekitar Polynesia. Peristiwa tersebut menewaskan photographer Greenpeace Fernando Pereira. Rainbow Warrior II mulai beroperasi sejak 1989. Rainbow Warrior merupakan satu dari tiga buah kapal yang digunakan Greenpeace untuk menjalankan aksinya menentang perusakan lingkungan di seluruh dunia. Dua kapal lainnya, Arctic Sunrise dan Esperanza beraksi di belahan Bumi utara hingga ke kutub.
Selama 27 tahun Rainbow Warrior telah berlayar melintasi samudra, dan telah menyentuh hati banyak orang. Rainbow Warrior juga menjadi simbol untuk perubahan positif dalam penyelamatan lingkungan. Kapal Rainbow Warrior telah mengunjungi Indonesia beberapa kali menyebarkan kampanye untuk melestarikan hutan, perubahan iklim dan energi terbarukan. Kapal ini juga pernah mengunjungi Indonesia pasca tsunami Aceh untuk memberikan bantuan bagi para korban bencana. Pada 2006 dan 2007 Rainbow Warrior datang kembali ke Indonesia untuk mendorong aksi nyata pada UNFCC ke 13 di Bali sekaligus mengkampanyekan penyelamatan hutan Indonesia .
Sudah saatnya sang pejuang ini beristirahat - Rainbow Warrior II . Greenpeace memerlukan kapal yang lebih besar , lebih kuat, namun tetap ramah lingkungan, yang dapat berlayar mengarungi lautan dunia, dan membawa misi dan visi Greenpeace, yaitu menjadi saksi bagi semua tindakan yang berbahaya bagi lingkungan. Rainbow Warrior III yang sedang dalam proses pembuatan ini dan direncanakan untuk diluncurkan pada 2011 akan memungkinkan Greenpeace untuk melanjutkan perjalanannya, membawa aktivis Greenpeace lebih jauh untuk melanjutkan patroli di seluruh samudra, mendokumentasikan kejahatan lingkungan, mempromosikan solusi, dan berbagi pengalaman dengan jutaan orang di seluruh dunia, sehingga mereka dapat bergabung bersama sama dalam perjuangan untuk menyelamatkan bumi.
Dengan membawa semangat Rainbow Warrior dengan tema "Keep The Warrior Spirit Alive" Greenpeace telah menghadirkan suasana Kapal Rainbow Warrior ke beberapa Mall di Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, dan juga Jakarta. Di tempat tersebut para pengunjung mall bisa merasakan atmosfir dan semangat dari Rainbow Warrior yang diwujudkan dalam tampilan booth, nuansa pelabuhan dan accessories kapal Rainbow Warrior. Keep The Warriors Spirit Alive Di booth Greenpeace ini para supporter dapat menuliskan satu tindakan kecil mereka dalam melestarikan lingkungan.
Tim Fundraiser Greenpeace akan mengambil foto mereka dan apa yang mereka tulis. Setelah tiga bulan, tim akan mengirimkan e-mail gambar mereka sebagai pengingat akan janji yang telah mereka buat. Semua gambar akan dikumpulkan dan ditampilkan di situs web bagi para pendukung Indonesia. Anak-anak yang datang juga dapat ikut berpartisipasi dan mewarnai gambar Rainbow Warrior di atas kertas bersama mascot Pohon yang melambangkan penyelamatan hutan Indonesia.
Jadi, untuk menjaga Semangat Rainbow Warrior tetap menyala. Kamu bisa berpartisipasi menjadi warrior dan memberikan suaramu untuk Bumi ini, melalui:
jobs.id@greenpeace.org
supporterservices.id@greenpeace.org
Kami ada juga di Surabaya:

Greenpeace adalah organisasi kampanye lingkungan independen yang mengandalkan dukungan financial dari donasi individu pribadi dan tidak menerima donasi dari pemerintah, perusahaan swasta, maupun partai politik
Siapa pun anda, Bumi ini membutuhkan anda!
Dengan Misi melindungi hak-hak lingkungan, Mengekspos dan menghentikan kejahatan lingkungan, Mengedepankan pembangunan bersih. Dukungan financial kami berasal dari Individu seperti anda. Kami menolak donasi dari pemerintah, perusahaan atau partai-partai politik dan lembaga lainnya sehingga kami dengan bebas menyuarakan dan mengekspos kejahatan-kejahatan lingkungan di mana pun terjadi. Dukungan Individu dari anda adalah tulang punggung berjalannya kampanye kami. Kami menolak donasi dari pemerintah, perusahaan atau partai-partai politik dan lembaga lainnya sehingga kami bebas menyuarakan dan mengekspos kejahatan-kejahatan lingkungan di mana pun terjadi.
Jika anda bertemu dengan Direct Dialogue Campaigner kami di jalan, mal atau tempat keramaian lain ada bisa langsung ikut bergabung dan memberi donasi dengan cara mengisi formulir yang kami sediakan atau anda dapat menghubungi Fundraising unit kami. Bentuk donasi anda dapat berupa auto debit, Kartu kredit atau rekening. Kami menjamin keamanan data-data anda. Berikut ini rekening Greenpeace dimana anda dapat mendonasikan:
- BANK PERMATA : 1210920990 GREENPEACE SEA CABANG MENTENG II
- BANK BNI 46: PERKUMPULAN GREENPEACE SEA INDO 122688678 CABANG MENTENG
- BANK MEGA: 010480011001361 GREENPEACE SEA INDO CABANG THAMRIN
- BANK BCA : 3053004608 GREENPEACE SEA INDO CHAPTER CABANG PERMATA CIKINI
- BANK CIMB NIAGA : 0640163371001 PERKUMPULAN GREENPEACE SEA INDO CABANG GRAHA NIAGA SUDIRMAN
- BANK MANDIRI : 1230004759421 PERKUMPULAN GREENPEACE SEA INDO CABANG TIM
No comments:
Post a Comment