Pulse Lab Jakarta Official Launching



Senin, tanggal 1 Oktober, bertempat di Gedung Cyber 2, Jakarta.

Apa yang dapat dilakukan oleh Tweets dalam memberitahukan kita tentang inflasi?  

Apakah dengan melakukan pencarian melalui internet adalah sumber perkiraan yang handal dalam memberitahu tentang wabah penyakit? 

Dan apakah dapat data dan informasi di telepon selular memberitahukan kepada kita tentang apakah ada kampanye kesehatan masyarakat yang berhasil? 


Ini adalah jenis-jenis pertanyaan yang akan dieksplorasi di Lab Pulse Jakarta, pusat inovasi diciptakan untuk menjelajahi bagaimana sumber data digital (seperti media sosial, data ponsel atau konten internet) dan melakukan real-time analisis dalam teknologi agar dapat mendukung perencanaan pembangunan. 


Yang pertama dari kegiatan sejenis ini di Asia, hanya ada di saat Pulse Lab Jakarta diluncurkan, pada hari Senin, 1 Oktober, di Gedung Cyber ​​2 Tower, di pusat kota Jakarta. Pulse Lab Jakarta adalah proyek yang didukung secara bersama oleh United Nations (Badan Perserikatan Bangsa-bangsa), melalui Sekretaris-Jenderal Nations Global Pulse Ban Ki-moon, dengan inisiatif kemitraan Pemerintah Indonesia.Dalam pidato utamanya, Prof Dr Armida S. Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, mengatakan, "Kami bangga memperkenalkan teknologi dan alat-alat yang baru untuk pengembangan, perencanaan dan pemrograman di Indonesia - dan untuk tetap berada di garis terdepan dalam penelitian. 

Resident Coordinator PBB di Indonesia, Bapak El-Mostafa Benlamlih, menambahkan bahwa, "Indonesia adalah negara di mana pendekatan baru dalam pembangunan dapat dirintis. Negara-negara lain dapat mengambil manfaat di masa depan dari pendekatan berani yang dilakukan oleh Indonesia untuk penelitian inovatif data melalui kemitraan swasta-publik."Indonesia, dengan jumlah penduduk yang secara aktif menggunakan teknologi digital, serta sektor usaha yang berkembang pesat di skala teknologi, merupakan salah satu sumber terkaya di dunia dalam data digital, yang biasa disebut sebagai "BIG DATA", karena keragaman, kuantitas dan kecepatannya. 

Pada acara peluncuran tersebut juga, Direktur Global Pulse, Robert Kirkpatrick mengatakan bahwa bidang analisis "Big Data" berkembang dengan cepat. Dia mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir Global Pulse  telah mampu menarik beberapa analisa terbaiknya di dunia dan perusahaan swasta juga mengakui bahwa data dapat menjadi sumber dari kepentingan publik, sehingga Pulse Lab di Jakarta akan dapat melakukan hal yang sama untuk mendorong kemitraan bersama tersebut di negara Indonesia.Acara peluncuran juga menampilkan temuan awal dari proyek pertama Pulse Lab Jakarta, kolaborasi dengan dua mitra teknologi-SAS dan Crimson Hexagon - yang berfokus pada potensi menggunakan analisis media sosial untuk mengidentifikasi populasi dan daerah yang berdampak sebagai akibat dari fluktuasi harga komoditas seperti makanan dan bahan bakar.  

Tujuan dari eksplorasi ini adalah untuk melihat apakah media sosial dapat membantu mendeteksi, mengukur dan memahami tren yang terkait dengan kekhawatiran masyarakat dan dapat membangun strategi penanggulangan, secara real-time.Pulse Lab, beberapa peneliti telah mengidentifikasikan konten yang ada di Indonesia melalui Twitter, blog dan media sosial lainnya dari masa lalu, selama dua tahun sebelumnya, terkait dengan harga dan pasokan makanan dan bahan bakar, yang kemudian dianalisis oleh mereka untuk memahami volume, sentimen pasar, keinginan dan asal geografis, serta kemudian dibandingkan dalam periode tren tersebut selama waktu tertentu untuk statistik resmi pemerintah. 

Pada acara peluncuran ini, Dr Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Dr Vivi Yulaswati, MSc, Direktur Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan, Bappenas menunjukkan bukti awal tentang potensi real-time media sosial untuk meningkatkan kapasitas sektor publik dalam menilai kerentanan terhadap kenaikan harga pangan dan bahan bakar dengan mendekati statistik resmi.



Dalam tahun ke depanPulse Lab akan berkolaborasi dalam proyek kemitraan seperti ILO, UNICEF dan WFP, dalam meneliti perubahan kesejahteraan sosial, khususnya yang berkaitan dengan makanan dan harga bahan bakar, dan isu-isu ketenagakerjaan di Jakarta, Yogyakarta, Makassar (Sulawesi Selatan) dan Medan (Sumatera Utara). 

Acara peluncuran berakhir dengan kesempatan untuk secara bersama-sama belajar dan menjalin hubungan di area Showcase Inovasi, dengan menampilkan Global Pulse mitra SAS, dan CSIRO, sebagai lembaga ilmu pengetahuan nasional Australia, yang akan bekerja sama dengan Pulse Lab Jakarta pada upaya pemetaan geo-spasial, serta MercyCorps, yang menunjukkan program inovasi dan pemetaan kesehatannya di Indonesia, seperti pusat inovasi untuk pasar kesehatan, dan program Agri-Fin yang dipergunakan untuk menyebarkan informasi pertanian melalui pesan teks, Politicawave.com, sebuah perusahaan lokal Indonesia yang unik, dengan real-time sosial Media analisis teknologinya, NokiaLife, dengan layanan SMS yang memberikan saran dan informasi tentang kesehatan, pertanian, kepada ribuan penggunanya di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara, dan proyek kerjasama antara Institut teknologi Telkom dan Microsoft dinamakan sebagai Life yang menjajaki penggunaan Microsoft dalam bidang komputasi untuk alat dan real-time data dalam mengatasi kekurangan gizi anak.

Lebih lengkapnya, silahkan klik http://www.unglobalpulse.org/ 

No comments:

Post a Comment